p-Index From 2021 - 2026
5.301
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Journal of Information Technology and Computer Science Knowledge Engineering and Data Science JOURNAL OF APPLIED INFORMATICS AND COMPUTING TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Jurnal Mnemonic JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) CICES (Cyberpreneurship Innovative and Creative Exact and Social Science) Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jurnal Restikom : Riset Teknik Informatika dan Komputer Nusantara Hasana Journal Jurnal Informatika Terpadu Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat ROUTERS: Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Journal of World Future Medicine, Health and Nursing The Journal of Enhanced Studies in Informatics and Computer Applications Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Teknik Identifikasi Fitur Berdasarkan Kalimat Pernyataan Kebutuhan dalam Konteks Pengembangan Software Product Line Haris, M Syauqi; Kurniawan, Tri Astoto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 3: Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022935732

Abstract

Software product line (SPL) adalah konsep software reuse di bidang industri perangkat lunak yang memiliki fase awal berupa domain engineering untuk mengidentifikasi dan memetakan fitur-fitur dari sekumpulan produk perangkat lunak yang akan dikembangkan. Fitur perangkat lunak sering kali diekspresikan secara eksplisit dalam kalimat pernyataan kebutuhan yang ada pada dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SRS). Saat ini, penelitian tentang otomatisasi identifikasi fitur perangkat lunak berdasarkan dokumen spesifikasi kebutuhan telah banyak diusulkan dengan berbagai metode, namun hasil yang diperoleh kebanyakan adalah kata benda yang dianggap sebagai kandidat fitur. Representasi fitur dengan kata benda dianggap masih terlalu abstrak dan tidak mewakili konsep fitur sebagai kemampuan atau fungsionalitas suatu perangkat lunak. Dalam penelitian ini, identifikasi fitur yang direpresentasikan dengan frasa gabungan kata kerja dan kata benda diusulkan karena dianggap lebih menjelaskan kemampuan  dan fungsionalitas dari suatu perangkat lunak. Pola penulisan kalimat pernyataan kebutuhan dengan requirement boilerplate dimanfaatkan sebagai dasar identifikasi fitur perangkat lunak secara otomatis dengan menggunakan alat bantu pemrosesan bahasa natural atau NLP (natural language processing). Dalam penelitian ini diusulkan 4 (empat) aturan dependency parser, yang merupakan salah satu pipeline dalam NLP. Tingkat keberhasilan metode pada penelitian ini adalah antara 65% sampai dengan 88% untuk 5 kelompok kalimat pernyataan kebutuhan yang diujikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode yang diusulkan pada penelitian ini bisa mengautomasi proses identifikasi fitur pada tahapan domain engineering dalam pengembangan software product line khususnya yang menggunakan metode ekstraktif.AbstractSoftware product line (SPL) is a software reuse concept in the software industry that has an initial phase of domain engineering to identify and map the features of a set of software products to be developed. Software features are often expressed explicitly in the requirement sentences contained in the software requirements specification (SRS) document. Currently, research on the automation of software feature identification based on requirements specification documents has been proposed by various methods, but the results obtained are mostly nouns that are considered feature candidates. Representation of features with nouns is considered too abstract and does not represent the concept of features as capabilities or functionality of the software. In this study, the identification of features represented by combined phrases of verbs and nouns is proposed because it is considered to better explain the capabilities and functionality of software. The pattern of writing a requirement sentence with boilerplate requirements is used as the basis for automatically identifying software features using natural language processing (NLP) tools. In this research, 4 (four) dependency parser rules are proposed, which is one of the pipelines in NLP. The success rate of the method in this study is between 65% to 88% for the 5 groups of sentences that were tested. These results indicate that the method proposed in this study can automate the feature identification process at the domain engineering stage in product line software development, especially those using extractive methods.
Perbandingan Metode Supervised Machine Learning untuk Prediksi Prevalensi Stunting di Provinsi Jawa Timur Haris, M Syauqi; Khudori, Ahsanun Naseh; Kusuma, Wahyu Teja
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022976744

Abstract

Stunting atau kasus balita kerdil/pendek adalah salah satu masalah di bidang kesehatan yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Provinsi Jawa Timur memiliki nilai prevalensi stunting sebesar 26,8% berdasarkan integrasi data Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik. Nilai tersebut masih tergolong tinggi karena standar minimal yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) adalah sebesar 20%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam penyelesaian permasalahan stunting di Provinsi Jawa Timur dengan cara menganalisis faktor-faktor yang diprediksi bisa memengaruhi tingkat prevalensi stunting berdasarkan data sekunder hasil survei dari beberapa lembaga resmi dan terpercaya di bidang kesehatan yang telah dipublikasikan. Supervised machine learning merupakan pendekatan dalam pembuatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang menggunakan data-data berlabel sebagai data latihnya. Pendekatan ini dirasa sangat sesuai digunakan dalam prediksi nilai prevalensi stunting pada suatu wilayah berdasarkan data-data lain yang relevan.  Penelitian-penelitian sebelumnya tentang prediksi prevalensi stunting rata-rata hanya menggunakan salah satu metode supervised machine learning saja dan data sekunder yang digunakan hanya bersumber dari salah satu sumber survei saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab yang memiliki korelasi tinggi terhadap nilai prevalensi stunting bukan hanya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) saja, namun juga Indeks Pembangunan Manusia, sanitasi, dan Indeks Penduduk Miskin. Selain itu, beberapa metode dalam supervised machine learning juga dibandingkan yaitu, linier regression, support vector regression, dan random forest regression.Metode support vector regression dalam penelitian ini memiliki nilai galat yang lebih rendah yaitu 0,91 untuk MAE dan 1,30 untuk MSE.AbstractStunting or the case of stunted/short toddlers is one of the problems in the health sector that is currently being faced by the people of Indonesia. East Java Province has a stunting prevalence value of 26.8% based on data integration from the Ministry of Health and the Central Statistics Agency. This value is still relatively high because the minimum standard set by the World Health Organization (WHO) is 20%. Therefore, this study aims to contribute to solving the stunting problem in East Java Province by analyzing the factors that are predicted to affect the stunting prevalence rate based on published secondary data from surveys from several official and trusted institutions in the health sector. Supervised machine learning is an approach in making artificial intelligence that uses labeled data as training data. This approach is considered very suitable to be used in predicting the value of stunting prevalence in an area based on other relevant data. Previous studies on predicting the prevalence of stunting on average only used one supervised machine learning method and the secondary data used was only sourced from one survey source. The results showed that the causative factors that have a high correlation to the prevalence of stunting are not only low birth weight (BBLR), but also the Human Development Index, sanitation, and the Poor Population Index. In addition, several methods in supervised machine learning are also compared, namely, linear regression, support vector regression, and random forest regression. The support vector regression method in this study has a lower error value, namely 0.91 for MAE and 1.30 for MSE.
Optimasi Weight AHP Menggunakan Genetic Algorithm untuk Rekomendasi Platform Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Digital Pradini, Risqy Siwi; Anshori, Mochammad; Haris, M. Syauqi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 5: Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2024118011

Abstract

Tim pemasar suatu perusahaan dapat memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran dan berinteraksi secara lebih intens dengan para pelanggan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi tim pemasar untuk promosi digital adalah bagaimana memilih platform sosial media yang paling tepat agar dapat mencapai tujuan promosi yang optimal. Keputusan untuk memilih platform sosial media ini melibatkan sejumlah kriteria seperti content, impression, cost, look and feel, dan audience fit. Urutan rekomendasi platform media sosial sebagai sarana promosi yang dihasilkan penelitian ini adalah Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, Pinterest, TikTok, dan LinkedIn. Urutan rekomendasi tersebut berhasil didapatkan dengan pendekatan optimasi weight Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan Genetic Algorithm (GA) untuk rekomendasi platform media sosial sebagai sarana promosi digital. Optimasi yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan keakurasian peringkat dari 95% ke 97% yang dihasilkan melalui perhitungan fitness yang menggunakan rumus Spearman Correlation. Penelitian ini juga berhasil menarik kesimpulan terkait bidang AHP-GA yang menyatakan bahwa popsize mempengaruhi nilai fitness. Semakin tinggi popsize, maka semakin besar potensi nilai fitness yang dihasilkan, namun peningkatan popsize itu sendiri tidak menjamin perolehan nilai fitness yang lebih baik sehingga perlu memikirkan faktor lainnya pula. Selain itu, semakin banyaknya jumlah generasi maka proses evolusi akan semakin sering terjadi. Tiap generasinya akan melakukan crossover dan mutasi, sehingga hal ini berpengaruh pada semakin beragamnya individu yang dihasilkan dan pada akhirnya dapat membantu menemukan solusi yang lebih baik.   Abstract A company's marketing team can use social media to expand marketing reach and interact more intensely with customers. One of the main challenges faced by marketers for digital promotion is how to choose the most appropriate social media platforms to achieve optimal promotional goals. The decision to choose a social media platform involves several criteria such as content, impression, cost, look and feel, and audience fit. The order of recommendations for social media platforms as a means of promotion resulting from this research are Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, Pinterest, TikTok, and LinkedIn. The sequence of recommendations was successfully obtained using the weight Analytical Hierarchy Process (AHP) optimization approach using Genetic Algorithm (GA) for social media platform recommendations as a means of digital promotion. The optimization carried out was proven to increase ranking accuracy from 95% to 97% which was produced through fitness calculations using the Spearman Correlation formula. This study also succeeded in drawing conclusions related to the AHP-GA field which stated that popsize affects fitness values. The higher the popsize, the greater the potential fitness value generated, however increasing the popsize itself does not guarantee obtaining a better fitness value so you need to think about other factors as well. In addition, the greater the number of generations, the more frequently the evolutionary process will occur. Each generation will carry out crossover and mutation, so this influences the resulting more diverse individuals and can ultimately help find better solutions.
Challenges in Implementing Digital Medical Records in Indonesian Hospitals: Perspectives on Technology, Regulation, and Data Security Fita Rusdian Ikawati; M. Syauqi Haris
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.70

Abstract

The implementation of digital medical records in Indonesian hospitals faces various challenges, especially in terms of technological readiness, inadequate regulations, and data security threats that need to be addressed to ensure efficient and safe healthcare services. This study aims to identify the challenges in Digital Medical Record Implementation from the perspective of technology, regulation, and data security. This study used a systematic literature review research approach guided by the Preferred Reposrting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). The results showed that the implementation of digital medical records in Indonesian hospitals faces considerable challenges from three main perspectives, namely technology, regulation, and data security. The technology perspective includes several challenges such as 1) System Interoperability, 2) Privacy, 3) IT Infrastructure Limitations, 4) Implementation Costs and 5) Maintenance and Technology Adoption by Medical Staff. The regulatory perspective includes challenges such as 1) Regulatory Compliance, 2) Patient Data Protection, 3) Validity of Medical Records, 4) Long-term Data Retention and 5) System Interoperability. The data security perspective includes challenges such as 1) Infrastructure Security, 2) Data Encryption, 3) Access Control, 4) Incident Response and 5) Regular Security Audits. Thus, collaborative efforts between the government, hospitals and technology providers are needed to address these challenges and drive safe and effective digital transformation in Indonesia's healthcare sector.
UI/UX Design of Pratama Clinic Mobile Application Based on User Cultural Dimensions with User-Centered Design (UCD) Approach Iqbal, Ahmad; Khudori, Ahsanun Naseh; Haris, M. Syauqi
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v11i2.2645

Abstract

Digital transformation has brought significant changes to various sectors, including healthcare. Digital technology, particularly mobile applications, enables increased efficiency, accessibility, and service quality. In the context of digital healthcare, effective user interface (UI) and user experience (UX) design are key factors in increasing application adoption by users. This study aims to design a mobile application for Klinik Pratama using a User-Centered Design (UCD) approach and integrating local cultural values in Malang City to improve accessibility and user satisfaction. This study uses quantitative methods. Data collection techniques include in-depth interviews with respondents, participant observation, and prototype evaluation using the System Usability Scale (SUS). The cultural dimensions used include Power Distance, Collectivism, Uncertainty Avoidance, Masculinity vs. Femininity, and Long-Term Orientation, which are then implemented in UI design elements. The evaluation results show that the integration of UCD with a culture-based approach can significantly increase the application's usability value, with an average SUS score of 86.75 for patients, 87.5 for doctors, and 85.83 for administrative staff. All scores are included in the 'Good' category with a letter grade of 'B' based on the interpretation of the SUS standard. These findings confirm that a user-oriented design approach to culture can promote the inclusivity and effectiveness of primary digital health services through design strategies that are adaptive to local culture.
Perancangan Prototype Sistem Monitoring Ternak Ruminansia dengan Metode Human Centered Design Putriana, Rena; Pradini, Risqy Siwi; Haris, M. Syauqi
Jurnal Informatika Terpadu Vol 11 No 2 (2025): September, 2025
Publisher : LPPM STT Terpadu Nurul Fikri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54914/jit.v11i2.2553

Abstract

The ruminant livestock sector, such as sheep and cattle, makes a significant contribution to food security and the national economy. However, livestock data management, which is still carried out manually, remains a major challenge in improving operational efficiency, as seen in the Sarwa Adem Mulya (SAM) Cooperative. This study aims to design a prototype of a mobile-based livestock monitoring system called Ruminant Watch, using the Human-Centered Design (HCD) approach to align with the needs and limitations of field users. The research was conducted through five main stages: literature review, specification of the usage context, identification of user needs, design solution development using Figma, and usability evaluation through the System Usability Scale (SUS) questionnaire. The testing results showed an average SUS score of 87, which falls into the “Excellent” category. This indicates that the developed prototype system is not only easy to use but also relevant and effective in supporting livestock monitoring activities. This design is expected to serve as an initial step toward the digitalization of ruminant farming that is more efficient and adaptive to users’ capabilities.
Peningkatan Literasi Teknologi Pemasaran Digital Petani Kopi Gapoktan Mekar Tani Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Haris, M Syauqi; Kusuma, Wahyu Teja; Anshori, Mochammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 2 (2022): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i2.31

Abstract

Produk Kopi Merah hasil perkebunan kopi di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, adalah produk unggulan para petani kopi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekartani. Meskipun produk kopi tersebut tergolong unggul, terbukti dengan pernah diraihnya juara III dalam Festival Kopi Nusantara tahun 2016 di Kota Batu, namun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat sehingga penjualannya pun terhambat. Sampai dengan saat ini, kopi Malang yang dikenal masyarakat pada umumnya hanya dari daerah Dampit dan Ampelgading saja. Pemanfaatan teknologi informasi dan jaringan internet dengan strategi pemasaran yang disebut dengan digital marketing diharapkan mampu membawa produk kopi merah Jambuwer agar lebih dikenal masyarakat luas di Indonesia pada umumnya dan warga Malang dan sekitarnya pada khususnya. Meskipun saat ini pemanfaatan media online dan media sosial sudah dilakukan, namun hasil yang diperoleh belum maksimal. Hal ini disebabkan karena penggunaan media sosial dan alat promosi online yang digunakan masih belum terkonsep dengan baik dan belum menggunakan strategi pemasaran digital yang terstruktur. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, diharapkan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Mekar Tani memiliki mindset pemasaran digital sehingga peningkatan popularitas dan penjualan Kopi Merah Jambuwer bisa terwujud. Media sosial dan blog akan menjadi representasi online dari etalase toko Kopi Merah serta dapat terindeks dengan baik di berbagai situs pencarian. Adapun target luaran dalam kegiatan pengabmas ini adalah peningkatan literasi pemasaran online mitra dalam hal analisis kata kunci dalam Search Engine Optimization (SEO), pembuatan konten berupa gambar maupun video yang sesuai dengan strategi brand, optimalisasi media sosial dan marketplace, serta Google Business Profile.
Pemetaan Disparitas Stunting di Jawa Timur dengan Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) Haris, M Syauqi; Risqy Siwi Pradini; Ahsanun Naseh Khudori
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 7 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v7i1.8877

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur, di mana terdapat disparitas yang mencolok dalam prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi spasial stunting dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan mempertimbangkan perbedaan geografis antarwilayah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan analisis spasial dengan menggunakan data sekunder dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Analisis ini melibatkan beberapa tahap, termasuk eksplorasi pola geografis melalui indeks autokorelasi global Moran's I dan analisis LISA, diikuti dengan pemodelan regresi spasial menggunakan Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) berdasarkan matriks bobot tetangga terdekat. Klaster hotspot diidentifikasi di wilayah Tapal Kuda, sementara klaster outlier ditemukan di Sampang dan Tulungagung. Selain itu, model regresi spasial menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan model Ordinary Least Squares (OLS), dengan nilai pseudo R² SAR sebesar 0,7203 dan penurunan Akaike Information Criterion (AIC) menjadi 259,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa inisiasi menyusui dini, cakupan ibu hamil, dan pemberian tablet tambah darah merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi prevalensi stunting (p <0,05). Secara keseluruhan, model spasial memberikan representasi yang lebih akurat tentang pengaruh spasial di seluruh wilayah dibandingkan dengan regresi linier biasa, sehingga dapat menjelaskan variasi geografis stunting dengan lebih baik. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengembangkan kebijakan berbasis wilayah yang disesuaikan dengan karakteristik spasial yang unik di setiap wilayah. Penelitian ini berkontribusi pada bidang studi spasial dalam epidemiologi gizi dan menawarkan dasar ilmiah untuk mengimplementasikan intervensi kesehatan masyarakat yang lebih tepat sasaran.