Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Analysis of Factors Related to The Implementation of The COVID-19 Health Protocol For Cadets at Malahayati Merchant Marine Polytechnic of Aceh in 2021 Elly Kartika Farida; Said Usman; Sofia Sofia; Nurjannah Nurjannah; Irwan Saputra
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.772

Abstract

COVID-19 is a disease which prevention can be done with the 5M health protocol. The purpose of this study is to determine what factors are associated with the implementation of the COVID-19 health protocol. This research was conducted using a questionnaire with quantitative analytical methods and cross sectional approach. The population in this study were all cadets who were doing face-to-face learning on campus and had experienced face-to-face learning in the previous period. The questionnaire was tested for validity and was also declared reliable with a Cronbach alpha value of 0.673 which was tested on 35 samples. The results showed that there were two factors that had a significant relationship with the implementation of the COVID-19 health protocol, namely knowledge (p 0.00), attitude (p 0.03) and the results of multivariate analysis showed that the most dominant variable influenced the implementation of the COVID-19 health protocol is knowledge (ß = 19,536).
Pendekatan Pemasaran Sosial Dalam Dalam Meningkatkan Prilaku Pencarian Layanan Reahabilitasi Pada Keluarga Penyalahguna Narkotika : Literatur Review Saiful Saiful; Irwan Saputra
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/er964k84

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional karena berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, baik bagi individu maupun keluarga. Salah satu upaya penanganan yang efektif adalah melalui layanan rehabilitasi. Namun demikian, pemanfaatan layanan rehabilitasi masih relatif rendah, terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga, stigma sosial, ketakutan terhadap konsekuensi hukum, serta terbatasnya akses informasi yang tepat. Dalam konteks ini, pendekatan pemasaran sosial menjadi strategi yang relevan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya keluarga penyalahguna narkotika, agar lebih aktif dalam mencari layanan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai literatur terkait penerapan pendekatan pemasaran sosial dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan rehabilitasi pada keluarga penyalahguna narkotika. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2010–2024 yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Proses seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran sosial memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pentingnya rehabilitasi. Strategi yang efektif meliputi kampanye edukasi berbasis bukti, komunikasi interpersonal melalui tokoh masyarakat dan komunitas, pengurangan stigma melalui narasi positif, serta pemanfaatan media digital dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, penerapan prinsip bauran pemasaran sosial (product, price, place, promotion) terbukti dapat meningkatkan aksesibilitas dan penerimaan layanan rehabilitasi di masyarakat. Kesimpulannya, pendekatan pemasaran sosial merupakan strategi yang potensial dan efektif dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan rehabilitasi pada keluarga penyalahguna narkotika. Implementasi strategi ini secara kontekstual dan berbasis budaya lokal diharapkan dapat mendukung keberhasilan program rehabilitasi serta berkontribusi dalam penurunan prevalensi penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
Tinjauan Literatur: Dampak Fragmentasi Sistem dan Interoperabilitas terhadap Sistem Informasi Kesehatan: Tinjauan Naratif tentang Efisiensi Layanan Kesehatan Primer Elviani Novasari; Irwan Saputra
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qgrkh317

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, pengelolaan data pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan. Namun, implementasi SIK di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala seperti fragmentasi sistem, kurangnya integrasi data, keterbatasan sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Sistem Informasi Kesehatan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia serta mengidentifikasi manfaat dan kendala dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah terkait implementasi Sistem Informasi Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIK mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses administrasi, mempermudah pengelolaan rekam medis, serta meningkatkan akses informasi kesehatan. Namun, beberapa kendala yang masih ditemukan meliputi kurangnya integrasi sistem, keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi pengguna, serta kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem informasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan berbasis digital.
Reliability of Positive and Negative Symptom Scale (PANSS) Indonesian Version in Acehnese Population Juwita Saragih; Endang Mutiawati Rahayuningsih; Irwan Saputra; Marty Mawarpury
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.4306

Abstract

The positive and negative syndrome scale (PANSS) has been widely used and validated for the assessment of severity of schizophrenia symptoms. However, the reliability of PANSS Indonesian version in Acehnese population has yet been divined. Research objective: to examine the reliability of PANSS in Acehnese schizophrenic patients. Methodology: A cross sectional study was conducted at Mental Hospital, Banda Aceh, Indonesia, from February to May 2024. Patients aged 18 and above, who were diagnosed with schizophrenia were included in this study, meanwhile patients with organic mental disorders, and history of alcohol or drug consumption were excluded. Two independent psychiatrists separately assessed the patients using PANSS, which consisted of 3 components: positive symptoms (P subscore - 7 questions), negative symptoms (N subscore – 7 questions) and general psychopathology symptoms (G score - 16 questions). Inter-rater reliability was measured using the intraclass correlation coefficient (ICC), in which ICC ≥ 0.60 was considered good. Results: Of twenty subjects enrolled, 70% were males, and the median age was 35 years (23-54). The overall ICC was excellent = 0.987 (0.982-0.994) on 95% confidence interval. Conclusion: PANSS is a reliable tool to assess the severity of schizophrenia in Acehnese population, emphasizing its importance in the clinical setting.
Risk Factors of Stunting and Wasting in Toddler During the Covid-19 Pandemic Maghfirah Maghfirah; Aripin Ahmad; Meutia Zahara; Irwan Saputra; Asnawi Abdullah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6513

Abstract

Stunting is a child's height growth that is shorter than their age. Wasting is the development of a child's weight that is too thin to their height. In 2019, the prevalence of Stunting cases that occurred in the world was 21.3%, and the prevalence of Wasting cases was 6.9%. The pandemic situation has disrupted nutritional services, especially in health service facilities and integrated health posts, due to the lack of community mobility. This study aims to determine the risk factors for stunting and wasting in toddlers during the Covid-19 pandemic. This study is descriptive analytical with a cross-sectional design. The population in this study were toddlers under two years of age. The sample in this study was 93 using a purposive sampling technique. The data collection method was carried out using a validated questionnaire and interviews using the Chi-Square statistical test. The results of the analysis showed that the most dominant risk factor for Stunting was Exclusive Breastfeeding (OR = 9.37; 95% CI: 2.14-40.86; p = 0.003); The most dominant risk factor for Wasting is Environmental Sanitation (OR=16.44; 95%CI: 3.68-73.47; p=0.000) and the most dominant risk factor for Stunting plus Wasting is Environmental Sanitation (OR=3.86; 95%CI: 1.39-10.75; p=0.009). For Nutrition Program Managers, it is important to improve the nutritional status and nutrient intake levels of the community, especially after the pandemic ends.
PERSAINGAN PASAR ANTAR FASILITAS KESEHATAN DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW Nanda Lestia; Irwan Saputra
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia menjadi isu strategis pasca-transformasi sistem kesehatan menuju cakupan semesta melalui JKN. Dinamika pasar kini dipengaruhi oleh asimetri informasi dan peran BPJS Kesehatan sebagai pembeli tunggal. Tujuan: Mengidentifikasi struktur, dinamika, dan faktor yang mempengaruhi persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia berdasarkan literatur lima tahun terakhir (2021–2026). Metode: Penelitian ini menggunakan narrative literature reviewdengan pencarian literatur secara sistematis melalui Google Scholar, Scopus, serta portal jurnal nasional (Garuda dan SINTA). Artikel tahun 2021–2026 serta publikasi early access (2025–2026) serta dipilih melalui skrining judul, abstrak, dan penilaian full textberdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 20 artikel dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Struktur pasar Rumah Sakit nasional terfragmentasi (CR4 <40%), namun pada tingkat lokal terjadi kecenderungan oligopoli/monopoli. Konsolidasi melalui akuisisi oleh emiten besar memperkuat posisi kompetitif namun berisiko menciptakan distorsi pasar. Terdapat kesenjangan daya saing struktural antara RS publik dan swasta. Persaingan lintas negara dengan Malaysia dan Singapura tetap menjadi tantangan besar. Kesimpulan: Dampak persaingan terhadap mutu layanan di Indonesia sangat bergantung pada konteks regulasi JKN. Diperlukan pengawasan ketat dari KPPU dan insentif berbasis kinerja untuk mendorong kompetisi yang sehat
An IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI INDONESIA (SIKNAS DAN SIKDA): LITERATUR REVIEW Dinni Dinni; Irwan Saputra
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i4.71

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) dan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) merupakan pilar utama transformasi digital kesehatan di Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan yang belum terintegrasi secara konseptual dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian terkait implementasi SIKNAS dan SIKDA dalam satu dekade terakhir. Studi ini menggunakan pendekatan structured literature review dengan sintesis tematik terhadap 20 artikel (2015–2025) dari Google Scholar, Scopus, dan PubMed. Hasil menunjukkan lima isu utama: (1) keterbatasan kapasitas SDM; (2) tingginya fragmentasi sistem (±30 aplikasi per puskesmas); (3) kesenjangan implementasi antar wilayah; (4) pergeseran kebijakan menuju integrasi nasional; dan (5) tantangan kepatuhan dalam implementasi SATUSEHAT. Penelitian ini mengidentifikasi tujuh kesenjangan utama, terutama minimnya studi yang menghubungkan implementasi sistem dengan outcome kesehatan dan efisiensi ekonomi. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan evaluatif berbasis outcome melalui studi kuantitatif nasional, analisis cost-effectiveness, dan kajian keamanan data untuk memastikan transformasi digital memberikan dampak nyata terhadap sistem kesehatan
LITERATUR REVIEW: ANALISIS RETROSPEKTIF DISPARITAS DATA STUNTING ANTARA SURVEI NASIONAL DAN PENCATATAN RUTIN (E-PPGBM) Nanda Lestia; Irwan Saputra
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i4.125

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah Indonesia menggunakan dua sumber data utama untuk memantau prevalensi stunting, yaitu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai survei nasional terstandar dan e-PPGBM sebagai sistem pencatatan rutin berbasis masyarakat. Namun, kedua sumber data ini sering menghasilkan angka yang berbeda secara signifikan sehingga menimbulkan kebingungan dalam evaluasi program dan pengambilan kebijakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis faktor-faktor penyebab disparitas data antara SSGI dan e-PPGBM serta implikasinya terhadap kebijakan penurunan stunting di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review naratif terstruktur. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan portal jurnal nasional terakreditasi. Seleksi artikel dilakukan melalui skrining judul, abstrak, dan penilaian teks lengkap sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 10 artikel jurnal peer-reviewed dan referensi pendukung yang dipublikasikan pada tahun 2019–2024 dianalisis. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil: Disparitas data antara SSGI dan e-PPGBM disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu: (1) perbedaan metodologis SSGI menggunakan sampling terstandar dengan enumerator terlatih, sedangkan e-PPGBM menggunakan pencatatan rutin berbasis kader; (2) perbedaan alat ukur dan kualitas pengukuran; serta (3) perbedaan cakupan dan representativitas data. Pemerintah telah merespons melalui kebijakan triangulasi data sejak tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih menghadapi berbagai kendala. Kesimpulan: Disparitas antara SSGI dan e-PPGBM bukan merupakan kesalahan sistem, melainkan konsekuensi dari perbedaan tujuan dan pendekatan metodologis. Integrasi kedua sistem melalui pendekatan triangulasi yang terstruktur menjadi kunci dalam meningkatkan akurasi dan kredibilitas data stunting di Indonesia