Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN, UMUR DAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN ACEH BESAR T M Rafsanjani; Yasir Yasir; Masyudi Masyudi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 3 No. 1 (2019): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v3i1.14861

Abstract

Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Aceh Besar Angka kematian ibu tahun 2014 sebanyak 29 orang dengan kasus preeklampsia sebanyak (20,8%), perdarahan sebanyak (20,8%), infeksi/sepsis sebanyak (34,5%), dan penyebab lain sebanyak (24,1%). Dan Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, diketahui bahwa pada bulan Januari sampai Mei 2017 didapatkan data jumlah kunjungan ibu hamil sebanyak 367 ibu dan diantaranya memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 122 ibu hamil. Hal ini penyebab langsung kematian ibu pada saat persalinan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional, Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden, dengan analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,004 < 0,05) dengan OR 3.722, ada hubungan pengetahuan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,002 < 0,05) dengan OR 4.142 dan terdapat hubungan antara pola makan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,007 < 0,05) dengan OR 3.429 di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Diharapkan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan dan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan tekanan dalam masa kehamilan.
HUBUNGAN PERAN PETUGAS, DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN IBU HAMIL TERHADAP RENDAHNYA CAKUPAN PEMBERIAN TABLET Fe3 PADA IBU HAMIL (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kabupaten Aceh Besar) T M Rafsanjani; Ifanda Kurniawan; Irwan Saputra; Evi Dewiyani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1547

Abstract

Cakupan konsumsi tablet Fe3 pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Lampisang hanya sebesar 20%, hal ini dikarenakan petugas kesehatan kurang berperan dalam memberikan informasi tentang manfaat tablet Fe3 pada ibu hamil, tidak ada dukungan keluarga dan tidak patuh dalam konsumsi tablet Fe3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 276 ibu, dengan sampel sebanyak 73 responden dengan teknik sampel proportional sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 7-16 Agustus 2019, dengan pendekatan Cross Sectional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji univariat bahwa pemberian tablet Fe3 tidak tercapai (64,4%), peran petugas kesehatan yang tidak berperan (54,8%), ibu hamil yang tidak patuh (60,3%) dan ada dukungan keluarga (54,8%). Hasil uji bivariat diketahui bahwa ada hubungan peran petugas kesehatan dengan p value = 0,001, dukungan keluarga dengan p value = 0,001 dan kepatuhan ibu hamil denagn p value = 0,001) dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada Ibu hamil. Kesimpulan peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan kepatuhan ibu hamil merupakan faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019. Disarankan bagi puskesmas untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan pada ibu hamil tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe3.
PENGARUH POLA KONSUMSI, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI TERHADAP MENSTRUASI PERTAMA (Studi Kasus Pada Remaja Putri Kelas 1 SMP) Darusman Darusman; T M Rafsanjani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.632

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa yang penting pada pubertas anak gadis yang menjadi pertanda biologis dari kematangan seksual. Pengamatan awal pada 10 orang remaja putri di SMP Negeri 1 Sinabang diketahui status gizinya baik, dengan postur tubuh ideal. Beberapa diantaranya telah mengalami menstruasi pada umur 12 tahun, namun masih ditemukan remaja yang mengalami mentruasi itu dengan tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi, aktivitas fisik dan status gizi terhadap Menarche. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMPN 1 Simeulue Timur, sebanyak 67 siswi, dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, penelitian dilakukan pada tanggal 27 Januari s/d 03 Februari 2016. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh pola konsumsi makanan dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,041 ≤ α= 0,05, tidak ada pengaruh kebiasaan aktivitas fisik dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,563 ≥ α = 0,05 dan terdapat pengaruh status gizi dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,039 ≤ α= 0,05. Diharapkan kepada remaja putri SMP Negeri 1 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue agar memperhatikan gaya hidup, pola makan dan peningkatan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi menstruasi pertama.Kata Kunci: Menstruasi, Remaja, Perilaku.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGONIA YANG DIPAPAR RADIASI SINAR X (Studi Eksperimental pada Mencit (Mus Muculus) Galur Balb/C) Mochammad Soffan; T M Rafsanjani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1305

Abstract

Radiasi sinar X merupakan salah satu radiasi pengion yang menyebabkan terbentuknya radikal bebas sehingga merusak sel spermatogonia. Penggunaan vitamin C dan E sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia yang dipapar radiasi sinar X. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design pada 35 ekor mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu KP tanpa paparan radiasi dan pemberian vitamin, KN dengan paparan radiasi sinar X 25 mGy/hari tanpa pemberian vitamin, KP 1 diberikan vitamin C 0,26 mg/hari, KP 2 diberikan vitamin E 0,208 mg/hari, KP 3 diberikan kombinasi vitamin C 0,26 mg/hari dan vitamin E 0,208 mg/hari setiap sebelum pemaparan radiasi sinar X 25 mGy/hari selama 4 hari dengan waktu penelitian 21 hari. Pada hari ke 22 sampel diterminasi diamati melalui mikroskop. Jumlah sel spermatogonia dianalisis One Way Anova kemudian uji post Hoc LSD. Hasil rerata jumlah spermatogonia pada KP, KN, KP1, KP2 dan KP3 yaitu 24,24; 13,28; 19,36; 19,60 dan 23,32. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p0,05) artinya terdapat perbedaan rerata jumlah sel spermatogonia yang bermakna antara kelima kelompok. Hasil uji post Hoc LSD menunjukkan perbedaan rerata sel spermatogonia antar dua kelompok ditunjukkan oleh hampir semua pasangan kelompok (p0,05); kecuali untuk perbandingan rerata sel spermatogonia antara KP1 dan KP2 (p0,05). Terdapat pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia mencit yang dipapar radiasi sinar X.
ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM RAWATAN LANJUTAN PASCAREHABILITASI PADA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH T.M. Rafsanjani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.818

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan awal, penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh yang mendapatkan pelayanan program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi yaitu sebanyak 58 orang. Dan yang mengalami kekambuhan sebanyak 7 orang sedangkan untuk pelatihan vokasional tidak di sediakan oleh pihak BNNP Aceh karena anggaran yang tidak cukup. Serta bimbingan konseling dan psikoterapi yang diberikan oleh pihak BNNP Aceh belum menyeluruh atau belum keseluruhan residen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Program Rawatan Lanjutan Pasca Rehabilitasi Pada Penyalahgunaan Narkoba Di Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 24 sampai dengan 29 Desember 2017, Jenis penelitian ini bersifat diskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh residen yang mengikuti program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi yang berjumlah 58 orang, sampel dalam penelitian ini seluruh populasi yang berjumlah 58 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa efektifitas program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi penyalahgunaan narkoba yaitu sebanyak 60.3%. apabila ditinjau dari yang ada melakukan pencegahan kekambuhan yaitu 70.7%. Ditinjau dari yang ada melakukan pengembangan diri yaitu 41.4%. Ditinjau dari yang mengikuti pelatihan vokasional dan pelatihan kerja yaitu 31.0%. Dan ditinjau dari yang ada mendapatkan bimbingan konseling dan psikoterapi yaitu 41.4%. Diharapkan kepada pihak BNNP Aceh untuk tetap mempertahankan program rawatan lanjutan tetapi dengan lebih optimal lagi, dengan dukungan dana, fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar program rawat lanjut ini dapat memberikan kontribusi dalam mencegah kekambuhan bagi residen serta dapat memberikan life skill kepada residen.Kata Kunci : BNN, Narkoba, Relapse.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS DI KABUPATEN NAGAN RAYA T.M. Rafsanjani T.M. Rafsanjani; Said Usman; Burhanuddin Syam; Irwan Saputra
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 2, No 1 (2019): Semnas Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.053 KB)

Abstract

Indonesia 3rd ranks highest of Tuberculosis case in the world. There are 69 cases of Tuberculosis around Nagan Raya Regency, it is caused by many factors therefore need to know the problems that cause in The Regency. This research need to know connection Age, Gender, Education, Job, Knowledge and Socioeconomic effects Tuberculosis occurences. Population in this research were cases of Tuberculosis recorded in the health department of Nagan Raya number of 69 patients, they are taken from society of Nagan Raya regency by matching methode. The types of this research is Descriptive Analytic by approach to comparative cases (control) with a wiew Free Variable, they are Age, Gender, Education, Job, Knowledge, socioenomic and view Unfree Variable is patients of Tuberculosis with kuisoner division methode. The result of bivariat research shows : Age P=1.000, OR=1.226 (CI: 0511-1.956). Gender P=1.000, OR=2.000 (CI: 0.493-2.030). Education P=1.000, OR=1.156 (CI: 0.512-1.953).  Job P=0.016, OR= 1.571 (CI: 1.242-5.007). Knowledge  P=0.027, OR=1.024 (CI: 1.088-4.248). and Socio Economi P=0.026, OR=1.129 (CI: 0.221-0.866). There was no relationship and increased risk between Age with the incidence of Tuberculosis. There was no relationship and increased risk between Gender with the incidence of Tuberculosis. There was no relationship and increased risk between Education with the incidence of Tuberculosis. There was relationship and increased risk between Job with the incidence of Tuberculosis. There was relationship and increased risk between Knowledge with the incidence of Tuberculosis. There was relationship and increased risk between Socioeconomic with the incidence of Tuberculosis. Nagan Raya district health  office should improve the discovery suspected Tuberculosis, conduct outreach to increase Nagan Raya public awareness of Tuberculosis.
Efektivitas Larvasida Temefos Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Di Tiga Desa Endemis Demam Berdarah Dengue Kota Banda Aceh Riski Muhammad; Asmawati Asmawati; T. M. Rafsanjani; Husna Husna; Diza Fathamira Hamzah
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 4 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v7i4.11664

Abstract

Almost all villages in Banda Aceh City are one of the endemic areas for Dengue Hemorrhagic Fever. Various efforts have been made to reduce dengue cases by means of fumigation and larvicides. This study aimed to determine the differences in the effectiveness of temefos larvicides with different concentrations on the mortality of Ae. aegypti in three dengue endemic villages in Banda Aceh City, namely Punge Blang Cut, Ateuk Pahlawan and Jeulingke villages. The research method used is a laboratory experiment with one control and three replications with a post test only design with a control group. Isolate Ae. aegypti was obtained by installing ovitrap in 10 houses from 3 endemic villages. The collected eggs are hatched and maintained until the first generation (F1) is then measured for effectiveness (resistance) status. The results of the study at concentrations of 0.05 gram/liter and 0.1 gram/liter had high resistance, while the concentration of 0.2 gram/liter isolates from Punge Blang Cut was moderate (moderate) resistant and isolates from Ateuk Pahlawan and Jeulingke were high resistant. It is necessary to monitor and evaluate the use of larvicides through resistance monitoring efforts so that every activity carried out can be successful. And it is also necessary to carry out other control efforts or other combinations of control to reduce cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Banda Aceh City.
POTENSI DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI UNTUK MEMBUNUH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTY Evi Dewi Yani; Muhammad Ridhwan; Husna Husna; Masyudi Masyudi; Teuku Muhammad Rafsanjani
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i2.5168

Abstract

Pemberantasan jenitik nyamuk aedes aegypty menggunakan serbuk Abate dalam kurun waktu lama secara terus menerus ternyata dapat mengakibatkan kematian hewan yang bukan target, hilang atau matinya musuh alami, kerusakan lingkungan berupa ketidakseimbangan ekosistem dan resistensi populasi Aides. Pemanfaatan bahan alam sebagai upaya alternatif yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi organisme lainnya perlu dilakukan. Penelitian terdahulu diketahui kulit bawang merah (Aliium cepa L) mengandung senyawa flavonoid yang dapat bersifat larvasida, alkaloid, polifenol, seskuiterpenoid, monoterpenoid, steroid, triterpenoid, acetogenin serta kuinon. Pada penelitian ini Peneliti mengkaji kandungan dalam daun bawang merah dan mengujinya pada larva nyamuk Aides aegepty. Jenis penelitian ini adalah eksperimental, yang dilakukan di laboratorium MIPA Universitas Serambi Mekkah, daun bawang merah di ambil dari petani bawang yang ada di Kabupaten Aceh Selatan. Hasil penelitian 70% telah dilakukan proses ekstraksi daun bawang menggunakan pelarut ethanol, hasil uji fitokimia ekstrak daun bawang Aceh mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, steroid dan triterpenoid. Senyawa senyawa ini berpotensi sebagai larvasida alami yang dapat membunuh larva nyamuk aedes aegypti.
FAKTOR RESIKO TERJADINYA DISPEPSIA DI PUSKESMAS BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES TAHUN 2020 Fitri Julaiha; Burhanuddin Syam; T.M Rafsanjani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 5, No 1 (2022): Makma Vol 5 No 1 tahun Februari 2022
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v5i1.5453

Abstract

Berdasarkan jumlah kunjungan pasien dispepsia di Poli Puskesmas Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Tahun 2017 sampai 2019 dapat di uraikan bahwa jumlah kunjungan pasiendispepsia pada tahun 2017 sebanyak 30,8% (741 kasus), di tahun 2018 sebanyak 33,1% (794 kasus), di tahun 2019 36,1% (867 kasus) dengan jumlah kunjungan selama tiga tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Dispepsia di Puskesmas Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan case control dimana efek (penyakit/status kesehatan) didefinisikan pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasikan adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 sebagai kategori kasusyang berobat ke Puskesmas Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dan 38 kategori kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diproleh bahwa frekuensi makanberisiko terhadapt kejadian dispepsia (p=1,000, OR : 1,373), 95% CI = 0,286-6,595,jenis makan berisikodenganterjadinya dispepsia dengan nilai (p=0,020OR : 3,459), (95%CI=1,318- 9,074),p= 0,006 0,05, porsi makan berisiko dengan terjadinya dispepsia dengan nilai(p=0,006 0,05),(OR : 4,167),(95%CI=1,599-10,8564). Saran yang dapat diberikan bagi puskesmas agar meningkatkan pelayanan medis terutama bagi para pasien dispepsia, sehingga prognosis dan perjalanan penyakit pada penderita tidak menjadi parah. Bagi masyarakat khususnya penderita dispepsia agar lebih meningkatkan upaya untuk melakukan pencegahan dengan memperhatinkan diet makan yang di sesuaikan tingkat keparahan penyakit yang di derita dengan mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
HUBUNGAN BEBERAPA INDIKATOR PHBS IBU RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI GAMPONG BLANG KRUENG KABUPATEN ACEH BESAR Riski Muhammad; Burhanuddin Syam; T.M Rafsanjani
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 22, No 1 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i1Supp.8180

Abstract

Disease diarrhea is endemic disease in Indonesia and also a disease with potential for frequent Extraordinary Events (KLB). accompanied with death . The Clean and Healthy Behavior (PHBS) launched by the government has been running for more than 10 years, but its success is still far from expectations. This research aims to know connection a number of PHBS indicators for housewives with the risk of diarrhea in toddlers in Gampong Blang Krueng, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic, with a case control approach. The population in this study were housewives who had toddlers who had suffered from diarrhea as many as 28 respondents and 28 respondents who did not suffer from diarrhea with a total of 56 respondents . univariate and bivariate analysis . Result _ study This shows that there is a behavioral relationship wash hand use mother 's soap House ladder with value (P-value = 0.03), (OR=3.80) , No there is a relationship between use of clean water Mother House ladder with a value (P-value = 1.00), (OR = 1.22) and there is a management relationship rubbish Mother House ladder with value (P-value = 0.01), (OR=4.50) with incident diarrhea in toddlers in G ampong B lang K rueng , A ceh Besar District . Recommended to party as _ For can increase promotion health For prevention focused diarrhea _ on implementation of PHBS in order House stairs .Keywords: Diarrhea, Handwashing, PHBS, Housewives.