Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Relationship of Nurses' Knowledge with Implementation of Centralized Medication in Inpatient Room of Otanaha Regional Public Hospital, Gorontalo City Rajawali, Sri Muliyani; Ilham, Rosmin; Syukur, Sabirin B.
PROMOTOR Vol. 7 No. 3 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i3.520

Abstract

Introduction: Centralized medicine is medicine that will be given to patients where the management of the medicine is completely handed over to the nurse so that the use of medicine can be controlled. This study aimed to determine nurses' knowledge about the implementation of drug centralization in inpatient rooms P1 and P2. Exploratory descriptive method, the population in this study was all 106 nurses, a sample of 51 respondents using a purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire sheet. This research was conducted at the Otanaha Regional General Hospital, Gorontalo City, with the research period from May to July 2023. The highest level of good knowledge was that 35 respondents (58.6%) had understood the application of drug centralization. The results of research regarding the relationship between nurses' knowledge and the application of drug centralization had a level of 95% confidence and up Chi-Square obtained a p-value of 0.000 which is smaller (p < a 0.05) which means there is a relationship between nurses' knowledge of the application of centralization. So it can be concluded that nurses' knowledge of the application of drug centralization is stated to have a significant level which means there is a relationship between the two variables.
Efektivitas Penerapan Pre dan Post Conference Terhadap Asuhan Keperawatan Diruangan Interna RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo Syukur, Sabirin B.; Hidayat, Euis Herawati; Pelealu, Arifandi; Paliki, Zunaldi R.
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14856

Abstract

ABSTRACT The professionalism of nurses at work can be seen from how nurses communicate between fellow nurses. The performance of nurses greatly influences pre and post conference activities, because the implementation of pre and post conferences can be seen from the performance of the team leader and also the implementing nurse. The purpose of this researchcapable studentsdetermine the effectiveness of the application of pre and post conferences on nursing care in the internal rooms of RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo Province. The research method used was descriptive research in the form of case studies on 16 nurses who served in the internal ward of RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo Province. The results of this research show that the majority of nurses in the internal room conduct pre and post conferences. Pre and post conferences are not carried out every day, such as when observing the shift from afternoon to evening, pre and post conferences are no longer carried out and only shift shifts are carried out. Keywords: Nursing Care, Conference, Post, Pre ABSTRAK Profesionalisme perawat dalam bekerja dapat dilihat dari bagaimana perawat melakukan komunikasi antar sesama perawat. Kinerja perawat sangat besar mempengaruhi kegiatan pre dan post conference, karena pelaksanaan pre dan post conference dapat dilihat dari kinerja ketua tim dan juga perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini mahasiswa mampu mengetahui efektivitas penerapan pre dan post conference terhadap asuhan keperawatan diruangan interna RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus pada 16 orang perawat yang bertugas di ruangan interna RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar perawat diruang interna melakukan pre dan post conference. Pre dan post conference tidak dilakukan setiap hari, seperti pada saat observasi pergantian sift sore ke malam sudah tidak dilakukan lagi pre dan post conference dan hanya melakukan operan sift. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Conference, Post, Pre
EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI RELAKSASI BENSON DAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP ANSIETAS PADA PASIEN HIPERTENSI Firmawati, Firmawati; Biahimo, Nur Uyuun I.; Syukur, Sabirin B.; Ilohuna, Sulistiani A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40674

Abstract

Hipertensi sering dikaitkan dengan kecemasan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan melalui peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis dan pelepasan hormon stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi kombinasi relaksasi benson dan aromaterapi lemon dalam menurunkan ansietas pada pasien hipertensi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental designs two group pretest-posttest dengan sampel 20 responden pasien hipertensi yang dipilih melalui teknik accidental sampling di Puskesmas Bilato pada Juni-Juli 2024. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner DASS 42, dan data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh usia 46-55 tahun (90%), perempuan (85%), pendidikan SD (50%), dan status bekerja (60%). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi (mean rank 6,50) dan kelompok kontrol (mean rank 14,50) dengan p-value 0,001 (p<0,05). Pada kelompok intervensi, terjadi penurunan tingkat ansietas dimana 6 responden mencapai tingkat normal dan 4 responden menjadi ansietas ringan, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perbaikan yang berarti. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi relaksasi benson dan aromaterapi lemon efektif dalam menurunkan tingkat ansietas pada pasien hipertensi dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi terapi non-farmakologis dalam manajemen pasien hipertensi dengan ansietas. Kata kunci: Ansietas, Aromaterapi Lemon, Benson, Hipertensi
EDUKASI KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Syukur, Sabirin B.; Firmawati, Firmawati; Rokhani, Muriyati; Amu, Mohamad Nuralfitriansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30590

Abstract

Dalam mencapai peningkatan perkembangan motoric salah satu peran perawat yaitu menggunakan metode knowledge management (KM) atau manajemen pengetahuan. Knowledge management atau sering disingkat KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi knowledge management terhadap perkembangan motorik halus pada pasien anak usia 3 sampai 5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-experimental designs one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam karya ilmiah akhir ners ini adalah dengan metode insidental sampling atau pengambilan sampel berdasarkan jumlah responden yang ditemui yaitu sebanyak 15 pasien anak. Berdasarkan hasil penelitian dari 15 responden, analisis univariat perkembangan motorik halus pre-intervensi menunjukkan 8 responden (53,3%) normal dan 7 responden (46,7%) suspect, tanpa ada yang unstable. Post-intervensi, 14 responden (90%) normal dan 1 responden (6,7%) suspect, tanpa ada yang unstable. Hasil statistik non parametrik didapatkan bahwa perkembangan motoric halus pada anak usia 3-5 tahun dengan penilaian skrining Denver II setelah dilakukan intervensi yaitu  p-value 0,014 dimana < 0,05 yang artinya intervensi edukasi knowledge management memiliki pengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motoric halus anak usia 3-5 tahun. Intervensi edukasi Knowledge management secara signifikan meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 3-5 tahun. Mayoritas menunjukkan peningkatan skor Denver II, meski ada beberapa temuan minor yang perlu pemantauan. Anak-anak dengan stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap keterlambatan perkembangan motorik halus, sehingga memerlukan perhatian khusus.
HUBUNGAN KOHESIVITAS KELOMPOK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Abas, Yolanda; Syukur, Sabirin B.; Firmawati, Firmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29191

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA PROFESI NERS XIV DAN XV UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO TENTANG PELAKSANAAN PRINSIP ETIK KEPERAWATAN Syukur, Sabirin B.; Syamsuddin, Fadly; SDH, Welly Santoso; Firmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30988

Abstract

Etika adalah implementasi nilai moral pada kondisi sesungguhnya yang menuntun manusia dalam beperilaku yang didasari pada nilai moral yang dipercayainya. Penggunaan istilah etik untuk menggambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik professional seperti kode etik PPNI. Penerapan pelaksanaan prinsip etik bagi tenaga kesehatan sangat penting agar mereka dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi, menjaga kepercayaan pasien, dan memastikan praktik profesional yang bertanggung jawab. Tujuan penelitian Untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa tentang prinsip etik autonomi, beneficence, non maleficence,  veracity, justice, fidelity, confidentally, akuntabilitas. Desain penelitian menggunakan descriptif kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pelaksanaan prinsip Autonomy tertinggi yaitu Baik dengan 99 responden (100%), Beneficence tertinggi yaitu Baik 54 responden (54,5%), Non-Maleficence tertinggi yaitu Baik dengan 54 responden (54,5%), Veracity tertinggi yaitu Baik dengan 74 responden (74,7%), Confidentiality tertinggi yaitu Cukup dengan 51 responden (51,5%), Justice tertinggi yaitu Baik dengan 99 responden (100%), Fidelity tertinggi yaitu Baik dengan 55 responden (55,6%), Akuntability tertinggi yaitu Cukup dengan 61 responden (61,6%), Sehingga dalam penelitian ini secara keseluruhan penerapan pelaksanaan prinsip etik mahasiswa berada pada kategori baik dengan mempertimbangkan peningkatan prinsip akuntabilitas dan adaptasi profesionalisme secara bertahap.
Peran Kepala Ruangan sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo Rokani, Muriyati; Syukur, Sabirin B.; Salam, Arief Rahman Y.
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15916

Abstract

ABSTRACT To provide comprehensive services to patients, nursing services with continuous nursing care are needed, namely through several consistent process stages in accordance with the development of the nursing profession. A nurse in carrying out nursing care really needs direction and supervision through supervision activities. This research is to analyze the role of the head of the room as a supervisor on the performance of implementing nurses in the implementation of nursing care at RSIA Sitti Khadidjah, Gorontalo City. Used in this research was an analytical survey and used a cross-sectional research design, so that the number of samples in this study was the same as the population, namely 17 nurses. The results of statistical tests show that the role of the head of the room as a supervisor is in the good category with the performance of the nurses in the good category being 12 people, while the role of the head of the room as a supervisor is in the poor category with the performance of the nurses in the poor category being 2 people. If the statistical value is known or p.Value=0.011<0.05, then Ha is accepted, so it can be concluded that the role of the head of the room as supervisor has an influence on the performance of implementing nurses in the implementation of nursing care at RSIA Sitti Khadidjah, Gorontalo City. Conclusion: It is hoped that this can add information about the role of the head of the room as a supervisor and the performance of implementing nurses in implementing nursing care. Keywords: Nursing Care, Nurse Performance, Supervisor  ABSTRAK Untuk memberikan pelayanan kepada pasien secara komprehensif diperlukan pelayanan keperawatan dengan asuhan keperawatan secara berkesinambungan, yaitu melalui beberapa tahapan proses yang konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan sangat memerlukan pengarahan dan pengawasan melalui kegiatan supervisi. pada penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran kepala ruangan sebagai supervisor terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dan menggunakan desain penelitian cross sectional, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 17 perawat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peran kepala ruangan sebagai supervisor kategori baik dengan kinerja perawat pelaksana kategori baik sebanyak 12 orang, sedangkan peran kepala ruangan sebagai supervisor kategori kurang baik dengan kinerja perawat pelaksana kategori kurang baik sebanyak 2 orang. Diketahui nilai statistik atau p.Value=0.011<0.05, maka Ha diterima, jadi dapat simpulkan bahwa peran kepala ruangan sebagai supervisor memiliki pengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. Diharapkan dapat menambah informasi tentang peran kepala ruangan sebagai supervisor serta kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Kinerja Perawat, Supervisor
Metode Asuhan Keperawatan Tim dengan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr.Hasri Ainun Habibie Pelealu, Arifandi; Syukur, Sabirin B.; Wano, Nur Indah Belasafira
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.548 KB) | DOI: 10.31314/zijk.v10i1.1664

Abstract

Asuhan keperawatan dengan metode tim bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi perawat dalam melaksanakan tugas, memungkinkan adanya transfer of knowledge dan transfer of expriences do antara perawat serta meningkatkan kepuasan kerja perawat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan metode asuhan keperawatan tim dengan tingkat kepuasan kerja perawat. Desain penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 35 orang dengan tehnik penarikan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar MAK tim optimal dengan tingkat kepuasan kerja perawat rata-rata perawat puas, hasil analisis data menunjukan nilai pValue=0,002<0,05. Kesimpulan pada penelitian ini Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara metode asuhan keperawatan tim dengan tingkat kepuasan kerja perawat. Saran untuk perawat saling menghargai sesama perawat dan aturan yang diterapkan oleh ketua tim agar MAK tim dapat berjalan dengan optimal. Untuk RSUD dr. Hasri Ainun Habibie memperhatiakan perawat yang bekerja serta meningkatkan kepuasan kerja perawat agar pelayanan yang diberikan optimal.
Analisis Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Harismayanti, Harismayanti; Syukur, Sabirin B.
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1491

Abstract

Ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) mempunyai risiko kematian ibu pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). WHO mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi penetapan populasi dan sampel, pengumpulan data, wawancara, pengamatan langsung, pengolahan data, pennyusun laporan. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masalah KEK yang terjadi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru dipengaruhi oleh faktor, pengetahuan, pola konsumsi, paritas, ekonomi, asupan gizi, konsumsi makanan tambahan dan tablet FE, BB awal yang rendah. Dari hasil wawancara didapatkan pemberian makanan tambahan berupa susu, biskuit, dan tablet FE pendistribusiaannya tidak dilakukan secara kontinu selain itu faktor yang sangat berpengaruh pada masalah KEK pada ibu hamil yaitu pola konsumsi ibu hamil dan BB sebelum hamil. Pola konsumsi ibu hamil mengalami perubahan pada saat hamil khususnya pada trimester pertama nafsu makan menurun akibat mual muntah menyebabkan perubahan pola konsumsi dan BB pada saat sebelum hamil rata-rata menunjukkan BB yang kurang dari normal. Kesimpulan masalah KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan waktu, serta kerjasama yang baik antara petugas kesehatan, ibu hamil, dan keluarga dalam upaya perbaikan gizi ibu haiml agar terhindar dari KEK. 
Analisis Masalah Stunting (Pendek) pada Baduta di 1000 Hari Pertama Kehidupan di wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Syukur, Sabirin B.; Harismayanti, Harismayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.06 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1493

Abstract

Pendek (Stunting)  pada baduta menggambarkan salah satu kasus gizi secara global, kekurangan gizi pada dini kehidupan anak hendak berakibat pada mutu sumberdaya manusia. Anak yang kurang gizi bakal lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta pada masa berikutnya bakal berkembang lebih pendek (stunting) yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan kognitifnya. Perihal ini pastinya hendak mempengaruhi pada keberhasilan pendidikan, yang berdampak pada menyusutnya produktivitas dikala umur dewasanya. Tujuan dalam riset ini merupakan untuk menganalisis permasalahan stunting yang terjalin pada ibu mengandung serta anak dalam cakupan 1000 hari awal kehidupan. Populasi dalam riset ini merupakan anak Baduta. Penggunaan sampel yang digunakan non-probality sampling dengan metode purposive sampling. Analisa data memakai deskriptf dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis didapatkan sebagian pemicu yang mempengaruhi gizi anak yang bisa berbahaya serta menyebabkan permasalahan stunting, yaitu pendidikan ibu rendah (53,8%), pengetahuan kurang (23,8%), penghasilan keluarga kurang (53,8%) riwayat KEK (30,0%), imunisasi tidak lengkap (23,8%), tidak memperoleh MP ASI (23,8%), dukungan petugas kesehatan dengan health education lebih kepada orang tua anak tentang sikap menghindari pendek (stunting) dengan menggunakan posyandu yang dilaksanakandi warga. Dan diajarkan buat memaksimalkan program KIA dan Gizi yang berfokus pada sikap pencegahan pendek (stunting) di 1000 HPK.