Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kesiapan Belajar Siswa Faiz, Faiz Aswa Nazhan; Syahidin; Mokh. Iman Firmansyah
Intelektualita Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/x7t6f108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa beberapa strategi yang diterapkan oleh guru PAI, seperti metode tanya jawab, reward and punishment, dan ice breaking, terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa. Penerapan strategi-strategi tersebut tidak hanya membantu siswa untuk tetap fokus dalam belajar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan interaktif. Dengan demikian, penerapan strategi pembelajaran yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar siswa, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang optimal.
Development of Future Learning Models Based on Ki Hajar Dewantara’s Ideas: A Bibliometric Evaluation of Recent Research Ali, Ali Anhar Syi'bul Huda; Syahidin; Hermawan, Wawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i8

Abstract

This study investigates the application of Ki Hajar Dewantara's ideas in the development of future learning models through a bibliometric approach. By analyzing 500 publications from Google Scholar, Scopus, and Web of Science spanning the period 2014-2024, the study identifies key trends, highlights the contributions of leading researchers, and explores central themes in the related academic discourse. The findings reveal a significant increase in publications related to Dewantara's ideas, with a notable peak in 2023. Key topics identified include character education, independent curricula, and value-based learning. Additionally, the research underscores the global relevance of Dewantara's educational philosophy, aligning with the humanistic principles espoused by John Dewey and Paulo Freire. The implications for Indonesian education involve reinforcing the role of the Tri Center of Education and enhancing the integration of character values within the national curriculum. The study further recommends the development of technology-driven research and the adoption of hybrid learning models. Abstrak: Penelitian ini menyelidiki penerapan gagasan Ki Hajar Dewantara dalam pengembangan model pembelajaran masa depan melalui pendekatan bibliometrik. Dengan menganalisis 500 publikasi dari Google Scholar, Scopus, dan Web of Science yang mencakup periode 2014-2024, penelitian ini mengidentifikasi tren utama, menyoroti kontribusi peneliti terkemuka, dan mengeksplorasi tema-tema sentral dalam diskursus akademik terkait. Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam publikasi yang berkaitan dengan gagasan Dewantara, dengan puncak yang mencolok pada tahun 2023. Topik-topik utama yang teridentifikasi meliputi pendidikan karakter, kurikulum mandiri, dan pembelajaran berbasis nilai. Selain itu, penelitian ini menegaskan relevansi global dari filosofi pendidikan Dewantara, yang sejalan dengan prinsip humanistik yang diajarkan oleh John Dewey dan Paulo Freire. Implikasi untuk pendidikan Indonesia mencakup penguatan peran Tri Center of Education dan peningkatan integrasi nilai karakter dalam kurikulum nasional. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan riset berbasis teknologi dan adopsi model pembelajaran hybrid.
Development of the SYAM (Synectic – Amtsal) Model in Islamic Religious Education Learning at SMPN 1 Margahayu Fahmi Fazar; Ilyasa, Faisal Fauzan; Permana, Rizal; Syahidin; Muflih, Abdillah
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.15251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas Model Pembelajaran SYAM (Synectic-Amtsal) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP. Model SYAM dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan Synectic, yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis melalui analogi, dengan metode Amtsal, yang menggunakan perumpamaan dalam Al-Qur'an untuk mempermudah pemahaman konsep agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksploratoris, yang melibatkan analisis kualitatif untuk merancang model dan uji kuantitatif untuk mengukur efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model SYAM secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa, sebagaimana dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dari 79,35 pada pretest menjadi 89,41 pada posttest berdasarkan uji paired sample t-test (p < 0,001) dan Wilcoxon Signed Ranks Test (p < 0,001). Model ini tidak hanya membantu siswa memahami materi dengan lebih baik tetapi juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan internalisasi nilai-nilai agama secara efektif. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel dan durasi treatment, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan lebih luas dan durasi yang lebih panjang. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam inovasi model pembelajaran berbasis agama yang interaktif, relevan, dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Optimalisasi Pembelajaran Akidah melalui Model Sosiodrama dalam Memperkuat Karakter Kejujuran Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bandung Bildan Muhammad Sya'ban; Syahidin
Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1, No. 2 (November 2024) Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/idarotuna.v1i2.5435

Abstract

Nowadays many issues arise related to the weakening of students' character, particularly the character of honesty. Character development has become a crucial aspect of education, especially at the junior high school level. The Merdeka Curriculum plays a significant role in this process, as it focuses more on character education by providing students with the freedom to express themselves as long as their actions have a positive impact. This study aims to examine and explore the optimization of Aqidah learning through the sociodrama model in strengthening students' honesty character. The research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation studies, with sociodrama serving as the primary source and various relevant articles as secondary sources. The findings indicate that the application of the sociodrama model is highly significant in strengthening students' honesty character, as evidenced by the gradual improvement in students' habits of practicing honesty. It is hoped that this research can provide a positive contribution to the development of more effective learning models and inspire teachers to explore different models to enhance students' character at various educational levels.
The The Jigsaw Model Strategy As A Peer-Teaching Method In Islamic Education Subjects Rihadatul Aisy, Salwa; Syahidin
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v8i1.1591

Abstract

The Jigsaw Model, which emphasizes collaboration among students, provides an opportunity for them to become "experts" in a particular subject and teach it to their peers. This strategy enhances students' understanding of the material and develops their social and communication skills. This study investigates the implementation of the Jigsaw model strategy as a peer-teaching method in Islamic Religious Education (PAI) subjects, focusing on its potential to integrate cognitive learning with spiritual and moral development. Using a descriptive qualitative approach and library research method, this article highlights the benefits and challenges of applying the Jigsaw model in PAI learning. Key findings reveal that the Jigsaw model not only reinforces mastery of the subject matter but also fosters communication skills, social responsibility, and cooperation among students. Moreover, the strategy significantly contributes to creating a dynamic and interactive learning environment that aligns with Islamic educational values. This study offers a novel perspective by demonstrating how the Jigsaw model bridges academic achievement and character formation, providing valuable insights for educators seeking to enhance collaborative and values-based learning practices.
Konseptualisasi Peserta Didik dalam Kerangka Falsafah Tarbiyah Islamiyah Muhammad Zaky Dhiyaul Haq; Syahidin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the concept of learners in the perspective of Islamic education philosophy, which emphasizes the importance of the role of learners as subjects of learning with physical and spiritual potential that must be developed holistically. In Islamic education, learners are seen as beings who are in a process towards perfection through learning spiritual, moral, and intellectual values. Education does not only aim to hone academic skills, but also to shape noble character based on Islamic values.Learners are identified through terms such as mutarabbi, muta'allim and muta'addib, which describe the dimensions of nurturing, learning and moral formation. In addition, the article highlights the importance of learner ethics involving respect for educators, sincere intentions, and earnestness in the pursuit of knowledge.With a holistic approach to education, learners are not just passive recipients of knowledge, but active individuals who are responsible for actualizing knowledge in their daily lives. Islamic education emphasizes the formation of a complete human being who is intellectually intelligent, spiritually rich, and has a noble character, with the ultimate goal of getting closer to Allah. This article also concludes that education in Islam is a continuous spiritual and intellectual transformation, placing learners as an integral part in the effort to continue the mission. Artikel ini membahas konsep peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, yang menekankan pentingnya peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran dengan potensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara holistik. Dalam pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang berada dalam proses menuju kesempurnaan melalui pembelajaran nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membentuk karakter yang mulia berdasarkan nilai-nilai Islam.Peserta didik diidentifikasi melalui istilah seperti mutarabbi, muta’allim, dan muta’addib, yang menggambarkan dimensi asuh, belajar, dan pembentukan akhlak. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya etika peserta didik yang melibatkan penghormatan kepada pendidik, niat yang tulus, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.Dengan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, peserta didik tidak hanya menjadi penerima pengetahuan pasif, melainkan individu aktif yang bertanggung jawab untuk mengaktualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam memberikan penekanan pada pembentukan manusia paripurna yang cerdas secara intelektual, kaya secara spiritual, dan berakhlak mulia, dengan tujuan akhir mendekatkan diri kepada Allah. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa pendidikan dalam Islam adalah transformasi spiritual dan intelektual yang berkelanjutan, menempatkan peserta didik sebagai bagian integral dalam upaya melanjutkan misi kekhalifahan di muka bumi.
Konseptualisasi Peserta Didik dalam Kerangka Falsafah Tarbiyah Islamiyah Muhammad Zaky Dhiyaul Haq; Syahidin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the concept of learners in the perspective of Islamic education philosophy, which emphasizes the importance of the role of learners as subjects of learning with physical and spiritual potential that must be developed holistically. In Islamic education, learners are seen as beings who are in a process towards perfection through learning spiritual, moral, and intellectual values. Education does not only aim to hone academic skills, but also to shape noble character based on Islamic values.Learners are identified through terms such as mutarabbi, muta'allim and muta'addib, which describe the dimensions of nurturing, learning and moral formation. In addition, the article highlights the importance of learner ethics involving respect for educators, sincere intentions, and earnestness in the pursuit of knowledge.With a holistic approach to education, learners are not just passive recipients of knowledge, but active individuals who are responsible for actualizing knowledge in their daily lives. Islamic education emphasizes the formation of a complete human being who is intellectually intelligent, spiritually rich, and has a noble character, with the ultimate goal of getting closer to Allah. This article also concludes that education in Islam is a continuous spiritual and intellectual transformation, placing learners as an integral part in the effort to continue the mission. Artikel ini membahas konsep peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, yang menekankan pentingnya peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran dengan potensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara holistik. Dalam pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang berada dalam proses menuju kesempurnaan melalui pembelajaran nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membentuk karakter yang mulia berdasarkan nilai-nilai Islam.Peserta didik diidentifikasi melalui istilah seperti mutarabbi, muta’allim, dan muta’addib, yang menggambarkan dimensi asuh, belajar, dan pembentukan akhlak. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya etika peserta didik yang melibatkan penghormatan kepada pendidik, niat yang tulus, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.Dengan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, peserta didik tidak hanya menjadi penerima pengetahuan pasif, melainkan individu aktif yang bertanggung jawab untuk mengaktualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam memberikan penekanan pada pembentukan manusia paripurna yang cerdas secara intelektual, kaya secara spiritual, dan berakhlak mulia, dengan tujuan akhir mendekatkan diri kepada Allah. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa pendidikan dalam Islam adalah transformasi spiritual dan intelektual yang berkelanjutan, menempatkan peserta didik sebagai bagian integral dalam upaya melanjutkan misi kekhalifahan di muka bumi.
Evaluasi Kompetensi Inti Guru Pendidikan Agama Islam: Studi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Indah Pratiwi, Rizky; Syahidin; Firmansyah, Mokhammad Iman
International Journal of Nusantara Islam Vol 13 No 1 (2025): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v13i1.46154

Abstract

This study aims to reveal the quality of Islamic Religious Education Teachers at the elementary and junior high school levels under the auspices of the Sumedang Regency Education Office, West Java, Indonesia. Using a mixed-method approach and data collection techniques such as in-depth interviews and questionnaires analyzed using NVivo software, it was found that the competencies of Islamic Religious Education teachers do not yet fully meet the expected standards. The research findings identified five main forms of competencies: personality, pedagogical, professional, social, and spiritual, with several aspects within each dimension that still need improvement. Exemplary behavior, innovative teaching methods, learning motivation, communication skills, and religious understanding emerged as the primary areas of weakness identified. This study recommends the need for more contextual and sustainable competency development strategies to enhance the overall quality of Islamic Religious Education teachers in line with contemporary challenges and the needs of students.
Relevansi Relativitas Waktu Einstein dengan QS Al-Hajj: 47 dan QS Al-Ma’arij: 4 Rahmayu, Tantri; Syahidin
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 3 No 1 (2025): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.311228

Abstract

Waktu merupakan konsep dasar dalam fisika dan pemahaman manusia tentang alam semesta. Dalam fisika modern, teori relativitas yang dikemukakan oleh Albert Einstein telah mengubah paradigma tentang waktu, menunjukkan bahwa waktu tidak bersifat mutlak, melainkan relatif, bergantung pada kecepatan pengamat dan medan gravitasi di sekitarnya. Salah satu manifestasi dari relativitas waktu adalah dilatasi waktu, yang terjadi ketika suatu objek bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya atau berada dalam medan gravitasi yang sangat kuat. Konsep waktu yang relatif ini juga tercermin dalam perspektif teologi Islam, seperti yang termaktub dalam Surah Al-Hajj: 47, yang menyatakan, "Satu hari di sisi Tuhanmu adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.". Penelitian ini berfokus pada eksplorasi keterkaitan antara relativitas waktu dalam fisika dan pemahaman waktu dalam perspektif Islam, dengan tujuan untuk menemukan kesamaan dan potensi integrasi keduanya. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui kajian literatur terhadap teori relativitas waktu dan tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dalam fisika maupun dalam ajaran Islam, terdapat kesamaan dalam konsep waktu yang tidak mutlak dan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman ilmiah dan teologis tentang waktu dapat saling melengkapi, menawarkan wawasan baru tentang integrasi ilmu pengetahuan dan agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya diskusi lintas disiplin terkait hubungan antara sains dan teologi.
Evaluasi Kompetensi Inti Guru Pendidikan Agama Islam: Studi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Indah Pratiwi, Rizky; Syahidin; Firmansyah, Mokhammad Iman
International Journal of Nusantara Islam Vol 13 No 1 (2025): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v13i1.46154

Abstract

This study aims to reveal the quality of Islamic Religious Education Teachers at the elementary and junior high school levels under the auspices of the Sumedang Regency Education Office, West Java, Indonesia. Using a mixed-method approach and data collection techniques such as in-depth interviews and questionnaires analyzed using NVivo software, it was found that the competencies of Islamic Religious Education teachers do not yet fully meet the expected standards. The research findings identified five main forms of competencies: personality, pedagogical, professional, social, and spiritual, with several aspects within each dimension that still need improvement. Exemplary behavior, innovative teaching methods, learning motivation, communication skills, and religious understanding emerged as the primary areas of weakness identified. This study recommends the need for more contextual and sustainable competency development strategies to enhance the overall quality of Islamic Religious Education teachers in line with contemporary challenges and the needs of students.