Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALALISASI PERAN KADER POSYANDU PERINDU MELALUI PENGKAYAAN KOMUNIKASI KADER POSYANDU DENGAN MASYARAKARAT Damayanti, Dina Sulviana; Deviana, Meli; Hirfaturrahmi, Hirfaturrahmi; Sukma, Febi; Novianty, Asry; Nuryaningsih, Nuryaningsih; Arumsari, Dita Rahmaika; Revinel, Revinel; Istiananingsih, Yuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19428

Abstract

Abstrak: Kader sangat berperan di tengah masyarakat sebagai jembatan antara petugas kesehatan dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan layanan Kesehatan. Hasil survey dari kegiatan kebidanan komunitas didaptkan adanya kendala komunikasi antara kader dengan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan kader, sehingga penyampaian informasi terkait kegiatan posyandu dapat diterima langsung oleh masyarakat dengan baik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode refleksi, edukasi, roleplay dan evaluasi. Kader posyandu Mawar RW.04 Kelurahan Cilincing yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 22 orang. Indikator keberhasilan kegiatan ini dilihat dari hasil pretest dan postest yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi, dengan nilai pretest 68,3% menjadi 88,6% nilai postest. Optimalisasi peran kader posyandu ini sebagai modal bagi kader dalam melaksanakan promosi kesehatan dan menjalankan peran serta tugas sebagai penggerak masyarakat khususnya dalam kesehatan.Abstract: The existence of kader in the community functions as a bridge between health workers and the community and helps people overcome their health problems and obtain health services. The results of a survey of community midwifery activities found that there were communication barriers between cadres and the community. The aim of this activity is to establish good communication between the community and cadres, so that the delivery of information related to posyandu activities can be received directly by the community well. This activity is carried out using reflection, education, roleplay and evaluation methods. There were 22 kader of Posyandu Mawar RW.04 Cilincing Village who took part in this activity. Indicators of the success of this activity can be seen from the results of the pretest and posttest carried out before and after providing education, with a pretest score of 68.3% to 88.6% of the posttest score. Optimizing the role of posyandu cadres as cadre capital in carrying out health promotion and carrying out their roles and duties as community mobilizers, especially in the health sector.
Kecemasan Berhubugan Dengan Efikasi Diri Menyusui Istiananingsih, Yuni; Arumsari, Dita Rahmaika; Firdais, Salsabilla Nadia; Damayanti, Dina Sulviana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.16067

Abstract

Kesiapan mental seorang ibu memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan menyusui. Keberhasilan pemberian ASI dipengaruhi faktor fisiologi dan kondisi psikologis ibu. Efikasi Diri Menyusui adalah salah satu elemen yang berpengaruh terhadap pemberian ASI. Ibu dengan tingkat keyakinan diri yang tinggi terkait menyusui cenderung memberikan ASI kepada bayinya dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analitik observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei Tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Johar Baru. Populasinya adalah Ibu menyusui 0-6 bulan yang datang ke Puskesmas Kecamatan Johar Baru pada Bulan Mei 2023. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan besar sampel sebesar 98 orang ibu menyusui. Instrumen untuk mengukur tingkat kecemasan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Sedangkan instrumen untuk mengukur Efikasi Diri Menyusui menggunakan kuesioner BSES-SF (BreastfeedingSelf-efficacy Scale-Short Form). Uji statistik adalah uji chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan Efikasi Diri Menyusui (p=0,027). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecemasan dengan Efikasi Diri Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru Kota Jakarta Pusat Tahun 2023.
Gadget Use Among Toddlers In Bekasi City Damayanti, Dina Sulviana; Musaffa, Salmaa Dhiya; Sidi, Prastowo; Fatimah, Fatimah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14656

Abstract

Latar Belakang : Kemampuan bicara sebagai modal tumbuh kembang anak, salah satunya perkembangan IQ dan masa depan anak. Penggunaan gadgdet kini sangat umum untuk semua khalangan termasuk balita dan keterlambatan perkembangan banyak terjadi pada balita. Data KPAI tahun 2022 menyebutkan 79% anak di Indonesia menggunakan gadget bukan untuk kebutuhan belajar namun untuk kebutuhan lainnyaTujuan : Mengetahui gambaran penggunaan gadget pada balita yang berusia 24-60 bulan di Kota Bekasi Pada Tahun 2023.Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan teknik accidental sampling, dengan jumlah responden pada penelitian ini adalah 98.Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas balita menggunakan gadget dengan intensitas tinggi dengan durasi penggunaan gadget >60 menit perhari dan frekuensi setiap hari (>6 hari perminggu).Kesimpulan : Penggunaan gadget yang menjadi trend saat ini di kalangan anak-anak khusunya balita, diharapkan orang tua lebih waspada dengan membatasi pemberian gadget kepada anak sehingga anak dapat bermain dengan aktivitas fisik denagan teman seusianya untuk mendukung tumbuh kembang anak.Saran : Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menambahkan jumlah sampel penelitian yang lebih banyak dengan metode penelitian observasinal untuk melihat dampak gadget di sektor pertumbuhan dan perkembangan anak usia balita Kata kunci : Anak, Balita, Gadget ABSTRACT Background : The ability to speak is an asset for a child's growth and development, one of which is the development of IQ and the child's future. The use of gadgets is now very common for all children, including toddlers, and developmental delays often occur in toddlers. Aim : To find out the description of gadget use among toddlers aged 24-60 months in Bekasi City in 2023.Method : This research is a type of descriptive research with accidental sampling technique, total of respondents in this study was 98.Results : This research show that the majority of toddlers use gadgets with high intensity with gadget usage duration >60 minutes per day and frequency every day (>6 days per week).Conclusion : The use of gadgets is a current trend among children, especially toddlers. It is hoped that parents will be more vigilant by limiting the giving of gadgets to their children so that children can play physical activities with friends their age to support their children's growth and development.Suggestion Further research can be carried out by adding a larger number of research samples using observational research methods to see the impact of gadgets on the growth and development of children under five. Keywords: Child, Toddler, Gadget
Identifikasi tumbuh kembang anak dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) Damayanti, Dina Sulviana; Deviana, Meli
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1326

Abstract

Bcakground: Low birth weight remains a significant global public health problem due to its short- and long-term health effects. Low birth weight (LBW) is prevalent in developing countries, including Indonesia, particularly in areas with vulnerable populations. A baby's birth weight is the most important determinant of survival, growth, and subsequent development. Low birth weight can impact growth and development. Purpose: To determine the growth and development of children with a history of low birth weight. Method: A descriptive analytic cross-sectional study involving 53 respondents aged 36-72 months selected through accidental sampling. Chi-square analysis was used to determine the relationship between a history of low birth weight and child growth and development. Results: Most children with a history of low birth weight had normal nutritional status (BW/A) (77.4%) and age-appropriate development (58.5%). The analysis showed no significant relationship between children with a history of low birth weight and nutritional status (BW/A) (p-value = 0.111) and development (p-value = 0.380). Children with a history of low birth weight (LBW) had a slightly reduced risk of malnutrition (0.946% CI 95%) and a 1.934-fold increased risk of developmental disorders (95% CI 95%). Conclusion: There was no significant association between children with a history of low birth weight and the nutritional status and development of respondents. Suggestion: Optimization of early detection of growth and development should be intensified. This should be made available not only to health services such as community health centers and hospitals, but also to parents, to understand their child's growth and development so they can optimize stimulation at home.   Keywords: Child; Development; Growth; Low Birth Weight (LBW).   Pendahuluan: Berat badan lahir rendah saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global karena efek jangka pendek maupun panjang terhadap kesehatan. BBLR sebagian besar ditemui dinegara berkembang termasuk Indonesia, khususnya di daerah yang populasinya rentan. Berat bayi saat lahir merupakan penentu yang paling penting untuk menentukan peluang bertahan, pertumbuhan, dan perkembangan di masa depannya, permasalahan BBLR yang bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan: Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dengan riwayat berat badan lahir rendah. Metode: Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 53 responden usia 36-72 bulan yang dipilih melalui accidental sampling. Analisis chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan antara riwayat BBLR dengan tumbuh kembang anak. Hasil: Sebagian besar anak dengan riwayat berat badan lahir rendah memiliki status gizi (BB/U) normal (77.4%) dan perkembangan yang sesuai usia (58.5%). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan status gizi (BB/U) (p-value=0.111) dan perkembangan (p-value=0.380). Anak dengan riwayat BBLR memiliki sedikit penurunan resiko mengalami gizi kurang sebesar 0.946 (CI 95%) dan memiliki resiko sebesar 1.934 kali lipat adanya gangguan perkembangan (CI 95%). Simpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan status gizi dan perkembangan responden Saran: Pengotimalan deteksi dini tumbuh kembang harus lebih digencarkan, tidak hanya dipelayanan Kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit saja yang mengetahuinya, namun orang tua juga harus tahu bagaimana kondisi pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat mengoptimalkan stimulasi dirumah.   Kata Kunci: Anak; Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); Perkembangan; Pertumbuhan.