Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Masalah Menyusui sebagai Determinan Terjadinya Risiko Depresi Postpartum pada Ibu Nifas Normal: The Breastfeeding Problem as Determined of Postpartum Depression Risk Sukma, Febi; Revinel, Revinel
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 2 No. 3 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v2i3.69

Abstract

Postpartum women who had mild postpartum depression range from 10/1000 live births and moderate/severe postpartum depression ranging from 30-200 /1000 live births. This study aims to analyze factors that influence the risk of postpartum depression in postpartum mothers. Research Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in this study were postpartum women aged 2-6 weeks with 121 respondents, selected by two-stage Cluster sampling, followed by random sampling. The research was conducted at the primary health center in Central Jakarta area using the Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) questionnaire. It was found that mothers who had breastfeeding problems had a greater risk of developing postpartum depression (OR; 39.3), the greater the husband's support, the lower the risk of postpartum depression (OR; 0.13), and it was found that lower-income resulted in a greater risk of depression postpartum (OR; 14.7). In conclusion, the risk of post-partum depression is influenced by three factors: breastfeeding, husband support, and income. Of the three factors, the more dominant cause of postpartum depression risk is breastfeeding problems.
Masalah Menyusui sebagai Determinan Terjadinya Risiko Depresi Postpartum pada Ibu Nifas Normal: The Breastfeeding Problem as Determined of Postpartum Depression Risk Febi Sukma; Revinel Revinel
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 2 No. 3 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v2i3.69

Abstract

Postpartum women who had mild postpartum depression range from 10/1000 live births and moderate/severe postpartum depression ranging from 30-200 /1000 live births. This study aims to analyze factors that influence the risk of postpartum depression in postpartum mothers. Research Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in this study were postpartum women aged 2-6 weeks with 121 respondents, selected by two-stage Cluster sampling, followed by random sampling. The research was conducted at the primary health center in Central Jakarta area using the Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) questionnaire. It was found that mothers who had breastfeeding problems had a greater risk of developing postpartum depression (OR; 39.3), the greater the husband's support, the lower the risk of postpartum depression (OR; 0.13), and it was found that lower-income resulted in a greater risk of depression postpartum (OR; 14.7). In conclusion, the risk of post-partum depression is influenced by three factors: breastfeeding, husband support, and income. Of the three factors, the more dominant cause of postpartum depression risk is breastfeeding problems.
MENUJU KEHAMILAN YANG SEHAT DENGAN BEBAS ANEMIA DI ERA PANDEMI COVID-19 Revinel Revinel; Aning Subiyatin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6007

Abstract

ABSTRAKMasa pandemi  Covid-19 di Indonesia sangat berdampak di berbagai sektor layanan publik, terutama sektor layanan kesehatan khususnya pemanfaatan layanan Antenatal Care (ANC). Pemerintah merekomendasikan  menunda pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan kecuali ibu mengalami tanda – tanda bahaya kehamilan. Terkait dengan kondisi ibu hamil tetap harus mendapatkan informasi yang adekuat dan terpantau kesehatannya maka diperlukan kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan tentang kehamilan, persalinan, nifas dan parenting. Pengabdian kepada masyarakat  bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap dan perilaku ibu hamil agar  memahami tentang kehamilan yang sehat tanpa anemia agar dapat  mencegah komplikasi secara dini selama masa kehamilan  dan dapat mempersiapkan  persalinan normal,  mengikuti protokol kesehatan secara optimal. Metode yang diberikan melalui edukasi  interaktif, dengan pendekatan secara langsung, curah pendapat, ceramah, tanya jawab tentang pencegahan  anemia pada kehamilan, diikuti 19 ibu hamil dibagi 2 kelompok di Puskesmas kecamatan Tanah Abang. Hasilnya  menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar dari 70,53±26,34 SD menjadi 88,94±14,48 SD. Kata kunci: anemia; ibu hamil; kelas ibu hamil.  ABSTRACTThe Covid-19 pandemic in Indonesia has greatly impacted various public service sectors, especially the health service sector, especially the use of Antenatal Care (ANC). The government recommends postponing Antenatal Care to health workers unless the mother experiences danger signs of pregnancy. Regarding the condition of pregnant women, they still have to get adequate information and their health is monitored, so a class for pregnant women is needed to increase knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum and parenting. Community service aims to empower groups of pregnant women in increasing knowledge and changing attitudes and behavior of pregnant women in order to understand about a healthy pregnancy without of anemia in order to prevent complications early during pregnancy and be able to prepare for normal delivery, following health protocols optimally. The method provided was through interactive education, with a direct approach, brainstorming, lectures, questions and answers about preventing anemia in pregnancy, followed by 19 pregnant women divided into 2 groups at the Tanah Abang sub-district health center. The results showed that there was an increase in the average knowledge score from 70.53±26.34 SD to 88.94±14.48 SD. Keywords: anemia; pregnant women; class of pregnant women. 
ANEMIA IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID 19 Aning Subiyatin; Revinel Revinel
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.4830

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan dunia yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kondisi ibu hamil dengan anemia dapat mengancam pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam kesehatan ibu dan anak. Selama pandemi, prevalensi anemia ibu hamil mengalami peningkatan, salah satunya karena  adanya keterbatasan akses pelayanan kesehatan Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia selama pandemi Covid 19. Jumlah populasi 138 ibu hamil yang mengalami anemia, sampel merupakan total populasi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data mengunakan SPSS dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian,menunjukkan ibu hamil dengan anemia ringan sebesar 128 (93%) dan anemia sedang sebesar 10 (7%). Distribusi frekuensi usia terbanyak adalah 20-35 tahun  sebesar  111 orang (80.4%), pendidikan tinggi sebesar 98 orang (71%), ibu hamil tidak bekerja  sebesar 109 orang (79%), gravida 1-4  sebesar 132 orang ( 95.7%), paritas 0-1 sebesar 81 orang (58.7%), status gizi ibu hamil baik sebesar 87 orang (63%), kunjungan ANC lengkap sebesar  86 orang (62.3%). Kesimpulan tidak ada hubungan antara usia, pendidikan, gravida, paritas, pekerjaan dengan kejadian anemia ibu hamil  selama pandemi Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang. Sehingga diperlukan upaya promosi kesehatan khususnya pada pelayanan Antenal Care (ANC).
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kerja Sama Puskesmas Kecamatan Sawah Besar dan Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Dina Sulviana Damayanti; Astrid Kizy Primadani; Dita Rahmaika Arumsari; Meli Deviana; Hirfaturrahmi Hirfaturrahmi; Revinel Revinel; Heri Rosyati; Nuryaningsih Nuryaningsih; Aning Subiyatin; Yuni Istiananingsih; Eva Nur Oktavia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6928

Abstract

: BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) dilakukan untuk memberikan imunisasi tambahan Campak/Measles-Rubela pada balita dan melengkapi dosis Imunisasi DPT-HB-Hib dan Polio yang sudah terlewat. Di Indonesia terdapat sekitar delapan ratus ribu anak beresiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, rubella, polio, difteri, dan tetanus. Pemerintah Indonesia berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi selama pandemic COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesuksesan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dengan tercapainya cakupan imunisasi pada anak dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, pada tanggal 12 Agustus 2022 kami dosen kebidanan bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat melaksanakan pemberian imunisasi  pada anak usia 9 bulan - 59 bulan di Posyandu dan tempat layanan vaksin yang telah ditetapkan oleh Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat. Selain pemberian imunisasi, sosialisasi, dan pemberian edukasi tentang Kesehatan anak juga dilakukan oleh para dosen kebidanan agar dapat meningkatkan cakupan imunisasi di daerah Jakarta Pusat. Hasil  dari  kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sampai usia 9 bulan diberikan imunisasi untuk mengejar ketinggalannya, dan yang sudah lengkap imunisasi wajibnya sampai usia 9 bulan diberikan tambahan imunisasi campak/measles-rubela. Kegiatan ini sebagai upaya dari pemerintah dalam percepatan pencapaian eliminasi Campak dan Rubela melalui kegiatan pemberian  imunisasi  tambahan secara bertahap.BIAN (National Childhood Immunization Month) is held to provide additional Measles/Measles-Rubella immunization to toddlers and complete the missed DPT-HB-Hib and Polio immunization doses. In Indonesia, around eight hundred thousand children are at greater risk of contracting vaccine-preventable diseases such as measles, rubella, polio, diphtheria, and tetanus. The Indonesian government is working to restore coverage lost due to the disruption of immunization activities during the COVID-19 pandemic. This activity aims to support the success of the National Child Immunization Month (BIAN) by achieving immunization coverage in children and as a form of community service; on August 12 2022, we midwifery lecturers collaborate with the Sawah Besar District Health Center in Central Jakarta to carry out immunizations for children aged 9 months - 59 months at the Posyandu and the location of the vaccine service that the Sawah Besar District Health Center has determined Central Jakarta. In addition to immunizations, outreach and education about child health are also carried out by midwifery lecturers to increase immunization coverage in the Central Jakarta area. The results of this activity went well and smoothly; children who had not received complete immunization by the age of 9 months were given immunizations to catch up, and those who had completed their mandatory immunizations until the age of 9 months were given additional immunization against measles/measles-rubella. This activity is part of the government's efforts to accelerate the achievement of measles and rubella elimination by providing additional immunizations in stages.
PENINGKATAN PERAN KADER MELALUI EDUKASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KEMAYORAN JAKARTA PUSAT Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Heri Rosyati; Fini Fajrini; Nur Nadila Khoiriyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13478

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi DKI, bayi dengan ASI eksklusif sebesar 70,86% tahun 2020, belum mencapai target Nasional sebesar 80%. Upaya dilakukan untuk peningkatan status gizi bayi dengan pemberian ASI-Eksklusif dan Makanan Pendamping-ASI (MP-ASI). Tujuan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan stunting bagi kader kesehatan dan ibu hamil posyandu Wijaya Kusuma I dan II dan dilaksanakan di Klinik Pratama Auditya Medika. Metode ceramah, diskusi dan demonstrasi, materi yang diberikan Peduli ASI Eksklusif dan PM-ASI Generasi Cerdas Bebas Stunting. Media power point, lembar balik, booklet, banner dan alat peraga. Dihadirkan 14 kader kesehatan dan 3 ibu hamil dengan Indikator keberhasilan dari hasil pre-test dan post-test, dilakukan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan hasil pre-test 89,8% dan post-test 90,9%. Pemberian edukasi efektif agar kader kesehatan dan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemberian ASI-Esklusif dan PM-ASI sehat.Abstract: According to data from DKI Province’s Central Statistics Agency (BPS), babies with exclusive breastfeeding are 70.86% in 2020, yet to reach the nasional target 80%.. Efforts were made to improve the nutritional status of infants by providing exclusive breastfeeding and complementary foods (MP-ASI). The aim is to increase the knowledge and skills to prevent stunting for health cadres and pregnant women at Wijaya Kusuma I and II Posyandu in Clinic of Pratama Auditya Medika. Methods of lectures, discussions, and demonstrations, the material provided is Exclusive Breastfeeding Care and Stunting Free Smart Generation PM-ASI. Power point media, flipcharts, booklets, banners and props. 14 health cadres and 3 pregnant women were present with indicators of success, carried out before and after giving the material. The result is an increase knowledge and skills with pre-test 89.8% and post-test 90.9%. Effective education should be made so that health cadres and pregnant women can increase their knowledge and skills about exclusive breastfeeding and healthy PM-ASI.
ANALISIS PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, BATITA BEBAS STUNTING Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Siti Nurhasiyah Jamil; Nur Nadila Khoiriyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2076

Abstract

Analisis Pemberian Asi Eksklusif, Batita Bebas Stunting. Persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0 – 6 bulan sebesar 71,58% tahun 2020, adanya perbaikan dari tahun sebelumnya sebesar 69,62%, sedangkan di daerah DKI Jakarta memberikan ASI Eksklusif sebesar 65,63%, di bawah cakupan nasional. Air Susu Ibu (ASI) sangat berperan dalam pemenuhan asupan gizi yang cukup terhadap tumbuh kembang anak, sehingga anak terhindar dari malnutrisi dan stunting. Tujuan penelitian ini menganalisis pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian batita bebas Stunting di Puskesmas Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain kohort retrospektif, melakukan pengamatan ke belakang. Informasi pemberian ASI Ekskluif diperoleh dari observasi atau wawancara terstruktur, stunting tetapkan dengan antropometri terstandar. Hasil penelitian dari 101 batita, yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 63 (62,4%), prevalensi stunting pada anak batita 12 (11,8%). Dari 12 batita mengalami stunting 8 (66,7%) yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif, dan stunting mendapatkan ASI Eksklusif 4(33,3%). Analisis bivariat menggunakan chi-square dengan nilai p=0,03 (p>0,05) ada hubungan signifikan pemberian ASI ekaklusif secara optimal dampak terhadap kejadian Stunting pada Batita
The Relationship of Knowledge and Attitude of Pregnant Mothers Anemia Trimester III with Compliance with Fe Tablet Consumption in Pasar Kemis Community Health Center, Tangerang Regency Fatimah Fatimah; Alvina Yasmine Yusuf; Fauza Rizqiya; Revinel Revinel; Tria Astika Endah Permatasari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.281 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1936

Abstract

According to 2019 World Health Organization (WHO) data, the Maternal Mortality Rate (MMR) in developing countries associated with anemia in pregnancy due to iron deficiency is 44.3%. One of the most common causes of pregnancy is iron deficiency. This study aims to determine the relationship between compliance to the consumption of Fe tablets in third-trimester pregnant women with knowledge, attitudes, motivation, frequency of ANC, family support, and the role of health workers. This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach. Sampling by purposive sampling. The population in this study amounted to 100 respondents. Data collection was collected by distributing printed questionnaires to pregnant women. The research instrument consisted of a questionnaire about the compliance of pregnant women in consuming iron tablets, knowledge, motivation, attitudes, frequency of ANC, family support, and the role of health workers. The results showed that there was a relationship between pregnant women's compliance with knowledge of p-value (0.000), motivation (0.000), attitude (0.000), ANC frequency p-value (0.011), family support (0.002), and the role of health workers (0.000). There is still a lack of compliance among pregnant women in consuming iron tablets at Pasar Kemis Community Health Center, Tangerang Regency as many as 41 people (41.0%).Abstrak: Menurut data World Health Organization (WHO) 2019, Angka Kematian Ibu (AKI) di Negara berkembang yang terkait oleh anemia pada kehamilan dikarenakan difisiensi zat besi sebesar 44,3%. Penyebab paling umum dari kehamilan salah satunya adalah kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet fe pada ibu hamil trimester III dengan pengetahua, sikap, motivasi, frekuensi ANC, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantiatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner cetak kepada ibu hamil. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi, pengetahuan, motivasi, sikap, frekuensi ANC, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan Ibu hamil dengan pengetahuan p-value (0,000), motivasi (0,000), sikap (0,000, frekuensi ANC p-value (0,011), dukungan keluarga (0,002) dan peran tenaga kesehatan (0,000). Masih kurangnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi di Puskesmas Pasar Kemis Kabupaten Tangerang sebanyak 41 orang (41,0%).
ANALISIS PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BAYI 0-12 BULAN MASA PANDEMI COVID-19 Revinel, Revinel; Shabira, Aghniyya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i1.2274

Abstract

Berdasarkan Kementrian Kesehatan RI prevalensi cakupan imunisasi dasar lengkap menurun secara signifikan sejak awal pandemi COVID-19. Upaya pemerintah dengan meminta orang tua atau pengasuh untuk membawa anaknya yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai dengan umur ke Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya selama Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berlangsung. Tujuan: Untuk menganalisis pemberian imunisasi dasar bayi 0-12 bulan pada masa pandemi COVID-19 di Praktik Mandiri Bidan H Kabupaten Bogor. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Subjek pada penelitian ini ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan di praktik Mandiri Bidan H Kabupaten bogor tahun 2022. Objek pada penelitian ini adalah pemberian imunisasi dasar. Analisis data univariat dan bivariat dengan jumlah sebesar 112 sampel. Pengambilan data dengan membagikan kuesioner, googleform dan wawancara kepada responden. Hasil penelitian ini didapatkan variabel yang hubungan dengan pemberian imunisasi dasar bayi usia 0-12 bulan adalah pengetahuan p = (0,000 OR 1,467), Pendidikan p =(0,078 OR 0382),dan dukungan keluarga p value=(0,041) sedangkan variabel pekerjaan tidak ada hubungan dengan P Value=(0,523) Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar yaitu variabel pengetahuan, pendidikan, dan dukungan keluarga.
ANALISIS FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI INDONESIA (DATA SDKI 2012-2017) Octavia, Eva Nur; Jamil, Siti Nurhasiyah; Revinel, Revinel
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1194

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di banyak negara. Salah satu target Sustainable Development Goal (SDGs) yaitu penurunan angka kematian ibu (AKI) 70/100.000 kelahiran hidup tahun 2030. Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih jauh dari target SDGs yang telah ditentukan. Pada tahun 2015 tercatat angka kematian ibu mencapai 305/100.000 kelahiran hidup. Persalinan dengan tenaga kesehatan terlatih berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu. Tujuan: Untuk mengetahui analisis faktor yang berkontribusi dalam pemilihan penolong persalinan di Indonesia tahun 2012 dan tahun 2017. Metode:  kuantitatif dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder dari SDKI tahun 2012-2017. Populasi penelitian ini yaitu WUS (15-49 tahun) yang pernah melahirkan sebanyak 45.607 WUS tahun 2012 dan 49.627 WUS tahun 2017. Menggunakan analisa univariat dan bivariat uji statistik chi-square. Hasil Penelitian: Pada tahun 2012 variabel pendidikan, wilayah tempat tinggal, status ekonomi dan frekuensi ANC berhubungan signifikan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan. Sedangkan pada tahun 2017 variabel pendidikan, wilayah tempat tinggal, status pekerjaan, status ekonomi dan frekuensi ANC berhubungan signifikan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan. Saran: Perlunya peningkatan dalam memberikan informasi kepada ibu tentang pentingnya pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama dalam masa kehamilan dan persalinan. Kata Kunci: Persalinan, sosiodemografi, SDKI