Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Construction of an Indonesian Biographical Novel: Based on Reader Reception of Buya Hamka’s Biographical Novel Abimubarok, Achmad; Hikmat, Ade; Suryoputro, Gunawan
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 8, No 2 (2024): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v8i2.61359

Abstract

Abstract. Research on biographical novels is mostly focused on how novelists represent figures as protagonists, but they have not explored what the contents of the novel would be like if they used the same figure. In addition, there is no research that constructs the characteristics of biographical novels in Indonesia. This study aims to answer the assumption whether biographical novels present different characteristics even though they emanate from the same figure. Through the Buya Hamka’s biographical novel, this study also leads the efforts to delineate the characteristics of the biographical novel in Indonesia. In order to obtain more objective evidence and constructs, readers’ reception is used as an analytical perspective. In addition, netnography is adopted as a research method because the utilized data comes from social networks. Netnography is expected to facilitate more structured reception results. Our results show that biographical novels still present different characteristics even though they use the same figure. The logical assumption related to these differences is that the novel has a fictitious nature and the novelist has a creative way of interpreting figures as protagonists. This proof also conveys that the characteristics of biographical novels are closely related to their figures/protagonists; the figure as the protagonist, the historical content as the context of the event, the protagonist who is inspiring, the events that are attached to the protagonist, and the style of writing as the personal representation of the protagonist. Through these characteristics, it is possible to distinguish between biographical novels and other novels, including historical novels.Keywords: Biographical Novels; Buya Hamka; Reader’s Reception; Indonesian Literature
Nilai Karakter dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Siswanto, Aris; Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v3i1.14926

Abstract

Nilai karakter masih menjadi prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, yang salah satu medianya adalah novel. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan nilai karakter, seperti nilai religius, toleransi, cinta tanah air, rasa ingin tahu, jujur, menghargai prestasi, cinta damai, dan nasionalis di dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) sebab penelitian ini berupaya mengungkap dan menganalisis teks yang tertuang di dalam novel secara mendalam. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik baca-catat, artinya mendata teks-teks yang ditemukan lalu mendeskripsikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung nilai-nilai karakter yang tergambarkan melalui tokoh-tokohnya. Pada nilai religius, novel ini banyak menggambarkan bentuk taat kewajiban sebagai manusia untuk beribadah dan menjalankan syariat Islam. Pada nilai nasionalis, novel ini menggambarkan apresiasi budaya, menjaga budaya, dan cinta tanah air. Pada nilai mandiri, novel ini menggambarkan keberanian tokoh-tokohnya dalam menggapai tujuan. Pada nilai gotong royong, novel ini menggambarkan tolong-menolong, solidaritas, dan empati. Pada nilai integritas, novel ini menggambarkan nilai keteladanan. Berdasarkan hasil tersebut, novel ini banyak memberikan gambaran nilai karakter dan sebagaimana mestinya karya sastra, novel ini dapat dijadikan salah satu media untuk menanamkan nilai karakter kepada masyarakat.
Ambiguitas seksual dalam talkshow tonight show net: Sebuah kajian pragmatik Fathan, Muhammad Sauqi; Abimubarok, Achmad
Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/linguista.v8i1.20086

Abstract

Keambiguan (ketaksaan) adalah kegandaan arti kalimat yang diucapkan  pembicara sehingga meragukan atau sama sekali tidak dipahami  pendengar. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis ambiguitas konteks seksual pada talkshow Tonight Show net di youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi (content analysis), yaitu untuk mengungkapkan atau menganalisis secara mendalam mengenai kata, kalimat, dan percakapan yang terdapat dalam akun youtube Tonight Show net. Berdasarkan data yang didapat dengan melalui pengumpulan data, terdapat tiga puluh dua jenis ambiguitas dalam lima video yang terpilih. Adapun ambiguitas yang ditemukan, yaitu 1) Ambiguitas Fonetik satu data, 2) ambiguitas leksikal sembilan data, meliputi homonimi satu data, polisemi delapan data, 3) Ambiguitas Gramatikal berjumlah dua puluh dua data meliputi Ambiguitas frasa yang mirip sebelas data, ambiguitas pada konteks lima data, ambiguitas pembentukan kata enam data. Secara keseluruhan, Tonight Show merupakan contoh menarik dalam kajian pragmatik dan ambiguitas seksual, menunjukkan bagaimana bahasa dapat digunakan secara kreatif untuk menghasilkan efek komedi yang beragam dan memengaruhi pikiran penonton.
The Representation of The Ecological Crisis in Indonesian Novels: How Does The Social-Ecological System Occur? Abimubarok, Achmad; Hikmat, Ade; Solihati, Nani
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 8, No 1 (2024): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v8i1.60659

Abstract

Abstract. While Indonesian novels have been explored for their depiction of ecological crises, there has yet to be a detailed examination of how these narratives reflect the ensuing socio-ecological systems. This study investigates the portrayal of socio-ecological systems within Indonesian novels in the context of ecological crises. Employing qualitative methods and content analysis, this research utilizes the updated socio-ecological systems framework proposed by McGinnis and Ostrom (2014). The findings reveal various aspects of the crises represented, including forest destruction, forest fires, air pollution, animal extinction, and the degradation of natural reserves. Furthermore, the ecological crisis that has occurred actually gives rise to a socio-ecological system that represents the internal relationships among the resource system, government system, resource unit, and actors, and is influenced by external factors such as the social, economic, and political settings, and related ecosystems. Additionally, this representation of the socio-ecological system provides insights into the conditions of the ecological crisis in Indonesia, particularly in palm oil plantations and nature reserves.Keywords: Ecological Crisis, Social-Ecological System, Indonesian Novels, Ecocriticism
Representasi Nilai Sufistik pada Album Tanpa Aku Karya Panji Sakti: Analisis Tasawuf Al-Ghazali Putri, Alzly Auril Difria; Raharja, Rio Slamet; Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i1.19110

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis nilai sufistik dalam album Tanpa aku karya Panji Sakti. Tujuan utama dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman makna dalam kajian nilai sufistik terhadap lirik di dalam album Tanpa aku karya Panji Sakti. Dalam penelitian ini menggunakan analisis isi dengan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sufistik dalam album Tanpa Aku. Hasil penelitian menunjukkan bentuk nilai sufistik dalam pendekatan tasawuf menurut Al- Ghazali yang paling dominan ialah bentuk taubat dan mahabah. Dengan demikian dalam album Tanpa aku menggambarkan rasa cinta hamba yang menyadari bahwa bertaubat kepada- Nya merupakan bentuk taubat dengan pulang ke jalan yang benar dan hamba yang menyadari bahwa rasa kecintaan kepada-Nya merupakan bentuk paling indah dibanding cinta lainnya. Penelitian membuka ruang bagi penelitian-penelitian berikutnya terkait aspek sufistik dalam lirik-lirik lagu.
Diskriminasi Gender terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel Penyalin Cahaya Karya Lucia Priandarini Susilowati, Yani; Abimubarok, Achmad
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2025): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v15i2.49296

Abstract

Gender discrimination is still an important issue to be studied in more depth, including the forms of discrimination experienced by a person. The impact of gender discrimination is still large, such as limiting a person's strategic roles due to their status as male or female. In this study, gender discrimination in the form of harassment, restrictions, and exclusion of female characters in the novel is studied in more depth to describe the main factors in order to provide an overview of discriminatory actions. Qualitative methods with content analysis design are used to describe forms of gender discrimination. The data source in this study is the novel Penyalin Cahaya by Lucia Priandarini, the data of which was analyzed using a flow model of analysis. The results of the study show that gender discrimination experienced by female characters consists of sexual harassment, restrictions, and exclusion. The harassment received by female characters in the novel is physical, verbal, visual, and psychological harassment. Then, the restrictions experienced by female characters are especially related to economic restrictions. Finally, the exclusion experienced by female characters is related to function and role.
Elegi Cinta pada Puisi-Puisi di Akun Twitter @matapuisi Berdasarkan Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9166

Abstract

Elegi dalam puisi saat ini bukan hanya menyoal pada kematian. Cinta juga ternyata sering menjadi muatan elegi pada puisi karena dalam peristiwa cinta juga terjadi kekalahan dan harapan. Tujuan pada penelitian ini adalah mengkaji fenomena elegi cinta dalam puisi di akun Twitter @matapuisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi sebagai metodenya. Dalam upaya membantu memberikan pandangan yang lebih luas, penulis menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow pada hierarki kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Hasil penelitan menyatakan bahwa puisi-puisi pada akun twitter @matapuisi memiliki muatan elegi cinta yang disebabkan oleh kekalahan dan harapan. Peristiwa yang tampak pada puisi bermuatan elegi kekalahan adalah kekalahan dalam mempertahankan cinta, penolakan komitmen, dan ketidakterimaan atas kenyataan cinta. Peristiwa lainnya yang tampak adalah harapan yang ternyata mampu menjadi elegi cinta. Beberapa puisi tidak tidak menunjukkan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan cinta, namun itulah yang menjadi kekuatan dari elegi cinta pada puisi.