Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Guru dalam Pencegahan Sindrom Metabolik di SMA N 1 Bergas, Kabupaten Semarang Afiatna, Puji; Sugeng Maryanto; Umi Setyoningrum; Untari; Anisa Puspitasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.4080

Abstract

Metabolic syndrome is a condition that can lead to the development of cardiovascular disease (CVD), coronary heart disease (CHD), and type 2 diabetes mellitus (T2DM). These diseases are frequently referred to as "noncommunicable diseases," and they account for the highest global mortality rates. The occupation of school teachers has been identified as a profession with a high risk of obesity. This is due to the fact that teachers engage in relatively sedentary daily activities, exhibit excessive eating patterns, frequently engage in snacking, and consume foods that are high in calories and carbohydrates. This condition places school teachers at high risk of developing metabolic syndrome and may adversely impact their performance. It is imperative to enhance our understanding and competencies regarding metabolic syndrome and its prevention. A series of educational initiatives have been implemented to promote the prevention of metabolic syndrome among teaching professionals. These initiatives employ a multifaceted approach, incorporating lecture-style presentations, interactive discussions, and hands-on demonstrations. The content of these sessions encompasses an in-depth examination of metabolic syndrome, its underlying causes, the ramifications it can have on individuals, and effective strategies for its prevention. Prior to the commencement of the activity, a series of anthropometric measurements and health assessments were conducted. Additionally, the presentation encompassed material on the role of functional foods in the prevention of metabolic syndrome, along with the processing of healthy foods. Demonstrations of food portioning according to nutritional needs and metabolic syndrome prevention exercises were carried out. The results obtained after the material was administered revealed a 26.55-point increase in the average score of teacher knowledge. A substantial majority of teachers exhibit a commendable degree of pedagogical expertise, with a notable 93.1% demonstrating a high level of proficiency. Teachers' curiosity about the prevention of metabolic syndrome has been shown to encourage active participation in activities. The subject displays a high level of motivation.   ABSTRAK Sindrom metabolik merupakan kondisi yang dapat berkembang menjadi penyakit  gagal jantung (CVD), jantung coroner (CHD) dan diabetes melitus tipe 2 (T2DM). Penyakit tersebut yang sering disebut ”noncommunicable diseases” dan penyebab utama kematian di dunia. Guru sekolah merupakan kelompok dengan risiko obesitas tinggi karena memiliki aktivitas harian tergolong ringan, pola makan yang berlebih, sering ngemil, makan makanan tinggi kalori dan karbohidrat. Kondisi ini menyebabkan guru sekolah berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik dan akan berdampak pada performa guru. Diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan menganai sindrom metabolik dan pencegahannya. Kegiatan pendampingan pencegahan sindrom metabolik pada guru dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi mengenai sindrom metabolik, faktor penyebab, dampak dan pencegahannya. Kegiatan didahului dengan pengukuran antropometri dan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya disampaikan materi mengenai pangan fungsional untuk pencegahan sindrom metabolik dan pengolahan makanan yang sehat. Dilakukan demonstrasi pemorsian makanan sesuai kebutuhan gizi dan senam pencegahan sindrom metabolik. Hasil yang didapat setelah diberikan materi adalah meningkatnya rerata skor pengetahuan guru  sebesar 26,55 poin. Hampir seluruh guru memiliki tingkat pengetahuan guru menjadi baik (93,1%). Keingintahuan guru yang mengenai pencegahan sindrom metabolik menjadi penyemangat guru untuk aktif mengikuti kegiatan. Motivasi yang tinggi untuk memiliki pola makan dan pola hidup yang lebih sehat merupakan dasar perubahan perilaku menjadi perilaku yang lebih sehat.
Uji Formulasi dan Uji Hedonik Snack Bar “GlycoBite” Berbahan Dasar Tomat dan Kacang Merah sebagai Camilan Sehat Penderita DM: Formulation Test and Hedonic Test of Snack Bars Made from Tomatoes and Red Beans as Healthy Snacks for DM Patients Anugrah, Riva Mustika; Muntamah , Ummu; Isnawati , Setya Indah; Anisa Puspitasari; Novi Nabila Sabrinasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.847

Abstract

Snack bars are a practical and nutritious food product innovation. Snack bars can be formulated from a variety of local ingredients such as tomatoes, which are a source of lycopene and antoxidants, and red beans, which are rich in vegetable protein and fiber.  The healthy snack bar innovation GlycoBite is a healthy snack based on local food ingredients for patients with diabetes mellitus (DM). This study aims to determine the level of preference and nutritional content of GlycoBite snack bars made from red beans and tomatoes. This experimental study was conducted on nine formulations (F1–F9) with variations in the suppliers of tomato and red bean raw materials. Each formulation was tested for its nutritional content (energy, protein, fat, carbohydrates, fiber, antioxidant activity) used the gravimetric method and underwent a preference test covering color, aroma, texture, and taste using trained panelists (n=20). Data analysis used the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney test (α=0.05). The results showed that the energy content of GlycoBite ranged from 279 to 295 kcal/100 g, protein from 6.7 to 9.0 g/100 g, fiber >15 g/100 g, and antioxidant activity >485 μg/mL. Significant differences (p<0.05) were found in protein content (highest in F7 = 9.02 g/100 g) and hedonic scores. The F7 formulation obtained the highest scores for taste (4.64), texture (4.14), aroma (4.31), and color (4.23). The conclusion of this study is that formulation F7 (60% tomatoes from Semarang Regency and 40% red beans from Temanggung) is the formulation   ABSTRAK Snack bar merupakan salah satu bentuk inovasi produk pangan yang praktis dan  bergizi . Snack bar merupakan produk yag dapat diformulasikan dari beragam bahan lokal seperti tomat sebagai sumber likopen dan antioksidan serta kacang merah yang kaya protein nabati dan serat.  Inovasi snack bar sehat  GlycoBite sebagai camilan sehat berbasis bahan pangan local untuk pasien Diabetes Mellitus (DM).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kesukaan dan Kandungan zat gizi snack bar GlycoBite berbahan dasar kacang merah dan tomat. Penelitian eksperimental ini dilakukan pada 9 formulasi (F1–F9) dengan variasi pemasok bahan baku tomat dan kacang merah. Setiap formulasi diuji kandungan gizinya (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, aktivitas antioksidan) dengan metoda gravimetri serta dilakukan uji kesukaan yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa menggunakan panelis terlatih (n=20). Analisis data menggunakan uji Kruskal–Wallis dilanjutkan uji Mann–Whitney (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan energi  GlycoBite antara 279–295 kkal/100 g, protein 6,7–9,0 g/100 g, serat >15 g/100 g, dan aktivitas antioksidan >485 μg/mL. Perbedaan signifikan (p<0,05) ditemukan pada kadar protein (tertinggi F7 = 9,02 g/100 g) dan skor hedonik. Formulasi F7 memperoleh skor tertinggi untuk rasa (4,64), tekstur (4,14), aroma (4,31), dan warna (4,23). Simpulan dari penelitian ini formulasi F7 (60% tomat Kabupaten Semarang dan 40% kacang merah Temanggung) merupakan formulasi yang sesuai dengan syarat cemilan untuk DM .
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN TELUR AYAM FUJI MANDIRI DI DESA NEGLASARI KECAMATAN PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS Fani Fadilah Faturohman; Agus Yuniawan Isyanto; Anisa Puspitasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23709

Abstract

Peternakan Fuji Mandiri terhitung baru dalam melakukan kegiatan peternakan ayam petelur yang memungkinkan terjadi kesalahan dalam pengembangan perencanaan usaha . Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan usaha ayam petelur Fuji Mandiri yaitu faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan dan faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi pengembangan peternakan ayam petelur Fuji Mandiri dan untuk mengetahui alternatif strategi pengembangan peternakan ayam petelur Fuji Mandiri di desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah dengan pengumpulan data melalui purposive sampling dengan 3 responden yaitu pemilik peternakan, pelanggan dan pemerintah setempat. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah ayam petelur, faktor internal, faktor eksternal, IFAS, EFAS, pesaing dan konsumen. Untuk menganalisis data menggunakan SWOT dengan Matrik IFAS untuk menganalisis faktor internal dan EFAS untuk menganalisis faktor eksternal. Hasil dari penelitian diperoleh faktor internal kekuatan (Lokasi yang Strategis, Kualitas produk telur yang unggul, Mempunyai pelanggan tetap dan Menggunakan lahan milik pribadi ), kelemahan (Masih menggunakan pakan pabrikan, Flukuasi produksi telur ayam, Belum memiliki surat izin usaha dan Permodalan yang masih terbatas). Faktor eksternal peluang (Program BPN pemerintah, Permintan pasar yang terus meningkat, Mempunyai banyak lahan yang kosong, Dekat dengan pusat perbelanjaan), ancaman (Harga pakan yang terus meningkat, Adanya wabah penyakit, Banyaknya produk telur ayam dari luar daerah, Biaya perawatan ayam petelur yang tinggi). Alternatif strategi yang sesuai peternakan Fuji Mandiri adalah strategi S-O( Strength – Opportunity ) antara lain Mempertahankan kualitas produk telur ayam, Memperluas pangsa pasar dan Menambah populasi ayam petelur.
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI LADU KETAN (Studi Kasus pada Ladu Ketan Lestari di Desa Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut) Sandy Hadian; Iwan Setiawan; Anisa Puspitasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.21381

Abstract

Ladu Ketan Lestari adalah suatu usaha agroindustri dibidang kuliner yang memproduksi ladu. Ladu merupakan makanan tradisional dari daerah Malangbong, Garut. Dalam perkembangannya agroindustri Ladu Ketan Lestari tidak banyak perkembangan yang signifikan meskipun berdiri sudah cukup lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha dan mengetahui strategi pengembangan usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari. Metode studi kasus, yang merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memeriksa secara menyeluruh fenomena, kejadian, atau contoh tertentu, digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel di mana peneliti memilih secara sengaja dan berdasarkan pertimbangan tertentu terhadap subjek atau objek yang dianggap paling relevan dan memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari ini layak untuk dijalankan. Karena Nilai R/C Ratio yang didapakan usaha tersebut lebih besar dari 1, yaitu 1,84 satuan rupiah. Menurut kriteria R/C Ratio nilai tersebut menunjukan bahwa usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari mendapatkan keuntungan Rp.1,84 untuk setiap Rp.1 modal usaha yang dikeluarkan. Sedangkan pada strategi pengembangan yang dilakukan menggunakan analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary), EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary), diagram dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan agroindustri Ladu Ketan Lestari yaitu strategi SO (Strenght-Opportunity).