Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI BPM HJ. RUSMIATI PALEMBANG Khoiriah, Annisa; Sari, Nopita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Di Indonesia ibu bersalin yang melaksanakan IMD pada tahun 2010 berjumlah 29,3% dan tahun 2013 berjumlah 34,5% sedangkan di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 ibu bersalin yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini berjumlah 29,6%. Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya Gambaran Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di BPM Hj. Rusmiati Palembang tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey deskriptif. Besar sampel adalah 50 responden diambil dengan teknik purposive Sampling. Dimana data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada 50 ibu bersalin dari bulan januar-mei di BPM Hj. Rusmiati Palembang tahun 2017. Kemuadian data yang diperoleh diolah dianalisis secara univariat. Dari Hasil penelitian maka didapatkan bahwa dari 50 responden yang diteliti, ibu yang pengetahuan baik tentang Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 20 responden (40%), lebih sedikit dibandingkan ibu dengan pengetahuan kurang baik terhadap Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 30 responden (60%). Dan dari 50 responden terdapat 31 responden (62%) yang melakukan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan yang tidak melakukan Inisisi Menyusu Dini sebanyak 19 responden (38%). Kesimpulan hasil penelitian bahwa masih kurangnya pengetahuan ibu bersalin tentang manfaat Inisiasi Menyusu Dini. Diharapkan agar dapat menjadi bahan acuan bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk meningkatkan mutu dan sebagai pelaksana langsung dapat memberikan penyuluhan tentang Inisiasi Menyusu Dini, agar ibu mengetahui pentingnya pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini bagi ibu bersalin.
GAMBARAN MOTIVASI IBU BALITA DALAM KEIKUTSERTAAN KEGIATAN POSYANDU Annisa Khoiriah; Sari Widya Ningsih
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.113

Abstract

Masih rendahnya ibu balita dalam memotivasi dirinya untuk ikut serta dalam kegiatan posyandu Rinjani di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi ibu dalam keikutsertaan kegiatan posyandu Rinjani di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Observasional Deskriptif dengan desain Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang berkunjung ke Posyandu Rinjani Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu dari bulan Januari sampai dengan Mei tahun 2017, dengan sampel sebanyak 33 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil analisis univariat, dari 33 orang terdapat 22 orang (66,7%) yang mempunyai motivasi rendah, 11 orang (33,3%) yang mempunyai motivasi kuat, 20 orang (60,6%) tidak ikut serta kegiatan posyandu dan 13 orang (39,4%) ikut serta kegiatan posyandu. Hasil penelitian juga ditemukan dari 33 orang hampir seluruh responden 18 orang (81,8%) yang mempunyai motivasi rendah tidak ikut serta dalam kegiatan posyandu sedangkan yang mempunyai motivasi kuat hampir seluruh dari responden 9 orang (81,8%) ikut serta dalam kegiatan posyandu. Diharapkan pihak puskesmas untuk lebih aktif memberikan promosi kesehatan berupa edukasi kepada ibu baik melalui penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan bekerja sama dengan kader posyandu agar lebih aktif untuk mengajak ibu yang mempunyai balita untuk datang ke posyandu.
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEKAMBUHAN PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN Latifah; Annisa Khoiriah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v4i2.142

Abstract

Perilaku kekerasan atau agresifitas adalah perilaku yang mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan baik secara verbal, verbal fisik dan psikologis yang dapat mengakibatkan kerugian seperti trauma fisik, psikologis bahkan sampai pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kekambuhan klien perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien yang mengantar atau mendampingi klien perilaku kekerasan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 responden dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa dari 50 responden yang menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 21 responden (42%), sebanyak 19 responden (38%) menerapkan pola asuh demokratif dan sebanyak 10 responden (30%) menerapkan pola asuh permisif. Dari hasil uji chi square untuk variabel pola asuh dan kekambuhan klien perilaku kekerasan didapatkan ρ value = 0,012 < α = 0,05 yang berarti ada hubungan antara pola asuh dengan kekambuhan klien perilaku kekerasan. Dari hasil penelitian ini disarankan agar orang tua serta keluarga klien berperan aktif dalam proses penyembuhan klien dengan gangguan jiwa, khususnya pada klien perilaku kekerasan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI KELAHIRAN Annisa Khoiriah; Nelly Mariyam
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v5i1.157

Abstract

Kecemasan ibu hamil sebelum melahirkan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur ibu hamil, paritas, sosial ekonomi, dan pendamping persalinan. Tingginya kecemasan yang dialami ibu hamil menghadapi persalinan rata-rata 107.000.000 ibu hamil di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di BPM Ellna Palembang 2019. Penelitian dilakukan pada tanggal 18 Mei sampai dengan 4 Juni 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey Analytic dengan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang akan Menghadapi Persalinan di BPM Ellna Palembang dengan jumlah sampel 56 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, data dengan menggunakan univariat dan bivariat dianalisis dengan statistik Chi-Square. Dari statistik Chi-Square terhadap adanya hubungan bermakna antara usia dengan tingkat kecemasan (ρ value = 0,037), paritas dengan tingkat kecemasan (ρ value = 0,004), dan pengetahuan ibu hamil dalam Menghadapi Persalinan di BPM Ellna Palembang 2019. Kepada BPM Ellna diharapkan dapat menambah upaya dan mengurangi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan sehingga dapat menurunkan risiko tinggi pada ibu hamil dan bersalin.
Teknik Massage Effluerage Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif BPM Husniyati Palembang Annisa Khoiriah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v6i1.259

Abstract

Massage Effleurage adalah teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat, dan panjang atau tidak putus-putus.Di Bidan Praktek Mandiri Husniyati Palembang pada Tahun 2020 sebanyak 486 orang ibu bersalin, dan padatahun 2021 Januari – Mei sebanyak 129 orang ibu bersalin, Adapun Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuigambaran tentang teknik Massage Effluerage terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan kala I fase aktif diBPM Husniyati Palembang. Desain penelitian ini deskriptif dengan teknik observasi, Populasi dalam penelitianini adalah seluruh ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan yang berada di BPM HusniyatiPalembang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling secara accidental samplingyaitu dengan mengambil responden yang ada dan alat ukur yang digunakan check list. Jumlah sampel sebanyak20 respoden. Hasil penelitian didapatkan dari 20 responden, yang dilakukan teknik massage effluerage sebanyak12 (60%) responden lebih banyak dilakukan teknik massage effluerage dibandingkan yang tidak dilakukanteknik massage effluerage sebanyak 8 (40%) responden. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepadaBPM Husniyati untuk melakukan teknik massage Counterpressure kepada ibu bersalin kala I fase aktif.Kesimpulan didapatkan pada persalinan kala I fase aktif yang dilakukan teknik massage effluerage berhasilmengurangi nyeri.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemberian Imunisasi BCG Di Puskesmas Sembawa Nelly Mariyam; Annisa Khoiriah; Latifah Latifah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v6i2.288

Abstract

Menurut data dari Puskesmas Sembawa program imunisasi BCG telah mengalami penurunan dari tahunketahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Ibu TerhadapPemberian Imunisasi BCG di Wilayah Puskesmas Sembawa. Metode yang digunakan adalah metodekuantitatif dengan desain penelitian ini yaitu desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahibu yang mempunyai bayi dengan umur ≤ 12 bulan yang berkunjung ke puskesmas sembawa, denganjumlah sampel 51 responden. Hasil penelitian univariat dari 51 responden yang berpendidikan tinggisebanyak 32 responden (62,7%), dari 51 responden yang tidak bekerja sebanyak 26 responden (51%), dandari 51 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 32 responden (62,7%). Analisis bivariat hubunganantara pendidikan dengan pemberian imunisasi BCG, (p value 0,000). Ada hubungan antara pekerjaandengan pemberian imunisasi BCG, (p value 0,013). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberianimunisasi BCG, (p value 0,009). Dari hasil penelitian diharapkan pada pihak Puskesmas Sembawa untuklebih meningkatkan kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat, adanya penyuluhan dan pendidikantentang imunisasi akan membantu kepedulian ibu terhadap pemberian imunisasi terutama imunisasi BCG.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Annisa Khoiriah; Tiara Pratiwi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.336

Abstract

Latar belakang: Asfiksia merupakan suatu dimana keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami   gagal   bernafas   secara   spontan,   teratur   segera   setelah   lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya, sehingga dapat menurunkan O2  (oksigen) dan mungkin  meningkatkan  CO2   (karbondioksida)  yang dapat dipengaruhi oleh umur ibu, persalinan premature, letak sungsang, serta partus lama/ partus macet sehingga menimbulkan  akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Di Bpm Herasdiana Palembang Palembang Tahun 2019. Metode: menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Pada variable umur ibu berdasarkan hasil uji statistic  Chi Square   didapatkan hasil ρ value  = 0,001 <  0,05, pada hasil pada variable umur ibu, berdasarkan hasil uji statistic dengan  Chi Square pada tingkat kemaknaan Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square yang terdiri dari faktor umur ibu ρ value = 0,001, letak sungsang ρ value = 0,048 , prematuritas ρ value 0,001, ketuban pecah dini ρ value = 0,001 yang semuanya menunjukan ada hubungan bermakna terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Saran: bagi peneliti selanjutnya Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan variabel – variabel lain yang dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat. Kata Kunci   : Asfiksia, Umur Ibu, Prematuritas, Letak          Sungsang, Partus Lama.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Annisa Khoiriah; Tiara Pratiwi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i2.218

Abstract

Latar belakang: Asfiksia merupakan suatu dimana keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami   gagal   bernafas   secara   spontan,   teratur   segera   setelah   lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya, sehingga dapat menurunkan O2  (oksigen) dan mungkin  meningkatkan  CO2   (karbondioksida)  yang dapat dipengaruhi oleh umur ibu, persalinan premature, letak sungsang, serta partus lama/ partus macet sehingga menimbulkan  akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Di Bpm Herasdiana Palembang Palembang Tahun 2019. Metode: menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Pada variable umur ibu berdasarkan hasil uji statistic  Chi Square   didapatkan hasil ρ value  = 0,001 <  0,05, pada hasil pada variable umur ibu, berdasarkan hasil uji statistic dengan  Chi Square pada tingkat kemaknaan Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square yang terdiri dari faktor umur ibu ρ value = 0,001, letak sungsang ρ value = 0,048 , prematuritas ρ value 0,001, ketuban pecah dini ρ value = 0,001 yang semuanya menunjukan ada hubungan bermakna terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Saran: bagi peneliti selanjutnya Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan variabel – variabel lain yang dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat. Kata Kunci   : Asfiksia, Umur Ibu, Prematuritas, Letak          Sungsang, Partus Lama.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN Latifah Latifah; Annisa Khoiriah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.568

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Kesehatan merupakan pelayanan yang didapatkan atau diberikan kepada klien oleh suatu tim untuk multi disiplin dimana Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama untuk memelihara dan juga untuk meningkatkan derajat mutu Kesehatan untuk mencegah, menyembuhkan penyakit serta juga untuk memulihkan kesehatan yang ditujukan kepada baik perseorangan, keluarga, kelompok, maupun masyarakat (pasien).  Tujuan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, tempat pelaksanaan penelitian di Puskesmas 1 Ulu Kota Palembang. Analisis data menggunakan univariat dan Analisa Bivariat. jumlah sampel yang digunakan adalah 99. Hasil: Distribusi frekuensi pelayanan administrasi  74,7% responden yang menyatakan pelayanan administrasi baik, sebanyak 56,6%  responden yang menyatakan penampilan layanan Kesehatan baik baik, sebanyak 71,7% responden yang menyatakan pelayanan petugas kesehatan sebanyak 61,6% responden yang menyatakan bahwa pelayanan apotik baik, ada 61,6% responden yang menyatakan bahwa kepuasan pasien nya puas. Dan juga Ada hubungan antara pelayanan administrasi dengan kepuasan pasien p value = 0,020, Ada hubungan antara penampilan layanan Kesehatan dengan kepuasan pasien p value = 0,012., Ada hubungan antara pelayanan petugas kesehatan dengan kepuasan pasien p value = 0,029, Ada hubungan antara pelayanan apotik dengan kepuasan pasien p value = 0,037. Saran: Dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang terdiri dari petugas administrasi, pelayanan petugas kesehatan, dan pelayanan apotik agar memberikan pelayanan yang ramah dan penuh perhatian kepada pasien serta memberikan informasi yang jelas kepada pasien. Kata Kunci :  Mutu Pelayanan Kesehatan, Distribusi Frekuensi, Kepuasan Pasien
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Annisa Khoiriah; Tiara Pratiwi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.588

Abstract

Latar belakang: Asfiksia merupakan suatu dimana keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernafas secara spontan, teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya, sehingga dapat menurunkan O2 (oksigen) dan mungkin meningkatkan CO2 (karbondioksida) yang dapat dipengaruhi oleh umur ibu, persalinan premature, letak sungsang, serta partus lama/ partus macet sehingga menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Di Bpm Herasdiana Palembang Palembang Tahun 2019. Metode: menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Pada variable umur ibu berdasarkan hasil uji statistic Chi Square didapatkan hasil ρ value = 0,001 < 0,05, pada hasil pada variable umur ibu, berdasarkan hasil uji statistic dengan Chi Square pada tingkat kemaknaan Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square yang terdiri dari faktor umur ibu ρ value = 0,001, letak sungsang ρ value = 0,048 , prematuritas ρ value 0,001, ketuban pecah dini ρ value = 0,001 yang semuanya menunjukan ada hubungan bermakna terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Saran: bagi peneliti selanjutnya Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan variabel – variabel lain yang dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat.Kata Kunci : Asfiksia, Umur Ibu, Prematuritas, Letak Sungsang, Partus Lama.