Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tanggung Jawab Hukum Pengelola Website Streaming Ilegal Menurut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Studi Kasus: Putusan No 420/PID.SUS/2020/PNBDG Kalistasari, Ria; Gunawan, Yusuf
IBLAM LAW REVIEW Vol. 6 No. 1 (2026): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52249/ilr.v6i1.662

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai bentuk informasi dan hiburan digital. Namun, kemajuan tersebut juga membuka celah terjadinya praktik streaming ilegal yang melanggar hukum, khususnya pelanggaran hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab hukum pengelola streaming ilegal dengan menelaah ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Hak Cipta. Studi kasus yang dianalisis adalah Mola TV sebagai pemegang lisensi resmi siaran Liga Inggris di Indonesia yang hak siarnya disiarkan secara ilegal oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan untuk menganalisis pengaturan hukum dan penerapannya terhadap pengelola streaming tanpa izin yang bertujuan memperoleh keuntungan komersial melalui iklan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan tersebut dapat dikenai sanksi pidana dan perdata. Meskipun regulasi hukum telah tersedia, penerapannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat serta penggunaan teknologi anonim oleh pelaku. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penegakan hukum digital dan peningkatan edukasi hukum guna mencegah pelanggaran hak cipta melalui streaming ilegal.
HOSPITAL IMAGE FORMATION: ASSESING THE EFFECT OF WEBSITE AND SERVICE QUALITY AS MEDIATED BY PATIENT SATISFACTION Gunawan, Yusuf; Young, Felina; Chio, Lilia; Baes, Sionnida; Co, Robert Y.; Manaligod, Hector; Yusuf, Arvel Hafiza A.
JTH: Journal of Technology and Health Vol. 3 No. 3 (2026): January: JTH: Journal of Technology and Health
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/jth.v3i3.752

Abstract

With patient satisfaction as a mediating variable, this study investigates how website quality and service quality influence patient perceptions of hospitals. Conducted at Dr. Slamet Public General Hospital in Garut, Indonesia, the research employs a quantitative, explanatory design using structural equation modeling (SEM) to analyze data from 385 respondents. Website quality WEBQUAL is measured across seven dimensions usability, content, design, functionality, service interaction, trust, and interactivity while service quality is assessed using the SERVQUAL model. Patient satisfaction encompasses experience, communication, and accessibility, and hospital image includes perceived care quality, trust, brand reputation, and information accessibility. The results demonstrated that both website quality and service quality significantly enhance patient satisfaction. In turn, patient satisfaction positively influences hospital image, and also mediates the effects of website and service quality on hospital image. The study concludes that digital touchpoints, particularly hospital websites, play a strategic role in shaping patient perceptions and institutional reputation. Practical implications suggest that hospitals should integrate digital optimization with service excellence to foster patient satisfaction and build a competitive image. Limitations include the study’s cross-sectional design and localized scope, with recommendations for broader sampling and longitudinal analysis in future research.
Pengaruh Promosi dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Di Kalangan Generasi Z Gunawan, Yusuf; ., Zaharuddin; Kusuma, Sitta
Jurnal Baruna Horizon Vol 8 No 2 (2025): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v8i2.339

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen, khususnya Generasi Z (kelahiran 1997–2012), dalam mengambil keputusan pembelian. Generasi ini dikenal responsif terhadap promosi digital dan memiliki pertimbangan kuat terhadap brand image. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi dan brand image terhadap keputusan pembelian di kalangan Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada responden Generasi Z yang pernah melihat promosi dan melakukan pembelian produk. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk menguji pengaruh promosi dan brand image terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi yang intensif dan persuasif dapat meningkatkan kecenderungan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Selain itu, brand image juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi < 0,05, yang mengindikasikan bahwa persepsi merek yang positif mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Secara simultan, promosi dan brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji F dengan nilai signifikansi < 0,05. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi strategi promosi digital dengan pembangunan brand image yang konsisten untuk meningkatkan keputusan pembelian Generasi Z.
Modern Approaches to Dispute Resolution: Ad Hoc and Institutional Mediation in Asia and Africa Gunawan, Yusuf
IBLAM LAW REVIEW Vol. 6 No. 1 (2026): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52249/ilr.v6i1.670

Abstract

Ad hoc and private institutional mediation are two forms of modern approaches to dispute resolution that are increasingly developing in Asia and Africa. These two approaches offer effective alternatives to conventional litigation systems with the advantages of flexibility, time efficiency, and lower costs. Ad hoc mediation gives the parties the freedom to appoint a mediator without being tied to a particular institution, while private institutional mediation provides a structured and professional framework through a credible mediation institution. In Asia, the success of institutional mediation is driven by supportive regulations and increased mediator capacity, with dispute resolution rates between 40% and 70%. In Africa, the integration of mediation with local wisdom and indigenous cultures increases the success rate of mediation to 50% to 65%. The implementation of these two approaches within a progressive legal framework shows that ad hoc and private institutional mediation not only reduce the burden on the judicial system but also improve access to justice in a more equitable and civilized manner. These approaches represent the evolution of harmonious and equitable dispute resolution in Asia and Africa, providing strategic solutions to current and future legal challenges.
Global Brand Dilution dan Pengakuan Internasional: Harmonisasi Perlindungan Merek Terkenal dalam TRIPS Agreement dan Madrid Protocol Gunawan, Yusuf
IBLAM LAW REVIEW Vol. 6 No. 1 (2026): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52249/ilr.v6i1.671

Abstract

Fenomena global brand dilution semakin signifikan dalam konteks perdagangan internasional dimana merek-merek terkenal menghadapi risiko penyalahgunaan dan eksploitasi yang merugikan nilai merek di pasar global. studi ini menganalisis harmonisasi perlindungan hukum terhadap well-known marks berdasarkan ketentuan agreement on trade-related aspects of intellectual property rights (trips agreement) dan sistem pendaftaran internasional melalui madrid protocol. trips menetapkan standar minimum perlindungan hak kekayaan intelektual bagi negara anggota wto, termasuk kewajiban memberikan proteksi terhadap merek terkenal yang dapat diperluas ke barang/jasa yang tidak sejenis apabila penggunaan tanpa izin dapat merugikan pemilik merek (misalnya dilusi dan free-riding) serta menerapkan prinsip nondiskriminatif antar anggota wto. selain itu, madrid protocol sebagai bagian dari sistem internasional pendaftaran merek yang dikelola oleh wipo memungkinkan pemilik merek memperoleh perlindungan multi-negara melalui satu aplikasi pusat tanpa mengurangi substansi hak yang diakui di tiap yurisdiksi. namun, perbedaan pendekatan antara kewajiban perlindungan minimum trips dan mekanisme pendaftaran madrid menimbulkan tantangan konsistensi implementasi dalam hukum nasional. temuan penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi dilusi merek secara efektif, harmonisasi normatif dan operasional antara trips, madrid system, serta legislasi nasional diperlukan, dengan penekanan pada mekanisme pengakuan well-known marks, kriteria pembuktian reputasi merek, dan prosedur penegakan hukum yang adaptif terhadap dinamika pasar global.