Articles
MEMBANGUN PILAR KEILMUAN DALAM PILIHAN KEAHLIAN KHUSUS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR BIASA
Hermanto, Hermanto
Dinamika Pendidikan Vol 16, No 1 (2009): Dinamika Pendidikan No/01/Th.XVI/Mei 2009
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.846 KB)
The students awareness of special education 10 comprehend all subject and skill demand science the first lecture is the important and urgent thing, Student's awareness to the professional scientific demand should be built early in the first semester. After comprehending all scientific pillar. So, in further to build the awareness to comprehend and master the specialty of scientific pillar s according to the optioned skill cluster such as specialty of blindness, deafness, mentally retarded, and etc. By comprehending and realizing all its scientific contruct since in the early lecture and mate ring those specialty pillars, it's expected that students can choose and plan the study well. Eventually, the students lire able to find the contruction among subjects in bUilding skill, consequency. development demand, and challenge of it's application in the field. So, it's very possible for special education student to be more professional after passing as the teacher's demand right now. Keyword: Scientific Pillar, Skill of Special Education
FILOSOFI HIDUP SEBAGAI BASIS KEARIFAN LOKAL
Hermanto, Hermanto
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v12i1.2593
Tujuan penelitian untuk memahami sistem sosial-budaya Masyarakat Kasepuhan di Kabupaten Sukabumi. Penelitian bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda etnografi dan metoda fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi patisipasi dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria informan awal (pokok) dan informan yang ditunjuk (pangkal). Hasil penelitian menunjukan filosofi hidup yang dilandasi doktrin “Pancer pangawinan†yaitu mempersatukan manusa jeung kemanusaanna (manusia dan kemanusiaannya) pembinaan moral “Ngaji diriâ€(mawas diri) tercermin dalam semboyan “Tilu sapamulu, dua sakarupa nu hiji eta kenehâ€mempunyai arti; tiga kesesuaian/menyatu, dua serupa dan yang satu itu juga, pilar kehidupan tekad, ucap jeung lampah (kemauan/niat, perkataan dan perilaku), nyanghulu ka hukum nyanghunjar ka nagara mufakat kudu sarerea (taat pada hukum dan berlindung pada negara mufakan harus keseluruhan)yang tercermin dalam sistem kepercayaan, kemasyarakatan dan kelembagaan sebagai tatali paranti karuhun mampu mempertahankan kearifan lokal mereka. Perubahan nilai-nilaisosial budaya masyarakat Kasepuhan lebih bersifat pragmatis dalam meningkatkan kualitas hidup sedangkan tatali paranti karuhun, agama dan nagara tetap berada pada kerangka ideologis. Kata kunci: Filososfi hidup, sistem sosial-budaya dan kearifan lokal.
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA
Rahmawati, Hana Nur;
Iqomh, Muhammad Khabib Burhanuddin;
Hermanto, Hermanto
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.887 KB)
Internet merupakan rangkaian komputer yang terhubung dalam beberapa rangkaian jaringan. Salah satudi antaranya yaitu media sosial yang merupakan situs dimana seseorang bias membuat Web page pribadi kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Penggunaan media social sangat mempengaruhi aktivitas seseorang, salah satunya adalah motivasi belajar remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan media social dengan motivasi belajar remaja di SMAN 1 Gringsing. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian sebanyak 239 responden. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan motivasi belajar remaja di SMAN 1 Gringsing responden yang menggunakan durasi media sosial dengan jumlah paling banyak masuk dalam kategori durasi rendah yaitu 152 responden (63,6%) dan responden motivasi belajar rata-rata masuk dalam kategori motivasi belajar sedang dengan jumlah 176 responden (73,6%) dengan ρ-value = 0,000 <α (0,05). Remaja sebaiknya mampu menyesuaikan waktu penggunaan media sosial dengan baik sehingga tidak lalai terhadap tugasnya sebagai pelajar. Kata Kunci: Media sosial, motivasi belajar. RELATIONSHIP OF DURATION OF USE OF SOCIAL MEDIA WITH TEEN LEARNING MOTIVATION ABSTRACTThe internet is a series of computers that are connected in a series of networks. One of them is social media, which is a site where someone can create a personal Web page and then connect with friends to share information and communicate. The use of social media greatly influences a person's activities, one of which is the motivation to learn teenagers. The purpose of this study was to determine the relationship between the duration of the use of social media and the motivation to learn adolescents at Gringsing 1 Public High School. The design used is descriptive correlation with cross sectional approach. The sample in the study were 239 respondents. Sampling uses Simple Random Sampling. The results showed that there was a relationship between the duration of the use of social media and the motivation to learn adolescents at SMAN 1 Gringsing respondents who used the duration of social media with the highest number included in the low duration category of 152 respondents (63.6%) and respondents average learning motivation included in the category of moderate learning motivation with a total of 176 respondents (73.6%) with ρ-value = 0,000 <α (0.05). Teenagers should be able to adjust the time of using social media so that they are not negligent about their duties as students. Keywords: Social media, learning motivation.
PROSES PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM BAHASA INGGRIS PADA KELAS CO-EDUCATION BERBASIS ADIL GENDER
Hermanto, Hermanto
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35673/ekspose.v16i2.105
Quantum as an interaction that converts energy into light. Quantum Teaching meaningful interactions that convert light into energy because all energy is life and diversity in the Teaching process and interdeterminisme contain. The purpose of the Quantum Teaching is to create an effective Teaching environment, creating a fun Teaching process, the brain's ability to adjust to what is needed by the brain, to help improve the life and career success and to help accelerate the Teaching. Errors in understanding the meaning of gender is one factor that led to opposition or difficult to accept gender analysis in solving problems of social injustice. In order to align with the substance of the discussion of the context of Teaching English, Quantum Teaching emphasizes the need of planningn of Teaching conditions (matched) with topic.
Development of student work sheet based on contextual approach to trigonometry material
Hermanto Hermanto;
Irwan Irwan;
Ridwan Ridwan
International Conferences on Educational, Social Sciences and Technology
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/20181148
Using Mathematics Student Worksheet (LKS) made by math teachers are not optimal, especially in helping students connect learning in life. Therefore, it is necessary to develop LKS that can provide opportunities for students to construct their knowledge, so that students can find their own learning concept. Trigonometry material is an important material in learning mathematics and relevance with other lessons. In this research, developed LKS with contextual learning approaches for trigonometric materials. The aim of this development is to produce mathematics LKS based on contextual approach which is valid, practical and effective. The subjects of the study were 29 students. Validation are done by the expert ie lecturer of mathematics education, education technology, and language. The practicality of LKS has been seen from the observation of the implementation of learning, practicality of questionnaires, interviews conducted with students and teachers. Effectiveness has been seen from the results of student learning outcomes.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Pelajaran IPA Konsep Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya Di Kelas IV SDN 2 Terpencil Eeya
Hermanto, Hermanto;
Jamhari, Muhammad;
Paudi, Ritman Ishak
Jurnal Kreatif Online Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.104 KB)
Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA konsep bagian tumbuhan dan fungsinya di kelas IV SDN 2 Terpencil Eeya? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui peningkatan hasil belajar konsep bagian-bagian tumbuhan dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 2 Terpencil Eeya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Terpencil Eeya yang terdiri dari 15 orang perempuan dan 9 orang laki-laki, dengan memperoleh data dari hasil tes dan data dari hasil observasi kegiatan guru dan siswa setiap siklus. Berdasarkan hasil observasi tindakan guru dan siwa pada siklus I, ditemukan beberapa aspek yang belum dilaksanakan sehingga hasil belajar belum dapat dituntaskan. Sedangkan pada siklus II, semua aspek yang menjadi fokus penelitian telah dilaksanakan dengan baik. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada konsep bagian-bagian tumbuhan pada siswa kelas IV SDN 2 Terpencil Eeya mengalami peningkatan melalui penggunaan media gambar dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 7,0 dan ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus, yaitu siklus I 61,21 %, dan siklus II 84,80%. Kata Kunci: Media Gambar, Hasil Belajar, Konsep Bagian Tumbuhan
Analisis Kemampuan Pembuktian Matematis Siswa SMA Terhadap Matriks Ditinjau Dari Pengetahuuan Awal Matematika
Hermanto, Hermanto;
Kodirun, Kodirun;
Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.714 KB)
|
DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8144
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMA Negeri 6 Kendari yang terdiri dari satu siswa dengan pengetahuan awal tinggi, satu siswa dengan pengetahuan awal sedang, dan satu siswa dengan pengetahuan awal rendah. Instrumen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu instrumen utama yang adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukaan dengan pemberian tes pembuktian matematis dan wawancara. Kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian terhadap materi matriks diidentifikasi melalui kemampuan siswa dalam beragumentasi secara logis dan menggunakan simbol yang benar atau berdasarkan logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi, sedang dan rendah kurang mampu dalam melakukan pembuktian matematis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi lebih memiliki kemampuan pembuktian matematis dibandingkan dengan siswa yang memiliki pengetahuan awal sedang dan rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pembuktian Matematis, Pengetahuan Awal Matematika.Abstract: This research is an explorative research with qualitative approach. The subjects of this research were three students of SMA Negeri 6 Kendari consisting of one student with high prior knowledge, one student with moderate prior knowledge, and one student with low prior knowledge. There are two kinds of Instruments in this research, the main instrument that is the researcher himself and the auxiliary instrument as a supporter. Data collection techniques conducted with mathematical proving tests and interviews. he students 'ability to prove the matrix subject is identified through the students' ability to logically argue and use the correct or logical symbols. The results showed that students with high, moderate and low prior mathematical knowledge were less able to perform mathematical prove. In addition, the results showed that students with a high prior mathematical knowledge had more mathematical proving capability than students with moderate and low prior knowledge. Key words: Mathematical proving Ability, Prior Knowledge of Mathematics
The Influence of Communication, Training, and Organizational Culture on Employee Performance
Syahruddin, Syahruddin;
Hermanto, Hermanto;
Wardini, Amalia Kusuma
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33830/jom.v16i2.782.2020
This study aims to determine the influence of communication, training, and organizational culture on employee performance. The Slovin formula was used to select 69 respondents out of a total of 105 employees of the Office of the Ministry of Religion of the City of Bima for the study. Data were obtained through questionnaires and analyzed using the multiple linear regression method. Findings. The results showed that communication, training, and organizational culture significantly and positively influenced employee performance. Furthermore, the result showed that organizational culture is the most dominant variable that influences employee performance, followed by training and communication. This means that to improve employee performance, it is important to pay attention to building an organizational culture that supports each task implementation, by taking into account communication patterns and involving all employees in training programs that can improve their work competence.
Implementasi Nilai Pendidikan Multikultural di SD Negeri Sangiang Pulau Kabupaten Bima
Hermanto;
Marini, Arita;
Maksum, Arifin
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29407/jpdn.v6i2.15205
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalsisis implementasi nilai-nilai pendidikan multikultura di SD Negeri Sangiang Pulau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Selanjutnya data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi nilai pendidikan multikultural dap dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler disekolah dapat dilakukan dengan penguatan materi tentang keberagaman yaitu tentang beragam suku, budaya, agama dan adat istiadat. Sementara dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dengan kegiatan kemah kebudyaan, karnaval pakaian adat istiadat tiap-tiap daerh yang ada di indonesia dan pendalaman mengenai bhineka tunggal ika dan pancasila.
Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Siswa
Hermanto Hermanto;
Titin Fatimah
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 4 No 1 (2022): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami)
Publisher : Mathematics Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan pendekatan PMR dengan siswa yang tidak menggunakan pendekatan PMR (2) Untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan PMR terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Plus Darul Hikmah tentang materi operasi hitung matriks. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang diguanakan adalah quasi eksperiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yaitu kelas XI A sebagai kelas eksperimen dan kelas XI B sebagai kelas kontrol, dari setiap kelas diberikan pretest dan postest. Analisis data yang dilakukan adalah uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dan dilanjutkan uji hipotesis dengan uji paired sample t-tes menggunakan bantuan program SPSS 21. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen 85 dan kelas kontrol 75.83. Hasil uji paired sample t-tes menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah 0.025, karena 0.025 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil uji paired sample t-tes dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) terhadap hasil belajar siswa kelas XI tentang operasi hitung matrik di SMA Plus Darul Hikmah.