Tambunan, Mangapul Parlindungan
Department Of Geography, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences (FMIPA), Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Geosaintek

PENGARUH KEKERINGAN PADA PRODUKSI TANAMAN PADI DI KABUPATEN MAJALENGKA DENGAN PENGINDERAAN JAUH METODE NDVI Permatasari, Ni Ketut Feny; Tambunan, Mangapul Parlindungan; Mannesa, Masita Dwi Mandini; Tambunan, Rudy Parluhutan
Jurnal Geosaintek Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v7i1.8205

Abstract

Indonesia termasuk negara ketiga penghasil padi terbesar di Asia Tenggara. Pulau Jawa memiliki tiga dari lima provinsi yang merupakan lumbung pertanian khususnya padi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Sektor pertanian membutuhkan air untuk konsumsi tanamannya. Bencana kekeringan menyebabkan dampak negatif terhadap sektor pertanian dan hasil produksi tanaman padi. Pada kajian ini dipelajari mengenai bagaimana kekeringan berpengaruh pada tanaman padi di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini akan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan data Citra Satelit Landsat 8 yang akan diolah dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Pendekatan dengan Metode Penginderaan Jauh ini menggunakan Goolgle Earth Engine dalam mengolah koreksi awan dan Nilai NDVI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana hubungan antara NDVI bulanan dengan hasil produksi padi, dan data curah hujan. Hasil dari Penelitian ini adalah Tahun 2018 luas sawah yang mengalami panen padi adalah > 30.000 ha dan pada Tahun 2019 adalah sebesar >40.000 ha. Kajian ini dilakukan sebagai bahan pertimbangan kepada pemerintah di Kabupaten Majalengka untuk mengatasi kekeringan agar tumbuhnya tanaman padi di daerah tersebut tetap terproduksi dengan baik terutama saat musim kemarau.Kata Kunci : Kekeringan, Kabupaten Majalengka, Citra Satelit Landsat-8, NDVI
POLA SPASIAL BAHAYA GEMPA BUMI DI SEKITAR BANDARA KERTAJATI DAN KESESUAIANNYA TERHADAP TATA RUANG WILAYAH Suliyanti Pakpahan; Mangapul Parlindungan Tambunan; Masita Dwi Mandini Mannesa; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Geosaintek Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v7i2.8590

Abstract

Gempa bumi tercatat sebagai bencana alam paling merusak. Kerusakan dapat ditekan jika pembangunan mempertimbangkan zonasi bahaya gempa setiap wilayah. Kawasan di sekitar Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati, yang dekat dengan beberapa sumber gempa, berpotensi berkembang pesat seiring beroperasinya bandara serta pembangunan infrastruktur pendukungnya. Penelitian bertujuan menganalisis pola spasial bahaya gempa bumi di 3 (tiga) kecamatan sekitar BJIB, yaitu Kecamatan Kertajati, Ligung, dan Jatitujuh sebagai upaya pengendalian dan pengurangan risiko bencana. Dengan metode AHP berbasis Sistem Informasi Geografis, dilakukan tumpang susun parameter efek tapak lokal, geologi, dan seismotektonik untuk membangun peta bahaya gempa bumi. Kesesuaian tata ruang diperoleh dari analisis tumpang susun peta bahaya gempa bumi dengan peta pola ruang dalam RTRW Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan kawasan BJIB berada di zona bahaya gempa bumi sedang, diapit zona bahaya tinggi di bagian selatan dan bahaya rendah di utara. Pengembangan BJIB Kertajati direkomendasikan dilakukan ke arah utara yang relatif lebih stabil terhadap guncangan gempa bumi. Evaluasi pola ruang terhadap peta bahaya gempa bumi menunjukkan perencanaan wilayah di sekitar BJIB Kertajati oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah cukup baik, hanya 5,8% area penelitian yang berada di zona bahaya gempa bumi tinggi.
URBAN HEAT ISLAND DI KOTA TANGERANG SELATAN Agita Devi Prastiwi; Supriatna Supriatna; Rudy P. Tambunan; Mangapul Parlindungan Tambunan
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.11721

Abstract

Abstract. The industrial revolution opened up opportunities in changing people’s lives from an agrarian economic activity to an industry-based economy so that many people mass produced the phenomenon of migration. In 2018, 55% of the world’s population live in urban areas and by 20150 this will increase to 70 percent (United Nations, 2019). Migration disturbs the heat energy balance in urban areas as compared to suburban or surrounding areas, resulting in a temperature difference phenomenon known as urban heat island (Sharma et al. 2019). South Tangerang is one of the districts adjacent to the city of DKI Jakarta which is known as the world’s big city so it has vulnerability as a migration destination. So it is necessary to conduct a study that can provide an overview of the future phenomena of the emergence of potential urban heat island (UHI) that can be used as mitigation of the impacts of climate changes. As a results, from 2004 and 2020 there was an increase 0,30C UHI Index. The UHI phenomenon that occurs in South Tangerang City is also a result of existing developments in DKI Jakarta for areas that are directly connected to DKI Jakarta, such as Pondok Karya, Pondok Betung, and Cirendeu will experience urban growth.
Co-Authors Aditya Ramadhan Agita Devi Prastiwi Agung Syetiawan, Agung Andri A. Wibowo Annisa Putri Bayu Prasetyo Pambudi Benedict Diah Ardiani Dwi Hastuti Elok Lestari Paramita Elok Lestari Paramita, Elok Lestari Firdaus, Pramudhian Fitriani, Sarah Putri Gabriela, Vanesa Kelly Heinrich Rakuasa Heinrich Rakuasa Isranto Handoyo Putra Jaelani, Lalu Muhamad Khairullah, Muhammad Qabus Abid Khalifah Insan Nur Rahmi Khalifah Insan Nur Rahmi Kuswantoro Marko Lukman, Eva Nurrahmi Mannesa, Masita Dwi Mandini Maryanto Maryanto Masita Dwi Mandini Manessa MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI Masita Dwi Mandini Mannesa Masykur, Fauzan Abdurrahman Melianus Salakory Mochamad Indrawan Muhammad Dimyat Muhammad Sufwandika Wijaya Nur Aliyah Nurina Rachmita Nurwita Mustika Sari Pambudi, Bayu Prasetyo Permatasari, Ni Ketut Feny Pinoa, W S Pras, Prasetiawan Prastiwi, Agita Devi Rakuasa, Heinrich Raldi Hendro Toro Seputro Koestoer Ratna Saraswati Revi Hernina Rezky Yunita Rianputra, M. Rafli Ariq Ristiantri, Yusniar Rah Ayu Ristiantri, Yusniar Rah Ayu Rokhmatuloh Rokhmatuloh Rudy P. Tambunan Rudy P. Tambunan Rudy P. Tambunan Rudy P. Tambunan Rudy Parluhutan Tambunan Rudy Parluhutan Tambunan Rudy Parluhutan Tambunan Rudy Parluhutan Tambunan Rudy Parluhutan Tambunan Rudy Tambunan S Supriatna Suliyanti Pakpahan Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Tambunan, Rudy Tambunan, Rudy Parlindungan Tambunan, Rudy Parluhutan Tambunan, Rudy Parluhutan Taqyuddin, Taqyuddin Umaya, Nesya Desfarivana Wayan Gede Krisna Arimjaya Widiastuti, Rastika Widyastuti, Ratri