Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Tinggi Protein Nabati Kacang Almond Terhadap Kualitas Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di RS. Medirossa 2 Cibarusah Lili Farlikhatun; Irmanita Ernas
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Proses penyembuhan luka perineum memiliki waktu kesembuhan yang bervariasi yaitu 6-7 hari . Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti karakteristik ibu bersalin, sttus gizi, perawatan dan kondisi perlukaannya. Luka perineum ini dapat cepat sembuh apabila ibu nifas mendapatkan asupan nutrisi yang cukup terutama makanan yang kandungan proteinnya tinggi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh konsumsi Protein Nabati Kacang Almond untuk penyembuhkan luka Perineum pada Ibu Nifas di Rs. Medirossa 2 Cibarusah tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. desain penelitian dengan menggunakan two group post test only design, Populasi dalam penelitian ini mengacu pada data seluruh ibu nifas dengan luka perineum di RS Medirossa 2 Cibarusah pada bulan Oktober 2023 sebanyak 32 orang . Tekhik pengambilan sampel ini menggunakan tekhnik Purposive Sampling dengan luka perineum yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi Hasil Penelitian : Hasil T-tes dependen diperoleh p value sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh konsumsi kacang almond dengan penyembuhan luka perineum laserasi derajat dua dan tiga Kesimpulan dan saran : Terdapat pengaruh luka perineum antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dilihat dari luka perineum sudah kering atau masih basah. Pada kelompok intervensi luka perineum signifikan ada pengaruh kacang almond, luka perineum kering
PENGARUH PEMBERIAN MP-ASI DINI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6-18 BULAN DI DESA CINTA KASIH Rustiaty Rustiaty; Lili Farlikhatun
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2172

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI merupakan proses transisi asupan dari susu (ASI) menuju makanan keluarga semi padat secara bertahap, seperti jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur dan konsistensinya sampai kebutuhan bayi terpenuhi. Capaian indikator persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif sudah memenuhi target tahun 2020, yaitu sebesar 40%. Presentase bayi < 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif di provinsi Jawa Barat mencapai 56,5%. Metode penelitian ini penelitian observasional yang bersifat analitik dengan desain atau pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di Desa Cinta Kasih dimulai dari 4 sampai 18 November 2023, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68 responden dengan sampelnya 30 responden. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pemberian MP-ASI dini dengan tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023 dengan nilai <0.017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada pengaruh pemberian MP-ASI dini terhadap tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023. Adapun saran tenaga kesehatan diharapkan dari penelitian ini tenaga kesehatan dapat memberikan informasi mengenai MP-ASI kepada seluruh ibu yang  memiliki bayi dengan tepat dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu.
Exploring the Role of Complementary Herbal Therapies (Red Ginger, Aloe Vera, Tangerang Turmeric, Cinnamon, Binahong Leaves, Green Betel Leaves) in Science Education: A Case Study on the Healing Process of Second-Degree Perineal Wounds in Postpartum Mothers Lili Farlikhatun; Anisaul Husna; Berliana Puji Restuti; Iin Munarti; Kurniasih Anisa Putri; Rif’ah Mutiah; Sundari Sundari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.10621

Abstract

Regular perineal care is needed to maintain skin integrity and prevent infection, pharmacological treatment has begun to be avoided because the use of antibiotics in postpartum mothers in certain amounts must be limited, so switching to natural therapies such as red ginger, aloe vera, tamarind turmeric, wood sweet, binahong leaves and green betel leaves. This research to determine the effectiveness of complementary therapies (red ginger, aloe vera, tamarind turmeric, cinnamon, binahong leaves, green betel leaves) on the length of healing of perineal wounds in postpartum mothers. Design method this research is quasi experimental with a two group pretest-posttest design. The samples in this study were all postpartum mothers who experienced grade II perineal wounds at PMB Mirah, PMB Sri Poniati, PMB Anita, PMB C, and PMB Indah Meilysa Manik in November 2024 - January 2025 totaling 182 people, the sampling technique was total sampling. The result is complementary therapy is effective in healing perineal wounds, with P-Value of red ginger (0.00), aloe vera leaves (0.00), tamarind turmeric (0.00), cinnamon (0.01), binahong leaves (0.00), green betel leaf (0.03). Complementary therapy (red ginger, aloe vera leaves, tamarind turmeric, cinnamon, binahong leaves, green betel leaves) is effective in healing perineal wounds in postpartum women (P-Value <0.05). It is hoped that midwives can introduce complementary therapies for treating perineal wounds and become a reference in educational institutions.
Efektifitas Metode Sitz Bath dengan Rebusan Daun Belimbing Wuluh Terhadap Penurunan Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Post Partum di PMB Mila Karmila di Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Dewi Sukmawati; Lili Farlikhatun
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11006

Abstract

ABSTRACT Mothers who give birth with normal births are not only happy but also cause pain for those who experience perineal injuries. PMB Mila Karmila in the Kamal sub-district, Kalideres District, West Jakarta, in 2021 it was found that 50.6% had grade I and II perineal tears, while in 2022 it was found that 53.3% had grade I and II perineal tears. One solution for postpartum mothers to reduce perineal wound pain is by administering the sitz bath method using boiled water from starfruit leaves. To determine the effectiveness of the sitz bath method with a decoction of starfruit leaves to reduce perineal wound pain in post partum mothers at PMB Mila Karmila in Kamal sub-district, Kalideres sub-district, West Jakarta. Pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The sample was postpartum mothers who experienced perineal rupture in April-May 2023 as many as 30 samples using a purposive sampling technique. The intervention was given for 10-15 minutes 3 times a day for 7 days. Bivariate analysis using the Wilcoxon test. The average perineal wound pain before administering the sitz bath method with bilimbi leaves decoction was 4.50 and the average perineal wound pain after was 1.73. The Wilcoxon test results obtained a p value = 0.000. There is an effectiveness of the sitz bath method with a decoction of starfruit leaves to reduce perineal wound pain in post partum mothers. Postpartum mothers should plant these plants in their yards because they can be used as medicinal ingredients that are safe, easy and do not require high costs. Keywords: Sitz Bath Method, Carambola Leaves Decoction, Perineal Wound Pain  ABSTRAK Ibu melahirkan dengan persalinan normal selain membahagiakan akan tetapi juga menimbulkan rasa nyeri bagi yang mengalami luka perineum. PMB Mila Karmila di kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat tahun 2021 ditemukan 50,6% mengalami robekan perineum grade I dan II sedangkan tahun 2022 ditemukan 53,3% mengalami robekan perineum grade I dan II. Salah satu solusi bagi ibu postpartum untuk negurangi nyeri luka perineum yaitu dengan pemberian metode sitz bath menggunakan air rebusan daun belimbing wuluh. Mengetahui efektifitas metode sitz bath dengan rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan nyeri luka perineum pada ibu post partum di PMB Mila Karmila di kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Pre-eksperimental desain dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel adalah ibu postpartum yang mengalami ruptur perineum pada bulan April-Mei tahun 2023 sebanyak 30 sampel dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 10-15 menit dilakukan 3 kali dalam sehari selama 7 hari. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian rata-rata nyeri luka perineum sebelum pemberian metode sitz bath dengan rebusan daun belimbing wuluh 4,50 dan rata-rata nyeri luka perineum sesudah 1,73. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p value = 0,000. Terdapat efektifitas metode sitz bath dengan rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan nyeri luka perineum pada ibu post partum. Ibu postpartum sebaiknya menanam tanaman tersebut di pekarangan karena dapat digunakan sebagai bahan pengobatan yang aman, mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Kata Kunci: Metode Sitz Bath, Rebusan Daun Belimbing Wuluh, Nyeri Luka Perineum 
Efektifitas Teknik Kompres Air Hangat dan Air Dingin Terhadap Bendungan Asi Pada Ibu Post Partum di TPMB Bidan A Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2023 Yayah Hilmiah; Lili Farlikhatun
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10884

Abstract

ABSTRACT The incidence of ASI dams caused by the release of milk that is not smooth, because the baby does not feed his mother often enough. An initial survey conducted in April 2023 at TPMB Midwife A, Babelan District, Bekasi Regency, in 2023 found that there were 20 postpartum mothers who experienced ASI dams. To determine the effectiveness of giving warm and cold water compresses to breast milk dams in postpartum mothers. This study used a quasi-experimental with purposive sampling with a sample of 32 people. Data techniques included in uivariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using SPSS program statistical calculations. The results of this study indicate that the value of the Paired Sample Test obtained a sig (2-tailed) value of 0.000 0.05, so there is a difference between the pretest and posttest values so that it can be concluded that there is an effectiveness of giving warm compresses and cold compresses to breast milk dams for Postpartum Mothers at TPMB Midwife A, Babelan District, Bekasi Regency in 2023. There is an effectiveness of giving warm compresses and cold compresses to breast milk dams for Postpartum Mothers at TPMB Midwife A, Babelan District, Bekasi Regency in 2023. It is hoped that the method of giving warm compresses and compresses cold as a reference for intervention against breast milk in postpartum mothers. Keywords: Compression Techniques, Cold Water, Warm Water, Breast Milk Dams, Post Partum Mothers  ABSTRAK Kejadian bendungan ASI yang disebabkan oleh pengeluaran air susu yang tidak lancar, karena bayi tidak cukup sering menyusui pada ibu nya. Survei awal yang dilakukan pada bulan April 2023 di TPMB Bidan A Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2023 didapatkan ada 20 ibu nifas yang mengalami bendungan ASI. Mengetahui efektifitas pemberian kompres air hangat dan air dingin terhadap bendungan ASI pada ibu Post Partum. Penelitian ini menggunakan quasi esperimental dengan purposive sampling dengan sample 32 orang. Teknik data termasuk dalam analisis uivariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Paired Sampel Test didapatkan nilai sig (2-tailed) adalah 0,000 0,05 maka terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest sehingga dapat disimpulkan adanya efektifitas pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap bendungan ASI pada Ibu Postpartum di TPMB Bidan A Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Terdapat efektifitas pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap bendungan ASI pada Ibu Postpartum di TPMB Bidan A Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Diharapkan metode pemberian kompres hangat dan kompres dingin sebagai acuan intervensi terhadap bendungan ASI pada Ibu Postpartum. Kata Kunci: Teknik Kompres, Air Dingin, Air Hangat, Bendungan ASI, Ibu Post Partum 
Efektivitas Kompres Daun Kubis (Brasscis Oleracia Var Capitata) dan Breastcare Terhadap Pengurangan Pembengkakan Payudara Ibu Nifas di Bpm Ade Kismi Bania Pititika Sarpari; Lili Farlikhatun
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11192

Abstract

ABSTRACT Breast milk dams are a problem that often occurs at the beginning of the postpartum period, which can cause discomfort so that it becomes one of the obstacles in exclusive breastfeeding. Therefore, an effective method is needed to overcome this problem. Based on the results of a preliminary survey at BPM Ade Kismi Bania, out of 24 postpartum mothers, 17 postpartum mothers experienced breast swelling and 7 postpartum mothers did not experience breast swelling. Based on the above, the researcher is interested in conducting research entitled "Effectiveness of Cabbage Leaf Compresses (Brasscis Oleracia Var Capitata) and Breastcare on Reducing Breast Swelling in Postpartum Mothers at BPM Ade Kismi Bania". To determine the effectiveness of giving cold cabbage leaf compresses to the swelling scale and pain intensity in postpartum mothers with breast swelling. This study used a true experimental design with a pretest-posttest research design with a control group, with a total sample of 34 postpartum women with breast swelling divided into two groups (intervention-control). Data techniques are included in the analysis of research data using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests using the SPSS program statistical calculations. The results of this study showed that cold cabbage leaf compresses had an effect on reducing the scale of swelling and pain intensity in the breast with a p-value of 0.002 (0.05), Breastcare also had a significant effect on the scale of swelling and pain intensity with p-value 0.05. There was a significant difference between the two groups in reducing the swelling scale and pain intensity (p-value 0.05). Giving cold cabbage leaf compresses has a significant difference in increasing the amount of breast milk when compared to giving breastcare treatment. It is hoped that the cold cabbage leaf compress method can be implemented in postpartum women who experience breast swelling. Keywords: Cabbage Leaf Compress, Breastcare, Swelling  ABSTRAK Bendungan ASI merupakan masalah yang sering terjadi pada awal ibu nifas, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan sehingga menjadi salah satu hambatan dalam pemberian ASI ekslusif. Oleh karena itu, diperlukan metode yang efektif dalam mengatasi masalah ini. Berdasarkan hasil survai pendahuluan di BPM Ade Kismi Bania dari 24 ibu nifas terdapat 17 ibu nifas mengalami pembengkakan payudara dan 7 ibu nifas tidak mengalami pembengkakan payudara. Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Kompres Daun Kubis (Brasscis Oleracia Var Capitata) Dan Breastcare Terhadap Pengurangan Pembengkakan Payudara Ibu Nifas Di BPM Ade Kismi Bania”. Mengetahui efektivitas pemberian kompres daun kubis dingin terhadap skala pembengkakan dan intensitas nyeri pada ibu Nifas dengan pembengkakan payudara. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan design penelitian pretest-posttest with control group, dengan jumlah sampel 34 ibu nifas dengan pembengkakan payudara yang dibagi kedalam dua kelompok (intervensi-kontrol). Teknik data termasuk dalam analisis data penelitian menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kompres daun kubis dingin memiliki pengaruh terhadap penurunan skala pembengkakan dan intensitas nyeri pada payudara dengan p-value masing-masing 0,002 (0,05), Breastcare juga memiliki pengaruh bermakna terhadap skala pembengkakan dan intensitas nyeri dengan p-value 0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok dalam menurunkan skala pembengkakan dan intensitas nyeri (p – value 0,05). Pemberian kompres daun kubis digin memiliki perbedaan signifikan dalam meningkatkan jumlah ASI bila dibandingakn dengan pemberian perlakuan breastcare. Diharapakan metode kompres daun kubis dingin dapat dimplementasian pada ibu nifas yang mengalami pembengkakan payudara. Kata Kunci: Kompres Daun Kubis, Breastcare, Pembengkakan 
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif, Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Yuni Malinda Gusman; Lili Farlikhatun
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10858

Abstract

ABSTRACT Stunting is a nutritional problem in society, especially toddlers. In 2021 there are 24.4% of children in Indonesia suffering from stunting. In 2022 there are 6.31 toddlers in the working area of the Karyamekar Health Center suffering from stunting. Many factors can lead to stunting, including a history of exclusive breastfeeding, parenting style and mother's knowledge of nutrition. This study aims to determine the relationship between history of exclusive breastfeeding, parenting style and mother's knowledge about nutrition with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Karyamekar Health Center in 2023. The research design is a survey research with a cross sectional approach. The sample technique used is simple random sampling with a sample size of 280 people. Data analysis in this study was univariate and bivariate analysis using the SPSS program. From the univariate analysis, the results showed that 37 respondents (13.2%) had stunted toddlers, 189 respondents (67.5%) had babies who were not exclusively breastfed, 161 respondents (57.5%) had poor parenting and respondents who had low nutritional knowledge, namely 164 (58.6%). From the results of statistical tests with the chi square test, it was found that there was a relationship between history of exclusive breastfeeding (p value = 0.005), parenting values (pvalue = 0.000) and knowledge about nutrition (pvalue = 0.000) with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 month. There is a relationship between a history of exclusive breastfeeding, parenting style and knowledge of nutrition with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 months. It is hoped that health workers will provide interventions according to the problems that cause stunting. Keywords: Knowledge, Parenting, Exclusive Breastfeeding, Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi dimasyarakat, terutama balita. Tahun 2021 terdapat 24,4 % anak di Indonesia menderita stunting. Tahun 2022 terdapat 6,31 balita diwilayah kerja puskesmas Karyamekar menderita stunting. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting antara lain riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Karyamekar tahun 2023. Desain penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sample yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 280 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan program SPSS. Dari analisa univariat diperoleh hasil responden yang memiliki balita stunting yaitu 37 (13,2%), responden memiliki bayi tidak ASI Eksklusif yaitu 189 (67,5%), responden yang memiliki pola asuh kurang yaitu 161 (57,5%) dan responden yang memiliki pengetahuan gizi rendah yaitu 164 (58,6%). Dari hasil uji statistic dengan chi square test diperoleh bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif (p value = 0,005), pola asuh nilai (pvalue = 0,000) dan pengetahuan tentang gizi (pvalue = 0,000) dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan tentang gizi dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi sesuai dengan masalah yang menyebabkan stunting. Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Asuh, ASI Ekslusif, Stunting 
Hubungan Antara Kualitas Dukungan Konseling Laktasi Bidan di Ruang Nifas Dengan Tingkat Efikasi Diri (Self- Efficacy) Ibu dalam Menyusui di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha Lili Farlikhatun; Wendeassia Guvera Langou
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56085

Abstract

Abstrak : Masa nifas merupakan periode krusial dalam keberhasilan menyusui karena pada fase ini terbentuk keyakinan ibu terhadap kemampuannya memberikan ASI, sementara capaian ASI eksklusif di Indonesia masih belum memenuhi target nasional. Observasi dan wawancara awal pada ibu nifas di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha menunjukkan bahwa sebagian ibu merasa konseling laktasi yang diterima belum sepenuhnya meningkatkan kepercayaan diri mereka, terutama dalam menghadapi masalah pelekatan, nyeri saat menyusui, dan kekhawatiran terhadap produksi ASI. Kondisi ini menegaskan pentingnya kualitas dukungan konseling laktasi bidan sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi efikasi diri ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas dukungan konseling laktasi bidan di ruang nifas dengan tingkat efikasi diri ibu dalam menyusui. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Metro Hospitals M Toha pada November–Desember 2025, melibatkan 30 ibu nifas melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas konseling laktasi dan Breastfeeding Self-Efficacy Scale (BSES), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kualitas konseling laktasi dan tingkat efikasi diri ibu, di mana konseling berkualitas baik berasosiasi dengan self-efficacy yang lebih tinggi. Peningkatan mutu konseling berbasis komunikasi empatik dan dukungan psikologis direkomendasikan guna memperkuat keberhasilan menyusui serta mendorong penelitian longitudinal terkait keberlanjutan ASI eksklusif.
Hubungan Penerapan Tradisi Postpartum Lokal Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Pasirkecapi Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Banten Lili Farlikhatun; Jayanti Jayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56268

Abstract

Latarbelakang : Kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penerapan tradisi postpartum lokal yang masih kuat di masyarakat. Tradisi seperti pantangan makanan ibu atau pemberian makanan tambahan dini dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat ASI eksklusif, tergantung pada kesesuaiannya dengan rekomendasi kesehatan. Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan Penerapan Tradisi Postpartum Lokal Terhadap Keberhasilan Pembeian ASI Eksklusif Di Desa Pasir Kecapi Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Banten Tahun 2025 Metode: Penelitian quasy eksperimen. Variabel indepeneden dalam penelitian ini adalah penerapan tradisi postpartum lokal, variabel dependennya adalah keberhasilan pembeian ASI Eksklusif . Total reponden dalam penelitian ini secara total sampling yaitu seluruh ibu menyusui di Desa Pasir Kecapi Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Banten sebanyak 52 responden Hasil: Hasil analisa P value > 0,05 di dapatkan 0,218 sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak adanya perbedaan antara kelompok intervensi yaitu penerapan tradisi postpartum local dengan dilakukan pendidikan kesehatan dengan kelompok kontrol yaitu penerapan tradisi postpartum local tanpa di lakukan pendidikan kesehatan Kesimpulan dan Saran: Bagi praktisi kesehatan, terutama bidan dan tenaga promosi kesehatan, penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan yang lebih berbasis budaya. Sehinga praktisi dapat strategi komunikasi yang lebih efektif dan tidak bertentangan dengan nilai adat setempat.
Analisis Sikap Positif Asi Eksklusif Terhadap Tingkat Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Bojongjuruh Lebak- Banten Lili Farlikhatun; Dewi Hasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56375

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan salah satu faktor penentunya adalah sikap ibu terhadap menyusui. Sikap positif terhadap ASI eksklusif dapat meningkatkan motivasi, keyakinan, dan konsistensi ibu dalam memberikan ASI secara optimal, sehingga berkontribusi pada keberhasilan praktik ASI eksklusif. Tujuan: Untuk Mengetahui Sikap Positif ASI Eksklusif Terhadap Tingkat Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bojongjuruh Lebak Banten Tahun 2025. Metode: Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden terhitung berdasarkan data ibu ibu menyusui yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 responden kelompok ibu menyusui memiliki sikap positif. Dan 15 responden kelompok ibu yang menyusui memiliki sikap negative dengan cara puposif sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, menggunakan uji beda independent sample t tes jika berdistribusi normal dan jika tidak berdistribusi nomrla gunakan uji mann- whitney statsitik SPSS versi 25. Hasil: Dari uji beda mann- whitney di simpulkan ada perbedaan Rata- Rata Tingkat Pemberian ASI Eksklusif Pada Kelompok Intervensi Dan Kontrol Pada Ibu Menyusui dengan nilai Asymp. Sig (2 – Talled) 0,000 sehingga dapat di simpulkan Ada nya Pengaruh Sikap Positif ASI Eksklusif Terhadap Tingkat Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bojongjuruh Lebak Banten Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran: Bagi praktisi kesehatan, terutama bidan dan tenaga promosi kesehatan, Penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Bojongjuruh dalam menilai efektivitas program promosi ASI Eksklusif. Hasil penelitian juga dapat dijadikan dasar untuk menyusun strategi edukasi dan intervensi berbasis perilaku, seperti konseling laktasi dan kelas ibu menyusui yang lebih menekankan pada pembentukan sikap positif terhadap ASI Eksklusif.