Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Tinggi Protein Nabati Kacang Almond Terhadap Kualitas Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di RS. Medirossa 2 Cibarusah Lili Farlikhatun; Irmanita Ernas
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Proses penyembuhan luka perineum memiliki waktu kesembuhan yang bervariasi yaitu 6-7 hari . Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti karakteristik ibu bersalin, sttus gizi, perawatan dan kondisi perlukaannya. Luka perineum ini dapat cepat sembuh apabila ibu nifas mendapatkan asupan nutrisi yang cukup terutama makanan yang kandungan proteinnya tinggi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh konsumsi Protein Nabati Kacang Almond untuk penyembuhkan luka Perineum pada Ibu Nifas di Rs. Medirossa 2 Cibarusah tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. desain penelitian dengan menggunakan two group post test only design, Populasi dalam penelitian ini mengacu pada data seluruh ibu nifas dengan luka perineum di RS Medirossa 2 Cibarusah pada bulan Oktober 2023 sebanyak 32 orang . Tekhik pengambilan sampel ini menggunakan tekhnik Purposive Sampling dengan luka perineum yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi Hasil Penelitian : Hasil T-tes dependen diperoleh p value sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh konsumsi kacang almond dengan penyembuhan luka perineum laserasi derajat dua dan tiga Kesimpulan dan saran : Terdapat pengaruh luka perineum antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dilihat dari luka perineum sudah kering atau masih basah. Pada kelompok intervensi luka perineum signifikan ada pengaruh kacang almond, luka perineum kering
PENGARUH PEMBERIAN MP-ASI DINI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6-18 BULAN DI DESA CINTA KASIH Rustiaty Rustiaty; Lili Farlikhatun
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2172

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI merupakan proses transisi asupan dari susu (ASI) menuju makanan keluarga semi padat secara bertahap, seperti jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur dan konsistensinya sampai kebutuhan bayi terpenuhi. Capaian indikator persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif sudah memenuhi target tahun 2020, yaitu sebesar 40%. Presentase bayi < 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif di provinsi Jawa Barat mencapai 56,5%. Metode penelitian ini penelitian observasional yang bersifat analitik dengan desain atau pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di Desa Cinta Kasih dimulai dari 4 sampai 18 November 2023, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68 responden dengan sampelnya 30 responden. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pemberian MP-ASI dini dengan tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023 dengan nilai <0.017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada pengaruh pemberian MP-ASI dini terhadap tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023. Adapun saran tenaga kesehatan diharapkan dari penelitian ini tenaga kesehatan dapat memberikan informasi mengenai MP-ASI kepada seluruh ibu yang  memiliki bayi dengan tepat dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu.
The Effect of Complementary Therapy from Plant Extracts on Breast Milk Production Lili Farlikhatun; Fitri Ummu Rosyidah; Novia Karmilasari; Seftaliana; Masfupah; Sri Gustina; Rukmini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8823

Abstract

Breastfeeding issues arise when mothers cannot produce enough milk to meet their babies' nutritional needs. This study aims to assess the effect of complementary therapies, such as consuming moringa leaves, katuk leaves, soy milk, spinach, young papaya, and using lavender aromatherapy, on increasing breast milk production. The quasi-experimental study involved postpartum mothers on day 4, using a pre-test and post-test design with six variables. Results showed that 83.9% of 56 mothers who consumed moringa leaves, 84.5% of 58 mothers who drank soy milk, 81.3% of 48 mothers who ate katuk leaves, 86.4% of 44 mothers who consumed spinach, 82.7% of 52 mothers who ate young papaya, and 83.3% of 30 mothers who used lavender aromatherapy experienced sufficient breast milk production. These findings demonstrate that all six therapies positively influence breast milk production. It is recommended that healthcare providers routinely offer these complementary therapies to postpartum mothers to support exclusive breastfeeding for their babies.
Exploring the Role of Complementary Herbal Therapies (Red Ginger, Aloe Vera, Tangerang Turmeric, Cinnamon, Binahong Leaves, Green Betel Leaves) in Science Education: A Case Study on the Healing Process of Second-Degree Perineal Wounds in Postpartum Mothers Lili Farlikhatun; Anisaul Husna; Berliana Puji Restuti; Iin Munarti; Kurniasih Anisa Putri; Rif’ah Mutiah; Sundari Sundari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.10621

Abstract

Regular perineal care is needed to maintain skin integrity and prevent infection, pharmacological treatment has begun to be avoided because the use of antibiotics in postpartum mothers in certain amounts must be limited, so switching to natural therapies such as red ginger, aloe vera, tamarind turmeric, wood sweet, binahong leaves and green betel leaves. This research to determine the effectiveness of complementary therapies (red ginger, aloe vera, tamarind turmeric, cinnamon, binahong leaves, green betel leaves) on the length of healing of perineal wounds in postpartum mothers. Design method this research is quasi experimental with a two group pretest-posttest design. The samples in this study were all postpartum mothers who experienced grade II perineal wounds at PMB Mirah, PMB Sri Poniati, PMB Anita, PMB C, and PMB Indah Meilysa Manik in November 2024 - January 2025 totaling 182 people, the sampling technique was total sampling. The result is complementary therapy is effective in healing perineal wounds, with P-Value of red ginger (0.00), aloe vera leaves (0.00), tamarind turmeric (0.00), cinnamon (0.01), binahong leaves (0.00), green betel leaf (0.03). Complementary therapy (red ginger, aloe vera leaves, tamarind turmeric, cinnamon, binahong leaves, green betel leaves) is effective in healing perineal wounds in postpartum women (P-Value <0.05). It is hoped that midwives can introduce complementary therapies for treating perineal wounds and become a reference in educational institutions.