Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENYULUHAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MEMBERIKAN TOILET TRAINING PADA ANAK Musfiroh, Mujahidatul; Wisudaningtyas, Beny Lukmanawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dukuh Mojosari, anak yang telah memasuki usia balita ada yang masih mempunyai kebiasaan mengompol. Hal ini menunjukkan terjadi kegagalan dalam toilet training selama masa balita. Masalah penelitian, bagaimanakah pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan  posttest group only design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia balita di RW 6 Dukuh Mojosari Desa Polokarto yang berjumlah 32 responden, menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training  sejumlah 11 responden (68,8%) dan sikap cukup baik sejumlah 5 responden (31,2%). Kelompok kontrol mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 3 responden (18,8%) dan mempunyai sikap cukup baik sejumlah 13 responden (81,2%). Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,005 (< 0,05). Simpulan penelitian, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam memberikan toilet training pada anak usia balita. In theMojosari village, children who have entered the toddler age still have bedwetting habit. This suggests the failure toilet training during toddler. Research problem was how the influence of education on mother attitudes in toilet training to toddler. Research purpose to determine the effect of education on maternal attitudes in toilet training to toddler. Research method quasi experimental by by posttest only design. Population study were mothers who have toddler in RW 6 Mojosari Village, Polokarto totaling 32 respondents, using total sampling. Data analyzed by Mann Whitney test. Results showed the treatment group had a good attitude to give toilet training as 11 respondents (68.8%) and attitude well enough as 5 respondents (31.2%). The control group had a good attitude to give toilet training as 3 respondents (18.8%) and had a pretty good attitude as 13 respondents (81.2%). The results showed the data analysis obtained using the Mann Whitney test p value=0.005 (<0.05). The conclusion, there was effect of education on by mother attitudes in toilet training to toddler.
PENYULUHAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MEMBERIKAN TOILET TRAINING PADA ANAK Musfiroh, Mujahidatul; Wisudaningtyas, Beny Lukmanawati
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2844

Abstract

Di dukuh Mojosari, anak yang telah memasuki usia balita ada yang masih mempunyai kebiasaan mengompol. Hal ini menunjukkan terjadi kegagalan dalam toilet training selama masa balita. Masalah penelitian, bagaimanakah pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan  posttest group only design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia balita di RW 6 Dukuh Mojosari Desa Polokarto yang berjumlah 32 responden, menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training  sejumlah 11 responden (68,8%) dan sikap cukup baik sejumlah 5 responden (31,2%). Kelompok kontrol mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 3 responden (18,8%) dan mempunyai sikap cukup baik sejumlah 13 responden (81,2%). Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,005 (< 0,05). Simpulan penelitian, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam memberikan toilet training pada anak usia balita. In theMojosari village, children who have entered the toddler age still have bedwetting habit. This suggests the failure toilet training during toddler. Research problem was how the influence of education on mother attitudes in toilet training to toddler. Research purpose to determine the effect of education on maternal attitudes in toilet training to toddler. Research method quasi experimental by by posttest only design. Population study were mothers who have toddler in RW 6 Mojosari Village, Polokarto totaling 32 respondents, using total sampling. Data analyzed by Mann Whitney test. Results showed the treatment group had a good attitude to give toilet training as 11 respondents (68.8%) and attitude well enough as 5 respondents (31.2%). The control group had a good attitude to give toilet training as 3 respondents (18.8%) and had a pretty good attitude as 13 respondents (81.2%). The results showed the data analysis obtained using the Mann Whitney test p value=0.005 (<0.05). The conclusion, there was effect of education on by mother attitudes in toilet training to toddler.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Roobiati, Nur Fika; Sumiyarsi, Ika; Musfiroh, Mujahidatul
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ?d dengan ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p<0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
Pemantauan Status Gizi pada Anak dengan HIV AIDS Cahyanto, Erindra Budi; Mulyani, Sri; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Musfiroh-Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mujahidatul
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The number of people with HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodefficiency Syndrome) continues to increase every year in line with the increase in sexual behavior outside of marriage. People with HIV / AIDS also transmit the virus to their children. One of the problems in children with HIV / AIDS is malnutrition. The research objective was to determine the development of the nutritional status of children with HIV / AIDS. The subjects were all HIV / AIDS children in Yayasan Lentera Surakarta. Time series research design, measuring the variable nutritional status at several times using the parameters of body weight for age. Data collection was carried out in July-September 2019. Bath scale measuring instrument. The number of subjects was nineteen people with the incidental sampling technique. Inclusion criteria included: people with HIV / AIDS, living in a shelter, allowed by a caregiver, aged 0-12 years, not being treated in a hospital during the study. Exclusion criteria: death, not following complete weight monitoring. During the study, no subjects withdrew or were excluded from the study. The results showed that eight children had normal nutritional status and eleven children were not normal. Different test with chi square test obtained p = 0.78. There was no difference in nutritional status between the first and second measurements. Managers need to make other efforts so that the nutritional status of children in holding centers can improve.Key words: monitoring, nutritional status, children, HIV AIDS Abstrak: Jumlah penderita HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Aquired Immunodefficiency Syndrome) terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan terjadinya peningkatan perilaku seks di luar nikah. Orang dengan HIV/AIDS juga menularkan virus kepada anaknya. Salah satu masalah pada anak dengan HIV/ AIDS ini adalah status gizi kurang. Tujuan penelitian mengetahui perkembangan status gizi anak dengan HIV/AIDS. Subjek adalah seluruh anak HIV/AIDS di Yayasan Lentera Surakarta. Desain penelitian time series, mengukur  variabel status gizi di beberapa waktu dengan menggunakan parameter berat badan menurut umur. Pengambilan data dilakukan pada Juli-September 2019. Alat ukur timbangan bath scale. Jumlah subjek sembilan belas orang dengan teknik incidental sampling. Kriteria inklusi meliputi : penderita HIV/AIDS, tinggal di tempat penampungan, diijinkan oleh pengasuh, usia 0-12 tahun, tidak sedang mendapat perawatan di rumah sakit selama penelitian. Kriteria eksklusi  : meninggal, tidak mengikuti pemantauan berat badan secara lengkap. Selama penelitian tidak ada subjek yang mengundurkan diri maupun dikeluarkan dari penelitian. Hasil penelitian didapatkan delapan anak mempunyai status gizi normal dan sebelas anak tidak normal. Uji beda dengan uji chi square didapatkan p = 0,78. Tidak ada perbedaan status gizi antara pengukuran pertama dan ke dua. Pengelola perlu melakukan upaya lain agar status gizi anak dalam penampungan dapat meningkat.Kata kunci : Pemantauaan, status gizi, anak, HIV AIDS
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Nur Fika Roobiati; Ika Sumiyarsi; Mujahidatul Musfiroh
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ‘d dengan  0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
Ibu Hamil pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia : Pengetahuan, Kecemasan dan Motivasi Angesti Nugraheni; Sri Mulyani; Ika Sumiyarsi Sukamto; Mujahidatul Musfiroh; Niken Bayu Argaheni; Erindra Budi Cahyono; Soetrisno Soetrisno; Revi Gama Hatta Novika
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v11i1.1357

Abstract

COVID-19 pandemic threatens the entire population. However, there are special populations such as pregnant women who are predicted to be at higher risk and more susceptible to exposure to infectious diseases. Knowledge and understanding of Covid-19 is very important to be able to deal with the pandemic properly and minimize anxiety coming to health care facilities. Efforts to check pregnancy from every pregnant woman can be achieved if the individual has the motivation to achieve the desired pregnancy target. The purpose of this study was to find out the knowledge and anxiety about COVID-19 among pregnant women and how their motivation is to keep doing prenatal check-ups. This research is a correlational quantitative research with a cross sectional approach. Researchers collaborated with SEKOCI (Sekolah Komplementer Cinta Ibu) to provide online counseling to its members consisting of 69 pregnant women from various cities every 7 days for 1 month, then an evaluation was carried out with an online questionnaire how the knowledge gained, the anxiety that felt and motivated to monitor pregnancy for health workers during the COVID-19 pandemic. Testing the relationship of the three variables with multiple linear regression analysis. This study showed that the majority of respondents had good knowledge about COVID-19 (76%), experienced moderate levels of anxiety (69%), and had motivation to monitor pregnancy (93%). Based on the results of the analysis obtained there is a significant relationship between knowledge and motivation (p = 0.039). There is a significant relationship between anxiety and motivation (p=0.004). There is a relationship between knowledge and anxiety with motivation (p=0.004). Pregnant women in Indonesia have good knowledge about COVID-19, their knowledge can reduce anxiety levels and remain motivated to come to health workers to monitor pregnancy.Conclusion: Pregnant women in Indonesia have good knowledge about COVID-19, the knowledge they have that can reduce the number of victims and still have the motivation to come to health workers to do the condition..
The effect of exercise mat pilates on pain scale, anxiety, heart rate frequency in adolescent principle with primary dismenorhea in Surakarta Erindra Budi Cahyanto; Angesti Nugraheni; Ika Sumiyarsi Sukamto; Mujahidatul Musfiroh; Niken Bayu Argaheni
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2021.9(1).29-38

Abstract

Background: During menstruation, there is an imbalance in the hormone progesterone which causes pain or is often called dysmenorrhea. A general percentage of 50–60% of women manage dysmenorrhea using analgetic drugs. Pilates exercise is aimed at producing natural, correct, and efficient motion. It is a stretching and strengthening exercise in the core area, namely the area between the pelvic, abdomen, and back which has the aim of increasing muscle strength, flexibility, muscle endurance so that body stability can be maintained through body control, posture and breathing. Objectives: The purpose of this basic research is to strengthen the theory of the relationship between pilates exercise and dysmenorrhea symptoms. Methods: The research design was an experimental pre-test post-test control group. Subjects were 52 students who experienced primary dysmenorrhea, divided into two groups. The first group received pilates exercise twice a week for four weeks. The second group only received information support. The variables measured include pain, anxiety, pulse frequency. Results: The results showed that there were differences in pain and anxiety scale scores with a mean of 4.15 and 27.7  (p> 0.05). Conclusions: The conclusion obtained by Pilates can be alternative complementary care for adolescent girls who experience anxiety.
PENGARUH VIGNA RADIATA TERHADAP ANEMIA Erindra Budi Cahyanto; Dian Yudita; Sri Mulyani; Mujahidatul Musfiroh; Ika Sumiyarsi Sukamto
PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2019): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v7i2.29126

Abstract

 Latar Belakang: Anemia defisiensi besi merupakan masalah yang paling banyak dialami wanita yang tidak mempunyai asupan dan cadangan zat besi yang cukup. Salah satu sumber makanan yang mengandung zat besi adalah kacang hijau  (Vigna Radiata) yang mengandung sekitar 6,7 mg zat besi per 100 gram serta zat nutrisi lainnya yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin sebagai parameter status anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi jus Vigna radiata  dan status anemia.Metode: Rancangan penelitian one group pre test post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 16 subjek mahasiswi Prodi D III Kebidanan STIKES Aisyiyah Surakarta. Intervensi dengan pemberian jus kacang hijau 500 mL selama tujuh hari. Pengukuran hemoglobin pre dan post intervensi di Puskesmas Ngoresan Surakarta.Teknik analisis data dengan uji McNemar.Hasil: Sebelum dilakukan intervensi, subjek dengan anenia sebanyak 12 orang, tidak anemia empat orang. Setelah intervensi, subjek dengan anemia sebanyak delapan orang, tidak anemi delapan orang. Uji beda Mc Nemar dengan taraf signifikansi  0,05 diperoleh nilai signifikansi (p) 0,03.Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara konsumsi jus Vigna radiata  dan kadar anemia.
GAMBARAN KEMANDIRIAN EKONOMI PADA LANSIA Yeremia Rante Ada&#039;; Mujahidatul Musfiroh; Desiderius Priyo; Vinch Wiyono
PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2019): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v7i2.32780

Abstract

Latar Belakang. Kemandirian ekonomi lansia merupakan kemampuan lansia untuk memenuhi kebutuhan ekonomi lansia dengan tidak bergantung pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lanjut usia dan gambaran kemandirian ekonomi pada salah satu kelompok lansia di kelurahan Mojosongo.Subjek dan Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah sampel penelitian yaitu 56 responden lansia yang hadir pada kegiatan Posyandu Lansia di Kelurahan Mojosongo Kota Surakart. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan kepustakaan.Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% responden berusia sekitar 56-65 tahun, 55% responden berjenis kelamin  perempuan, 75% responden masih aktif bekerja, 75% responden memiliki penghasilan < Rp 1.802.700, 50% responden memiliki pengeluaran setiap bulan berkisar Rp 1.000.000-1.500.000 dengan jenis pengeluaran terbesar (84%) untuk memenuhi kebutuhan akan makanan dan kebutuhan lainnya seperti listik, air dan Rukun Tetangga, 77% responden tidak memiliki usaha dan 52% tidak memiliki jenis keterampilan tertentu.Simpulan. Gambaran ekonomi responden sudah baik. Banyak responden yang masih bekerja. Namun penghasilan yang diperoleh masih dibawah Upah Minimal Regional (UMR). Upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi lansia tidak didukung dengan kepemilikan usaha dan ketrampilan lansia. Sehingga responden hanya bergantung pada pekerjaan yang upahnya masih dibawah UMR.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETAHANAN KELUARGA DI KAMPUNG KB RW 18 KELURAHAN KADIPIRO KOTA SURAKARTA Mujahidatul Musfiroh; Sri Mulyani; Erindra Budi Cahyanto; Angesti Nugraheni; Ika Sumiyarsi
PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2019): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v7i2.32224

Abstract

Latar Belakang : Ketahanan keluarga sangat diperlukan oleh keluarga dalam upaya menghadapi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat. Ketahanan keluarga merupakan gambaran kemampuan keluarga dalam memenuhi segala kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor ketahanan keluarga di Kampung KB RW 18 Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta.Subjek dan Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Sampel dalam penelitian ini yaitu 86 responden yang didapat dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel ditentukan dengan mengambil keluarga yang tinggal di rumah dengan teknik acak berdasarkan lokasi tempat tinggal. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki ketahanan keluarga dengan kriteria baik. Data penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik tentang ketahanan keluarga. Dimensi ketahanan keluarga yang ada pada responden yaitu ketahanan legalitas dan keutuhan keluarga (100%), ketahanan fisik (80%), ketahanan ekonomi (90%), ketahanan sosial psikologi (100%), ketahanan sosial budaya (80%).Kesimpulan : Penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki ketahanan keluarga yang baik, meliputi ketahanan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologi, ketahanan sosial budaya.