Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENYULUHAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MEMBERIKAN TOILET TRAINING PADA ANAK Musfiroh, Mujahidatul; Wisudaningtyas, Beny Lukmanawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dukuh Mojosari, anak yang telah memasuki usia balita ada yang masih mempunyai kebiasaan mengompol. Hal ini menunjukkan terjadi kegagalan dalam toilet training selama masa balita. Masalah penelitian, bagaimanakah pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan  posttest group only design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia balita di RW 6 Dukuh Mojosari Desa Polokarto yang berjumlah 32 responden, menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training  sejumlah 11 responden (68,8%) dan sikap cukup baik sejumlah 5 responden (31,2%). Kelompok kontrol mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 3 responden (18,8%) dan mempunyai sikap cukup baik sejumlah 13 responden (81,2%). Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,005 (< 0,05). Simpulan penelitian, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam memberikan toilet training pada anak usia balita. In theMojosari village, children who have entered the toddler age still have bedwetting habit. This suggests the failure toilet training during toddler. Research problem was how the influence of education on mother attitudes in toilet training to toddler. Research purpose to determine the effect of education on maternal attitudes in toilet training to toddler. Research method quasi experimental by by posttest only design. Population study were mothers who have toddler in RW 6 Mojosari Village, Polokarto totaling 32 respondents, using total sampling. Data analyzed by Mann Whitney test. Results showed the treatment group had a good attitude to give toilet training as 11 respondents (68.8%) and attitude well enough as 5 respondents (31.2%). The control group had a good attitude to give toilet training as 3 respondents (18.8%) and had a pretty good attitude as 13 respondents (81.2%). The results showed the data analysis obtained using the Mann Whitney test p value=0.005 (<0.05). The conclusion, there was effect of education on by mother attitudes in toilet training to toddler.
PENYULUHAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MEMBERIKAN TOILET TRAINING PADA ANAK Musfiroh, Mujahidatul; Wisudaningtyas, Beny Lukmanawati
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2844

Abstract

Di dukuh Mojosari, anak yang telah memasuki usia balita ada yang masih mempunyai kebiasaan mengompol. Hal ini menunjukkan terjadi kegagalan dalam toilet training selama masa balita. Masalah penelitian, bagaimanakah pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia balita. Metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan  posttest group only design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia balita di RW 6 Dukuh Mojosari Desa Polokarto yang berjumlah 32 responden, menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training  sejumlah 11 responden (68,8%) dan sikap cukup baik sejumlah 5 responden (31,2%). Kelompok kontrol mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 3 responden (18,8%) dan mempunyai sikap cukup baik sejumlah 13 responden (81,2%). Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,005 (< 0,05). Simpulan penelitian, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam memberikan toilet training pada anak usia balita. In theMojosari village, children who have entered the toddler age still have bedwetting habit. This suggests the failure toilet training during toddler. Research problem was how the influence of education on mother attitudes in toilet training to toddler. Research purpose to determine the effect of education on maternal attitudes in toilet training to toddler. Research method quasi experimental by by posttest only design. Population study were mothers who have toddler in RW 6 Mojosari Village, Polokarto totaling 32 respondents, using total sampling. Data analyzed by Mann Whitney test. Results showed the treatment group had a good attitude to give toilet training as 11 respondents (68.8%) and attitude well enough as 5 respondents (31.2%). The control group had a good attitude to give toilet training as 3 respondents (18.8%) and had a pretty good attitude as 13 respondents (81.2%). The results showed the data analysis obtained using the Mann Whitney test p value=0.005 (<0.05). The conclusion, there was effect of education on by mother attitudes in toilet training to toddler.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Roobiati, Nur Fika; Sumiyarsi, Ika; Musfiroh, Mujahidatul
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ?d dengan ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p<0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
Pemantauan Status Gizi pada Anak dengan HIV AIDS Cahyanto, Erindra Budi; Mulyani, Sri; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Musfiroh-Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mujahidatul
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The number of people with HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodefficiency Syndrome) continues to increase every year in line with the increase in sexual behavior outside of marriage. People with HIV / AIDS also transmit the virus to their children. One of the problems in children with HIV / AIDS is malnutrition. The research objective was to determine the development of the nutritional status of children with HIV / AIDS. The subjects were all HIV / AIDS children in Yayasan Lentera Surakarta. Time series research design, measuring the variable nutritional status at several times using the parameters of body weight for age. Data collection was carried out in July-September 2019. Bath scale measuring instrument. The number of subjects was nineteen people with the incidental sampling technique. Inclusion criteria included: people with HIV / AIDS, living in a shelter, allowed by a caregiver, aged 0-12 years, not being treated in a hospital during the study. Exclusion criteria: death, not following complete weight monitoring. During the study, no subjects withdrew or were excluded from the study. The results showed that eight children had normal nutritional status and eleven children were not normal. Different test with chi square test obtained p = 0.78. There was no difference in nutritional status between the first and second measurements. Managers need to make other efforts so that the nutritional status of children in holding centers can improve.Key words: monitoring, nutritional status, children, HIV AIDS Abstrak: Jumlah penderita HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Aquired Immunodefficiency Syndrome) terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan terjadinya peningkatan perilaku seks di luar nikah. Orang dengan HIV/AIDS juga menularkan virus kepada anaknya. Salah satu masalah pada anak dengan HIV/ AIDS ini adalah status gizi kurang. Tujuan penelitian mengetahui perkembangan status gizi anak dengan HIV/AIDS. Subjek adalah seluruh anak HIV/AIDS di Yayasan Lentera Surakarta. Desain penelitian time series, mengukur  variabel status gizi di beberapa waktu dengan menggunakan parameter berat badan menurut umur. Pengambilan data dilakukan pada Juli-September 2019. Alat ukur timbangan bath scale. Jumlah subjek sembilan belas orang dengan teknik incidental sampling. Kriteria inklusi meliputi : penderita HIV/AIDS, tinggal di tempat penampungan, diijinkan oleh pengasuh, usia 0-12 tahun, tidak sedang mendapat perawatan di rumah sakit selama penelitian. Kriteria eksklusi  : meninggal, tidak mengikuti pemantauan berat badan secara lengkap. Selama penelitian tidak ada subjek yang mengundurkan diri maupun dikeluarkan dari penelitian. Hasil penelitian didapatkan delapan anak mempunyai status gizi normal dan sebelas anak tidak normal. Uji beda dengan uji chi square didapatkan p = 0,78. Tidak ada perbedaan status gizi antara pengukuran pertama dan ke dua. Pengelola perlu melakukan upaya lain agar status gizi anak dalam penampungan dapat meningkat.Kata kunci : Pemantauaan, status gizi, anak, HIV AIDS
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Nur Fika Roobiati; Ika Sumiyarsi; Mujahidatul Musfiroh
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ‘d dengan  0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
Ibu Hamil pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia : Pengetahuan, Kecemasan dan Motivasi Angesti Nugraheni; Sri Mulyani; Ika Sumiyarsi Sukamto; Mujahidatul Musfiroh; Niken Bayu Argaheni; Erindra Budi Cahyono; Soetrisno Soetrisno; Revi Gama Hatta Novika
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v11i1.1357

Abstract

COVID-19 pandemic threatens the entire population. However, there are special populations such as pregnant women who are predicted to be at higher risk and more susceptible to exposure to infectious diseases. Knowledge and understanding of Covid-19 is very important to be able to deal with the pandemic properly and minimize anxiety coming to health care facilities. Efforts to check pregnancy from every pregnant woman can be achieved if the individual has the motivation to achieve the desired pregnancy target. The purpose of this study was to find out the knowledge and anxiety about COVID-19 among pregnant women and how their motivation is to keep doing prenatal check-ups. This research is a correlational quantitative research with a cross sectional approach. Researchers collaborated with SEKOCI (Sekolah Komplementer Cinta Ibu) to provide online counseling to its members consisting of 69 pregnant women from various cities every 7 days for 1 month, then an evaluation was carried out with an online questionnaire how the knowledge gained, the anxiety that felt and motivated to monitor pregnancy for health workers during the COVID-19 pandemic. Testing the relationship of the three variables with multiple linear regression analysis. This study showed that the majority of respondents had good knowledge about COVID-19 (76%), experienced moderate levels of anxiety (69%), and had motivation to monitor pregnancy (93%). Based on the results of the analysis obtained there is a significant relationship between knowledge and motivation (p = 0.039). There is a significant relationship between anxiety and motivation (p=0.004). There is a relationship between knowledge and anxiety with motivation (p=0.004). Pregnant women in Indonesia have good knowledge about COVID-19, their knowledge can reduce anxiety levels and remain motivated to come to health workers to monitor pregnancy.Conclusion: Pregnant women in Indonesia have good knowledge about COVID-19, the knowledge they have that can reduce the number of victims and still have the motivation to come to health workers to do the condition..
The effect of exercise mat pilates on pain scale, anxiety, heart rate frequency in adolescent principle with primary dismenorhea in Surakarta Erindra Budi Cahyanto; Angesti Nugraheni; Ika Sumiyarsi Sukamto; Mujahidatul Musfiroh; Niken Bayu Argaheni
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2021.9(1).29-38

Abstract

Background: During menstruation, there is an imbalance in the hormone progesterone which causes pain or is often called dysmenorrhea. A general percentage of 50–60% of women manage dysmenorrhea using analgetic drugs. Pilates exercise is aimed at producing natural, correct, and efficient motion. It is a stretching and strengthening exercise in the core area, namely the area between the pelvic, abdomen, and back which has the aim of increasing muscle strength, flexibility, muscle endurance so that body stability can be maintained through body control, posture and breathing. Objectives: The purpose of this basic research is to strengthen the theory of the relationship between pilates exercise and dysmenorrhea symptoms. Methods: The research design was an experimental pre-test post-test control group. Subjects were 52 students who experienced primary dysmenorrhea, divided into two groups. The first group received pilates exercise twice a week for four weeks. The second group only received information support. The variables measured include pain, anxiety, pulse frequency. Results: The results showed that there were differences in pain and anxiety scale scores with a mean of 4.15 and 27.7  (p> 0.05). Conclusions: The conclusion obtained by Pilates can be alternative complementary care for adolescent girls who experience anxiety.
Pemantauan Status Gizi pada Anak dengan HIV AIDS Erindra Budi Cahyanto; Sri Mulyani; Ika Sumiyarsi Sukamto; Angesti Nugraheni; Mujahidatul Musfiroh-Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.422 KB)

Abstract

Abstract: The number of people with HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodefficiency Syndrome) continues to increase every year in line with the increase in sexual behavior outside of marriage. People with HIV / AIDS also transmit the virus to their children. One of the problems in children with HIV / AIDS is malnutrition. The research objective was to determine the development of the nutritional status of children with HIV / AIDS. The subjects were all HIV / AIDS children in Yayasan Lentera Surakarta. Time series research design, measuring the variable nutritional status at several times using the parameters of body weight for age. Data collection was carried out in July-September 2019. Bath scale measuring instrument. The number of subjects was nineteen people with the incidental sampling technique. Inclusion criteria included: people with HIV / AIDS, living in a shelter, allowed by a caregiver, aged 0-12 years, not being treated in a hospital during the study. Exclusion criteria: death, not following complete weight monitoring. During the study, no subjects withdrew or were excluded from the study. The results showed that eight children had normal nutritional status and eleven children were not normal. Different test with chi square test obtained p = 0.78. There was no difference in nutritional status between the first and second measurements. Managers need to make other efforts so that the nutritional status of children in holding centers can improve.Key words: monitoring, nutritional status, children, HIV AIDS Abstrak: Jumlah penderita HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Aquired Immunodefficiency Syndrome) terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan terjadinya peningkatan perilaku seks di luar nikah. Orang dengan HIV/AIDS juga menularkan virus kepada anaknya. Salah satu masalah pada anak dengan HIV/ AIDS ini adalah status gizi kurang. Tujuan penelitian mengetahui perkembangan status gizi anak dengan HIV/AIDS. Subjek adalah seluruh anak HIV/AIDS di Yayasan Lentera Surakarta. Desain penelitian time series, mengukur  variabel status gizi di beberapa waktu dengan menggunakan parameter berat badan menurut umur. Pengambilan data dilakukan pada Juli-September 2019. Alat ukur timbangan bath scale. Jumlah subjek sembilan belas orang dengan teknik incidental sampling. Kriteria inklusi meliputi : penderita HIV/AIDS, tinggal di tempat penampungan, diijinkan oleh pengasuh, usia 0-12 tahun, tidak sedang mendapat perawatan di rumah sakit selama penelitian. Kriteria eksklusi  : meninggal, tidak mengikuti pemantauan berat badan secara lengkap. Selama penelitian tidak ada subjek yang mengundurkan diri maupun dikeluarkan dari penelitian. Hasil penelitian didapatkan delapan anak mempunyai status gizi normal dan sebelas anak tidak normal. Uji beda dengan uji chi square didapatkan p = 0,78. Tidak ada perbedaan status gizi antara pengukuran pertama dan ke dua. Pengelola perlu melakukan upaya lain agar status gizi anak dalam penampungan dapat meningkat.Kata kunci : Pemantauaan, status gizi, anak, HIV AIDS
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) CAMPAK DENGAN KECEMASAN IBU PASCA IMUNISASI DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA Mujahidatul Musfiroh; Arind Vicha Pradina
Gaster Vol 11 No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.029 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan ibu tentang program imunisasi dan efek sampingnya sangat diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi, terlebih masih adanya 12 kasus campak yang terdapat pada wilayah kerja Puskesmas Sangkrah yang memerlukan kesadaran ibu untuk mengimunisasikan anaknya. Ibu harus tahu efek samping setelah pelaksanaan imunisasi campak yang dikenal dengan KIPI. Kebanyakan anak menderita demam setelah mendapat imunisasi campak dan seringkali ibu-ibu cemas dan khawatir. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi. Metode: Desain penelitian menggunakan jenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, berjumlah 67 responden. Hasil: Sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki pengetahuan diatas rata-rata sehingga tergolong baik, dan sebanyak 37 responden (55%) memiliki skor dibawah rata-rata sehingga tidak mengalami kecemasan, Analisa korelasi pearson menghasilkan nilai rho 0,4393 dengan p-value<a (0,000<0,05), dengan arah korelasi negatif. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi di Puskesmas Sangkrah Surakarta. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, KIPI campak, Kecemasan
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN TERHADAP PENGETAHUAN PEDAGANG DI PASAR GEDE CILACAP Fitri, Nur Aini; Sumardiyono, Sumardiyono; Musfiroh, Mujahidatul; Ismayenti, Lusi; Oktaviani, Della
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i2.34854

Abstract

Pasar merupakan tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Kabupaten Cilacap memiliki pasar tradisional terbesar yaitu Pasar Gede Cilacap. Pada tahun 2018, salah satu kios di Pasar Gede Cilacap pernah terbakar yang menghanguskan barang dagangan pemilik kios dan hampir menghanguskan kios lainnya. Kondisi antar kios saling berdekatan dengan housekeeping barang dagangan yang belum cukup rapi. Selain itu, banyak pedagang yang kurang menyadari adanya risiko arus pendek akibat terminal listrik bertumpuk serta kabel listrik yang terkelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi mengenai penanggulangan kebakaran berupa bahaya dan langkah pencegahan terhadap pengetahuan pedagang di Pasar Gede Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan repeated measurment. Populasi dalam penelitian yaitu pedagang di Pasar Gede Cilacap sejumlah 169 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, didapatkan kelompok eksperimen berjumlah 30 responden diberikan intervensi berupa video edukasi, sedangkan kelompok kontrol berjumlah 30 responden tanpa intervensi. Penelitian dilakukan secara daring melalui aplikasi WhatsApp selama 1 bulan. Pengambilan data menggunakan angket di google form berjumlah 20 butir pilihan ganda mengenai materi kebakaran. Uji statistika menggunakan Oneway ANOVA karena data terditribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai pre-test p=0,132; mid-test p=0,000 dan post-test p=0,000. Rata-rata nilai meningkat dari pre-test=4,9; mid-test=14,37 dan post-test=22,4. Pembelajaran menggunakan video edukasi dapat meningkatkan minat pedagang. Maka dari itu, pengetahuan yang baik dan benar mengarah pada kesadaran dan kesiapan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran terutama pada pedagang di pasar.