Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Efektifitas Kinerja Pemerintah Desa Sukorambi dalam Pelayanan Pembuatan Kartu Keluarga di Kabupaten Jember Oktavianti, Tania Dwi; Wicaksono, Itok
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v1i1.1934

Abstract

This research aims to analyze the effectiveness of the Sukorambi Village Government's performance in providing Family Card services in Jember Regency. This research uses a qualitative approach with a case study method. The object of the research is the service process for making Family Cards at the Sukorambi Village Government. Data was collected through observation, interviews with service personnel, and documentation studies. Data analysis was carried out using data reduction, data display and data verification techniques. The results of the research show that the Sukorambi Village Government has made various efforts to increase the effectiveness of the Family Card making service. Some of the steps taken include improving service quality, training for service personnel, and implementing information technology. However, there are several obstacles faced by the Village Government in improving the effectiveness of the performance of Family Card making services, such as limited human resources and limited technology. This research concludes that although there have been efforts made by the Sukorambi Village Government, further steps are still needed to improve the effectiveness of the performance of Family Card making services in order to provide more efficient and quality services to the community.
Implementasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Situbondo Mariani, Delina Rohmatillah; Wicaksono, Itok
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i2.112

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi program desa cinta statistik di Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan standarisasi pengelolaan data statistik, optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik, dan meningkatkan kesadaran perangkat desa serta masyarakat dalam kegiatan statistik. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo melakukan pembinaan terhadap tiga desa yang terpilih sebagai pilot projek untuk pelaksanaan kegiatan pembinaan statistik untuk meningkatkan literasi statistik pemerintah desa dalam rangka pembangunan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan metode pengumpulan data berupa wawancara kepada beberapa narasumber dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menggunakan teori proses dari Merille S. Grindle yang menunjukkan implementasi program desa cinta statistik di kabupaten situbondo saat ini masih belum optimal dan mengalami kendala dalam pelaksanaannya baik dalam waktu pelaksanaan yang terbatas dan berbenturan dengan kegiatan statistik lainnya, serta keterbatasan dana untuk kegiatan program, namum manfaat sudah dirasakan oleh salah satu desa dalam pembinaan yang pada saat ini dimana pengambilan keputusan dalam pembangunan desanya lebih baik dengan menggunakan data dan adanya agen statistik pada level desa. Proses implementasi dari kebijakan yang dibuat oleh BPS Kabupaten Situbondo dalam melakukan pembinaan untuk mencapai tujuan desa cinta statistik belum terimplementasikan dengan baik.
Inovasi Digital Berbasis Aplikasi Mall Desa dalam Sektor Pengembangan Desa Wisata Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember Qadiri, Fajri Salamil; Wicaksono, Itok
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menganalisis dampak dari inovasi digital berbasis aplikasi Malldesa dalam pengembangan desa wisata di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam sektor pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen sebagai sumber data utama. Responden penelitian meliputi pihak terkait dalam pembangunan desa wisata seperti pengelola Malldesa, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Malldesa telah memberikan dampak positif dalam pengembangan desa wisata di Desa Sidomulyo. Aplikasi ini membantu mempermudah transaksi dan promosi produk-produk lokal serta memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku usaha di desa. Dengan adanya Malldesa, masyarakat desa juga menjadi lebih terampil dalam penggunaan teknologi informasi dan memahami pentingnya branding dan pemasaran digital. Selain itu, inovasi digital ini juga berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan desa wisata meningkat, sehingga tercipta sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi digital berbasis aplikasi Malldesa memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Penggunaan teknologi informasi dalam sektor pariwisata dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memajukan potensi wisata yang dimiliki oleh daerah tersebut.
Kearifan Lokal Gapoktanhut Sabrang Mandiri dalam Menghadapi Konflik Sebagai Penerima Akses Kelola Perhutanan Sosial di Kawasan Hutan Desa Sabrang Ambulu Jember Yudistiro, Wahyu; Wicaksono, Itok
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i2.116

Abstract

Perhutanan sosial ialah program yang saat ini mejadi salah satu fokus utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Perhutanan sosial sendiri memiliki tujuan yaitu untuk mensejahterakan masyarakat sekitar hutan. Program ini adalah penjabaran dari “Nawacita” yang diusung oleh kabinet kerja presiden Jokowi yang memiliki tiga pilar dalam pelaksanaannya, yaitu lahan, kesempatan berusaha, dan sumberdaya manusia. Tujuan penelitian ini Menggambarkan tanggapan masyarakat tentang adanya Kelompok Perhutanan Sosial Gapoktanhut Sabrang Mandiri di Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan pada dasarnya pemenuhan minimum sebelum adanya progam dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan sangat berbeda jauh dengan sesudah adanya program dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan karena pemenuhan minimum saat ini sangat tercukupi. Disisi lain penolakan yang terjadi di Hutan Sabrang adalah petani merasa kurang aman dan takut kepada para oknum perhutani akan tetapi semenjak ada Kelompok Sosial Gapoktanhut dari program Kementerian dan Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak ada yang berani berkuasa di wilayah hutan sabrang.
Implementasi Satgas Keamanan Desa ( SKD ) dalam Kamtibmas di Desa Buwek Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Wahyudi, Fais; Wicaksono, Itok
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 3 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i3.126

Abstract

Tingkat keamanan di kabupaten Lumajang sangat rendah. Hal tersebut membuat para pemerintah membuat inovasi program. Yang nantinya bisa mengatasi permasalahan keamaan di kabupaten lumajang. Fokus dari penelitian ini adalah impelementasi program SKD dengan menggunakan pendekatan Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Penelitian ini membahas mengenai implementasi Satuan Tugas Keamanan Desa (SKD) dalam menjalankan fungsi Kamtibmas di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, yang mengacu pada tingkat keamanan yang cukup rawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana SKD berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tingkat desa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SKD dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Edward III dalam implementasi program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan anggota SKD, masyarakat, dan pihak terkait, serta melalui analisis dokumen terkait kegiatan SKD dan laporan Kamtibmas di desa tersebut. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai peran SKD dalam menjaga ketertiban dan keamanan, strategi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah desa dalam mensosialisasikan SKD kepada masyarakat serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga Kamtibmas di Desa Buwek Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak terkait dalam meningkatkan efektivitas implementasi SKD dan mengoptimalkan peran SKD dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan tertib.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TOA MASJID AL-IKHLAS (SE MENAG NO.5 TAHUN 2022) DI KEBONSARI KABUPATEN JEMBER Wardani, Ocvelya Gatining; Wicaksono, Itok; Angin, Ria
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i2.951

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar pembaca dapat memahami bagaimana Implementasi Kebijakan pengeras suara masjid sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No.5 Tahun 2022 di Kebonsari Kabupaten Jember. Didalam kebijakan yang telah dibuat oleh Menteri Agama Republik Indonesia terdapat fenoma yang terjadi di masyarakat, disini pembaca akan mengetahui tentang mekanisme bagaimana implementasi yang dibuat oleh pusat yaitu Kementrian Agama bisa terselenggara sampai ditingkatan desa, serta dapat mengetahui apa saja isi dari Kebijakan Pengeras Suara Masjid Surat Edaran No.5 Tahun 2022 Kementrian Agama Republik Indonesia.
Dana Desa dalam Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kaikimbinop , Basilius; Wicaksono, Itok
SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities Vol 1 No 2 (2024): SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities
Publisher : Empat Sembilan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63232/ssh.v1i2.22

Abstract

Sukosari Village, located in Sukowono Sub-district, Jember Regency, East Java Province, has an area of 531.888 hectares with the majority of the population working as farmers. Despite its great potential, the socioeconomic condition of the village community is still relatively low compared to the average of Jember Regency. This study aims to analyze the implementation of village funds in community empowerment efforts in Sukosari Village. The main focus lies on improving access to education and health services as an effort to improve the quality of life and human resources. The results show that the implementation of village funds in Sukosari village faces various challenges, including aspects of management, human resources and infrastructure. Good management of village funds is essential to ensure the effectiveness of programs designed for community welfare. In addition, the availability of qualified human resources and adequate infrastructure also determine the success of this program. To improve community welfare, several improvement measures are recommended, including: the creation of economic empowerment programs, increased access to education through scholarship programs, and improved health services through mobile health center programs and the expansion of health infrastructure. With these measures, it is hoped that Sukosari Village can achieve more equitable and sustainable welfare. The study concludes that despite the complex challenges, with effective management of village funds and improved human resources and infrastructure, Sukosari Village has great potential to improve its socioeconomic conditions. Proper implementation will pave the way for village progress, making Sukosari Village an example for other villages in optimizing village funds for community empowerment and sustainable development. Translated with DeepL.com (free version)
Efektifitas Kerjasama Penelitian Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Lumajang Agrasane, Naufal; Wicaksono, Itok
SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities Vol 1 No 3 (2024): SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities
Publisher : Empat Sembilan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63232/ssh.v1i3.33

Abstract

Regional development is a complex effort and requires synergy between various related parties, including local governments and cooperation partners. Cooperation partners in regional development planning have a very important role in achieving sustainable and effective development goals. In this context, the effectiveness of cooperation partners is the main key to ensuring that existing resources and potential can be utilized optimally. The importance of cooperation between local governments and cooperation partners lies not only in the financial aspect, but also involves the exchange of knowledge, technology, and experience. In this era of globalization, where development challenges are increasingly complex, the involvement of cooperation partners is a must to increase regional capacity and competitiveness. The effectiveness of cooperation partners is also very relevant to the participatory concept in regional development planning. By involving various parties, including the private sector, civil society, and academic institutions, development planning can be more holistic and able to respond to various needs and aspirations of the community. Research cooperation partners are institutions or individuals who work together in implementing research activities. This kind of collaboration can involve various sectors, including educational institutions, government, industry, and non-profit organizations. The research used Qualitative Data collection techniques Using Interviews, Observations and Documentation. The data sources in this study use primary and secondary data, namely the main data in this study that researchers obtained from the results of interviews and observations of the Lumajang district government. Then using secondary data, which is obtained from books, journals related to the research conducted by researchers
Dinamika Reintegrasi Sosial dalam Mendukung Kesejahteraan Purna Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Jember Ningtyas, Binaridha Kusuma; Wicaksono, Itok; Fauziyah, Fauziyah; Nur Rokhman, Lailiya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3395

Abstract

This study aims to explore the dynamics of social reintegration for former Indonesian migrant workers (PMI) who return to Jember Regency after working abroad. The approach used is a mixed method with an explanatory design, beginning with a survey to obtain a general overview, followed by in-depth interviews to further understand the challenges faced by former PMI in their social reintegration process. The analysis stage was conducted using data triangulation, comparing quantitative and qualitative findings to obtain valid results. The theory used in this study is the theory of social reintegration, which covers the social, economic, and institutional aspects needed to help former PMI readapt to the social structure in their home region. The results of the study show that the social reintegration of former migrant workers in Jember Regency faces structural obstacles, such as unequal economic access and weak institutional support. This has led to a cycle of repeated migration across generations. In addition, this study also found a community governance model implemented by Desbumi in the social reintegration process. Based on these findings, this study recommends the importance of strengthening more inclusive and comprehensive policies to achieve sustainable and comprehensive social reintegration for former migrant workers in Jember Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika reintegrasi sosial bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Kabupaten Jember setelah bekerja di luar negeri. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain explanatory, dimulai dengan survei untuk memperoleh gambaran umum, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk memahami lebih jauh tantangan yang dihadapi purna PMI dalam proses reintegrasi sosial. Tahap analisis dilakukan dengan triangulasi data, membandingkan temuan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan hasil yang valid. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori reintegrasi sosial, yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan institusional yang dibutuhkan untuk membantu purna PMI kembali beradaptasi ke dalam struktur sosial di daerah asal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reintegrasi sosial purna PMI di Kabupaten Jember mengalami hambatan struktural, seperti ketimpangan akses ekonomi dan lemahnya dukungan institusional. Hal ini menyebabkan terbentuknya siklus migrasi berulang lintas generasi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan model community governance yang diimplementasikan oleh Desbumi dalam proses reintegrasi sosial. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan kebijakan yang lebih inklusif dan komprehensif untuk mewujudkan reintegrasi sosial yang berkelanjutan dan menyeluruh bagi purna PMI di Kabupaten Jember.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI MERAH PUTIH UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA GENTENG KULON Oktavianto, Mh. Rafly; Wicaksono, Itok
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pemerintah Desa dalam memperkuat kelembagaan Koperasi Merah Putih sebagai salah satu upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keberadaan koperasi desa sebagai sarana pengembangan ekonomi lokal yang berlandaskan partisipasi masyarakat dalam konteks pelaksanaan otonomi desa. Dalam hal ini, pemerintah desa menempati posisi yang strategis sebagai aktor kunci dalam menjamin keberlanjutan koperasi melalui fungsi penginisiasian, fasilitasi, pembinaan, serta pengawasan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan informan yang terdiri atas aparatur pemerintah desa, pengurus koperasi, serta anggota masyarakat. Proses analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Genteng Kulon telah menjalankan peran yang aktif dalam penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih, antara lain melalui penataan struktur organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan norma dan aturan kelembagaan, pengembangan relasi antaraktor, serta pembangunan legitimasi sosial koperasi di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan peran tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat, baik dalam keanggotaan koperasi, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, maupun partisipasi dalam aktivitas usaha koperasi. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah kendala, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran koperasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kelembagaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar koperasi desa mampu berfungsi secara optimal sebagai pilar ekonomi kerakyatan.