Rickiy Akbaril Okta Firdaus
ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL KEPERAWATAN

Hubungan kadar gula darah dengan kebutuhan tidur pada pasien Diabetes Mellitus Rickiy Akbaril Okta Firdaus; Ucik Indrawati; Achmad Wahdi; Dewi Retno Puspitosari; Afif Hidayatul Arham
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i3.1039

Abstract

Tanda dan gejala khas yang dialami penderita Diabetes Mellitus, yaitu sering kencing pada malam hari (poliuria), selalu merasa haus (polidipsia), dan selalu merasa lapar (polifagia). Gejala banyak kencing ini terutama menonjol pada waktu malam hari, yaitu saat kadar gula dalam darah tinggi, hal ini tentu dapat mengganggu kuantitas dan kualitas tidur penderita Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan kuantitas dan kualitas tidur pada penderita diabetes mellitus. Desain penelitian yaitu analitik korelasional dengan pendekatan retrospective. Variabel penelitian ada dua yaitu kadar gula darah sebagai variabel independen dan kuantitas serta kualitas tidur sebagai variabel dependen. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien Diabetes Mellitus di Poli Interna RSI Sakinah Mojokerto sebanyak 37 pasien pada bulan Januari 2022. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 28 responden. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan diuji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan dari 16 responden yang kadar gula darahnya terkontrol memiliki kualitas tidur yang baik 9 responden, sedangkan kuantitas tidur responden memiliki kuantitas tidur lebih 8 responden dan kuantitas tidur normal 7 responden. Hasil uji spearman rho menunjukkan nilai p value kualitas tidur = 0,001dan p value kuantitas tidur = 0,009 maka H0 ditolak artinya ada hubungan antara kadar gula darah dengan kebutuhan tidur penderita Diabetes Mellitus. Peningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi kebutuhan tidur responden. Oleh karena itu kontrol gula darah dapat dilakukan dengan menjaga pola tidur dan gaya hidup lebih sehat.
Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Ngimbang Lamongan Afif Hidayatul Arham; Rickiy Akbaril Okta Firdaus; Leo Yosdimyati Romli; Dwi Prasetyaningati; Agus Prastiyo
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1185

Abstract

Peningkatan kinerja perawat merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisa hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di instalansi rawat Inap Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Ngimbang Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan metode penelitian Cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat yang ada di instalasi rawat inap Flamboyan RSUD Ngimbang Lamongan Sejumlah 19 responden menggunakan teknik Total sampling. Pengumpulan datanya menggunakan Kuesioner. Cara menganalisanya dengan menggunakan Uji Sperman Rank Test dengan tingkat signifikan ρ< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hassil uji statistik Uji Sperman Rank didapatkan nilai p<0,05 yaitu p=0,007 hasil dimana p<0,05 yaitu 0,007<0,05, sehingga H1 diterima H0 ditolak. Kesimpulan ini terdapat hubungan yang signifikan beban kerja dengan kinerja perawat di instalansi rawat Inap Flamboyan RSUD Ngimbang Lamongan Disarankan kepada institusi Rumah Sakit untuk memperhatikan dalam manajemen sehingga beban kerja perawat tidak semakin berat, agar pelayanan bisa optimal.
Bullying dengan Perilaku Self Injury pada Remaja Afika, Cahyani Revi; Yuswatiningsih, Endang; Arham, Afif Hidayatul; Firdaus, Rickiy Akbaril Okta
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Maret 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i1.1452

Abstract

Berbagai kekerasan dalam perundungan remaja berdampak panjang hingga masa dewasa. Korban perundungan akan lebih berisiko untuk melakukan perilaku self-injury sebagai upaya mengakhiri hidup. Faktor penyebab self-injury yaitu faktor keluarga, faktor pengaruh biokimia, faktor pengaruh psikologis dan faktor kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bullying dengan perilaku self-injury pada remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang bersekolah di SMAN 1 Padangan sebanyak 306 responden. Sample yang digunakan adalah 15% dari total populasi sejumlah 46 responden yang diambil menggunakan teknik stratified proportional random. Variabel independen Bullying dan variabel dependen Self-Injury diukur menggunakan kuisioner. Pengolahan data melalui editing, coding, scoring, tabulating dan analisis statistik menggunakan uji spearman rank dengan α <0,05. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel tabulasi silang hubungan bullying dengan self-injury pada remaja diketahui sebagian besar mengalami bullying dan self-injury tinggi sebanyak 23 responden (50%), dimana hasil uji spearman rank didapatkan nilai p= 0.000 < α = 0.05, artinya H1 diterima. Ada hubungan bullying dan perilaku self-injury pada remaja. Diharapkan peran guru baik guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling dapat memotivasi siswa/siswi agar lebih meningkatkan pemahaman tentang tanda-tanda bullying dan self-injury melalui edukasi, monitoring, konseling dan pelatihan psikologis.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Indrawati, Ucik; Firdaus, Rickiy Akbaril Okta; Suhariati, Hindyah Ike
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Maret 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i1.1454

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin yang disebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar gula darah dan memiliki peran dalam mengelola sistem saraf simpatis dan parasimpatis yang dapat menghambat proses glukogenesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan quasy experiment with two group pre-test post -test design. Sampel sebanyak 40 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi 20 responden dan kelompok kontrol 20 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Paired T-test. Hasil statistic dalam penelitian ini pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif yakni p = 0.002 dimana nilai tersebut kurang dari Alpha (< 0.05), yang berarti ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar glukosa darah. Kesimpulan relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci: relaksasi otot progresif, kadar glukosa darah, diabetes mellitus tipe 2
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus Usia 45-64 Tahun Muslim, Agus; Firdaus, Rickiy Akbaril Okta
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Maret 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i1.1462

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang saat ini masih memiliki prevalensi tinggi. Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat penyandang diabetes mellitus. Seringkali penderita diabetes merasa depresi dengan penyakit yang diderita, sehingga tindakan untuk menekan depresi dibutuhkan yaitu seperti dukungan dari anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada pasien diabetes melitus usia 45-64 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus usia 45-64 tahun di Desa Darungan Pare Kediri dengan sebanyak 127 pasien. Penelitian dimulai dari bulan mei sampai dengan bulan juni 2024 dengan jumlah sampel 42 pasien, dengan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah depresi. Pengumpulan data dengan cara kuesioner. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes mellitus dalam kriteria baik (61,9%) dan depresi pada pasien diabetes mellitus berada pada tingkat mild depression (42,9%). Hasil uji spearman rank’s menunjukkan nilai probabilitas 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (0,05) dengan correlation coefficient -0,629 yaitu dalam kriteria berhubungan kuat. Tanda negatif berarti jika variabel independen naik maka variabel dependen turun. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada pasien diabetes mellitus usia 45-64 tahun. Dukungan keluarga yang baik maka nantinya dapat menekan depresi pada pasien diabetes mellitus.