Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Problematika Pendekatan Hukum Pidana Dalam Kekerasan Seksualitas Di Lingkungan Pondok Pesantren Berdasarkan Pancasila hidayat, agung budi; Koswara, Indra Yudha
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 11, No 1 (2025): Vol 11, No 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5054

Abstract

Tindakan kekerasan seksualitas di lingkungan Pondok Pesantren selalu mendapat hambatan dalam proses penegakan hukum melalui jalur Sistem Hukum Pidana, sebagai pengajar yang membina dan mendidik anak didikannya menjadi penerus bangsa berkarakter yang memiliki kepribadian Pancasila, namun hal itu menjadi terbalik saat justru para pendidik bahkan pemilik pondok pesantren terbukti terlibat melakukan tindakan kekerasan seksualitas dengan dengan berbagi cara sehingga kejahatan tersebut terjadi. Sebagai Negara berlandaskan Pancasila dimana Pancasila sebagi sumber segala sumber hukum maka tentunya kepribadian warga negara Indonesia tercermin dalam perilakunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana konsep sistem Hukum yang berdasarkan hukum Pancasila dalam memberikan Perlindungan bagi anak terhadap Kekerasan seksualitas di lingkungan Pondok Pesantren dan Penegakan Hukum Pidana terhadap Kekerasan Seksualitas di lingkungn Pondok Pesantren. Hasil Penelitaian bahwa konsep hukum Pancasila Undang Undang Perlindungan Anak telah tercermin melalui kewajiban Pemerintah untuk menjamin pemenuhan Hak Anak.
Perlindungan Anak Dari Reviktimisasi Kekerasan Seksual Dalam Perspektif Viktimologi dan Undang Undang Sistem Peradilan Anak Napitupulu, Martahan; Koswara, Indra Yudha
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 11, No 1 (2025): Vol 11, No 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5148

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, praktik sistem peradilan pidana kerap kali kurang ramah anak, sehingga menimbulkan risiko reviktimisasi yang menghambat pemulihan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan hukum pidana berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta mengevaluasi adaptasi konsep Barnahus sebagai model perlindungan anak terpadu di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik analisis deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dasar hukum perlindungan anak sudah memadai, implementasinya masih menghadapi kendala teknis dan konseptual.
Problematika Pendekatan Hukum Pidana Terhadap Penyandang Disabilitas Dalam Pandangan Teori Keadilan Bermartabat Fatmawati, Dian; Koswara, Indra Yudha
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 11, No 1 (2025): Vol 11, No 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5056

Abstract

Perlakuan yang tidak sesuai dengan hak  penyandang Disabilitas masih terjadi dalam sistem Peradilan Pidana, hal  ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama yang ditinjau dari Teori Keadilan Bermartabat dalam Pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana agar memiliki hak yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana kaum disabilitas  berhadapan hukum dalam Sistem Peradilan Pidana dengan Perspektif Teori Keadilan Bermartabat dan Bagaimana Jaminan Negara terhadap hak - hak Penyandang Disabilitas Dalam Proses Sistem Peradilan Pidana Pidana di Indonesia. Hasil Penelitaian bahwa teori keadilan bermartabat memiliki relevansi yang tepat dengan memanusiakan manusia bagi kaum disabilitas  melalui terbitnya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak Penyandang Disabilitas dan negara melakukan ratifikasi atau pengesahan Konvensi tentang Hak - hak Penyandang Disabilitas sebagai wujud Tanggung jawab negara untuk mewujudkan perlindungan hukum yang sama dihadapan Sistem Peradilan Pidana.
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU PERDAGANGAN MANUSIA DALAM PUTUSAN NOMOR 1498/Pid.Sus/2015/PN.Mks Sampurna, Jafrhan Dharma; Koswara, Indra Yudha
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 8 No. 3 (2024): September-Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v8i3.9823

Abstract

Indonesian people are often involved in human trafficking, which endangers social security and endangers the country. This article discusses the regulation of human trafficking in Indonesia, specifically the Human Trafficking Law. The aim of this research is to determine the causes of human trafficking in accordance with applicable regulations and the application of sanctions in the legal system. This research method uses a normative juridical approach which looks at problems from the study of legal materials such as books or articles that discuss human trafficking as a reference for basic materials and secondary legal materials. The results of this research are that human trafficking is rampant in various countries, including Indonesia and developing countries, where this has become a concern of the world, especially the UN. Human trafficking is a criminal offense, especially as regulated in the Criminal Code. In Indonesian criminal law, it is regulated by Law Number 21 of 2007, the application of sanctions is punishable by imprisonment and fines. Human trafficking is an organized and systematic crime, where the people involved have personal or group interests in making a profit.
Tinjauan Kriminologi Terhadap Fenomena Filisida (Studi Kasus Pembunuhan Terhadap Anak Oleh Orangtua Tunawisma Di Bekasi) Mardlatillah, Marhamah Lulu; Koswara, Indra Yudha
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of filicide among the homeless is becoming increasingly alarming, as evidenced by a recent case of filicide in the Tambun Bekasi area, where the perpetrator not only killed their child but also exploited them by forcing them to beg. This study aims to analyze the causes and prevention efforts of filicide through a criminological approach, using a case study of child murder by homeless parents in Bekasi. The research method employed is a qualitative approach, involving literature review and descriptive case analysis. The research findings indicate that the filicide committed by homeless parents in Bekasi was influenced by factors such as poverty and economic pressure, where the perpetrator, being homeless, lacked a stable residence and income, thereby driving them to commit filicide. Prevention and mitigation efforts can be carried out through economic empowerment for vulnerable families such as the homeless, through the provision of social assistance, awareness campaigns and anti-violence campaigns against children, as well as skill-training programs for parents among the homeless, thereby helping them to secure income without exploiting their children through begging. Additionally, strict enforcement of the law and rehabilitation for perpetrators are also crucial components in addressing filicide cases. It is hoped that this will minimize filicide cases and protect communities from the negative impacts of economic pressure.
Criminal Law Reform: Restorative Justice and Child Protection in the 2023 Criminal Code (KUHP) Senjaya, Oci; Koswara, Indra Yudha
Ius Poenale Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/ip.v6i2.5063

Abstract

This study examines criminal law reform in relation to the application of restorative justice and child protection under the 2023 Criminal Code (KUHP). It addresses two research questions: (1) how the principle of restorative justice is applied in the 2023 KUHP in cases involving children, and (2) the extent to which the 2023 KUHP guarantees legal protection for children as victims and perpetrators of criminal acts. The research uses a normative doctrinal method with a literature study approach to relevant legislation and legal doctrines. The study identifies a gap in the implementation of restorative justice, which has not yet fully accommodated the need for comprehensive child protection. The findings indicate that the 2023 Criminal Code represents significant progress in integrating restorative justice as an alternative mechanism for resolving criminal cases; however, legal protection for children still requires stronger implementation mechanisms to align with the principles of children’s rights and the special protection mandated by national and international law.