Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sewagati

Produksi Serat Kasar dari Limbah Daun Nanas Melalui Ekstraksi Mekanik di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Niniek Fajar Puspita; Eva Oktavia Ningrum; Afan Hamzah; Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Daril Ridho Zuchrillah
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5357.513 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.80

Abstract

Desa Satak Kabupaten Kediri secara geografis terletak tidak jauh dari kawasan gunung Kelud. Karena letak desa Satak secara geografis berada disekitar kaki gunung kelud, maka daerah ini memiliki tanah pertanian yang potensial dan subur untuk pengembangan industri argo seperti tanaman pohon sengon, tanaman sayuran, buahbuahan seperti tanaman nanas. Tanaman nanas yang tumbuh di daerah kaki gunung kelud merupakan tanaman potensial bagi petani dari beberapa desa, karena tanaman nanas tersebut tumbuh dan berkembang tersebar luas di daerah kabupaten Kediri sampai perbatasan dengan kabupaten Kediri. Berdasarkan informasi dari petani setempat rata-rata 1 ha lahan ditanami pohon nanas antara 50 ribu sampai 70 ribu pohon dengan rata-rata jumlah daun setiap pohon antara 29-32 helai. Ketika masa panen tiba daun nanas sebagai limbah oleh petani hanya dibiarkan saja menumpuk disekitar lahan tanpa diolah, sehingga menjadi masalah bagi petani. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka limbah daun nanas dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sehingga diharapkan menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Target pengolahan limbah daun nanas pasca panen adalah produk serat serat kasar sebagai bahan baku produksi tekstil dan material komposit melalui proses ekstraksi mekanik.
Pengolahan Serat Nanas Menjadi Material Komposit di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Niniek Fajar Puspita; Eva Oktavia Ningrum; Afan Hamzah; Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Agung Subyakto
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.025 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.289

Abstract

Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terletak di kaki Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil buah nanas yang memiliki rumpun tanaman nanas yang cukup banyak dan dijadikan sebagai sumber penghasilan utama. Setelah buah dipanen, limbah pohon nanas hanya dibiarkan menumpuk di sekitar lahan tanpa diolah, sehingga menjadi masalah bagi petani pasca panen. Selain itu, karena limbah daun nanas tidak dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, masyarakat biasanya hanya membakar limbah daun nanas, sehingga dapat menimbulkan polusi udara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upaya nyata untuk mengolah limbah daun nanas menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Pada kegiatan abmas TTG berbasis produk ini, Tim abmas telah merancang dan membuat mesin degumming dan mesin cutting sebagai alat pengolahan limbah daun nanas. Alat degumming berfungsi untuk menghilangkan gum atau getah yang terkandung dalam serat kasar dan menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan alat cutting berfungsi untuk menghasilkan potongan serat halus dengan ukuran tertentu. Potongan serat halus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Pelaksanaan kegiatan abmas TTG ini melibatkan kegiatan KKN abmas mahasiswa dalam sosialisasi pengoperasian alat dan pemasaran produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak, Staf-staf KepalaKecamatan Puncu, dan Kepala Balitbangda Kabupaten Kediri. Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan penyerahan alat kepada masyarakat Desa Satak yang diwakili oleh perangkat Desa Satak dengan harapan dapat digunakan untuk mengatasi limbah daun nanas serta dapat mengembangkan dan memasarkan produk di masa depan.
Sosialisasi Pemanfaatan Desinfektan Sebagai Tindakan Preventif Infeksi Covid-19 di Lingkungan Tempat Tinggal Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Eva Oktavia Ningrum; Niniek Fajar Puspita; Daril Ridho Zuchrillah; Afan Hamzah; Lily Pudjiastuti; Warlinda Eka Triastuti
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.684 KB)

Abstract

COVID-19 adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus-2), dimana COVID-19 ini merupakan virus corona jenis baru. Virus corona merupakan virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) dengan pelindung lapisan lemak. Lapisan lemak tersebut dapat dirusak oleh desinfektan sehingga membuat virus corona cukup lemah, dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein yang lebih kuat. Dengan tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia, pemerintah dan warga negara Indonesia telah berupaya untuk menurunkan penyebaran dari virus ini, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bekerja dan bersekolah dari rumah masing-masing, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, di tempat umum maupun di kawasan tempat tinggal warga banyak yang memanfaatkan desinfektan sebagai tindakan preventif penyebaran virus ini. Akan tetapi, masih banyak warga yang belum paham akan kegunaan dan standar keselamatan dan kesehatan dalam penggunaan desinfektan ini. Instansi pendidikan khususnya universitas/institut merupakan elemen yang tak terpisahkan dari masyarakat, sehingga wajib memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat secara umum. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait dengan pemanfaatan desinfektan sebagai tindakan preventif penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat tinggal. Sosialisasi dilaksanakan di rumah masing-masing secara daring.
Pendampingan Sertifikasi Halal Program Self Declare pada UMKM Binaan Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya Daril Ridho Zuchrillah; Lily Pudjiastuti; Achmad Dwitama Karisma; Atria Pradityana; Aris Tjahyanto
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.540

Abstract

Koperasi merupakan salah satu pilar dari perekonomi Indonesia dimana tujuannya adalah mensejahterakan anggota-anggotanya. Fungsi koperasi di Indonesia beragam mulai dari sebagai tempat simpan pinjam hingga wadah pembinaan usaha mikro kecil dan menengah. Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya berdiri sejak 1975 merupakan koperasi Wanita yang memiliki binaan UMKM yang cukup banyak. Namun kesadaran yang dimiliki oleh UMKM binaan Kopwan SBW terkait sertifikasi halal cukup rendah. Hal tersebut terbukti di tenan pujasera di lingkungan kantor Kopwan SBW yang masih belum memiliki NIB hingga sertifikat halal. Sehingga tim abdimas dari ITS mendampingi UMKM binaan Kopwan SBW dengan 4 strategi yaitu menjadikan mahasiswa KKN untuk pendamping halal, melatih para UMKM dengan mengikuti pelatihan Kader Penggerak Halal untuk menjadi penyelia halal, pendampingan pengisian SJPH melalui program Self Declare yang merupakan program percepatan dan gratis oleh pemerintah, serta diakhiri dengan pemberian plakat binaan dari Pusat Kajian Halal ITS Surabaya. Hasil diskusi dengan pengurus Kopwan SBW telah diberikan 10 UMKM yang siap produknya bisa didampingi untuk disertifikasi halal. Kegiatan ini memenuhi dalam tujuan pengembangan keberlanjutan sesuai nomor 2 dan 3 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian bekerlanjutan dan memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.
Pendampingan Kader UMKM Dukuh Menanggal Surabaya Raih Sertifikasi Halal Zuchrillah, Daril Ridho; Altway, Saidah; Hamzah, Afan; Karisma, Achmad Dwitama; Atletiko, Faizal Johan; Trisanti, Prida Novarita; Tjahyanto, Aris; Tetrisyanda, Rizky; Nugroho, Muhammad Aldi; Triastuti, Warlinda Eka
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.993

Abstract

Masalah belum dimilikinya sertifikat halal dari produk yang dijual oleh UMKM saat ini menjadi hambatan untuk proses pemasaran produk yang lebih luas. Salah satunya UMKM kader PKK kelurahan Dukuh Menanggal yang berada di Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Kurangnya informasi akan proses sertifikasi halal sangatlah berdampak pada proses percepatan sertifikasi halal. Oleh sebab itu, guna mempercepat sertifikasi halal di UMKM kader PKK Kelurahan Dukuh Menanggal, tim pengabdian masyarakat beserta mahasiswa KKN dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember melakukan pendampingan mitra UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal atas produk yang mereka jual. Pada pengabdian ini beberapa kegiatan dilakukan, seperti Forum Group Discussion, sosialisasi, pelatihan kader penggerak halal, pendampingan UMKM untuk sertifikasi halal, dan pemetaan produk UMKM yang telah bersertifikat halal. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu tim abdimas beserta mahasiswa KKN telah mendampingi sebanyak 30 UMKM yang mengajukan sertifikasi halal dengan skema self declare. Kegiatan pendampingan ini diharapkan untuk dilanjutkan kepada para penjual makanan dan minuman di kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya.