Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI HYNOSIS LIMA JARI DAN NADHI SODANA DALAM MENURUNKAN NYERI DISMENOREA REMAJA DI DESA MEKARBUWANA Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Widiastini, Luh Putu; Surya Darma, I Gusti Gede Mayun
jitek Vol 12 No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v12i2.1819

Abstract

Dysmenorrhea is the most prevalent complaint among women during menstruation, and it might diminish productivity. Therapies to alleviate dysmenorrhea encompass breathing relaxation, yoga, aromatherapy, warm compresses, hypnosis, and acupressure. Hypnosis is a technique for engaging with an individual's subconscious mind during a state of relaxation. Hypnosis can stimulate the secretion of endorphin chemicals in the body. Nadhi Sodhana is a nasal breathing technique that enhances overall bodily strength, optimizes the respiratory system, eliminates toxins, facilitates oxygenation, and efficiently expels carbon dioxide. The purpose of this research is to determine the effectiveness of the combination of Five Finger Hypnosis and Nadhi Sodana in reducing the pain of adolescent dysmenorrhea in Mekarbuwana Village. This research used a pre-experimental research design, a one-group pretest-posttest design involving 40 teenage girls who experienced dysmenorrhea in Mekarbuwana Village with a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The research results revealed that 77.5% of the participants experienced moderate pain before receiving the intervention (mean: 4.725). Following the intervention, 66.5% reported experiencing mild pain (mean: 1.375). The bivariate test using Wilcoxon shows that the p-value is 0.000. There is a significant difference in dysmenorrhea pain in adolescents in Mekarbuwana village before and after being given a combination of five-finger hypnosis and Nadhi Sodana. The combination of five-finger hypnosis with Nadhi Sodhana can reduce dysmenorrhea pain in adolescents. This research is expected to serve as a reference for a simple method that adolescents can perform independently to reduce dysmenorrhea using five-finger hypnosis and Nadhi Sodhana.
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENOREA DI SMPN 1 BLAHBATUH Dewi, Ni Putu Novi Kartika; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Widiastini, Luh Putu
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v14i1.676

Abstract

Kasus dismenorea masih tinggi di dunia dan perempuan Indonesia menderita dismenorea sebanyak 86%. Penatalaksanaan dismenorea primer bervariatif, seperti penatalaksanaan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu jenis penanganan non-farmakologis dismenorea adalah akupresur titik SP6 (sanyinjiao). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap penurunan intensitas dismenorea di SMPN 1 Blahbatuh. Metode penelitian yang digunakan quasi exsperimental dengan pretest posttest one group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 72 kelas IX di SMPN 1 Blahbatuh. Kuisoner yang digunakan adalah alat pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon.Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian akupresur terhadap penurunan intensitas dismenorea di SMPN 1 Blahbatuh dengan p value 0,00 (p<0,05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat di rekomendasikan sebagai salah satu asuhan kebidanan pada remaja putri ketika mengalami dismenorea untuk membantu meringankan intensitas dismenorea.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Dewi, Putu Ayu Selfian; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47949

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu proses persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen dan uterus yang masih utuh dengan berat janin lebih dari 1.000 gram. Persalinan sectio caesarea memberikan dampak ketidaknyamanan karena nyeri pasca operasi yang akan berdampak pada resiko terjadi pembekuan darah serta masalah menyusui baik terhadap ibu maupun bayi, dan melewatkan waktu IMD. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologi salah satunya teknik relaksasi autogenik. Relaksasi autogenik adalah jenis psychophysiologikal psikoterapi berdasarkan sugesti yaitu relaksasi yang bersumber dari diri sendiri berupa kata kata atau kalimat pendek atau pikiran yang bisa membuat pikiran tentram.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperiment Design dengan pendekatan non-equivalent control group design. Teknik pengambilan data menggunakan nonprobability sampling dengan consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil uji mann whitney uji statistik yang dilakukan untuk membandingkan skala nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Ibu Post Sectio Caesarea dapat menerapkan Teknik Relaksasi Autogenik untuk  mengurangi Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada.
PENGARUH EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUANG BERSALIN RSD MANGUSADA Yuliawati, Made; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 8 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2025.8.2.86-98

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa fisiologis.Keadaan normal yang dialami selama persalinan yaitu persalinan akan dimulai saat ibu mulai merasakan mulas di perut secara teratur, durasi semakin lama dan rasa sakit meningkat. Nyeri persalinan dirasakan mulai Kala I yang bersifat visceral yang terasa pada permukaan perut sebelah bawah dan bervalidasi ke arah panggul dan lumbal bawah. Salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu bersalin adalah nyeri saat kontraksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Effleurage Massage. Effleurage Massage adalah bentuk teknik pijatan dengan menggunakan telapak tangan yang memberikan tekanan lembut pada bagian atas tubuh dengan mengerakan melingkar berulang kali.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Effleurage Massage Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan uji mann-whitney. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney didapatkan nilai p-value <0,05 maka Ha diterima artinya ada perbedaan Effleurage Massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil Uji statistic yang dilakukan pada kelompok kontrol dan intervensi didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh Effleurage Massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Diharapkan ibu bersalin dapat menerapkan Massage Effleurage untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
PENGARUH FOOT MASSAGE THERAPY TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA POST SECTIO CAESAREA DI RUANG MARGAPATI RSD MANGUSADA Astuti, Ni Ketut Sri; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 8 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2025.8.2.99-105

Abstract

Persalinan yaitu kondisi fisiologis normal dari persalinan ibu yang diawali melalui kontraksi uterus sehingga menghasilkan pengeluaran hasil konsepsi dari dalam rahim secara pervaginam atau operasi sectio caesarea. Secara fisik beberapa jam setelah tindakan operasi Sectio Caesaria, ibu merasakan nyeri pada luka bekas operasi di bagian abdomen. Upaya dalam mengurangi rasa nyeri yang dilakukan menggunakan tindakan nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk mesngatasi nyeri yaitu dengan foot massage therapy. Foot massage therapy dapat memberikan efek untuk mengurangi rasa nyeri karena pijatan yang diberikan menghasilkan stimulus yang lebih cepat sampai ke otak.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala yeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group pre Test – post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh post sectio caesarea yaitu 30 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling dimana Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yaitu 30 orang. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan ibu dapat menerapkan Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusada
Efektivitas Self Hypnosis Dan Musik Klasik Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Abrianthi, Ayu Kartika; Widiastini, Luh Putu; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v15i1.535

Abstract

There are high cases of pregnant women experiencing discomfort in the first trimester such as nausea and vomiting. Researchers are looking for non-pharmacological solutions to this problem, namely self-hypnosis and classical music therapy. The aim of this research is to determine the effectiveness of self-hypnosis and classical music on emesis gravidarum in trimester pregnant women. The research method used was Quasi Experimental with Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. The samples used in this study were pregnant women in the first trimester, 8 to 12 weeks of gestation who experienced nausea and vomiting with a frequency of <5 times, between 3-4 times in the morning and evening at Payangan General Hospital, a total of 44 respondents who were divided into two groups. control and treatment using accidental sampling technique. The treatment group was given a recording containing classical musical accompaniment accompanied by self-hypnosis which could be listened to on the respondent's cell phone using a headset. Done for 20 minutes twice a day in the morning and evening for 3 consecutive days. The results of this study showed a significant effect of providing self-hypnosis and classical music on the level of emesis gravidarum in first trimester pregnant women with a p value of 0.001 (p<0.05). It is hoped that the results of this research can provide education about the importance of providing self-hypnosis and classical music to pregnant women as an effort to improve services, especially in the management of emesis gravidarum
LEYDIG CELL COUNT IS INCREASES IN OLD WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS) BY ANTIOXIDANT ETHANOL EXTRACT OF MORINGA OLEIFERA (EEMO) Widiastini, Luh Putu; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.5807

Abstract

Oxidative stress is the result of an imbalance between antioxidant production and the production of reactive oxygen species (ROS). Leydig cells have a high content of PUFAs in their cell membrane, making it easy to bind ROS. Most natural antioxidants are found in plants, including Moringa. In this work, aged Wistar rats' Leydig cells will be used to test the antioxidant activity of an ethanol extract from the leaves of Moringa oleivera (Rattus norvegicus). The study involved the division of 36 elderly rats, who were between the ages of 18 and 19 months, into two groups. For thirty days, the control group received the same quantity of 0.5% CMC every day, whereas the treatment group received 50 mg/kgBW/0.5 mL of Moringa leaf ethanol extract daily. The rats were healthy and free of physical impairments. The Independent Samples T-Test is used to assess the data in order to find any variations between the treatment and control groups. The significant difference (p < 0.00) in Leydig cell counts between the extract-treated group and the control group suggests that the ethanol extract of Moringa leaves can have a major effect on the number of Leydig cells in Old Wistar rats (Rattus Norvegicus).
The Differences between Emotional Freedom Technique (EFT) and Self-Hypnosis on Anxiety among Menopausal Women Julia, A. A. Istri Diah Intan; Widiastini, Luh Putu; Sumawati, Ni Made Risna; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
JURNAL KEBIDANAN Vol. 15 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v15i2.12744

Abstract

The aging and menopausal process is considered to give a scary experience, especially in women, causing anxiety. This study aimed to identify the difference between Emotional Freedom Technique (EFT) and Self-Hypnosis into Anxiety level among Menopausal Women at the Klinik Pratama Osadha. This study employed the Quasy Experiment approach with a two-group pre-test-post-test design with a sample size of 40 people. The sample was then divided into two groups by 20 people each group and given the EFT and Self-Hypnosis as intervention. Both of the intervention was given once daily by 15 minutes and every day for the 7 days. The level of anxiety was assessed using the GAS (Geriatric Anxiety Scale) questionnaire and analyzed by the wilcoxon sign rank test and the mann whitney U test used to see the effect and test of the difference between the two groups. The results showed that there was a difference in anxiety levels before and after EFT intervention with a p-value of 0.000 < α 0.05 and before and after Self-Hypnosis intervention with a p-value of 0.001< α 0.05, and there was a significant difference between EFT and Self-Hypnosis interventions in reducing anxiety levels in menopausal women with a p-value of 0.000 < α 0.05, and the Z value was -3,549. This research is expected to be used as a reference source for education to develop evidence-based practice, especially regarding complementary therapies in an effort to reduce the level of anxiety in menopausal women.
Hubungan Penggunaan Pantyliner dengan Kejadian Keputihan pada Wanita Usia Subur Viralestari, Ida Ayu; Adhiestiani, Ni Made Egar; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2780

Abstract

Wanita Usia Subur (WUS) sering dihubungkan dengan masa reproduksi, pada masa ini wanita harus menjaga dan merawat personal hygiene agar terhindar dari berbagai gangguan reproduksi seperti kejadian keputihan (fluor albus). Salah satu faktor pencetus terjadinya keputihan atau fluor albus pada wanita yaitu perilaku yang bergantung dengan penggunaan pantyliner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di Klinik Pedungan Medika Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode analitis korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 159 orang dengan sampel penelitian berjumlah 50 orang menggunakan teknik accidental sampling. Uji chi square digunakan untuk melakukan uji bivariat antara variabel penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan.Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan bermakna antara penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan wanita usia subur di Klinik Pedungan Medika dengan nilai p = 0,012 < 0,05. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada penggunaan pantyliner > 4 jam lebih banyak menimbulkan keputihan patologis dibandingkan dengan yang menggunakan pantyliner ≤ 4 jam. Disarankan kepada wanita usia subur harus meningkatkan kesadarannya terkait pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi dan tidak lagi menganggap bahwa keputihan adalah hal yang biasa.
Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Ardi Lestari, Gusti Ayu Mega; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.754

Abstract

Produksi ASI sering kali terhambat dikarenakan beberapa faktor yaitu stres, gaya hidup yang tidak sehat, dan ketidak seimbanganan hormon. Salah satu cara non farmakologi untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan dilakukan pijat laktasi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest one group design. Penelitian ini menggunakan populasi ibu yang sedang menyusui berjumlah 50 orang serta sampel yang digunakan yaitu ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan dengan penentuan jumlah sampel memakai rumus slovin dengan hasil sebanyak 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara pada tanggal 13 Desember 2021 - 13 Januari 2022. Berdasarkan hasil uji analisis bivariat, didapatkan bahwa nilai p value yaitu 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpukan bahwa terdapat pengaruh pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan secara signifikan. Pijat laktasi bermanfaat untuk mengurangi nyeri, ketegangan, stres, kecemasan, serta meningkatkan produksi ASI. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan bagi ibu yang sedang menyusui agar melakukan pijat laktasi sehingga produksi ASI mengalami peningkatan.