Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Differences between Emotional Freedom Technique (EFT) and Self-Hypnosis on Anxiety among Menopausal Women Julia, A. A. Istri Diah Intan; Widiastini, Luh Putu; Sumawati, Ni Made Risna; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
JURNAL KEBIDANAN Vol. 15 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v15i2.12744

Abstract

The aging and menopausal process is considered to give a scary experience, especially in women, causing anxiety. This study aimed to identify the difference between Emotional Freedom Technique (EFT) and Self-Hypnosis into Anxiety level among Menopausal Women at the Klinik Pratama Osadha. This study employed the Quasy Experiment approach with a two-group pre-test-post-test design with a sample size of 40 people. The sample was then divided into two groups by 20 people each group and given the EFT and Self-Hypnosis as intervention. Both of the intervention was given once daily by 15 minutes and every day for the 7 days. The level of anxiety was assessed using the GAS (Geriatric Anxiety Scale) questionnaire and analyzed by the wilcoxon sign rank test and the mann whitney U test used to see the effect and test of the difference between the two groups. The results showed that there was a difference in anxiety levels before and after EFT intervention with a p-value of 0.000 < α 0.05 and before and after Self-Hypnosis intervention with a p-value of 0.001< α 0.05, and there was a significant difference between EFT and Self-Hypnosis interventions in reducing anxiety levels in menopausal women with a p-value of 0.000 < α 0.05, and the Z value was -3,549. This research is expected to be used as a reference source for education to develop evidence-based practice, especially regarding complementary therapies in an effort to reduce the level of anxiety in menopausal women.
Hubungan Penggunaan Pantyliner dengan Kejadian Keputihan pada Wanita Usia Subur Viralestari, Ida Ayu; Adhiestiani, Ni Made Egar; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2780

Abstract

Wanita Usia Subur (WUS) sering dihubungkan dengan masa reproduksi, pada masa ini wanita harus menjaga dan merawat personal hygiene agar terhindar dari berbagai gangguan reproduksi seperti kejadian keputihan (fluor albus). Salah satu faktor pencetus terjadinya keputihan atau fluor albus pada wanita yaitu perilaku yang bergantung dengan penggunaan pantyliner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di Klinik Pedungan Medika Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode analitis korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 159 orang dengan sampel penelitian berjumlah 50 orang menggunakan teknik accidental sampling. Uji chi square digunakan untuk melakukan uji bivariat antara variabel penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan.Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan bermakna antara penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan wanita usia subur di Klinik Pedungan Medika dengan nilai p = 0,012 < 0,05. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada penggunaan pantyliner > 4 jam lebih banyak menimbulkan keputihan patologis dibandingkan dengan yang menggunakan pantyliner ≤ 4 jam. Disarankan kepada wanita usia subur harus meningkatkan kesadarannya terkait pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi dan tidak lagi menganggap bahwa keputihan adalah hal yang biasa.
Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Ardi Lestari, Gusti Ayu Mega; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.754

Abstract

Produksi ASI sering kali terhambat dikarenakan beberapa faktor yaitu stres, gaya hidup yang tidak sehat, dan ketidak seimbanganan hormon. Salah satu cara non farmakologi untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan dilakukan pijat laktasi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest one group design. Penelitian ini menggunakan populasi ibu yang sedang menyusui berjumlah 50 orang serta sampel yang digunakan yaitu ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan dengan penentuan jumlah sampel memakai rumus slovin dengan hasil sebanyak 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara pada tanggal 13 Desember 2021 - 13 Januari 2022. Berdasarkan hasil uji analisis bivariat, didapatkan bahwa nilai p value yaitu 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpukan bahwa terdapat pengaruh pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan secara signifikan. Pijat laktasi bermanfaat untuk mengurangi nyeri, ketegangan, stres, kecemasan, serta meningkatkan produksi ASI. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan bagi ibu yang sedang menyusui agar melakukan pijat laktasi sehingga produksi ASI mengalami peningkatan.
LEYDIG CELL COUNT IS INCREASES IN OLD WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS) BY ANTIOXIDANT ETHANOL EXTRACT OF MORINGA OLEIFERA (EEMO) Widiastini, Luh Putu; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.5807

Abstract

Oxidative stress is the result of an imbalance between antioxidant production and the production of reactive oxygen species (ROS). Leydig cells have a high content of PUFAs in their cell membrane, making it easy to bind ROS. Most natural antioxidants are found in plants, including Moringa. In this work, aged Wistar rats' Leydig cells will be used to test the antioxidant activity of an ethanol extract from the leaves of Moringa oleivera (Rattus norvegicus). The study involved the division of 36 elderly rats, who were between the ages of 18 and 19 months, into two groups. For thirty days, the control group received the same quantity of 0.5% CMC every day, whereas the treatment group received 50 mg/kgBW/0.5 mL of Moringa leaf ethanol extract daily. The rats were healthy and free of physical impairments. The Independent Samples T-Test is used to assess the data in order to find any variations between the treatment and control groups. The significant difference (p < 0.00) in Leydig cell counts between the extract-treated group and the control group suggests that the ethanol extract of Moringa leaves can have a major effect on the number of Leydig cells in Old Wistar rats (Rattus Norvegicus).
PENGARUH METODE KANGGURU TERHADAP INTENSITAS NYERI POST IMUNISASI HB0 PADA BAYI BARU LAHIR Wahyuni, Desak Nyoman Ary; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Susila, I Made Dwie Pradnya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.47944

Abstract

Nyeri yang timbul akibat injeksi merupakan nyeri akut yang dirasakan anak sebagai pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan. Gejala nyeri pada bayi baru lahir (neonatus) tidak bisa mengungkapkan secara verbal, tetapi hanya ditunjukan oleh ekspresi menangis, dan gerakan tangan serta kaki. Efek tidak langsung berkaitan dengan status psikologis bayi dimana bayi merasa ketakutan dan ketidaknyamanan yang dimanifestasikan dengan tangisan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri secara nonfarmakologi perawatan dengan Metode Kangguru merupakan cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar yaitu kehangatan, air susu ibu, perlindungan dari infeksi, stimulasi, keselamatan dan kasih sayang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Kangguru Terhadap Intensitas Nyeri Post Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir Di Ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan desain Pre eksperiment intact-group comparison adalah perlakuan pendekatan pada suatu kelompok unit percobaan tertentu, kemudian diadakan pengukuran terhadap variabel dependen dan Teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel minimal yaitu sebanyak 40 responden. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil uji mann whitney didapatkan bahwa nilai signifikan berdasarkan uji Mann Whitney yaitu 0,000, karena nilai p < α (0,05), maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa ada Efektifitas Metode Kangguru Untuk Mengurangi Nyeri Penyuntikan Intra Muskular Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir pada kelompok intervensi dan kontrol. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan ibu nifas dapat menerapkan Metode Kangguru untuk  mengurangi Nyeri Post Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir.
PENGARUH SELF HEALING PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN Supawitri, Ni Made; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Widiastini, Luh Putu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.48067

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu dengan umur kehamilan 38 minggu sampai dengan 42 minggu. Persalinan merupakan perjalanan alamiah yang nantinya akan dihadapi oleh setiap ibu hamil yang akan bersalin. Kondisi psikologis juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lamanya kemajuan persalinan. Kondisi psikologis yang dimaksud yaitu persepsi ibu terhadap cemas dan rasa nyeri saat menjalani proses persalinan. Rasa nyeri saat bersalin akan memberikan respon fisiologis pada ibu yang menyebabkan berkurangnya kemampuan rahim dalam keadaan kontraksi dan hal tersebut berefek terhadap panjangnya waktu persalinan. Usaha yang dapat dilakukan untuk menurunkan rasa nyeri pada berlangsungnya proses persalinan yaitu Self-Healing. Self healing adalah salah satu metode yang lumayan mendapatkan perhatian karena banyak yang beranggapan bahwa self-healing bisa membantu ibu dalam mengendalikan amarah, emosi dan kecemasan saat berlangsungnya proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Self Healing Pada Ibu Bersalin kala I Fase Aktif Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan nilai nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh self healing terhadap nyeri persalinan di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Diharapkan Self Healing dapat dilakukan sebagai salah satu metode untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Tingkat Kecemasan pada Ibu Nifas Yustika, Made Dwiana Pradnya; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Saraswati, Putu Ayu Dina
ProHealth Journal Vol 22 No 2 (2025): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025222194

Abstract

The postpartum period is the most critical period in the life of mother and baby. Complaints that often arise in mothers with postpartum anxiety are feeling anxious, worried about her the condition and the baby, having sleep disorders, concentration disorders, feeling afraid of being alone. Postpartum maternal anxiety is measured using the DASS questionnaire sheet. Management that can be done to overcome this is by providing Lavender Aromatherapy. This research design is Pre-Experimental through One Group Pretest-Postest Design. The number of samples is 30 postpartum mothers with Non-Probability Sampling sampling technique, Purposive Sampling type. Data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the difference in anxiety levels before and after being given lavender aromatherapy. Description of postpartum maternal anxiety before being given lavender aromatherapy at Bhayangkara Hospital, namely from a total of 30 respondents, most of the respondents before being given Lavender aromatherapy experienced moderate anxiety, namely 28 respondents (93.3%). The average level of maternal anxiety was 11.37. After the intervention, most of the respondents, namely 23 people (76.7%), were in the mild anxiety category. The average level of anxiety after the intervention was 8.53. Based on the results of the Wilcoxon calculation, a p value of 0.000 <0.05 was obtained, meaning that there is an effect of Lavender Aromatherapy on the level of anxiety in postpartum mothers at Bhayangkara Hospital, Denpasar. Health workers, especially midwives, can begin to integrate aromatherapy into postnatal care practices as a safe, inexpensive, and easy-to-apply supporting intervention.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Tradisional Bali terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Ibu Kala I Fase Aktif Dewi, Ni Nyoman Julianita; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
ProHealth Journal Vol 22 No 2 (2025): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025222195

Abstract

Labor pain is a physiological process. Most women begin to feel pain during the latent phase of the first stage, and the intensity gradually increases as the process of delivering the fetus progresses. Labor pain in this study was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire. One method of managing this pain is distraction therapy through the use of traditional Balinese music. The intervention was conducted by providing 30 minutes of traditional Balinese music therapy to women in labor during the active phase of the first stage. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 women in labor during the active phase of the first stage, selected using non-probability purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the difference in pain intensity before and after the intervention. The description of pain before the intervention showed that 15 women (50.0%) experienced moderate pain, and 15 women (50.0%) experienced severe pain. After receiving the intervention, 17 women (56.7%) reported mild pain, and 13 women (43.3%) experienced moderate pain. Based on the Wilcoxon test, the p-value was 0.000 < 0.05, indicating that at a 95% confidence level, there was a significant difference in pain intensity before and after traditional Balinese music therapy. Therefore, traditional Balinese music therapy has a significant effect on reducing labor pain. It is recommended that midwives and healthcare providers begin to integrate non-pharmacological approaches in pain management during labor, including the use of traditional Balinese music therapy.
Pengaruh Terapi Musik terhadap Tingkat Nyeri Anak Usia Prasekolah Saat Dilakukan Pemasangan Infus Dewi, Kadek Mira; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
ProHealth Journal Vol 22 No 2 (2025): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025222198

Abstract

IV infusion is a medical procedure that can cause discomfort, including pain, particularly in children. Children's pain can be quantified using the Wong Baker Faces Rating Scale questionnaire. One treatment option for overcoming this is to provide music therapy during IV infusion. The research design was a pre-experimental with an intact-group comparison design. The sample size was 34 respondents, divided into 17 experimental groups and 17 control groups, and the sampling technique was non-probability sampling, namely purposive sampling. The amount of pain among children in the control group when the infusion was performed in the Cilinaya ward of Mangusada hospital was described as follows: all 17 respondents (100% reported moderate pain). The average pain level among children in the control group was 3.76. In the intervention group, all respondents reported minor pain. Children in the intervention group reported an average pain level of 1.71. The Mann-Whitney statistical test yielded a p-value of 0.000 <0.05, indicating that music therapy affected pain levels in preschool children when administered in the Cilinaya ward.