Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Curcuma Domestica Val. Dan Caesalpinia Sappan L. Di Desa Dadapan Lamongan Fita Fitriatul Wahidah; Lilik Erviani; Merinda Nur Indahsari; Rahmah Arfiyah Ula; Sitti Nur Ilmiah; Trisnani Alif
Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara
Publisher : STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/jmmn.v2i4.204

Abstract

The majority of people in Dadapan village earn their livelihood as farmers, so we can find many plants which have medicinal properties in their yards. However, the knowledge of the Dadapan Village community regarding the use of medicinal plants tends to be lacking. So, a new breakthrough alternative is needed to introduce TOGA to the people in Dadapan Village. Turmeric and secang wood are two of the many TOGA plants that can be used as family medicine. Most of PKK and ASMAN TOGA members are housewives so making ready-to-drink herbal medicine from TOGA plants grown by themselves can be a beneficial activity for the family, and improve the family economy. The results of the questionnaire that has been carried out show that this training is able to increase knowledge about the benefits and methods of making turmeric and secang herbal medicine ready to drink. The percentage before the training was carried out was 73.19%, while after the training it was 97.24, meaning there was an increase in participants' understanding about TOGA by 24.05%.
PENGGUNAAN SARI KACANG HIJAU DAN KEDELAI SEBAGAI MEDIA ALAMI PERTUMBUHAN Bacillus subtilis Lutfi Chomariyati Apriliyah; Sitti Nur Ilmiah
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sintetik merupakan jenis media yang dapat digunakan untuk perbanyakan mikroorganisme. Penggunaan media sintetik memiliki kendala yaitu harga bahan yang cukup mahal. Untuk mengurangi biaya penggunaannya, maka dapat mencari alternatif dengan menggunakan bahan dari alam. Kacang hijau dan kacang kedelai dapat digunakan sebagai media alternatif untuk menumbuhkan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah menghitung jumlah koloni Bacillus subtilis dalam media alami berupa sari kacang hijau dan kacang kedelai. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menumbuhkan Bacillus subtilis ke dalam media sari kacang hijau dan kacang kedelai selanjutnya untuk menghitung jumlah koloni yang tumbuh menggunakan metode lempeng total atau total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus subtilis mampu tumbuh dalam media sari kacang hijau dengan jumlah koloni 1.7×1010 CFU/mL sedangkan untuk sari kacang kedelai terdapat jumlah koloni sebesar 4.5×108 CFU/mL. Berdasarkan hasil koloni yang didapatkan dari kedua media alternatif tersebut menunjukkan bahwa Bacillus subtilis mampu ditumbuhkan dalam media sari kacang hijau dan kacang kedelai.
Analisis Kadar Asam Asetat dan Alkohol pada Ecoenzyme dari Bahan Kulit Jeruk, Mangga dan Pepaya Liswatun Khasanah, Nurul; Nur Ilmiah, Sitti; Fitriatul Wahidah, Fita
Jurnal Matematika dan Sains (JMS) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Matematika dan Sains (JMS)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55273/jms.v4i01.303

Abstract

Acetic Acid is an organic compound that is also widely applied in the health and industrial fields. Acetic acid has various functions, namely inhibiting weed growth and as a regulator of acidity in the food industry. Alcohol is a colorless and volatile liquid produced by fermentation which can be used as an antiseptic agent, wound cleanser and industry. Acetic acid and alcohol can be obtained from the fermentation process of fruit peel waste into an ecoenzyme solution. The aim of this study was to analyze the ratio of acetic acid levels and alcohol content in ecoenzymes from organic peels of oranges, mangoes and papayas. This type of research is descriptive quantitative. This research consisted of three stages, namely making ecoenzymes from orange peels (p1), mango (p2), and papaya (p3) (for 3 months). The levels of acetic acid and alcohol were determined using the acid-base titration method. The results of this study showed that the highest ecoenzyme acetic acid content was in the 3rd month of fermentation in orange peel samples on average of 3.7% and the lowest overall was 1% while the highest alcohol content was in orange peel samples on average of 0.78 % and the lowest overall is 0.18%
Optimalisasi Pemanfaatan Toga dalam Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat di Desa Klagensrampat Kabupaten Lamongan Fita Fitriatul Wahidah; Adam Pratama Septian; Sitti Nur Ilmiah; Rahmah Arfiyah Ula; Lilik Erviani; Merinda Nur Indahsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v4i1.673

Abstract

One of the Lamongan Regency government programs related to family medicinal plants (TOGA) is Asman Toga (Independent Care of Family Medicinal Plants). This program is one of the Lamongan Regency Government's efforts to reduce stunting rates. One of the villages that already has Asman Toga is Klagensrampat Village. The outreach aims to provide knowledge to the public, especially regarding the benefits of plants against types of diseases and how to treat Toga, as well as how to independently process Toga into ready-to-eat medicine (either in the form of drinks, rhizomes or powder). Service activities are carried out in the form of direct outreach to the Klagensrampat Village community. Before and after the socialization was carried out there were pre-tests and post-tests carried out by the participants. Evaluation activities carried out to assess public knowledge about the use of Family Medicinal Plants (TOGA) were carried out with written exams in the form of pre-tests and post-tests. The results of the analysis show that there has been an increase in public knowledge about the benefits of Toga for various minor illnesses.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI SERBUK GERGAJI DAN PUPUK PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT VARIETAS SERVO (Lycopersicon esculantum Mill.) Ilmiyah, Nurul; Ilmiah, Sitti Nur Nur; Rahma, Yustika Aulia
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2022): Bio-Sains Vol 2 No 2, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v2i1.2069

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sampah organik yang telah mengalami mineralisasi sehingga tersedia bagi tanaman. Tomat merupakan sayuran buah tergolong tanaman semusim berbentuk perdu termasuk dalam famili Solanacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi serbuk gergaji dan pupuk petroganik dan dosis yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan dengan 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan media yang digunakan, yaitu K1 = kontrol, P1= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 50 gr, pupuk petroganik 42 gr, P2= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 60 gr, pupuk petroganik 84 gr, p3= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 70 gr, pupuk petroganik 120 gr, P4= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 80 gr, pupuk petroganik 160 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media serbuk gergaji dan pupuk petroganik berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicon Esculentum Mill). perlakuan (P2) serbuk gergaji 60 gr dan pupuk petroganik 84 gr memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman (27,18 cm), dan jumlah daun (59,66 helai). Sedangkan perlakuan (P1) serbuk gergaji 50 gr dan pupuk petroganik 42 gr memberikan pengaruh terbaik pada jumlah buah (4,20 buah), dan bobot basah buah (2,788 gr). Kata Kunci: Kombinasi, Organik, Petroganik, Serbuk Gergaji, Tomat.
PENGARUH PEMBERIAN VARIASI PAPAIN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) DAN LAMA PEMERAMAN DALAM PEMBUATAN VCO (Virgin Coconut Oil) TERHADAP HASIL RENDEMEN Karimah, Ishlahul; Ilmiah, Sitti Nur; Rahma, Yustika Aulia
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2022): Bio-Sains Vol 2 No 2, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v2i1.2075

Abstract

Virgin Coconat Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan salah satu produk yang diperoleh dari santan buah kelapa yang sudah tua (masak) dan segar. Metode enzimatis digunakan untuk meningkatkan rendemen minyak yang terekstrak dari krim santan yang dapat dilakukan dengan menambahkan suatu enzim proteolitik yaitu enzim papain yang terdapat pada tanaman pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain kasar dari biji pepaya dan lama pemeraman terhadap rendemen dan kualitas VCO yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial karena terdapat dua faktor. Faktor pertama (F1)= variasi ekstrak biji pepaya dengan 3 konsentrasi dan faktor kedua (F2)= lama pemeraman dengan 3 waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini, didapatkan 3x3 kombinasi yaitu K1P1= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 15 jam, K1P2= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 20 jam, K1P3= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 25 jam, K2P1= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 15 jam, K2P2= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 20 jam, K2P3= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 25 jam, K3P1= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 15 jam, K3P2= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 20 jam, dan K3P3= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 25 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dan lama pemeraman berpengaruh terhadap rendemen dan VCO yang dihasilkan. Rendemen tertinggi (24,967%) diperoleh dengan penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi sebesar 20% dan lama pemeraman 25 jam (K3P3). Sedangkan rendemen terendah (11,467%) diperoleh dengan penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi 10% dan lama pemeraman 15 jam (K1P1). Sedangkan dari hasil uji organoleptik rata-rata panelis memberikan nilai yang tinggi terhadap kualitas warna, rasa, dan juga aroma dari VCO yang dihasilkan dari rendemen terbaik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu pemberian konsentrasi sebanyak 20% dan lama pemeraman 25 jam memberikan pengaruh terhadap rendemen dan kualitas VCO yang dihasilkan. Kata kunci : Enzim papain, Konsentrasi, Pemeraman, VCO
Keberadaan Mikroplastik dalam Garam: Kajian Literatur pada Beberapa Kasus di Indonesia Rahmah Arfiyah Ula; Fita Fitriatul Wahidah; Lilik Erviani; Merinda Nur Indahsari; Sitti Nur Ilmiah
Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 1 (2025): Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/polygon.v3i1.400

Abstract

Plastic waste is widely found in the environment. Degraded plastic waste eventually forms microplastics. Microplastic pollution has been widely found in various elements in the environment, such as in water, in the air, in organisms, and in salt. The study of microplastics in salt in Indonesia is still very limited, so a literature review was carried out on research carried out in the time period from 2020 to 2024. The parameters observed included abundance, shape, size, color and type of microplastics. The abundance obtained was between 46 particles/kg to 29 particles/g or assumed to be equivalent to 29,000 particles/kg in coarse salt. The abundance of microplastics in commercial salt was between 40 particles/kg to 306.67 particles/kg. The forms of microplastics found included fibers, films, fragments, filaments, and pellets. The microplastics found were black, transparent, red, blue, green, purple, brown, and white. Meanwhile, the size of the microplastics found was between 0.017 mm to 4.936 mm. Microplastic types were only found in one article, including polyvinyl chloride (PVC), polyurethane (PU), polyester, nylon, and polyethylene terephthalate glycol (PETG).
Study on the Presence of Microplastic in Silowo Ecotourism Waters, Tuban Regency, East Java Ula, Rahmah Arfiyah; Indahsari, Merinda Nur; Wahidah, Fita Fitriatul; Erviani, Lilik; Ilmiah, Sitti Nur; Ulya, Innarotul
RUMPHIUS Vol 7 No 1 (2025): RUMPHIUS Pattimura Biological Journal
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/rumphiusv7i1p019-024

Abstract

Silowo Ecotourism is one of the water-based recreational facilities that offers swimming and anthropogenic activities that have recently been operating. The existence of ecotourism Silowo stimulates economic activity for the surrounding residents. The high anthropogenic and recreational activity ecotourism Silowo initiated this study to determine the presence of microplastic pollutants in these waters including microplastics amounts, microplastics colors, and microplastics types. Sampling was carried out at four stations in the waters of ecotourism Silowo. The identification of microplastics begins with sample preparation, degradation of organic matter with 30% HNO3, density separation using NaCl, and observation under a microscope. The observation results showed that there were microplastics in the four observation stations. Microplastics found are fibers, pellets, fragments, and films. Based on the type, film is the most numerous microplastics in this study, 38 particles. The colors of microplastics found in this study are green, blue, yellow, red, black, brown, white, and transparent. Microplastics in waters can come from anthropogenic activities around the waters as well as tourist activities in the waters, such as swimming.
SOSIALISASI PENGGUNAAN TANAMAN REFUGIA SEBAGAI PENOLAK HAMA DI DESA BULUMARGI, KECAMATAN BABAT, KABUPATEN LAMONGAN Inayah Fitri; Trisnani Alif; Fita Fitriatul Wahidah; Yustika Aulia Rahma; Sitti Nur Ilmiah; Slamet Ifandi; Nur Habibatur Rohmah
TAAWUN Vol. 1 No. 01 (2021): TA'AWUN FEBRUARY 2021
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v1i01.183

Abstract

The problem faced by farmers in Bulumargi village, Babat district, Lamongan Regency is pest attack. Pest attack control carried out by farmers using synthetic pesticides. The use synthetic pesticides if carried out continuously gives impacts such as pest resistance, pest resurgence, death of onotarger animalincluding natural enemies, emergence of secondary pest explosions, pesticide residues in plant and environment. Synthetic pesticide residues found in agricultural products very dangerous if consumed for a long period of time, so a solution is needed that can reduce farmers' losses due to pests on crops. The purpose of this research is to eradicate pests using refugia plants. The research method used was socialization with several stages, counseling, discussions and aplications in rice fields. The result of this research is that the community has increased their knowledge and skills in the use of refugia plants. The conclusion of this research is the increasing public knowledge in utilizing refugia plants to reduce the use of synthetic pesticides and increase rice production in the long term.
Identification Identification Of Plankton In The Stomach Of Vaname Shrimp In Jabung Reservoir: Identification Of Plankton Erviani, Lilik; Sitti Nur Ilmiah; Fita Fitriatul Wahidah; Rahmah Arfiyah Ula; Merinda Nur Indahsari
Jurnal TAMBORA Vol 9 No 2 (2025): EDISI 25
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v9i2.6375

Abstract

Keanekaragaman dan kelimpahan plankton yang ada di lambung udang vaname dapat dijadikan parameter pakan yang dikonsumsi udang vaname serta kestabilan kondisi lingkungan. Keanekaragaman jenis plankton yang tinggi menunjukkan sejumlah besar individu dari setiap spesies, sehingga menunjukkan bahwa kualitas air lingkungan berada dalam kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan organisme hortikultura. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis plankton paa lambung udang vaname dan untuk mengetahui nilai kelimpahan, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi di Waduk Jabung  Laren Lamongan. Metode Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif  kuantitatif dan termasuk penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara mengamati dan mengidentifikasi plankton yang ada di lambung uang vaname dan dihitung dengan menggunakan rumus kelimpahan, keanekaragaman dan indeks dominannsi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa dari keseluruhan ditemukan 4 spesies fitoplankton yaitu  Oscillatoria sp, Spirulina sp, Chroococcus turgidus, Chlorella, dan ditemukan 1 spesies  yaitu keratela sp. Hasil perhitungan kelimpahan plankton berkisar antara 24,33-43,33 Ind/l, indeks keanekaragaman 0,15 - 0,77, dan indeks dominansi 0,48 - 0,94. Jadi, berdasarkan faktor fisika, faktor kimia, dan faktor biologi yang telah diteliti perairan Waduk Jajong tergolong kualitas air yang kurang baik.