Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Self-esteem in Fatherless Adolescent is reviewed by Parental Attachment and Peer Relationship Dwianti, Silvi; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.15505

Abstract

The family is the smallest social unit in society that includes a father, mother, and children who are characterized by living together. However, not all families live with fathers due to the loss of fathers (death), divorced parents, this is called fatherless. This study was conducted to determine the effect of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The population studied was fatherless adolescents aged 12-21 years who live in Karawang Regency. Therefore, the sampling technique used was non-probability sampling through snowball sampling technique, the number of respondents in this study were 193 respondents. The measuring instruments used were the IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment) scale, CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) and RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). The methods applied are normality test, linearity test, and multiple regression analysis. The results showed a significance value of 0.001 <0.05, which means that there is an influence of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The test results of the coefficient of determination with R Square 0.075. Therefore, the amount of influence of parental attachment and peer relationship together on self-esteem is 7,5%.Keluarga dianggap sebagai unit sosial terkecil dalam lingkungan masyarakat yang mencakup ayah, ibu, serta anak yang memiliki ciri khas seperti tinggal bersama. Namun, tidak semua keluarga tinggal bersama ayah yang disebabkan kehilangan ayah (meninggal), orang tua bercerai hal ini disebut dengan fatherless. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Populasi yang diteliti yaitu remaja fatherless yang berumur 12-21 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling melalui teknik sampel snowball sampling, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 193 responden. Alat ukur yang digunakan skala IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) dan RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). Metode yang diterapkan yaitu uji normalitas, uji linearitas, serta analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yaitu 0,001 < 0,05 yang berarti ada pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dengan R Square 0,075. Oleh karena itu, besaran pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship secara bersama-sama terhadap self-esteem yaitu sebesar 7,5%.
Sebuah Pemikiran Bunuh Diri pada Mahasiswa: Dapatkah Harga Diri dan Dukungan Sosial Memprediksi? Sutarya, Karyum; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri mahasiswa di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif, dengan desain penelitian kausalitas. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang berdomisili di Karawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 395 responden. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala psikologi yaitu skala harga diri menggunakan skala Rosenberg Self Esteem Scale (RSES), skala dukungan sosial menggunakan skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), skala ide bunuh diri menggunakan skala Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis regresi linear berganda serta uji tambahan yaitu uji koefisien determinasi dan uji kategorisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat pengaruh antara harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri, dengan nilai signifikansi sebesar 0.00. Diketahui harga diri berpengaruh terhadap ide bunuh diri dengan nilai signifikansi 0.00, dan pada variabel dukungan sosial diperoleh nilai signifikansi 0.00, yang menunjukan bahwa ada pengaruh dukungan sosial terhadap ide bunuh diri. Hasil uji koefisien determinasi menunjukan bahwa harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri memiliki pengaruh sebesar 70%.
The Influence of Alexithymia on the Tendency of Social Media Addiction in Early Adults in Karawang Suciaty, Alifiany Indah; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 9 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i9.1779

Abstract

The internet offers numerous features that simplify activities like communication, information retrieval, and transactions, making social media increasingly accessible. In Indonesia, individuals in their productive years, particularly early adulthood, dominate internet usage. This phase is characterized by repetitive behaviors, which can escalate the intensity of social media use and potentially lead to addiction. One factor influencing this tendency is alexithymia. This study aims to explore the impact of alexithymia on social media addiction tendencies among early adults in Karawang. Employing a quantitative causality design, the research utilized non-probability sampling, specifically snowball sampling, to gather data from 385 respondents aged 20-30 years residing in Karawang. The Toronto Alexithymia Scale (TAS) was used to measure alexithymia, while the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) assessed social media addiction tendencies. Reliability was tested using Cronbach's Alpha, with a threshold of > 0.08, while normality was evaluated through the Kolmogorov-Smirnov test at a 5% significance level. Linearity was assessed using an ANOVA test, yielding a significance of 0.468 > 0.05. The results of the simple linear regression test showed a significance value of 0.000 < 0.05, confirming the hypothesis that alexithymia significantly influences social media addiction tendencies in early adulthood in Karawang. The determination test results indicated that alexithymia accounts for 54.2% of the variance in social media addiction tendencies (R-Square = 0.542), with the remaining 45.8% attributed to other variables not examined in this study.
Body Dissatisfaction Sebagai Prediktor Kecenderungan Kecemasan Sosial: Studi Kuantitatif pada Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial di Kabupaten Karawang Riza, Wina Lova; Maulidia, Ananda Saadatul; Dini, Nur Lamya Arya
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2561

Abstract

Body dissatisfaction telah menjadi isu penting pada kalangan remaja perempuan, terutama di era media sosial yang telah menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Di antara dampak tekanan terhadap kesehatan mental, salah satunya adalah munculnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body dissatisfaction terhadap kecendererungan kecemasan sosial pada remaja perempuan pengguna media di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sebanyak 391 perempuan berusia 12 hingga 22 tahun dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Body Shape Questionnaire (BSQ-34) dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Hasil analisis regresi linier menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara body dissatisfaction dan kecemasan sosial, dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R2 sebesar 0,883 (88,3%). Mayoritas responden melaporkan tingkat body dissatisfaction yang tinggi (71,6%) dan kecemasan sosial yang tinggi (77,2%). Selain itu, ditemukan bahwa durasi penggunaan media sosial memiliki perbedaan signifikan terhadap tingkat kecemasan sosial, di mana penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kecemasan sosial. Namun, tidak ada perbedaan signifikan dalam kecemasan sosial berdasarkan tingkat pendidikan. Keterbaruan penelitian ini terletak pada fokus yang diarahkan secara spesifik pada remaja perempuan pengguna media sosial di Kabupaten Karawang, sebuah populasi yang jarang diteliti dalam konteks hubungan antara body dissatisfaction dan kecemasan sosial.
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN PERILAKU BULLYING DI SMP NEGERI 6 KARAWANG Andriani, Eka Lala; Simatupang, Marhisar; Riza, Wina Lova
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1912

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah adanya tindakan bullying yang terjadi padaSMPN 6 Karawang. Perilaku bullying yang berdampak pada penyimpangan disebabkan olehadanya konformitas teman sebaya. peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untukmengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswaSMPN 6 Karawang barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, mengukur dengan caramenyebar kuesioner. Subjek penelitian ini berjumlah 188 responden. Pada penelitian inimenggunakan variabel terikat konformitas teman sebaya, dan variabel bebas yaitu perilakubullying. pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Teknikcluster random sampling digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atausumber data sangat luas. Uji hipotesis diperoleh signifikansi menunjukkan bahwa tingkat errorberada dibawah 0.01 yang artinya hasil penelitian ini akurat sampai dengan 99% dan koefisiendeterminan sebesar 0,289 mengandung arti bahwa variabel konformitas mempengaruhi variabelbullying sebesar 28.9%. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antaravariabel konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying.
PENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI DI KABUPATEN TANGERANGPENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI DI KABUPATEN TANGERANGPENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAM Nurlaila, Ega; Riza, Wina Lova; Rahman, Puspa Rahayu Utami
Psikologi Prima Vol. 4 No. 2 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i2.2251

Abstract

Pernikahan merupakan suatu akad atau perjanjian yang mengikat seorang laki-laki dengan perempuan secara halal. Dalam pernikahan, konflik dan permasalahan merupakan hal yang tidak bisa dihindari sehingga dibutuhkan sebuah strategi yang tepat untuk mengatasinya seperti forgiveness atau memaafkan. Forgiveness merupakan tindakan pemberian maaf pada orang lain yang sudah menyakiti dirinya demi memperbaiki hubungan. Kelekatan dewasa atau adult attachment adalah salah satu bentuk kelekatan yang menjadi faktor pemberian maaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh adult attachment terhadap forgiveness pada pasangan suami istri di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menekankan analisis pada data-data kuantitatif. Subyek penelitian yang digunakan yakni 100 pasangan suami istri di Kabupaten Tangerang. Data diambil menggunakan skala adult attachment (Hofstra, J., van Oudenhoven, J. P., & Buunk, B. P, 2005) dan skala forgiveness (Gracia & Heng, 2020) dengan teknik nonprobability sampling melalui quota sampling. Dari hasil uji regresi linier sederhana, didapat hasil sig 0,000 < 0,05 sehingga bisa disebut bahwa hipotesis pada penelitian yakni Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh adult attachment terhadap forgiveness pada pasangan suami-istri di Kabupaten Tangerang.