Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Uji pH Organoleptik Yoghurt Susu Sapi dengan Penambahan Biji Chia Syarif Hidayat; Adyatama, Aqil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan biji chia (Salvia hispanica L.) terhadap nilai pH dan karakteristik organoleptik yoghurt berbasis susu sapi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh potensi biji chia sebagai bahan fungsional yang kaya akan omega-3, protein nabati, serat pangan, serta kemampuannya membentuk tekstur gel yang dapat memengaruhi mutu fisik dan sensori produk fermentasi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan konsentrasi biji chia: 0% (kontrol), 1%, 2%, dan 3% dari volume yoghurt, masing-masing dengan empat ulangan untuk pengujian pH, serta melibatkan 20 panelis untuk uji organoleptik. Parameter yang diamati meliputi nilai pH, warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk data pH, serta uji Kruskal-Wallis untuk data organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji chia secara signifikan memengaruhi pH yoghurt (p < 0,05), dengan nilai pH terendah diperoleh pada perlakuan 3% chia. Selain itu, perlakuan 1% dan 2% chia memberikan skor organoleptik tertinggi, terutama pada aspek rasa, tekstur, dan kesukaan panelis, sementara perlakuan 3% menunjukkan penurunan preferensi akibat konsistensi terlalu kental dan rasa chia yang dominan. Dengan demikian, penambahan biji chia pada konsentrasi 1–2% direkomendasikan sebagai formulasi optimal untuk menghasilkan yoghurt yang stabil secara mikrobiologis dan disukai konsumen.
Pemanfaatan Tanah Liat Campur Jahe Sebagai Zat Aditif Aroma-Enhancer pada Telur Asin: Utilization of Clay Mixed with Ginger as an Aroma-Enhancer Additive in Salted Eggs Ikhsan, Febrian Nur; Adyatama, Aqil; Nandhirabrata, Raditya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi jahe (0%, 50%, 75%, 100%) terhadap karakteristik sensori telur asin menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa parameter aroma dan rasa mengalami perubahan signifikan (p<0,001), sedangkan warna dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Skor aroma tertinggi dicapai pada perlakuan 100% jahe (4,07), diikuti 75% jahe (3,95), menunjukkan efek optimal senyawa aktif zingiberene dan gingerol dalam menekan bau amis. Untuk parameter rasa, konsentrasi 75% jahe menghasilkan skor tertinggi (3,43), membentuk profil rasa gurih-seimbang, sementara konsentrasi 100% justru menurunkan penerimaan akibat dominansi rasa jahe yang berlebihan. Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme kerja jahe melalui: (1) inhibisi oksidasi lipid, (2) pengikatan senyawa volatil sulfur, dan (3) modifikasi mikroflora permukaan. Stabilitas warna (E<3,5) dan tekstur (kadar air 53±2%) pada semua perlakuan menunjukkan keterbatasan pengaruh jahe terhadap parameter fisikokimia tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi optimal jahe untuk telur asin berada pada rentang 75-80%, yang mampu meningkatkan kualitas sensori tanpa mengubah karakteristik fisik produk. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi industri dalam pengembangan produk telur asin berbasis jahe dengan kualitas sensori yang unggul.