Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Extraction of Anthocyanins from Dragon Fruit Peel Using Solvent Extraction Method Mohammad Fathur Rohman Y.; Shariska Putri Devina; Boy Arief Fachri; Istiqomah Rahmawati; Zuhriah Mumtazah
JOBC Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Biobased Chemicals
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dragon fruit skin contains 26.4587 mg/L anthocyanins. Anthocyanins have benefits such as natural coloring agents in the food sector and are used as an alternative to synthetic dyes which are of course also safer for health. The purpose of this study was to determine the effect of extraction variables (time, solvent concentration, and particle size) on the anthocyanin content of dragon fruit skin from the extraction results with the Solvent Extraction method. The definition of Solvent Extraction is the separation of materials from a solid or liquid with the help of a solvent. The extraction process starts from the agglomeration of the extract with the solvent then contact occurs between the material and the solvent so that on the flat plane of the interface of the extraction material and the solvent there is mass deposition by diffusion. The extraction process starts with 25 grams of dragon fruit peel powder with a variety of particle sizes (30, 60, and 80 mesh) then put into an Erlenmeyer tube. Then, the citric acid solution with various concentrations (0.1 M; 0.2 M; and 0.3 M) was added as much as 250 ml. After that, the Erlenmeyer was placed on a stirrer to stir for (90, 120, and 150 minutes). After that, the extraction results were filtered using filter paper to produce a filtrate. Then the filtrate was precipitated to obtain anthocyanin extract. After that, it was analyzed using the spectrophotometric method to calculate anthocyanin content. In this study, the best results were obtained at 11.439 mg/L in conditions without repetition. The optimum conditions of extraction were obtained at a particle size of 60 mesh, a time of 150 minutes, and a solvent concentration of 0.5 M citric acid.
Evaluation of the Effectiveness of Biofilter Columns with Mixed Media for Tofu Liquid Waste Treatment Tazkia Maulida Putri; Zahwa Annaya; Mutiara Dewi Rukmana; Silvia Devi Eka Putri; Istiqomah Rahmawati
JOBC Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Biobased Chemicals
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's increasing number of tofu industries has led to a rise in waste volume from this sector, requiring exceptional management. Tofu wastewater, a byproduct of tofu production that is no longer utilized, contains a high concentration of organic matter and can adversely affect water supplies if discharged untreated. This study aims to investigate an efficient filtration technique using filtration media for processing tofu wastewater. The biofilter column used in this study was made from a Le Minerale gallon and comprised layers of zeolite, bio balls, bearings, and activated charcoal to filter and purify the water from organic substances. The results showed that while filtration effectively reduced Total Dissolved Solids (TDS) from 995 ppm to 129 ppm after the fourth filtration, it was ineffective in neutralizing the pH of the tofu wastewater, which remained at pH 4 before and after filtration. This indicates that the wastewater remains acidic and cannot be directly discharged into the environment. Additionally, conductivity and salt levels increased after multiple filtrations, possibly due to ion release from the filter materials or saturation effects. This study reveals that the column configuration and filtration materials used were ineffective in removing acidic components from tofu wastewater. Therefore, design adjustments and filtration media selection are needed to achieve better results in treating tofu wastewater.
METODOLOGI KEILMUAN ISLAM DALAM AL-QUR’AN Istiqomah Rahmawati; Safinatin Najjah; Rima Arianti
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 Juni (2020): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v2i1.32

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian literer yang menjadikan pemikiran sebagai obyek kajiannya. Al-Quran telah menawarkan beberapa metodologi keilmuan. Namun demikian, ada permasalahan atau persoalan yang harus di jawab dan diselesaikan. Juga berkaitan dengan tinjauan ilmuwan yang kita pakai maka pertanyaan yang kami ajukan tidak terlepas dari apa dan bagaimana., yaitu mengenai metodologi keilmuan apakah yang ditawarkan al-Qur’an? Dan bagaimana dapat dibuktikan validitasnya? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metodologi keilmuan yang ditawarkan dalam al-Qur’an adalah metode observasi (bayani) yang merupakan manivestasi dari makna term al-nazhr dan al-fikr, metode demonstratif (burhani) yang merupakan manivestasi dari makna term al-aql dan metode intuitif (‘irfani) yang merupakan manivestasi dari makna term al-qalb. Bahwa metodologi keilmuan yang ditawarkan oleh al-Qur’an dapat diuji validitasnya dalam mengetahui kebenaran sesuai dengan objeknya, melalui aplikasi sesuai dengan kebutuhannya. Bahwa metodologi keilmuan yang ditawarkan oleh al-Qur’an -yang menggunakan indera dan akal- itu bila tidak digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah yang berlaku bisa menyebabkan kesalahan, kecuali metode ‘irfani. Meski metode yang modusnya disebut ilmu hudhuri ini masih dalam perbedaan dalam memperolehnya, sebagian ulama mengatakan dengan proses dan sebagian lain tanpa proses.
PERAN AKTIF PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Widiyanto; Istiqomah Rahmawati; Abdurrahman Auf
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 Desember (2020): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v2i2.41

Abstract

. Latar belakang penulisan ini adalah kegelisahan penulis akan pemeran dalam dunia pendidikan. Sebenarnya siapakan tokoh utama yang berperan dalan dunia pendidikan, sehingga pendidikan itu akan memiliki dampak yang kuat untuk membentuk karakter generasi bangsanya. Selama ini pendidik dianggap pemain tunggal yang berperan sebagai subjek yang mentransfer ilmu kepada peserta didik (objeknya). Sehingga apabila sebuah proses pendidikan tidak melahirkan output yang bagus karakternya, atau dengan kata lain tidak berkualitas, maka satu-satunya yang menjadi sasaran untuk disalahkan adalah “pendidik”. Jadi gagalnya pendidikan karakter adalah simbol kegagalan seorang pendidik dalam mendidik peserta didiknya. Hal ini sangat ironi, karena pada dasarnya penentu keberhasilan sebuah proses pendidikan itu tidak hanya ditentukan oleh faktor seorang pendidik saja, melainkan ada faktor yang lain seperti faktor peserta didik dan juga birokrasi yang menaunginya.
MEMPERSIAPKAN GENERASI KHALIFAH ( TINJAUAN TERHADAP KEKHALIFAHAN ADAM AS DALAM SURAT AL BAQOROH AYAT 30-37) Istiqomah Rahmawati; Moh. Ariz Iqramullah; Zulkarnain
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 Juni (2021): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v3i1.56

Abstract

Kholifah adalah kedudukan mulia, pangkat yang bermarwah, dan sebutan bagi seorang pemimpin yang bermartabat. Sebuah institusi dari yang kecil sampai yang besar tentulah membutuhkan pemimpin karena dialah motor penggerak atas sesuatu yang dipimpinnya. Dalam tubuh masing-masing pribadi maka pemimpin utamanya adalah hati, ketika hati itu dalam keadaan baik dan sehat maka dia akan menggerakkan segala potensi yang ada pada tubuh itu kepada kebaikan dan kemaslahatan begitu pula jika hati itu dalam keadaan rusak ataupun sakit, maka dia tidak akan berfungfi maksimal, dan cenderung mengarah kepada kehancuran bahkan kematian sekalipun bagi tubuh yang dipimpinnya.Maka dari situlah kholifah yang baik adalah urgensi bagi siapa saja, keurgensian itu tentunya akan berbanding lurus dengan jiwa tanggung jawab yang dimilikinya. Dengan tanggung jawab seorang pemimpin dapat mengatur dan mengantarkan rakyatnya menuju kehidupan yang baik, layak atau bisa disebut ideal. Kholifah yang baik adalah pemimpin yang menjadi cerminan rakyatnya dalam setiap gerak geriknya, dia adalah suri tauladan dan contoh serta figure yang patut diikuti dalam mengambil kebijakan serta menyelesaikan segala problematikanya. Oleh karena itu, menggali potensi dalam rangka memberi bekal menjadi pemimpin ideal adalah wajib bagi siapa saja yang menginginkan kehidupan yang teratur, damai, harmonis serta dinamis.
Process Optimization for Bioplastic Synthesis from Ulva Lactuca with the Addition of Citric Acid and Boric Acid as Crosslinkers Yukti Nurani; Hilda Huril Ainia; Alfun Ni’matil Husna; Sonya Hakim Raharjo; Merymistika Yufrani Afred; Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Helda Wika Amini; Ditta Kharisma Yolanda Putri; Meta Fitri Rizkiana; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Istiqomah Rahmawati; Bekti Palupi; Felix Arie Setiawan
BERKALA SAINSTEK Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v14i2.60021

Abstract

The development of renewable biomass-based bioplastics is one solution to reduce environmental pollution caused by the use of conventional petroleum-based plastics. One potential source of biomass is Ulva lactuca, which contains ulvan polysaccharides that can be used as a material for forming biodegradable bioplastic films. This study aims to determine the optimum conditions for the synthesis of ulvan-based bioplastics using the Response Surface Methodology (RSM). Bioplastics were synthesized using the solution casting method with ulvan filtrate as the main matrix and polyvinyl alcohol (PVA) as the supporting polymer, with glycerol and sorbitol as plasticizers and citric acid and boric acid as cross-linkers. Optimization was performed using a Box–Behnken design with 17 experiments, with independent variables of boric acid mass (0.025 - 0.075 g), mixing temperature (65 - 75 ˚C), and mixing time (15 - 25 minutes). The optimization results showed that optimal conditions at a mixing temperature of 70 °C, boric acid mass of 0.05 g, and mixing time of 20 minutes, with point prediction of 4.1476 MPa in tensile strength, thickness of 0.088 mm, and desirability value of 1. The statistical model for tensile strength demonstrated an R2 value of 0.9468, an adjusted-R2 of 0.8785, and a lack-of-fit value of 0.3024. Meanwhile, the thickness model exhibited an R2 value of 0.9792, an adjusted-R2 of 0.9524, and a lack-of-fit value of 0.7510.