Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Model Komunikasi Orang Tua untuk Kecerdasan Emosional dan Spiritual Anak dalam Membangun Generasi Emas di Medan Delima, Wirda; Lahmuddin Lubis
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 10 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i10.3033

Abstract

Abstract The Golden Generation is a generation that has high intelligence, character and competitiveness. One important factor in forming the Golden Generation is to provide children with emotional and spiritual intelligence. This emotional and spiritual intelligence will help children develop themselves as a whole and be able to face various challenges in life. Parental communication has an important role in child development, including the development of emotional and spiritual intelligence. An effective parental communication model can help children in several ways, including: 1. Developing self-confidence 2. Learning to manage emotions 3. Building positive relationships with other people 4. Developing moral and spiritual values. This research uses qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with parents and children in Medan. The research results show that there are several models of parental communication that are effective in building children's emotional and spiritual intelligence in Medan. Some of these models include: 1. Open and honest communication 2. Communication that is full of love and attention 3. Communication that provides support and encouragement 4. Communication that is based on moral and spiritual values ​​Effective parental communication models have a role important in forming the emotional and spiritual intelligence of children in Medan. By giving children emotional and spiritual intelligence, we can help them develop themselves holistically and be able to face various challenges in life. This will ultimately contribute to the formation of a Golden Generation in Medan.  
THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND FAMILY SUPPORT WITH STUDENT ACHIEVEMENT IN HISTORY AT SMA NEGERI 1 PANCUR BATU Khoiriyah Nurul Abdulloh; Suaidah Lubis; Lahmuddin Lubis
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 3 No. 5 (2023): September
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v3i5.1090

Abstract

This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and family support with achievement in history lessons at SMA Negeri 1 Pancur Batu. Student achievement is related to how students get the quality or effectiveness of the level of learning achievement consisting of objectives, learning materials, strategies, learning tools, students and teachers. The hypothesis put forward is that there is a positive relationship between emotional intelligence and family support with student achievement in high school students. The sampling technique used purposive sampling, a sample of 117 students. This research uses emotional intelligence scale and family support scale. The method of data analysis is analysismultiple regression.Based on the data analysis carried out, the research results are obtained: 1) there is a significant positive relationship between Emotional Intelligence and History Lesson Achievement seen from the value of the determinant coefficient (Rxy) = 0.425 with p = 0.000 <0.050; 2) there is a significant positive relationship between family support and history achievement in terms of the value of the determinant coefficient (Rxy) = 0.655 with p = 0.000 <0.050; and 3) there is a significant positive relationship between Emotional Intelligence and Family Support with History Achievement as seen from the value of the determinant coefficient (Rxy) = 0.557 with p = 0.000 <0.050.
Peran Kecerdasan Emosional Berbasis Nilai-Nilai Islam dalam Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Antarpribadi Abdul Fikri Ginting; Amran Pikal Siregar; Lahmuddin Lubis
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.13832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional berbasis nilai-nilai Islam dalam meningkatkan efektivitas komunikasi antarpribadi di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan verbal, melainkan juga pada kecerdasan emosional individu, yang sering kali menjadi sumber kesalahpahaman dan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Dalam konteks Islam, nilai-nilai seperti pengendalian diri (sabr), empati (rahmah), dan kejujuran (shidq) selaras dengan prinsip kecerdasan emosional dan telah diajarkan melalui Al-Qur'an dan Hadis.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menganalisis konsep-konsep teoritis dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Proses analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan penelitian dijaga melalui triangulasi sumber dari berbagai literatur ilmiah.Hasil temuan menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, yang meliputi kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, dan keterampilan sosial, sangat berpengaruh terhadap komunikasi antarpribadi yang harmonis. Integrasi nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, adab berkomunikasi, empati, dan ukhuwah Islamiyah, memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat dalam mengelola emosi dan membangun relasi sosial yang sehat. Dengan demikian, kecerdasan emosional berbasis nilai-nilai Islam tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi juga menciptakan hubungan yang saling percaya, penuh kasih, dan terhindar dari konflik, sehingga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang damai dan beradab.
Implementasi teknik penguatan positif dalam bimbingan agama bagi anak tunagrahita Surya Pratama, Edi; Lahmuddin Lubis
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526232

Abstract

Pendidikan agama bagi anak tunagrahita menghadapi tantangan unik karena keterbatasan intelektual mereka menyebabkan kesulitan memahami konsep-konsep keagamaan yang abstrak. Dalam konteks ini, penerapan teknik penguatan positif menjadi strategi penting untuk menumbuhkan motivasi dan perilaku religius yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaknai implementasi teknik penguatan positif dalam bimbingan agama bagi anak tunagrahita di SLB ABC Melati, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, serta wali kelas yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penguatan positif diterapkan melalui bentuk verbal (pujian dan ungkapan apresiatif) serta nonverbal (hadiah simbolik, sentuhan sosial, dan aktivitas menyenangkan) yang mampu meningkatkan motivasi spiritual, keterlibatan dalam kegiatan ibadah, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator emosional yang menyesuaikan pendekatan berdasarkan tingkat kemampuan kognitif dan kondisi afektif anak. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan positif, ketika dipadukan dengan nilai-nilai kasih sayang dan penghargaan dalam ajaran Islam, tidak hanya memperkuat perilaku keagamaan anak tunagrahita tetapi juga membangun kemandirian spiritual dan harga diri mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap penerapan teori penguatan Skinner dalam konteks bimbingan agama Islam dan menjadi rujukan praktis bagi pendidik di sekolah luar biasa.