Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : BAHAS

KERAJINAN MENGANYAM LIDI NIPAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI DESA PALUH KURAU Isda Pramuniati; Mes ra; Ma rice
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10082

Abstract

Desa Paluh Kurau memiliki banyak pohon nipah yaitu sejenis palem yang banyak tumbuh alam di hutan bakau. Nipah merupakan tumbuhan yang hidup di kawasan mangrove, nama lain dari nipah adalah Nypa fruticans yang termasuk keluarga palem-paleman, nipah tumbuh subur di daerah sungai dan rawa dengan kadar air yang asin.Kegiatan pengabdian masyarakat  di desa Paluh Kurau ini bertujuan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu yang dapat menopang ekonomi keluarganya. Tim pengabdian masyarakat mengarahkan dan memberi pengetahuan mengenai kerajinan anyaman yang dapat dibuat dengan sangat mudah dengan memanfaatkan bahan dasar lidi nipah yang merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di sekitar masyarakat desa Paluh Kurau. Dengan pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdi mengenai kerajinan tangan anyaman, masyarakat dapat membuat berbagai produk berkualitas yang memiliki nilai jual sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. 
INTEGRASI SOFT SKILLS MELALUI LEARNING REVOLUTION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN PERGURUAN TINGGI Isda Pramuniati
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2477

Abstract

Perguruan tinggi merupakan wadah akhir mencetak tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal mengindikasikan bahwa perguruan harus jeli melihat perkembangan pasar dan menyesuaikan proses pengajaran yang relevan untuk menghasilkan SDM yang profesional dan kridibel yang tidak hanya cerdas secara segi kognitif (hard skills) tapi juga memiliki karakter sikap yang baik (soft skills). Namun pada kenyataannya kesenjangan muatan hard skills dengan soft skills dalam PBM, membuat lulusan PT ini memiliki kemampuan yang serba tanggung.  Untuk itu perlu ada upaya holistik secara sistematis untuk peningkatan soft skills bagi lulusan PT tersebut. Mencermati fenomena di atas, tampaknya tidak ada cara lain kecuali melakukan learning revolution untuk mengubah learning style dan learning activities yakni perubahan paradigma teacher center learning menjadi student center learning yang diaplikasikan melalui model pembelajaran inovatif dan konstruktif. Melalui model pembelajaran tersebut yang diimplementasikan dengan muatan soft skills secara tersistem dalam tiap kegiatan PBM, diharapkan secara tidak langsung akan mampu menumbuhkembangkan karakter untuk menjadi tenaga kerja yang baik, siap pakai, mandiri, tangguh, kreatif, inovatif, dan tentunya secara keseluruhan, kualitas lulusan PT tersebut tidak hanya memiliki hard skills namun  juga  daya saing, semangat juang dan soft skills yang sesuai  dengan  kebutuhan  pasar.
BENTUK METONIMI BAHASA ACEH DIALEK ACEH BESAR Isda Pramuniati
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2523

Abstract

Metonimi merupakan cara pembentukan dan penyampaian makna yang dilakukan bukan secara harfiah.  Hubungan metonimi merupakan hubungan yang menggantikan; metonimi yang terjadi dalam kalimat menunjukkan apa yang menjadi referen akhir dari kalimat tersebut. Sebagaimana bahasa-bahasa lainnya, dalam bahasa Aceh Besar penggunaan metonimi seperti ini sangat lazim dipakai dalam komunikasi. Pilihan metonimi cenderung digunakanuntuk mengkomunikasikan pemahaman yang bersifat menyamaratakan namun bergantung konteks dan cenderung tidak melanggar pada persyaratan kebenaran.   Kata kunci : metomini, bahasa Aceh, dialek
ANALYSE CONSTARTIVE ENTRE L’ADJECTIF FRANÇAIS ET INDONÉSIEN Isda Pramuniati
BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i83 TH 38.2552

Abstract

La langue sert à communiquer. La communication se construit par des phrases soit à l’orale ou à l’écrit. La phrase se construit par l’espèce de mot qui s’occoupe de sa fonction syntaxique qui se trouve dans la langue. L’espèce de mots se compose du verbe, de l’adjectif, d’adverbe, de la préposition, de pronom, de la conjonction, etc. Chaque espèce de mots chacun possède la règle. Comme l’adjectif est un mot que l’on joint au nom pour le qualifier ou pour le détérminer. L’adjectif explique le caractère ou la condition d’une chose possède une régle qui n’est pas pareil entre une langue avec les autres langues. L’adjectif en français connaît l’accord avec le nombre et le genre du nom, tandis que en indonésien, cette langue ne les connaît pas du tout. Cette différence rend toujours mal chez les apprenants du français ou ceux de l’indonésien. Voilà pourquoi l’auter a envie de créer un article qu’il s’agit de l’analyse constrastive de l’adjectif français et indonésien, à fin de pouvoir faciliter surtout les apprenants qui apprennent ces deux langues. Mots clés: Analyse constrastive, adjectif français et indonésien.
SEMANTIK LEKSIKAL, SEMANTIK KALIMAT, MAKNA DAN KONTEKS BAHASA ACEH BESAR Isda Pramuniati
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2427

Abstract

Hubungan Semantik dengan kehidupan manusia sangat dekat karena bahasa yang digunakan manusia sebagai alat komunikasi harus memperhatikan ketepatan makna sehingga petutur atau lawan bicara kita dapat memahami penyampaian pesan komunikasi dengan baik. semantik merupakan istilah teknis yang penggunaannya mengacu pada ilmu yang mempelajari tentang makna yang notabene merupakan bagian salah satu bagian linguistik. Selanjutnya dia menambahkan bahwa relasi semantik leksikal atau hubungan makna kata  penting dipelajari pada semantik. Semantik muncul pada jajaran yang mempunyai makna, yakni pada kata dan kalimat. Maka mengacu pada tataran yang menjadi ruang lingkupnya,  semantik terbagi atas semantik kata (semantik leksikal) dan semantik kalimat (semantik komposisional).
DEVELOPPEMENT DE DIGITAL TOURISME A SUMATERA DU NORD Isda Pramuniati
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2465

Abstract

Posisi Sumatera Utara yang strategis dan kondisi alam yang indah serta keberagaman suku dan budaya merupakan potensi yang dimiliki Sumatera Utara dalam mengembangkan industri pariwisata. Perkembangan kepariwisataan tersebut harus diiringi dengan promosi objek-objek wisata yang efektif sesuai dengan perkembangan teknologi. Les Mots Clés: Tourisme, Site touristique, Sumatera du Nord
ANALYSE CONSTARTIVE ENTRE L’ADJECTIF FRANÇAIS ET INDONÉSIEN Isda Pramuniati
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2623

Abstract

La langue sert à communiquer. La communication se construit par des phrases soit à l’orale ou à l’écrit. La phrase se construit par l’espèce de mot qui s’occoupe de sa fonction syntaxique qui se trouve dans la langue. L’espèce de mots se compose du verbe, de l’adjectif, d’adverbe, de la préposition, de pronom, de la conjonction, etc. Chaque espèce de mots chacun possède la règle. Comme l’adjectif est un mot que l’on joint au nom pour le qualifier ou pour le détérminer. L’adjectif explique le caractère ou la condition d’une chose possède une régle qui n’est pas pareil entre une langue avec les autres langues. L’adjectif en français connaît l’accord avec le nombre et le genre du nom, tandis que en indonésien, cette langue ne les connaît pas du tout. Cette différence rend toujours mal chez les apprenants du français ou ceux de l’indonésien. Voilà pourquoi l’auter a envie de créer un article qu’il s’agit de l’analyse constrastive de l’adjectif français et indonésien, à fin de pouvoir faciliter surtout les apprenants qui apprennent ces deux langues. Mots clés: Analyse constrastive, adjectif français et indonésien.