Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPROVING THE ABILITY OF MIDWIVES TO PREPARE FOR A SAFE AND COMFORTABLE BIRTH THROUGH PRENATAL YOGA Setiyarini, Anggraini Dyah; Dewinataningtyas, Candra; Rahmawati, Erna; Andini, Dwi Margareta; Khalifatunnisak, Alfadefi; Andarini, Anna Septina; Nugraha, Nareswari Diska; Putri, Herdian Fitria Widyanto; Dewi, Ayu Rosita; Farokah, Atik; Putri, Ellatyas Rahmawati Tejo; Soyanita, Elin; Meritasari, Pety; Wulandari, Umianita Risca; Kumalasari, Dian; Yanuar, Dika; Ashari, Mia
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/.v9i2.2025.281-288

Abstract

Anxiety, frequent urination, back pain, swollen feet, shortness of breath, and groin ache are just a few of the physical and mental changes that a pregnant woman may encounter. Yoga during pregnancy can help women feel less uncomfortable. To avoid trauma and ensure that the yoga poses are performed correctly, pregnant women who practice pregnancy yoga must be accompanied by a qualified facilitator. Thus, the purpose of this community service project was to improve midwives' prenatal yoga knowledge and proficiency. It is intended that by organizing this community service event, midwives would be able to assist in the local adoption of prenatal yoga. In order to complete this community service project, 23 midwives received training at the Comoro Health Centre in Dili, Timor Leste. The training took place from May 6 to 8, 2024 and was implemented in cooperation with the Comoro Health Centre. Activity technique: The midwife completes a form with multiple prenatal yoga-related questions before receiving the material (pre-test). Then, the material is provided, and prenatal yoga practice continues. Finally, the training participants are given additional questions (post-test) to determine whether their understanding of the prenatal yoga material has increased. Zoom media is used to do community service projects online. Results: A p value of 0.001 < 0.05 was achieved from the Wilcoxon statistical test used to measure pre and post knowledge levels. In summary: Midwives' understanding of prenatal yoga is effectively increased through community service that offers health education. Following the completion of this service, it is anticipated that the Comoro Health Center's midwives would be able to use the knowledge they have acquired to assist pregnant patients in their workplace.
ANALISIS PENGGUNAAN RODA KLOP KB SEBAGAI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONTRASEPSI BAGI MAHASISWA KEBIDANAN Farokah, Atik; Anggardini, Ringgih Swasmita; Erviana, Rista Ayu
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6327

Abstract

Abstrak Roda KLOP KB merupakan alat bantu dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan calon akseptor KB. Alat bantu ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagai calon provider, tidak semua mahasiswa kebidanan diperguruan tinggi mendapatkan informasi mengenai Roda KLOP KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Roda KLOP KB sebagai alat bantu pengambilan keputusan kontrasepsi bagi mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 mahasiswa kebidanan yang sudah mendapatkan mata kuliah KB dan Pelayanan Kontrasepsi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner dianalisis menjadi uraian dan ringkasan kemudian ditarik kesimpulan yang sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 94,7% mahasiswa kebidanan memiliki pemahaman yang baik tentang fungsi Roda Klop KB setelah diberikan edukasi mengenai Roda KLOP. Kesimpulannya, Roda KLOP KB merupakan alat yang efektif dalam membantu pengambilan keputusan kontrasepsi, namun diperlukan peningkatan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut di kalangan mahasiswa kebidanan untuk memaksimalkan penggunaannya.   Kata kunci : Roda KLOP KB, kontrasepsi, pengambilan keputusan, mahasiswa kebidanan.
SOSIALISASI DAMPAK PERNIKAHAN DINI DARI PERSPEKTIF HUKUM, EKONOMI DAN KESEHATAN Anwar, Khoirul; Farokah, Atik; Dina, Nur; Irawan, Dhyan Andika
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini tidak hanya menjadi perhatian di Indonesia, namun juga menjadi kekhawatiran bagi masyarakat dunia. Kekhawatiran ini muncul dikarenakan adanya beberapa fakta bahwa praktik perkawinan di usia muda tentunya akan membatasi peluang serta pilihan anak. Praktik ini juga menimbulkan resiko terjadinya eksploitasi. Metode yang yang dipakai dalam menyampaikan materi adalah dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Apabila pernikahan dini tetap dilakukan berarti telah mengabaikan beberapa hukum yang telah ditetapkan berkaitan dengan kebijakan perlindungan anak (pasal 26 ayat 1) dan juga Undang- undang No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Melalui perbaikan perekonomian masyarakat maka masalah fenomena sosial akan menurun termasuk pernikahan usia dini Penyuluhan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi wanita sangat efektif untuk mengatasi banyaknya remaja yang menikah pada usia dini dalam mencegah masalah terkait reproduksi.
THE EFFECT OF KUNDALINI ON MUAC AND BODY WEIGHT IN 1ST TRIMESTER WITH EMESIS GRAVIDARUM putri, herdian; farokah, Atik; Naqiyyah Khusmitha, Qatrunnada
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 3 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, July 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i3.2025.310-322

Abstract

Background: Emesis gravidarum is a discomfort that occurs in mothers during early pregnancy. If emesis gravidarum is not adequately managed, children are more likely to experience stunting. There may be negative impact on health from stunting. Stunting is a health problem that is still the government's current focus. Kundalini yoga is a physical activity that focuses on breathing, so it is hoped that it can divert nausea. When the nausea disappears it will be increase appetite so  it can impact to a person's nutritional intake, which can be seen from an increase in MUAC and body weight. The purpose of this study is to evaluate whether kundalini yoga is associated with increased MUAC and body weight in women who have emesis gravidarum. Method: This study used a pre-test and post-test control group design as a quasi-experiment that provided kundalini yoga intervention for 15 minutes every day for 30 days. The study population comprised 20–35 year old pregnant women experiencing mild–moderate nausea and vomiting throughout the 1st trimester of their pregnancy. Using the total sampling technique, samples were collected. In this study, body weight gain (BW) and upper arm circumference (MUAC) were the dependent variables, whereas kundalini yoga was the independent variable. The tools used are body measuring tape and body scales. The independent t-test used to examine variations in body weight and upper arm circumference. Result: In the intervention group, the MUAC addition was 0.096 cm, while in the control group, it was 0.012 cm (p = 0.08). Weight gain was 0.512 kg in the control group and 0.952 kg in the intervention group (p = 0.096). Conclusion: Kundalini yoga was not significant in increasing MUAC and body weight.
Senam Yoga Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Nur Alfi Fauziah; Komalasari Komalasari; Inggit Primadevi; Atik Farokah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.955 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.780

Abstract

Anxiety is discomfort or fear accompanied by a response that occurs in the third trimester, namely anxiety about perineal tears (64%), pain during labor (60%), loss of babies (50%), and fetal abnormalities (50%). One of the treatments done to reduce anxiety in pregnant women is physical exercise, such as meditation / yoga. The aim was to determine the effect of yoga exercises on the anxiety level of third trimester pregnant women at BPM Sri Nowo Retno Punggur Central Lampung in 2020. This type of research is quantitative with a pre-experimental design using a one group pretets postest approach. The population was all third trimester pregnant women at BPM Sri Nowo Retno as many as 35 pregnant women, the sample used was 35 pregnant women with a purposive sampling technique. The data analysis used was using paired t test. The results of the analysis showed that the average anxiety before being given exercise was 26.00, after being given exercise was 22.40, the difference in the average value of anxiety before and after being given yoga exercise was 3,600, then the p-value was 0,000 which means that there is an effect of yoga exercises on the level anxiety of third trimester pregnant women. It is hoped that the results of this study can be used as a source of information to increase the knowledge of pregnant women, so that pregnant women can apply yoga exercises as a method to reduce anxiety.Kecemasan adalah ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respons yang terjadi pada trimester III yakni cemas terhadap robekan perineum (64%), nyeri selama persalinan (60%), kehilangan bayi (50%), dan kelainan janin (50%). Salah satu asuhan yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil adalah latihan fisik, seperti meditasi/yoga. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di BPM Sri Nowo Retno Punggur Lampung Tengah Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design preeksperimental menggunakan pendekatan one grup pretets postest. Populasinya adalah seluruh ibu hamil Trimester III di BPM Sri Nowo Retno sebanyak 35 ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 35 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan uji paired t test. Hasil analisis didapatkan rata-rata kecemasan sebelum diberikan senam adalah 26.00, setelah diberikan senam adalah 22.40,  nilai selisih rata-rata kecemasan sebelum dan sesudah diberikan senam yoga yaitu sebesar 3.600, kemudian didapatkan p-value sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh senam yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagaisumber informasi untuk menambah pengetahuan ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat menerapkan senam yoga sebagai salah satu metode untuk menurunkan rasa cemas.
Effectiveness of the Kundalini Method in Reducing Emesis Gravidarum in the 1st Trimester Khusmitha, Qatrunnada Naqiyyah; Farokah, Atik; Putri, Herdian Fitria Widyanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2402

Abstract

 Stunting is a common occurrence, and one of the causes is pregnant women's nutritional state. The mother experiences nausea, vomiting, and a lack of appetite in the first trimester of pregnancy as a result of physiological changes, including an increase in hCG and modifications to glucose metabolism. One activity with a history of success in lowering anxiety problems is Kundalini Yoga. The design of this study is quasi-experimental with sampling techniques using total sampling. All 1st-trimester pregnant women in the Mancon Polindes work area were measured for nausea and vomiting using the PUQE-24 questionnaire. Kundalini yoga is given by researchers who have been supervised by certified yoga instructors. For individual training at home, pregnant women are given videos as a guide. Assessment will be carried out within 1 month. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics (t-test). The amount of nausea experienced by pregnant women in their first trimester differed significantly between the treatment group and the control group (p = 0.000, p0.05). Vomiting rates in the treatment group and the control group were significantly different after the Kundalini technique therapy (p = 0.000, p0.05).  Kundalini yoga is an effective strategy for reducing emesis gravidarum in pregnancy.
Pengaruh Yoga Kundalini Terhadap Lingkar Lengan Atas Dan Berat Badan Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan Emesis Gravidarum putri, herdian fitria widyanto; Farokah, Atik; Khusmitha, Qatrunnada Naqiyyah
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v8i1.390

Abstract

Latar belakang: Emesis gravidarum adalah ketidaknyamanan yang sering terjadi pada ibu di awal kehamilan. Emesis gravidarum yang tidak tertangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Stunting dapat berdampak negative pada Kesehatan. Stunting disebabkan akibat kurangnya asupan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting merupakan masalah Kesehatan yang masih menjadi focus pemerintah saat ini. Yoga kundalini merupakan aktifitas fisik yang berfocus pada pernapasan sehingga diharapkan bisa mengalihkan rasa mualnya. Harapannya ketika rasa mual hilang, maka bisa meningkatkan nafsu makan. Peningkatan nafsu makan dapat meningkatkan asupan nutrisi seseorang yang dapat dilihat dari peningkatan LiLA dan berat badan. Penetitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yoga kundalini dengan peningkatan LiLA dan berat badan pada ibu emesis gravidarum. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan pre test dan post test control group desain yang diberikan intervensi yoga kundalini selama 15 menit setiap hari selama 30 hari. Hasil: Penambahan LiLA kelompok intervensi 0.096 cm dan kontrol 0.012 cm (p= 0.08). Penambahan berat badan kelompok intervensi 0.952 kg dan control sebesar 0.512 kg (p= 0.096). Kesimpulan: Yoga kundalini tidak signifikan terhadap peningkatan LiLA dan berat badan.
Maternal Mental Well-Being and Infant Feeding Outcomes: A Systematic Review and Meta-analysis Kurniasari, Eri; Chusna, Safira Mauliyatul; Farokah, Atik; Nanda, Britania Laila; Maharani, Wafa Aulia; Fitriana, Salsabila; Pramesti, Zelin Patarena Dawi
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Maternal mental well-being is a crucial determinant of infant feeding outcomes. Psychological conditions such as postpartum depression, anxiety, and stress may influence a mother’s ability and motivation to initiate or sustain breastfeeding. However, the direction and magnitude of this association remain unclear. Objective : This systematic review and meta-analysis aimed to assess the association between maternal mental well-being and infant feeding outcomes, including exclusive breastfeeding practices. Research Methods/ Implementation Methods : A comprehensive literature search was conducted in Scopus, ScienceDirect, and PubMed databases for studies published between 2015-2025. Both observational and interventional studies examining maternal mental health and infant feeding outcomes were included. Data were synthesized using a random-effects model following PRISMA guidelines. Results : Three studies met the inclusion criteria and were included in the meta-analysis. The pooled odds ratio indicated no statistically significant association between maternal mental well-being and infant feeding outcomes (OR = 0.61; 95% CI = 0.18–2.00; p = 0.41). Considerable heterogeneity was observed among studies (I² = 87%), which may be attributed to variations in study design, population characteristics, and measurement instruments Conclusion/Lesson Learned : Although several individual studies suggest that poor maternal mental health may adversely affect breastfeeding and other infant feeding practices, the pooled results did not reveal a significant association. The high heterogeneity highlights the need for future longitudinal studies with standardized assessments of maternal mental well-being and infant feeding behaviors.