Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Seberapa Besar Peran Kualitas Tidur Terhadap Stres Akademik Mahasiswa? Noveni, Nia Anggri; Wijaya, Dzikria Afifah Primala; Putri, Mellyna; Rahmawati, Putri
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2694

Abstract

Stres akademik merupakan suatu keadaan dimana pelajar merasa tidak mampu untuk menghadapi berbagai macam peran dan tuntutan akademik dan mempersepsikannya sebagai suatu gangguan (stressor). Mahasiswa yang stres cenderung mengalami kualitas tidur yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi peran kualitas tidur terhadap stres akademik. Responden dalam penelitian ini berjumlah 153 mahasiswa aktif dengan rentang usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah skala kualitas tidur, dan stress akademik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur dapat memprediksi sebesar 28,2% terhadap stress akademik yang dialami oleh mahasiswa. Oleh karena itu, semakin rendah kualitas tidur yang dimiliki oleh mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa. Perlu upaya untuk meningkatkan kualitas tidur sebagai upaya meminimalisir stres akademik seperti melalui konseling kesehatan, dan menyadari ada hal-hal yang menyebabkan kualitas tidur terganggu.
The role of forgiveness towards happiness: Perceived social support as a mediator Wijaya, Dzikria Afifah Primala; Qonita; Utami, Mellyna Putri
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 25 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v25i2.3447

Abstract

Dating represents a form of human relationship, ideally, based on love. Unfortunately, some dating relationships deviate from this ideal, leading to psychological violence experienced by one of the parties involved.. The purpose of this research is to find out how significant forgiveness contributes to the happiness of individuals who experience psychological violence in dating, by involving 101 respondents who are in the emerging aged stage who experience violence in lawyers. Three scales were involved: the HFS (Heartland Forgiveness Scale), the Oxford Happiness Scale, and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). This research used quantitative research methods with mediator analysis techniques using JAMOVI. Based on the results of this analysis technique, it indicates that social support functions as a mediator, contributing to 25.2% of the role of forgiveness in fostering happiness. Keyword: Dating emerging, adulthood, jamovi, psychological violence, quantitative
Psikoedukasi Regulasi Emosi pada Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Wibowo, Ugung Dwi Ario; Grafiyana, Gisella Arnis; Haryanto, Haryanto; Wijaya, Dzikria Afifah Primala; Hidayah, Nuzulul; Pamungkas, Fani Tri Himawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/54qzrb50

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengirimkan pekerja bidang domestic care ke negara Hong Kong, dengan total pekerja migran Indonesia yang dikirim ke sana sejumlah 50.179 orang hingga bulan Agustus 2025. Berdasarkan wawancara dengan ketua dan pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Hong Kong, diperoleh data bahwa dengan tantangan pekerjaan dan kehidupan di perantauan yang jauh dari keluarga, banyak pekerja migran Indonesia di Hong Kong yang berpotensi mengalami kasus gangguan mental. Salah satu hal yang dapat membantu karyawan mengurangi tingkat stres yaitu kemampuan menghadapi kondisi emosi pada saat mengalami stres atau yang sering disebut regulasi emosi. Tahapan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: (1) analisis masalah dan kebutuhan dengan wawancara formal; (2) pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi, lembar kerja, dan simulasi; dan (3) evaluasi pelatihan. Melalui metode pelatihan dengan cara psikoedukasi tentang regulasi emosi pada pekerja migran Indonesia yaitu dengan mengenalkan dan mempraktekkan berbagai hal, antara lain: (1) pemahaman tentang pengertian, konsep, dan jenis gangguan mental & kesehatan mental; (2) pemahaman tentang regulasi emosi; dan (3) simulasi penerapan regulasi emosi bagi pekerja migran Indonesia. Psikoedukasi regulasi emosi untuk pekerja migran Indonesia di Hong Kong sebagai pencegahan gangguan mental pada pekerja migran terbukti secara efektif dan berdampak terhadap peserta.
Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa di Universitas Swasta X Maharani, Liestya; Wijaya, Dzikria Afifah Primala; Wulandari, Dyah Astorini; Hamzah, Imam Faisal
JURNAL PSIKOLOGI Vol 21, No 2 (2025): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v21i2.31944

Abstract

Penggunaan smartphone utamanya sebagai media dalam berkomunikasi dan berkreasi. Namun, smartphone juga digunakan untuk mendapatkan banyak informasi terkait kehidupan sehari-hari dan kegiatan akademik. Sehingga hal tersebut menjadi faktor penyebab meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan pelajar. Meningkatnya penggunaan smartphone dapat berdampak negatif salah satunya menderita nomophobia . Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian dan ketakutan ketinggalan terhadap nomofobia pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 375 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), UCLA Loneliness Scale versi 3, dan FoMO Scale. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara positif yang signifikan antara kesepian dan rasa takut ketinggalan terhadap nomophobia siswa yang ditunjukkan dengan nilai F = 186,546, nilai probabilitas sig (p) 0,000 (p < 0,05), dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,501. Hal ini menunjukkan bahwa kesepian dan ketakutan akan kehilangan mempunyai pengaruh sebesar 50,1% terhadap nomophobia pada siswa. Hasil penelitian memberikan pentingnya pentingnya pengetahuan secara bijak dalam menggunakan smartphone dengan kegiatan positif sehingga dapat mengatasi dampak negatif penggunaan smartphone secara berlebihan.Kata kunci : Nomophobia, Kesepian, Takut ketinggalan