Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Membangun Identitas Sosial dalam Organisasi Mahasiswa Pascasarjana Imam Faisal Hamzah; Charis Agoha; Azolla Silviani
Psycho Idea Vol 17, No 1 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.892 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i1.4030

Abstract

Organisasi Mahasiswa Pascasarjana merupakan organisasi yang terdiri dari bermacam latar belakang etnis, agama, hingga organisasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dinamika dalam membangun identitas sosial pada pengurus Organisasi Mahasiswa Pascasarjana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga orang subjek yang merupakan pengurus aktif organisasi tersebut yang berasal dari etnis yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesetaraan dalam posisi diperlukan untuk membangun identitas sosial pada organisasi mahasiswa pascasarjana dalam organisasi yang terdiri dari berbagai macam latar belakang etnis, hal tersebut dapat muncul dalam upaya-upaya seperti keterbukaan untuk menerima kritik dan masukan jika ada perilaku yang kurang sesuai, membuka ruang komunikasi, dan juga perkembangan pola pikir sebagai mahasiswa pascasarjana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah identitas etnis melebur menjadi identitas sebagai satu organisasi, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang keluarga yang multi-etnis, kompleksitas budaya dari daerah asalnya, dan pengalaman berinteraksi dengan etnis lain.
Job insecurity and emotional exhaustion on turnover intention of health workers in Islamic Hospital Purwokerto: Job insecurity dan emotional exhaustion terhadap turnover intention pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Purwokerto Antin Rohmawati; Retno Dwiyanti; Nur'aeni; Imam Faisal Hamzah
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 2 (2022): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v17i2.9469

Abstract

Turnover intention often occurs in the working environment. In some companies, the turnover rate can be quite high. It can be affected by the existence of job insecurity and emotional exhaustion. The research method employed a quantitative approach, with the number of 125 health workers as the respondents. The study aimed to determine the effect of job insecurity and emotional exhaustion on turnover intention. The analysis revealed a significant effect of job insecurity and emotional exhaustion on the turnover intention 30.7% and the remaining 69.3% were other factors beyond the study. The lower the job insecurity and emotional exhaustion are, the lower the turnover intention. Turnover intention sering kali terjadi dilingkungan pekerjaan. Pada beberapa perusahaan tingkat turnover dapat dikatakan cukup tinggi. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh adanya job insecurity dan emotional exhaustion. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden 125 tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan skala job insecurity, emotional exhaustion dan turnover intention. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada job insecurity dan emotional exhaustion terhadap turnover intention 30.7% dan sisanya sebesar 69.3% merupakan faktor lain di luar penelitian. Semakin rendah job insecurity dan emotional exhaustion maka turnover intention semakin rendah
PSIKOEDUKASI KEBENCANAAN UNTUK GURU-GURU TAMAN KANAK-KANAK Imam Faisal Hamzah; Dyah Astorini Wulandari; Zaldhi Yusuf Akbar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.834 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitigasi kebencanaan. Selainitu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial.Jumlah peserta dalam pengabdian masyarakat ini yaitu 37 orang guru TK Aisyiyah se-Kecamatan Ajibarang.Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemaparan mengenai kebencanaan secara umum, pemaparanmengenai Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial, serta simulasi kondisi bencana alam. Hasil darikegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para guru Taman Kanak-Kanak terhadap kebencanaan danmitigasi kebencanaan. Selain itu, para guru juga memiliki keterampilan mitigasi bencana maupun dukungankesehatan mental dan psikososial.
Gratitude Feelings of Involuntary Childless Couples Shintha Tri Octaviana; Dyah Siti Septiningsih; Rr Setyawati; Imam Faisal Hamzah
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/empathy.v6i1.24621

Abstract

Kebersyukuran pada Pasangan Involuntary ChildlessCouples who want children but cannot have them without intending to do so are said to be involuntarily childless. For the couple, it is not simple. Without a child, a husband and wife who are already married but are experiencing issues or emotions that force them to be childless can understand what gratitude means. Gratitude is one way that involuntarily childless couples can continue to support one another and remain hopeful about having children. This study aims to explore the meaning of gratitude in involuntary childless couples. This study employs a qualitative methodology and phenomenology. Semi-structured interviews, or interviews where the researcher has prepared the questions in advance using the idea of gratitude, are the data collection method. Three married couples with average marriage ages of 13 years, 12 years, and seven years, participated in this study. The study's findings demonstrate that Involuntarily childless couples are grateful for the help they receive from others and feel fortunate to have such support. Additionally, a childless couple always views their actions positively to feel grateful for Allah's blessings.
Pengaruh Religiusitas dan Budaya Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Toserba Pajajaran Banjar Indriatri Puspasiwi; Ugung Dwi Ario Wibowo; Imam Faisal Hamzah
Psycho Idea Vol 20, No 2 (2022): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.653 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v20i2.11506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas dan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan Toserba Pajajaran Kota Banjar. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh religiusitas dan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan Toserba Pajajaran Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini menggunakan seluruh karyawan Toserba Pajajaran Kota Banjar yang berjumlah 97 karyawan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala organizational citizenship behavior, skala religiusitas, dan skala budaya organisasi. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan Alpha Cronbach dan uji validitas menggunakan product moment. Skala organizational citizenship behavior memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,926, skala religiusitas memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,915, dan skala budaya organisasi memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,935. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi linier berganda.Hasil analisis data dalam penelitian ini diperoleh nilai Fhitung sebesar 96,246 pada taraf signifikansi 1% dengan nilai p = 0,000 (p<0,01) dan diperoleh hasil determinasi Rsquare adalah sebesar 0,672. Koefisien determinan menunjukkan religiusitas dan budaya organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 67,2% terhadap organizational citizenship behavior. Sedangkan 32,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti kepuasan kerja, kepribadian, motivasi, gaya kepemimpinan, dan sikap kerja.Kata kunci : organizational citizenship behavior, religiusitas, budaya organisasi