Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Effects of the tailored intervention program in lowering blood glucose levels and diabetes distress among patients with diabetes in Indonesia: a randomized controlled trial Pranata, Satriya; Wu, Shu-Fang Vivienne; Wang, Tsae-Jyy Tiffany; Liang, Shu-Yuan; Bistara, Difran Nobel; Chuang, Yeu-Hui; Lu, Kuo-Cheng; Vranada, Aric
Jurnal Ners Vol. 18 No. 1 (2023): MARCH 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v18i1.42714

Abstract

Introduction: Blood glucose levels and diabetes distress are the foremost factors contributing to diabetes treatment outcomes and managements. No tailored intervention program was implemented for patients with diabetes in Indonesia. This study aimed to investigate the effectiveness of a tailored intervention program in lowering blood glucose levels and diabetes distress among patients with diabetes patients in Indonesia. Methods: A randomized controlled trial (RCT) with pre-test and post-tests was applied. A total of 163 people with diabetes were collected for both intervention (n=80) and control (n=83) groups: A diabetes-tailored intervention program was attempted in the intervention group. Descriptive statistics, Analysis of Variant (ANOVA) and inferential statistics were used to analyze the data (significance level <0.05). Results: The mean blood glucose levels and diabetes distress before and after in the intervention group were 255.19 mg/dl, and 245.60 mg/dl (p-value >0.05); 2.46 and 2.01 (p-value <0.01). While the control group's mean of blood glucose levels and diabetes distress before and after the intervention was were 227.81 mg/dl, and 245.94 mg/dl (pvalue <0.05); and 2.37 (p-value >0.05). Conclusions: The diabetes-tailored intervention program is effective on decreasing blood glucose levels and diabetes distress, and showed a significant result to diabetes distress.
Self-Awareness and Quality of Life in Menopausal Women: A Concept Analysis Noorma, Nilam; Hapsari, Ririn; Aisah, Siti; Vranada, Aric
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i1.553

Abstract

This study aims to clarify the concept of self-awareness in menopausal women and examine its relationship with quality of life (QoL) using Walker and Avant’s concept analysis framework. The analysis included articles published between 2021 and 2025, retrieved from databases such as Google Scholar, ProQuest, PubMed, CINAHL, and Science Direct, using keywords “menopause,” “self-awareness,” “quality of life,” and “concept analysis.” The findings reveal that self-awareness in menopausal women comprises interoceptive awareness, cognitive insight, emotional recognition and regulation, health literacy, and adaptive behavioral responses. Antecedents of self-awareness include health literacy, access to information, emotional support, mindfulness experience, and motivation for self-care. Its consequences involve improved symptom management, adaptive coping, reduced anxiety and depression, and enhanced physical, psychosocial, and sexual QoL. Empirical referents identified include MENQOL, MRS, MAAS, MAIA, symptom diaries, and outcomes of mindfulness or self-awareness interventions. The study concludes that self-awareness is a multidimensional construct essential for improving the QoL of menopausal women. Clarifying this concept establishes a theoretical foundation for developing targeted nursing interventions, standardized measurement tools, and future research exploring mechanisms linking self-awareness to QoL.
PEACEFUL END OF LIFE IN LATE-STAGE CANCER PATIENTS: CONCEPT ANALYSIS BY WALKER AND AVANT Anjarwani, Sushanty; wahyuni; Vranada, Aric; Aisah, siti
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2025): Nurse and Health : Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v14i2.873

Abstract

Background:The increasing number of malignant cancer patients makes end-of-life care an inseparable element of nursing services. The concept of peaceful end-of-life is very popular , but it is complex and abstract. Understanding the concept of peaceful end-of-life helps professional nurses improve the quality of care outcomes for patients suffering from terminal or life-threatening illnesses.  Objective:The researcher's goal was to clarify and clarify the understanding of the concept of peaceful end-of-life in end-stage cancer patients using the approach of Walker and Avant (2005).  Methods: This concept analysis was conducted using the eight steps proposed by Walker and Avant. Results:Attributes of peaceful end-of-life in advanced cancer patients include: freedom from pain, a feeling of comfort, acceptance of the disease, and the presence and support of those closest to them. Antecedents, consequences, and empirical referents are explained. Model cases, related cases, threshold cases, and conflicting cases are illustrated to further clarify the concepts.  Conclusion: Four attributes are interconnected and play a role in forming a complete state of peace for terminal cancer patients according to Walker & Avant's analytical approach.
Pengaruh Mobilisasi Progresif Terhadap Status Hemodinamik Pasien Dengan Stroke di ICU : A Systematic Review Febriyanto Dwi Putra Hadju; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48628

Abstract

Pasien stroke yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami gangguan hemodinamik akibat tirah baring berkepanjangan. Mobilisasi progresif merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat membantu menstabilkan kondisi fisiologis pasien. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pasien dengan stroke yang dirawat di ICU. Studi ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melalui database google scholar, Proquest, Pubmed, Springer Link, dan Science Direct dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2024). Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah “Progressive Mobilization” AND “Hemodynamic” AND “Stroke” AND “ICU”. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mobilisasi progresif memberikan pengaruh positif terhadap parameter hemodinamik seperti tekanan darah, frekuensi nadi, laju pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), dan tekanan arteri rata-rata (MAP). Intervensi ini terbukti aman dan efektif, terutama jika dilakukan secara bertahap dengan pemantauan ketat sesuai kondisi klinis pasien. Disimpulkan bahwa mobilisasi progresif merupakan strategi keperawatan yang bermanfaat dalam memperbaiki status hemodinamik pasien stroke dan mendukung percepatan pemulihan di ruang ICU. Kata Kunci: Mobilisasi Progressif, Hemodinamik, Stroke, ICU
Tren dan Dinamika Penelitian Hypertension, Nursing, dan Therapy: Analisis Bibliometrik berbasis Data Scopus Sukasmi Sukasmi; Aric Vranada; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48689

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian global yang berdampak luas terhadap sistem kesehatan, terutama ketika dikaitkan dengan penyakit metabolik lainnya. Peran keperawatan dalam deteksi, penanganan, dan edukasi pasien hipertensi menjadi semakin penting seiring meningkatnya prevalensi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap ilmiah dan perkembangan riset dalam topik “hypertension, nursing, and therapy” secara komprehensif melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi tren utama, kolaborasi institusional, dan area riset yang masih kurang tergarap. Pendekatan mixed methods digunakan dengan data bersumber dari basis data Scopus pada periode 1 Januari 2007 hingga 17 Juli 2025. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan peta bibliometrik yang mencakup analisis kata kunci, afiliasi, negara, serta tren tahunan, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan makna tematik di balik visualisasi bibliometrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa riset hipertensi dalam konteks keperawatan berfokus pada aspek klinis, manajemen komorbiditas, dan intervensi terapeutik berbasis bukti. Amerika Serikat mendominasi publikasi ilmiah, dengan institusi seperti Duke University dan Harvard Medical School sebagai kontributor utama. Topik-topik terbaru yang muncul pasca-pandemi mencakup manajemen pasien kritis dan dampak COVID-19. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan keperawatan terhadap hipertensi telah berevolusi dari aspek fisiologis menjadi multidimensi dan berbasis kolaborasi. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi pendidikan, praktik, dan kebijakan berbasis data untuk meningkatkan peran perawat dalam manajemen hipertensi.
Analisa Konsep Adaptasi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Pasca Operasi Berdasarkan Teori Adaptasi Roy Gusana Prinda Erawati; Annisa Shalma Ginar Pradani; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53352

Abstract

Gangguan kecemasan pasca operasi merupakan respon psikologis yang umum dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyembuhan, meningkatkan nyeri, memperpanjang lama rawat inap, serta menghambat adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adaptasi pasien dengan gangguan kecemasan pasca operasi berdasarkan teori Adaptasi Roy menggunakan pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Delapan tahapan analisis dilakukan untuk mengidentifikasi atribut, antecedent, konsekuensi, serta mendefinisikan konsep secara operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi pasien pasca operasi ditandai dengan kemampuan mengendalikan respon emosional, stabilitas fisiologis, penerimaan diri, serta dukungan sosial dan spiritual yang memadai. Atribut utama yang teridentifikasi meliputi respon fisiologis stabil, kontrol emosional, koping efektif, dukungan sosial, dan penerimaan terhadap kondisi pasca operasi. Konsep adaptasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan adaptasi dan pengurangan kecemasan pada pasien pasca operasi. (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022). Postoperative anxiety is a common psychological response experienced by patients following surgical procedures. Poorly managed anxiety may negatively impact recovery by increasing pain perception, prolonging length of stay, and hindering both physiological and psychological adaptation. This study aims to analyze the concept of patient adaptation with postoperative anxiety based on Roy’s Adaptation Model using Walker and Avant’s concept analysis approach. Eight stages of analysis were conducted to identify defining attributes, antecedents, consequences, and to establish an operational definition of the concept. The analysis revealed that adaptation in postoperative patients is characterized by the ability to regulate emotional responses, maintain physiological stability, achieve self‐acceptance, and receive adequate social and spiritual support. The main defining attributes include stabilized physiological responses, emotional regulation, effective coping, social support, and acceptance of postoperative conditions. This conceptualization of adaptation may serve as a foundation for nursing interventions focused on enhancing adaptive responses and reducing anxiety among postoperative patients (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022).
Persepsi Caring Pada Multikultural Pasien: Analisis Konsep (Caring Perception Among Multicultural Patients: A Concept Analysis) Livia Baransyah; Khofifatuz Zahroh; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53449

Abstract

Persepsi Caring Pada Multikultural pasien merupakan inti dari praktik keperawatan yang melibatkan kemampuan teknis dan empati untuk memenuhi kebutuhan pasien secara menyeluruh. Dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang semakin multikultural, pasien memiliki latar belakang nilai, kepercayaan, bahasa, dan pengalaman kesehatan yang berbeda-beda. Variasi budaya tersebut memengaruhi cara pasien memahami, menilai, dan merespons perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat. Pemahaman yang kurang terhadap perbedaan persepsi caring dapat berdampak pada rendahnya kepercayaan, keselamatan, dan kepuasan pasien. Tiga Atribut kunci yang menentukan diantaranya: “Pemahaman caring berdasarkan tingkat pendidikan pasien, Faktor usia dalam penilian caring, dan Pengalaman pasien dalam menerima perilaku caring”. Analisis antecenden mencakup Pengetahuan dan keterampilan, Rasa hormat, Keyakinan/Penjaminan, dan Keterhubungan. Konsekuensi yang diidentifikasi adalah Kepercayaan, Kepuasaan, Keselamatan pasien, dan Layanan berkualitas terbaik. Persepsi caring pada pasien multikultural menunjukkan perbedaan yang dipengaruhi oleh nilai dan pandangan budaya. Perawat perlu mengintegrasikan kompetensi budaya dalam praktik caring untuk mendukung pelayanan yang berpusat pada pasien, meningkatkan keselamatan, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Proses ini berpotensi untuk meyakinkan pasien agar lebih percaya terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga Kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan persepsi dalam pelayanan Kesehatan. Caring Perception Among Multicultural Patients. Caring is at the core of nursing practice, which involves technical ability and empathy to meet the needs of patients holistically. In an increasingly multicultural healthcare environment, patients have different backgrounds of values, beliefs, languages, and health experiences. These cultural variations affect the way patients understand, assess, and respond to caring behaviors exhibited by nurses. A lack of understanding of differences in caring perceptions can have an impact on low patient trust, safety, and satisfaction. Three key attributes that determine are identified: "understanding of caring based on the level of education of the patient, age factor in the care study, and the patient's experience in accepting caring behavior". The anteante analysis includes "Knowledge and skill, Respectfulness, Assurance, Connectedness". Consequences are defined according to "Trust, Satisfaction, Patient Safety, Top Quality Services". The perception of caring in multicultural patients shows differences influenced by cultural values and views. Nurses need to integrate cultural competencies in caring practices to support patient-centered care, improve safety, and strengthen therapeutic relationships between nurses and patients. This process has the potential to convince patients to have more trust in the services provided by health workers, so that they can increase knowledge perception in health services.
The Role of Mindfulness and Behavioral Interventions in Controlling Type 2 Diabetes Concept Analysis Melani Sekar Arum; Muhammad Adiul , Ilham, Aric Vranada, Siti Aisah
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i1.10862

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas, menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan organ tubuh, gangguan ginjal, dan gangguan penglihatan. DMT2 menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan proyeksi peningkatan jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Pengelolaan DMT2 yang efektif bergantung pada perubahan gaya hidup pasien, termasuk pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah, yang sering kali memicu reaksi psikologis negatif seperti kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi peran mindfulness dalam memperkuat self-management pada pasien DMT2, dengan fokus pada peningkatan kepatuhan diet dan kontrol glikemik. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis konsep berdasarkan model modifikasi Walker dan Avant untuk mengidentifikasi, mendefinisikan, dan mengonstruksi konsep mindfulness, self-management, dan intervensi perilaku. Studi literatur dilakukan untuk mengkaji atribut inti konsep-konsep ini, serta untuk menyusun kerangka kerja konseptual yang menggambarkan mindfulness sebagai mekanisme intrapersonal yang memediasi perilaku self-management. Hasil analisis menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi stres, kecemasan, dan diabetes burnout, serta berperan dalam mengurangi kadar gula darah pasien. Mindfulness juga meningkatkan kontrol diri dan self-efficacy, yang pada gilirannya memperbaiki kepatuhan pasien terhadap diet dan pengobatan, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan integrasi mindfulness dalam praktik klinis untuk meningkatkan outcome klinis pada pasien DMT2, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang penerapan mindfulness dalam manajemen diabetes. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2),Mindfulness, Self-management, Kontrol Glikemik dan Kepatuhan Diet
Efektivitas Aplikasi Mobile Berbasis Android Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Pada Ibu Menyusui : Systematic Review Asmi Asmi; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki; Yunie Armiyati4 Armiyati; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55140

Abstract

Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu, kurangnya dukungan laktasi, serta keterbatasan akses edukasi menjadi faktor utama kegagalan menyusui. Perkembangan teknologi kesehatan digital, khususnya aplikasi berbasis Android ASIApp, menawarkan solusi inovatif dalam meningkatkan edukasi dan pendampingan ibu menyusui. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengembangan aplikasi berbasis Android, khususnya ASIApp, terhadap keberhasilan pemberian ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian menggunakan systematic review dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest dengan rentang publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan adalah “Breastfeeding Application ”AND“Mobile Health”AND“Android-Based Application” ,AND “Exclusive Breastfeeding”AND“Lactation Education”. Sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aplikasi berbasis Android memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu, sikap menyusui, keterampilan teknik menyusui, serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Aplikasi yang dilengkapi fitur edukasi, pengingat, monitoring menyusui, dan konsultasi terbukti lebih efektif dibandingkan edukasi konvensional. Disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi ASIApp berpotensi meningkatkan keberhasilan pemberian ASI dan layak dikembangkan sebagai intervensi promosi kesehatan ibu dan anak berbasis digital.
Terapi Komplementer Integratif Untuk Kecemasan Pada Penyakit Kronis: Tinjauan Sistematis Intervensi Foot Massage Dan Aromaterapi Lavender Anistasia Aditya Suryani; Yunie Armiyati; Aric Vranada; Amin Samiasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59549

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami pasien dengan penyakit kronis dan dapat memengaruhi kualitas hidup maupun keberhasilan terapi yang dijalani. Pemanfaatan terapi komplementer menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk membantu mengatasi masalah tersebut karena relatif aman, mudah diterapkan, dan dapat dikombinasikan dengan terapi medis. Kajian ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan foot massage dan aromaterapi lavender sebagai intervensi pendukung dalam mengurangi kecemasan pada pasien penyakit kronis. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan penelusuran artikel melalui database Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar. Literatur yang dipilih merupakan publikasi tahun 2021–2026 dengan desain randomized controlled trial, quasi-experimental, dan observasional sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa aromaterapi lavender berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Di sisi lain, foot massage memberikan manfaat berupa penurunan kelelahan, berkurangnya stres, dan peningkatan relaksasi melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan kedua intervensi secara bersamaan menghasilkan manfaat yang lebih luas dibandingkan terapi tunggal, terutama terhadap kecemasan, fatigue, kualitas tidur, dan tekanan darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa foot massage dan aromaterapi lavender berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer yang mendukung perawatan pasien penyakit kronis secara holistik.
Co-Authors Ade Rahmah Yulia Adriani, Sri Adriani, Vita Adzan Raihandasyarif Darmawan Agus Suseno Agus Suseno Akhmad Mustofa Amelia, Suzanna Amin Samiasih Anggriawan, Ferri Anistasia Aditya Suryani Anjarwani, Sushanty Anna Kurnia Annisa Shalma Ginar Pradani Asep Muhamad Nurhalim Asmi Asmi Asriyani Asriyani Chanif Chanif Chia-Jung Hsieh Chiou-Fen Lin Christina Nur Widayati Chuang, Yeu-Hui Darti Darti Difran Nobel Bistara Dyah Novitaningrum Dyah Winarni Dyah, Dwi Tristining Edy Soesanto Edy Surya Pratama Enjelina Angela Fransiska Fanumbi Estu Nugrahaning Widi Estu Nugrahaning Widi Failasuf Wibisono Fariqoini, Ayul Febriyanto Dwi Putra Hadju Galuh Iriantono Gladys Maristela Rawung Gusana Prinda Erawati Hapsari, Ririn Harmoko, Tri Ika Aditya Wirawan Irma Liana Putri Isnaeni Nurhayati Jiin-Ru Rong Karyanti Karyanti Khani Fatul Khusna Khofifatuz Zahroh Liang, Shu-Yuan Livia Baransyah Lu, Kuo-Cheng M. Fatkhul Mubin Machmudah Machmudah Marcos De Oliveira Soares Melani Sekar Arum Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Mohammad Fauzi Muliani Muliani Nana Juwita Sari Noorma, Nilam Novita Andaresta Putri Novita Andaresta Putri Nurdin Nurdin Nurul Afiana Salsabilla Nurul Auliyah Nuzulullail, Agung Subakti Pratiwi Ari Hendrawati Purwandari, Reni Purwono Purwono, Purwono Ratih Sari Wardani Ratih Sari Wardani Ratna Sari Putri Risnatun Hasanah Risnatun Hasanah Riyanto, Ujang Satriya Pranata Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Juhro Siti Linda Ariska SRI REJEKI Sudarwati Safwan Suhermi Suhermi Sukasmi Sukasmi Sukasmi Sukasmi Taliki, Verawaty Tristiyaningrum, Diana Tsae-Jyy Wang Tuny, Nurfitriyana Wa Ode Vita Sumarta Wahyu Wahyu WAHYUNI Wahyuni Wahyuni Wang, Tsae-Jyy Wang, Tsae-Jyy Tiffany Warsono Warsono Warsono Weny Murni Widyaningrum, Tri Wu, Shu-Fang Vivienne Yuli Windarti Yunie Armiyati Yunie Armiyati4 Armiyati