Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Tata Kelola Kolaboratif Melalui BUMDes dalam Pencapaian Desa Mandiri di Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo Amalia. P, Resky
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3504

Abstract

Pembangunan desa merupakan prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Indeks Desa Membangun (IDM), yang mencakup Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), digunakan untuk mengukur tingkat kemandirian desa. Penelitian ini bertujuan memahami peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam tata kelola kolaboratif untuk mendorong percepatan pencapaian desa mandiri di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan meliputi perangkat desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, serta warga. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan capaian antar desa berdasarkan dimensi IDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes berperan penting dalam menggerakkan ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Hambatan utama meliputi keterbatasan manajerial, inovasi usaha yang rendah, partisipasi masyarakat terbatas, serta lemahnya kolaborasi dengan pihak eksternal. Namun, peluang strategis terbuka melalui potensi ekonomi lokal, budaya gotong royong, dukungan regulasi dan dana desa, program pendampingan, serta keterlibatan generasi muda dalam ekonomi digital. Analisis komparatif menunjukkan desa mandiri ditopang oleh nilai IKE yang tinggi, sementara desa maju masih lemah pada aspek ekonomi meskipun memiliki IKS dan IKL yang baik. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya penguatan kapasitas BUMDes, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi multipihak sebagai strategi percepatan desa mandiri yang berkelanjutan.