Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eCo-Fin

Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Pemoderasi Gouwtama, Chaterine; Yoyo, Toni
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.2205

Abstract

This study investigates the impact of organizational culture, leadership style, and training on employee performance, with job satisfaction acting as a moderating variable. Utilizing the Structural Equation Modeling (SEM) approach and Smart PLS software, the study analyzes the relationships between variables. A saturated sampling method was employed, involving all 157 employees of Buddhi College School as respondents. The findings confirm the proposed hypothesis, indicating that organizational culture, leadership style, training, and job satisfaction positively and significantly influence employee performance. However, job satisfaction moderates the relationship between organizational culture and employee performance negatively and significantly. Conversely, job satisfaction positively and significantly moderates the effects of leadership style and training on employee performance. These findings suggest that organizations aiming to enhance employee performance should focus on strengthening organizational culture, leadership effectiveness, training programs, and job satisfaction.
Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja, dan Motivasi Kerja Pada Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Pemediasi Santamoko, Ruby; Yoyo, Toni; Silaswara, Diana
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2360

Abstract

Dalam era globalisasi yang kompetitif, efektivitas pengelolaan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja organisasi. Studi ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, stres kerja, dan motivasi kerja pada kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Studi dilakukan pada karyawan STAB Dharma Widya Tangerang dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diukur dengan Skala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan 111 responden sebagai sampel. Hasil analisis outer model menunjukkan validitas dan reliabilitas konstruk yang memadai. Evaluasi inner model mengungkapkan bahwa beban kerja dan stres kerja berdampak signifikan pada kepuasan kerja, yang selanjutnya berdampak positif pada kinerja karyawan. Secara langsung, stres kerja berdampak positif pada kinerja, sedangkan beban kerja dan motivasi kerja menunjukkan pengaruh tidak langsung melalui kepuasan kerja. Model studi menunjukkan nilai R² sebesar 0,384 untuk kepuasan kerja dan 0,506 untuk kinerja karyawan, mengindikasikan kemampuan prediktif moderat. Nilai Q² yang diperoleh juga menunjukkan relevansi prediktif yang baik. Kesimpulannya, kepuasan kerja berperan penting dalam memediasi hubungan antara beban kerja, stres kerja, dan motivasi kerja pada kinerja karyawan. Organisasi perlu memperhatikan keseimbangan beban kerja, manajemen stres, serta strategi peningkatan motivasi untuk mendukung kepuasan dan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Pengaruh Motivasi, Pelatihan, dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru SMK di Kota Tangerang Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Widiningsih, Sri Rahayu; Yoyo, Toni
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.3150

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis hubungan motivasi, pelatihan, dan budaya organisasi dengan kinerja guru SMK di Kota Tangerang, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain eksplanatori, melibatkan 160 responden guru SMK yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin dengan indikator yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi, pelatihan, budaya organisasi, dan kepuasan kerja berhubungan positif dengan kinerja guru. Budaya organisasi (β = 0,312; p < 0,001) dan kepuasan kerja (β = 0,324; p < 0,001) menjadi faktor dominan dalam peningkatan kinerja, sementara motivasi hanya berhubungan langsung dengan kinerja tanpa memengaruhi kepuasan kerja. Pelatihan berkontribusi signifikan baik secara langsung (β = 0,147; p = 0,008) maupun melalui kepuasan kerja (β = 0,086; p = 0,001). Temuan ini memperkuat literatur terdahulu yang menekankan pentingnya budaya organisasi dan pelatihan dalam pendidikan vokasi, sekaligus menunjukkan perbedaan pada peran motivasi. Secara praktis, hasil penelitian ini menyarankan perlunya penguatan budaya kerja, peningkatan kualitas pelatihan, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kepuasan kerja guna meningkatkan kinerja guru SMK.