Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND PREMENOPAUSE SYMPTOMS IN WOMEN AGED 40-49 Siti Lestari; Redha Ulfa; Reni Hariyanti; Elvi Febria Marnita; Srianty Siregar; Fika Lestari; Siska Desta Roza
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 1 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i1.12378

Abstract

Premenopausal syndrome is a symptom that is felt both physically and psychologically when entering menopause. Objective: To identify the relationship between physical activity and premenopausal symptoms in women aged 40-49 years in the work area of Pelayang Jambi village. Method: This study used a correlation analytic design with a cross-sectional approach model. The number of samples was 103 respondents with a stratified proportional random sampling method. Data collection used the IPAQ and MRS questionnaires, data analysis used the Spearman-rho test. Results: Showed that most respondents had moderate physical activity 51 (49.5%) and most respondents experienced premenopausal symptoms in the mild symptom category 40 (38.8%). There was a relationship between physical activity and premenopausal symptoms with a p value of 0.01 (p <0.05). Conclusion: The higher the physical activity, the more severe the premenopausal symptoms felt. Premenopausal symptoms in women can be reduced by physical activity in the form of a leisurely walk every day for 15 minutes or low-impact aerobic exercise three to five times per week
PENGARUH EDUKASI PIJAT BAYI KEPADA IBU TERHADAP KETERAMPILAN MELAKUKAN PIJAT BAYI DI PUSKESMAS NATAM 2025. Eva Nurseptiana; Purnama Sari Cane; Fika Lestari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH EDUKASI PIJAT BAYI KEPADA IBU TERHADAP KETERAMPILAN MELAKUKAN PIJAT BAYI DI PUSKESMAS NATAM 2025.
PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI IBU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN DAN KENYAMANAN BAYI Eva Nurseptiana; Purnama Sari Cane; Fika Lestari; Mastina Mastina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, kenyamanan, serta pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami teknik pijat bayi yang benar sehingga diperlukan kegiatan edukasi dan pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi secara tepat, aman, dan mandiri. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan sesi diskusi. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan. Pengabdian masyarakat dilakukan pada bula april 2025. Materi yang diberikan meliputi manfaat pijat bayi, waktu yang tepat untuk melakukan pijat, kontraindikasi, persiapan sebelum pijat, serta teknik pijat bayi sesuai prosedur. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan serta tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu setelah mengikuti pelatihan. Peserta mampu menjelaskan manfaat pijat bayi, memahami tahapan pelaksanaan pijat, serta mempraktikkan teknik pijat bayi dengan urutan dan gerakan yang benar. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan dan menyatakan lebih percaya diri untuk melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Kegiatan pelatihan pijat bayi terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan ibu melakukan pijat bayi secara aman dan benar. Pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas perawatan bayi, mempererat ikatan antara ibu dan bayi, serta berkontribusi terhadap kesehatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang bayi secara optimal. Kata kunci: pelatihan, pijat bayi, ibu, kesehatan bayi, kenyamanan bayi, pengabdian kepada masyarakat.