Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Pengaruh Current Ratio, Return on Equity, Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham Rizkyana Nugraheni; Menik Indrati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6077

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham. Penelitian ini terdiri dari empat variabel independent yaitu CR, ROE, EPS dan DER serta satu variabel dependen yaitu Harga Saham yang di ukur dengan diukur dengan harga saham. Pada penelitian ini terdapat 10 perusahaan yang memenuhi kriteria dari total observasi sebanyak 38 perusahaan dengan objek penelitian pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang tercatata di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variable Current Ratio, Return On Equity, Earning Per Share dan Debt to Equity ratio berpengaruh secara simultan terhadap Harga saham. Variabel Current Ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Variabel Return On Equity tidak berpengaruh terhadap Harga saham. Variabel Earning Per Share berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Variabel Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan pemegang saham agar lebih memperhatikan mempengaruhi fluktuasi harga saham karena kesalahan investor dalam berinvestasi dapat memengaruhi kesejahteraan keuangan investor. Untuk perusahaan agar dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan harga saham serta melakukan antisipasi tingkat risiko saham perusahaan di masa mendatang.
Pengaruh Nilai Perusahaan, Profitabilitas, dan Inflasi Terhadap Kebijakan Dividen Sholihah, Umi; Indrati, Menik
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13030

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh nilai perusahaan (Market-to-Book/MTB), profitabilitas (Net Profit Margin/NPM), dan inflasi terhadap kebijakan dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol pada subsektor food & beverage di Bursa Efek Jakarta. Populasi terdiri dari 95 perusahaan dengan kriteria dan purposive sampling diperoleh 31 perusahaan (93 sampel) untuk periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan variabel nilai perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR (β=0,042; t=2,031; p=0,046). Variabel profitabilitas (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR (β=0,989; t=2,587; p=0,012) dan inflasi tidak berpengaruh signifikan (β=−0,454; t=−0,175; p=0,862). Secara simultan model signifikan (F=3,564; p=0,011) dengan Adjusted R²=0,126. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan valuasi pasar dan margin laba yang lebih tinggi cenderung meningkatkan pembayaran dividen, sementara tekanan inflasi pada periode observasi tidak mengubah kebijakan dividen secara berarti. Bagi investor dan regulator indikator nilai perusahaan dan profitabilitas relevan untuk menilai konsistensi kebijakan dividen di subsektor ini.
Pengaruh Piutang, Persediaan, Utang, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Going Concern Perusahaan Triyana, Leni Gusliani; Indrati, Menik
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13096

Abstract

Studi ini meneliti dampak piutang, persediaan, hutang usaha, dan ukuran perusahaan terhadap status kelangsungan usaha perusahaan farmasi. Konsep kelangsungan usaha mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melanjutkan operasinya dan memenuhi kewajiban keuangannya di masa mendatang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data keuangan dari perusahaan farmasi untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut dan pengaruhnya terhadap kelangsungan usaha. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa piutang usaha tidak memengaruhi arus kas dan likuiditas perusahaan perawatan kesehatan, sehingga tidak memengaruhi status kelangsungan usahanya. Demikian pula, manajemen persediaan memainkan peran penting, karena tingkat persediaan yang berlebihan atau tidak mencukupi dapat mengganggu efisiensi operasional dan profitabilitas. Utang usaha ditemukan tidak memengaruhi fleksibilitas keuangan dan kemampuan untuk mengelola kewajiban jangka pendek, yang secara langsung berkorelasi dengan kesehatan keuangan perusahaan. Selain itu, ukuran perusahaan muncul sebagai penentu ketahanan, dengan perusahaan farmasi yang lebih besar menunjukkan stabilitas yang lebih besar karena operasi yang terdiversifikasi dan sumber daya keuangan yang lebih kuat.