Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jurnal solma

Pelatihan Kader Posyandu dalam Mencegah Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kecamatan Cidolog Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Fatimah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17103

Abstract

Background: Masalah stunting di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dengan prevalensi stunting sebesar 10,8% (134 kasus) pada balita usia 0-59 bulan, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan peran kader posyandu dalam pendampingan ibu hamil pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan mitra menunjukkan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat. Metode: Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada 30 kader posyandu selama bulan Juli hingga September 2024. Kegiatan meliputi pemberian informasi mengenai stunting, edukasi pencegahan, serta cara sosialisasi kepada masyarakat luas. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung ibu hamil dan keluarga selama masa 1000 HPK. Hasil: Hasil pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan, dengan 94% kader mengalami peningkatan pengetahuan, sementara 6% lainnya tidak menunjukkan perubahan. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader. Namun, disarankan pelaksanaan program serupa dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga konsistensi pengetahuan dan efektivitas kader dalam upaya pencegahan stunting secara terprogram.
Edukasi Perawatan Neonatus sebagai Strategi Pemberdayaan Ibu Pasca Persalinan melalui Pendampingan Mahasiswa Kebidanan Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Rohmah, Siti; Heriyanti, Silvia Widyani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20338

Abstract

Background: Masa neonatus merupakan periode kritis yang menentukan derajat kesehatan bayi di masa mendatang. Kurangnya pemahaman ibu tentang perawatan neonatus dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu pasca persalinan dalam merawat bayi baru lahir melalui edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan dengan pendampingan langsung dari dosen pembimbing. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah binaan Program Studi Kebidanan dengan metode penyuluhan, demonstrasi perawatan bayi baru lahir (seperti perawatan tali pusat, tanda bahaya, dan teknik menyusui yang benar), serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu, serta observasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses edukasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan neonatus dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat. Pendampingan dosen berperan penting dalam memastikan akurasi informasi yang disampaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di lapangan. Kesimpulan: Kegiatan ini menjadi model kolaboratif yang efektif antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Pemanfaatan Herbal Inhaler (Healer) untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil melalui Pendekatan Partisipatif Mahasiswa Profesi Kebidanan di Kampung Naga Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Fatimah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22035

Abstract

Pendahuluan: Mual dan muntah adalah ketidaknyamanan umum selama trimester pertama kehamilan, yang sering memengaruhi kesejahteraan ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kenyamanan ibu hamil trimester pertama melalui pemanfaatan herbal inhaler (Healer) berbahan jahe, cengkeh, dan serai, sekaligus memperkuat keterampilan mahasiswa profesi kebidanan dalam edukasi kesehatan maternal berbasis komunitas. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kampung Naga dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan mahasiswa, edukasi ibu hamil, dan pendampingan penggunaan Healer selama tujuh hari. Sebanyak 15 ibu hamil trimester pertama berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan keluhan mual dan muntah berdasarkan skor PUQE setelah penggunaan Healer, disertai respons positif dari peserta terhadap kemudahan penggunaan produk herbal tersebut. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai terapi nonfarmakologis serta peningkatan keterampilan mahasiswa dalam komunikasi dan konseling kesehatan. Kesimpulan: Secara umum, Healer berpotensi menjadi alternatif nonfarmakologis yang praktis untuk mendukung kenyamanan ibu hamil, namun kegiatan lanjutan dengan cakupan mitra yang lebih luas masih diperlukan.