Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Diversity of Insect Types in New Rice Fields Rahmawasiah, Rahmawasiah; Arnama, I Nyoman
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i1.2046

Abstract

Insects as a component of the rice field ecosystem have an important role in the food web, namely as herbivores, carnivores (predators and parasitoids) and detritivores. This research aims to examine insect diversity in new rice fields. The research was carried out by taking insect samples using yellow traps, farm cops, pitfalls and light traps. The collected insects are then identified in the laboratory. The research results showed that 28 species of insects were obtained using the yellow trap, 34 species of farmcop, five species of pitfall and seven species of light trap. The composition of insects based on their role is 49% herbivores, 29% natural enemies (22% predators and 7% parasitoids), and 22% other insects. Insect diversity index 3.28 with evenness 0.91. The insects found in the new rice fields are 9 orders, 32 families, 41 species and 1317 individuals consisting of herbivores, natural enemies and other insects.  Insect diversity is relatively high, with an even distribution of species. The results obtained can be used for pest management in rice plantations.
Respon POC Kulit Pisang serta Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. var Italica): The Effect of Providing Banana Peel Liquid Organic Fertilizer and Empty Palm Oil Bunch Compost on the Growth of Broccoli Plants (Brassica oleracea L. var. Italica) Tenriati, Tenriati; Gita Srihidayati; Ulfah Zakiyah Hamdani; Rahmawasiah, Rahmawasiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4567

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh POC kulit pisang dan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan tanaman brokoli. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo di Jl. Lamaranginang, Desa Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Periode penelitian ini dimulai pada bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Maret 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga menjadi 24 satuan percobaan dalam penelitian ini. Perlakuan tersebut antara lain P0 = kontrol (tanpa perlakuan), P1 = POC kulit pisang 75 ml/tanaman + Kompos TKKS 150 g/tanaman, P2 = POC kulit pisang 100 ml/tanaman + Kompos TKKS 200 g/tanaman, P3 = POC kulit pisang 125 ml/ tanaman + kompos TKKS 250 g/tanaman, P4 = POC kulit pisang 150 ml/tanaman + kompos TKKS 300 g/tanaman, P5 = POC kulit pisang 175 ml/tanaman + kompos TKKS 350 g/tanaman. Adapun hasil dari sidik ragam F hitung > F tabel yang berarti pemberian perlakuan berpengaruh sangat nyata pada parameter hari muncul krop (HST), sedangkan diperoleh nilai F hitung < F tabel pada parameter yang berarti tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan Panjang akar. Perlakuan terbaik adalah P5 dengan tinggi tanaman 26,25 cm, jumlah daun 17,38, hari muncul krop 65,25 HST dan panjang akar 24,13 cm. Selain itu nilai terbaik juga terdapat pada P3 dengan tinggi tanaman 24,25 cm, jumlah daun 17,88, hari muncul krop 67,75 HST dan panjang akar 26,38 cm. Pemberian POC kulit pisang dan kompos tandan kosong kelapa sawit menunjang pertumbuhan tanaman brokoli. This research was carried out with the aim of determining the effect of giving banana peel POC and empty oil palm fruit bunch compost on the growth of broccoli plants. This research was carried out at Experimental Field II, Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University on Jl. Lamaranginang, Batupasi Village, North Wara District, Palopo City. This research period starts from December 2023 to March 2024. This research was carried out using a Randomized Block Design (RAK) method and 6 treatments were given 4 times, resulting in 24 experimental units in this research. P0 = control (without treatment), P1 = POC banana peel 75 ml/plant + TKKS Compost 150 g/plant, P2 = POC banana peel 100 ml/plant + TKKS Compost 200 g/plant, P3 = POC banana peel 125 ml/plant plants + TKKS compost 250 g/plant, P4 = banana peel POC 150 ml/plant + TKKS compost 300 g/plant, P5 = banana peel POC 175 ml/plant + TKKS compost 350 g/plant. As for the results of the variance, F calculated > F table, which means that the treatment has a very significant effect on the parameters of the day of crop emergence (DAP), while the obtained value of F calculated < F table on the parameters means that it has no real effect on plant height, number of leaves and root length. The best treatment was P5 with a plant height of 26.25 cm, number of leaves 17.38, age of crop formation 65.25 HST and root length 24.13 cm. Apart from that, the best value was also found in P3 with a plant height of 24.25 cm, number of leaves 17.88, day of crop emergence 67.75 HST and root length 26.38 cm. Providing banana peel POC and empty oil palm fruit bunch compost supports the growth of broccoli plants.
Isolasi dan Identifikasi Cendawan dari Pelapukan Batang Bawah Sagu (Metroxylon sagu Rottb.): Isolation and Indentification of Fungi from Weathering Sago Rootstock (Metroxylon sagu Rottb.) Ilyas Mattola, Paradillah; Naima Haruna; Rosnina, Rosnina; Rahmawasiah, Rahmawasiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4628

Abstract

Pelapukan batang bawah sagu merupakan proses alami yang terjadi pada bagian batang sagu yang tidak lagi aktif secara fisiologis. Berbagai mikroorganisme, diantaranya adalah cendawan, bakteri, nematoda dan organisme tanah lainnya, memakan bahan organik dalam proses pelapukan ini. Pentingnya pelapukan batang sagu dalam siklus ekosistem, terutama dalam pengembalian nutrisi ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi cendawan yang terdapat pada pelapukan batang bawah sagu serta melakukan identifikasi cendawan yang ditemukan dari hasil pelapukan batang bawah sagu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - September 2024 di Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel hasil pelapukan batang bawah sagu pada kedalaman 15 cm. Sampel diambil dari lima titik dengan jumlah 100 gram pada setiap titik. Pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur yang sama di setiap titik. Sampel kemudian diisolasi menggunakan metode pengenceran berseri, di mana 1 gram sampel dilarutkan dalam 9 ml air steril dan dikocok menggunakan sentrifugasi selama 30 menit hingga tercampur rata. Selanjutnya, 1 ml suspensi diambil dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi 9 ml aquades steril. Pengenceran berseri dilakukan hingga tercapai pengenceran 104. Sampel dari pengenceran 101, 102, dan 103, sebanyak 0,5 ml suspensi, ditumbuhkan pada media PDA menggunakan metode sebar dan diinkubasi selama 3 hingga 7 hari pada suhu 22-25°C. Identifikasi isolat cendawan dilakukan menggunakan kunci determinasi dari Illustrated Genera of Imperfect Fungi (Barnett & Hunter, 1998). Penelitian ini menemukan empat genus cendawan, yaitu Trichoderma, Penicillium, Gliocladium, dan Rhizopus. Weathering sago rootstock is a natural process natural occurs in parts of the sago stem that are no longer physiologically active. Various microorganisms, including fungi, bacteria, nematodes, and other soil organisms, eat organic material in this weathering process. The importance of weathering sago stems in the ecosystem cycle, especially in returning nutrients to the soil. This research aims to isolate fungi found in weathering sago rootstocks and identify fungi found in the weathering of sago rootstocks. This research was carried out in June - November 2024 in Pengkajoang Village, West Malangke District, North Luwu Regency. This research was carried out by taking samples from the weathering of sago rootstock at a depth of 15 cm. Samples were taken from five points, with 100 grams collected from each point. The sampling procedure was consistent across all points. The samples were then isolated using a serial dilution method, where 1 gram of the sample was dissolved in 9 ml of sterile water and shaken using centrifugation for 30 minutes until homogenized. Subsequently, 1 ml of the suspension was taken and placed into a test tube containing 9 ml of sterile aquades. The serial dilution was carried out until a 104 dilution was achieved. Samples from dilutions 101, 102, and 103, 0.5 ml each, were then cultured on PDA media using the spread plate method and incubated for 3 to 7 days at 22-25°C. Fungal isolates were identified using a determination key from Illustrated Genera of Imperfect Fungi (Barnett & Hunter, 1998). The study identified four fungal genera: Trichoderma, Penicillium, Gliocladium, and Rhizopus.
Efektivitas Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas SR P08 UG Sistem Hidroponik Rakit Apung: Effectiveness of AB Mix Nutrition on Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Varieties SR P08 UG Floating Raft Hydroponic System Masluki, Masluki; Suhaeni, Suhaeni; Mutmainnah, Mutmainnah; Saruman, Sri Hastuty; Rahmawasiah, Rahmawasiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5402

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi pada lahan suboptimal yang mengalami cekaman genangan salah satunya melalui teknologi hidroponik rakit apung. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pemberian pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas SR P08 UG dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksankan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo pada Bulan September-Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 2 ulangan, sehingga terdapat 40 unit percobaaan. Perlakuan pada percobaan menggunakan kombinasi yaitu; P0 = Kontrol, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk AB mix memiliki signifikansi terhadap paramameter tinggi tanaman dan jumlah anakan, sedangkan jumlah butir permalai, berat malai, panjang akar, dan bobot per 1000 biji tidak signifikan. Perlakuan terbaik terdapat perlakuan P4 dengan parameter tinggi tanaman (90,5 cm), jumlah anakan (34,625 batang), jumlah butir per malai (127,25 butir), berat malai (19,375 gr), berat per 1000 biji (16,5 gr), sedangkan panjang akar di tunjukkan pada perlakuan P0 (tanpa perlakauan) dengan nilai (26,75 cm). One of the efforts to increase rice production on suboptimal land experiencing accumulation stress is through floating raft hydroponic technology. The aim of the research was to determine the response of AB mix fertilizer application to the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) SR P08 UG variety in a floating raft hydroponic system. The research was carried out at the green house, Faculty of Agriculture Cokroaminoto University, Palopo in September-December 2024. The research method used a Randomized Group Design (RGD) consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment had 2 replications, so there were 40 experimental units. The treatment in the experiment used a combination, namely; P0 = Control, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. The results showed that AB mix fertilizer treatment had significance on the parameters of plant height and number of tillers, while the number of perennial grains, panicle weight, root length and weight per 1000 seeds were not significant. The best treatment was treatment P4 with parameters of plant height (90.5 cm), number of tillers (34,625 stems), number of grains per panicle (127.25 grains), panicle weight (19.375 gr), weight per 1000 seeds (16.5 gr), while root length was summarized in treatment P0 (without treatment) with a value of (26.75 cm).
Pemanfaatan Biofertilizer dan Biopestisida untuk Menunjang Pertanian Berkelanjutan di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Rahmawasiah, Rahmawasiah; I Nyoman Arnama; Ahmad Syukur Daming
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.543

Abstract

Kegiatan pengabdian pemanfaatan biofertilizer dan biopestisida untuk menunjang pertanian berkelanjutan di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota Kelompok Tani tentang pembuatan biofertilizer dari sisa tanaman dan Trichoderma, pembuatan biopestisida dari ekstrak tanaman serta teknik aplikasinya pada pertanaman. Melalui program ini anggota Kelompok Tani diharapkan dapat mengetahui dan membuat biofertilizer dan biopestisida untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Pemanfaatan biofertilizer dan biopestisida dapat mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia sehingga aman bagi manusia dan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi, pelatihan pembuatan biofertilizer dan biopestisida. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan aplikasi biofertilizer dan biopestisida pada pertanaman padi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memonitoring kemampuan anggota Kelompok Tani membuat biofertilizer dari sisa tanaman dan Trichoderma, biopestisida dari ekstrak tanaman serta pengaplikasiannya pada pertanaman padi. Penerapan biofertilizer dan biopestisida dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia serta berpotensi untuk meningkatkan produksi tanaman padi.