Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Pengenalan Microsoft Office Word Pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Palopo Suparman; Gita Srihidayati
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jpm.v2i2.80

Abstract

sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Palopo dengan tujuan membantu meningkatkan ilmu pengetahuan setiap siswa melalui program kerja pelatihan pengenalan Microsoft Office Word dengan memperkenalkan dasa-dasar Office Word yang umum digunakan. Metode pelaksanaan memiliki dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan dalam menggunakan Microsoft Office Word sebagai bahan dasar persiapan menuju ke jenjang pendidikan selanjutnya
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu dan Batang Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair Hastep Rimman Lapa; Gita Srihidayati
Wanatani Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i1.153

Abstract

Tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, bobot buah, bobot biji berdasarkan hasil survei. Dari sini dapat disimpulkan bahwa penerapan limbah cair tahu dan batang pisang tidak berpengaruh signifikan. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa tinggi tanaman untuk perlakuan P4 yang mampu memberikan respon terbaik dengan nilai rata-rata 172,25 helai merupakan parameter jumlah daun yang memberikan respon terbaik yaitu nilai rata-rata 24,50. untuk pengobatan P1. . Untuk parameter pengolahan strand dan flower holder tertinggi terdapat pada P5 dengan nilai mean 61,25 HST. Selanjutnya parameter bobot buah perlakuan P4 menunjukkan respon tertinggi dengan nilai rerata 260,50 g, dan parameter bobot biji tertinggi terdapat pada . P5 dengan nilai rata-rata 59,05
Pengenalan Office pada Sistem Pembelajaran di SMP 12 Anggeraja Gita Srihidayati; Suparman Suparman
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.163

Abstract

Pada masa modernisasi ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat tidak hanya berperan dalam bidang perekonomian, tapi juga bidang pendidikan. Saat ini setiap siswa/i di hampir semua jenjang pendidikan diwajibkan untuk melek teknologi, terutama teknologi informasi. Selain untuk menunjang kegiatan pendidikan, melek teknologi informasi juga menunjang siswa/i dalam menyelesaikan persoalan. Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan sistemoperasi pada computer pada siswamembantu meningkatkan ilmu pengetahuan setiap siswa melalui program kerja pelatihan pengenalan Microsoft Office Word dengan memperkenalkan dasa-dasar Office Word yang umum digunakan. Metode pelaksanaan memiliki dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan dalam menggunakan Microsoft Office Word sebagai bahan dasar persiapan menuju ke jenjang pendidikan selanjutnya
Pendampingan Pembuatan Dompok Durian di Desa Tampumia, Kabupaten Luwu Sunarni Yassa; Marlina Bakri; M. Nur Hakim; Gita Srihidayati; Suparman Suparman
Abdimas Langkanae Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v4i1.170

Abstract

Buah durian mempunyai banyak manfaat yang mengandung senyawa yang di butuhkan oleh tubuh manusia, karena dalam durian mengandung beberapa nutrisi penting, diantaranya: Kalori, Lemak, Karbohidrat, Serat, Protein, Vitamin, Tiamin, Mangan, Vitamin, Kalium, Kalsium, Zat besi, Riboflavin, Tembaga, Folat, Magnesium, Niasin. Sehingga buah durian dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh karena dapat mencegah perubahan sel abnormal kanker, meningkatkan kesehatan pencernaan, mencegah munculnya nyeri, mencegah penuaan dini, menjaga kesehatan tulang, mencegah penyakit jantung, mengatur tekanan darah, mencegah diabetes, mencegah anemia, mengatasi insomnia, meningkatkan kesehatan kulit, mencegah depresi, mengatasi disfungsi seksual. Kemudian sebagai kuliner durian dapat dibuat menjadi ‘Dompok’ yang dapat menjadi cemilan manis di Palopo, serta Dompok juga kerap dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh khas yang digemari banyak orang. Karena selain memiliki cita rasa yang enak dan legit, harga dompok durian juga relatif terjangkau, penjual dompok pun juga mudah ditemukan di toko-toko oleh-oleh di pasar tradisional
Pkm-K Usaha Matani Jaya (Mahasiswa Tani Jasa Sayur Segar) Vertikultur dan Komersialisasi Berbasis Aplikasi Edy Purnawanto; Alviani; Kasmiati; Alwi; Nuryana; Gita Srihidayati
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.182

Abstract

Usaha Matani Jaya adalah suatu agribisnis yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa berwirausaha Universitas Cokroaminoto Palopo dengan cara membudidayakan tanaman sayur segar menggunakan teknik vertikultur sistem irigasi tetes. Sistem pemasaran dilakukan secara langsung dan menggunakan aplikasi website. PKM-K Matani Jaya dilaksanakan selama 4 (empat) bulan. Produksi dilakukan di lahan kampus II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Kegiatan Matani Jaya meliputi produksi sayur segar mencakup caisim, pakchoy, kangkung dan bayam menggunakan sistem vertikultur irigasi tetes, pengemasan produk dan pemasaran berbasis aplikasi. Dalam manajemen usaha, pengelolaan dilakukan oleh anggota tim PKM-K Matani Jaya. Hasil kegiatan ini, kami telah memproduksi 188 ikat produk sayur segar mencakup jenis pakchoy, caisim, kangkung dan bayam. Produk sayur Matani Jaya dijual dengan harga Rp 5.000/ ikat (netto 250 g/ ikat). Total penerimaan dalam 1 kali produksi sebesar Rp 300.000 dan setelah dikurangi total biaya produksi Rp 167.500 diperoleh pendapatan dengan nilai Rp 132.500. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha, nilai R/C ratio sebesar 1,79 yang berarti usaha ini menjanjikan potensi keuntungan dan layak dijalankan. Kesimpulan dari kegiatan meliputi: Usaha Matani Jaya (Mahasiswa Tani Jasa Sayur Segar) mampu meningkatkan kreativitas serta mengasah kemampuan berpikir mahasiswa untuk berinovasi, membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya produk sayur segar menggunakan sistem aplikasi pemasaran yang praktis dan harga produk terjangkau.
Pengendalian Hama Lalat Buah (Bactrocera Spp.) Menggunakan Pestisida Nabati Limbah Kulit Singkong Dan Biji Mahoni Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Gita Srihidayati; Randi, Randi
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.253

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni terhadap intensitas serangan hama lalat buah dan produksi pada tanaman cabai merah. Untuk mengetahui konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni yang efektif dalam mengendalikan serangan hama lalat buah dan meningkatkan produksi pada tanaman cabai merahTerdapat 2 konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni yang efektif dalam penelitian ini yaitu P4 (konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni 25%) dan P5 (konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni 30%). P4 memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap intensitas kerusakan dengan rata-rata 10,89%, berpengaruh nyata terhadap jumlah buah dengan rata-rata 40,25 buah tiap tanaman, dan berat buah dengan rata-rata 191,25 gram tiap tanaman. Sedangkan P5 berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas kerusakan yaitu dengan rata-rata 6,56% dan berpengaruh nyata terhadap umur terserang lalat buah yaitu dengan rata-rata 87,75 HST. Perlakuan efektif diperoleh diduga karena pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni dengan konsentrasi yang tinggi memiliki kandungan bahan aktif yang lebih tinggi pula sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap serangan hama lalat buah dan produksi tanaman cabai merah.
PEMBUATAN APOTIK HIDUP PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN PADA SITUASI COVID-19 Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Nurhesti Asr; Indar Yanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.65

Abstract

Tujuan pelaksanaan program pembuatan apotik hidup pengembangan ketahanan pangan pada situasi covid-19 adalah untuk pengembangan ketahanan pangan khususnya di Desa Olang Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu dan tanaman apotik hidup dalam kehidupan manusia sebagai alternatif untuk sumber pengobatan yang sangat bermanfaat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan dua metode yaitu obsevasi dan musyawarah dengan empat tahapan yaitu; tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Apotik hidup merupakan kegiatan menanam tumbuhan berkhasiat obat yang sangat bermanfaat karena dapat menjadi sumber dalam pemeliharaan kesehatan dan menjadi alternatif dalam pengobatan. Tanaman apotik hidup yang telah ditanam adalah tanaman obat-obatan dan tanaman sayur-sayuran. Tanaman obat yang ditanam diantaranya; kumis kucing, temulawak, kunyit, daun miana, lidah buaya, dan daun paccakke. Tanaman sayur-sayuran yang ditanam bersama tanaman obat diantaranya; tomat, bayam, lombok, terong, dan daun kelor. Selama pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata tematik.
Efektivitas Daun Kirinyuh Terhadap Walang Sangit (Laptocarisa acuta T.) Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Rahmawasiah Rahmawasiah; Gita Srihidayati; Inna Inna
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.694

Abstract

Hama walang sangit (Leptocorisa acuta T.) merupakan salah satu organisme pengganggu utama pada tanaman padi yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Pengendalian yang masih bergantung pada pestisida kimia sintetis menimbulkan berbagai dampak negatif, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati dari daun kirinyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun kirinyuh terhadap hama walang sangit pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Adapun perlakuannya yaitu: P0= (tanpa perlakuan), P1= ekstrak daun kirinyuh 30 ml/liter air, P2= ekstrak daun kirinyuh 60 ml/liter air, P3= ekstrak daun kirinyuh 90 ml/liter air. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan aplikasi ekstrak daun kirinyuh setiap minggu pada tanaman padi yang telah diinokulasi dengan walang sangit. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi mortalitas dan intensitas serangan hama walang sangit pada tanaman padi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pemberian biopestisida daun kirinyuh terhadap hama walang sangit pada tanaman padi berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan dan tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 90 ml/L air (P3) yang menghasilkan mortalitas tertinggi, intensitas serangan terendah, serta waktu kematian tercepat. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan efektivitas pengendalian hama.
Pariwisata Budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang: Pelestarian Warisan Budaya Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Darmawati Darmawati; Besse Herdiana; Muhammad Nurahmad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.592

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendigitalisasi pariwisata budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan partisipatif dan teknologi digital melalui tiga tahap: (1) dokumentasi etnografis nilai budaya lokal, (2) pengembangan platform digital serta (3) pelatihan literasi digital kepada 20 pemuda setempat sebagai Duta Digital Budaya. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mendokumentasikan 17 narasi budaya, membangun platform digital yang mencapai jangkauan pengguna dalam tiga bulan, serta meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran budaya peserta pelatihan. Lebih dari itu, digitalisasi terbukti mampu menghidupkan kembali makna Tebing Mandu sebagai lanskap budaya sakral yang menyatukan dimensi geologis, ekologis, dan spiritual. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital, jika diintegrasikan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal, dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.