Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Fostering ICT-Competences and Critical Thinking Skills Framework as 21st Century Skills in Learning Activities General English (GE) Syllabuses Khilda Shopia; Muhammad Rizky Fadhil
English Language in Focus (ELIF) Vol 5, No 2 (2023): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elif.5.2.147-160

Abstract

As the part of 21st century skill, beside ICT competence, critical thinking skill is important to be trainned. This research was conducted to analyze and explore critical thinking skills and ICT competences in the learning activities of GE syllabuses. Principally, critical thinking skills is categorized as Higher Order Thinking Skills (HOTS) that is discussed in Anderson and Krathwohl’s Taxonomy Cognitive levels. A content analysis method was employed in this study. The data was analyzed by using a systemic content descriptive text based on the Framework from ACER’s Critical Thinking Skill Development, UNESCO ICT-competences framework (2018), Anderson and Krathwohl's Taxonomy's cognitive levels and ACTS21S framework descriptors. 8 syllabuses of General English were analyzed from 6 private and 2 public university in Banten and West Java area. The existing syllabuses were collected to investigate how far Critical Thinking skills and ICT-competences foster into the learning activities stated in the syllabuses. The findings illustrated that critical thinking skills throughout full syllabuses were insufficiently incorporated with learning activities. Dominantly, the 1st strands of Knowledge Construction fostered in syllabuses by 76%. Besides, in HOTS level, the analyse level (75%) was dominantly integrated in the learning activities by stating the action verbs such as Menganalisis, Menentukan, Menguraikan, Membedakan. Then, ICT-competences was employed in the learning activities as media and tools to support teaching and learning activities such as to access relevant material through internet device (website), to support learning activities by using hardware and software. The result also illustrated 5 procedures in fostering critical thinking skills and ICT competences in learning activities in syllabuses.
PELATIHAN INTEGRASI WAYS OF THINKING DAN ICT- COMPETENCE PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Khilda Shopia; Imam Sudarmaji; Purnawati Purnawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.613-623

Abstract

Era informasi saat ini berkembang pesat karena kemajuan teknologi, sehingga guru dan siswa harus memiliki kemampuan abad 21, termasuk cara berpikir dan kompetensi TIK. Masyarakat saat ini harus mampu mengakses, menyerap, memahami, dan mengevaluasi informasi dengan benar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membekali para guru, terkait pengetahuan dan kemampuan untuk mengintegrasikan keterampilan abad 21; Cara Berpikir dan Kompetensi TIK dalam perangkat pembelajaran seperti integrasi keduanya ke dalam RPP, dan kegiatan belajar mengajar di kelas. Pelatihan guru dilakukan sebagai metode pengabdian masyarakat dengan 30 guru berpartisipasi dalam kegiatan ini. Guru di SMP Garuda di Kota Tangerang merupakan mitra PKM. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para guru setuju bahwa siswa saat ini perlu memiliki cara berpikir dan kemahiran TIK dalam menghadapi era abad 21, dan melalui pengabdian masyarakat ini membantu para guru meningkatkan profesional mereka untuk mengatasi kesulitan abad ke-21 dalam pendidikan. Salah satu strategi untuk meningkatkan profesionalisme guru di abad 21 adalah dengan mengikuti pelatihan tentang pengembangan dan pengintegrasian Kompetensi TIK dan kemampuan berfikir ke dalam proses belajar mengajar. Guru diharapkan memahami cara membuat indikator cara berpikir, indikator kompetensi TIK, dan mengetahui cara memasukkan keduanya ke dalam perangkat pembelajaran sehingga guru dapat mendukung siswa menghadapi kesulitan pembelajaran di abad ke-21.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI ANAK DALAM BERBICARA BAHASA INGGRIS (SPEAKING ACTIVITY) MELALUI ENGLISH MATRICULATION PROGRAM Sarah Aslamiyah; Khilda Shopia
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Kegiatan Pengabdian untuk Peningkatan Kualitas Sasaran Setelah Era New Normal
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v3i1.3360

Abstract

Kemampuan berbicara (Speaking Skills) dengan menggunakan Bahasa Inggris menjadi sebuah keharusaan di masa saat ini. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini yaitu SMPIT Asy-Syukriah Kota Tangerang pada peserta didik kelas X. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu (1). Melakukan need analysis atau analisis situasi dengan cara Forum Group Discusion dengan pihak sekolah, need analysis juga dilakukan kepada beberapa peserta didik untuk merumuskan masalah tersebar yang dihadapi oleh peserta didik. (2) Melaksanakan pengarahan yang dilakukan di hari pertama saat pembukaan dan ketiga saat penutupan, (3). Melaksanakan pengajaran kepada peserta didik dengan memfokuskan meningatkan kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara Bahasa Inggris yang dilakukan selama tiga hari. Kegiatan pengabdian dilakukan pada tanggal 24-26 Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan mendapatkan respon positif dari peserta didik dan hasil rata rata dari pretest (70.58) dan post test (85.00) menunjukan hasil yang baik dan mengalami peningkatan dalam membangun kepercayaan diri pesertda didik dalam berbicara Bahasa Inggris.
Students’ Interest in Learning English through YouTube (A Case Study in Senior High School of Sekolah Alam Cikeas Bogor) Shopia, Khilda; Sabila, Dara; Purnawati
STAIRS: English Language Education Journal Vol. 3 No. 1 (2022): STAIRS: English Language Education Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/stairs.3.1.2

Abstract

Technology advancement, including YouTube, enables various media easily integrated into the teaching and learning process and supports the students’ digital media literacy. However, in the implementation, some teachers find difficulties in engaging the students’ interest in using YouTube to support the teaching and learning process. This study was conducted to investigate why YouTube is considered the prominent media in Sekolah Alam Cikeas to engage students’ interest in English learning. A case study was used to analyze the phenomenon while questionnaires and interviews were used in collecting the data. Likert scale was used to analyze the data by using 5 aspects. The result illustrated Strongly Agree as the dominant answer from students. YouTube can help them in learning English and it plays a useful and meaningful role in the learning process. Most of the students agree that the usage of YouTube in the classroom is appropriate and can engage students’ interest in learning English in the classroom. Besides, YouTube also can help students to train in digital media literacy. Thus, YouTube is one of the media that supports students’ interest to engage in the learning process.
OPTIMALISASI PENGABDIAN MASYARAKAT PADA PAUD AL-MUTTAFIQIN DALAM PENGUATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER Shopia, Khilda; Juan Alfredo Hutabarat, Binsar Mariz; Sucilestari, Maya; Khofidan, Reza; Irfan, Renaldy Pramudia; Munia, Inka
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Kegiatan Pengabdian untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i1.4764

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni sangat diperlukan menjelang Indonesia Emas di tahun 2045. Ada tiga aspek yang harus dipenuhi untuk mewujudkan SDM yang mumpuni, yaitu literasi dasar, karakter, dan kompetensi. Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan, mahasiswa menghasilkan suatu program kerja guna Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu dimulai dari Pembentukan Karakter Pada Anak Usia Dini. Namun, penyelenggaraan proses pembelajaran tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan.  Kurangnya jumlah pendidik dan minimnya ilmu pengajaran menjadi permasalahan dalam mengoptimalisasikan pembelajaran di PAUD. Maka dari itu dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjawab kebutuhan PAUD terkait kebutuhan sumber daya manusia dan memperkuat karakter pada anak usia dini untuk mempersiapkan peserta didik yang berakhlak mulia. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah pendampingan pembelajaran secara langsung. Dampak dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selain menjawab kebutuhan sumber daya manusia bagi PAUD AL-MUTTAFIQIIN sebagai pendidik, adalah meningkatkan kebutuhan perkembangan kognitif dan afektif.  Perkembangan kognitif dapat ditingkat melalui aktivitas yang dilakukan selama pengabdian. Membentuk karakter dan menanamkan sikap berakhlak mulia merupakan hal yang baik untuk diterapkan kepada anak usia dini. Dalam kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di PAUD AL-MUTTAFIQIIN, semua telah dirancang untuk dapat menciptakan generasi cerdas untuk masa depan.
Incorporating Thinking Skills and ICT-Competence to Optimize Teachers' Professional Competence in the 21st Century Shopia, Khilda; Sudarmaji, Imam; Purnawati, Purnawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.228-238

Abstract

Cara Berpikir dan Kompetensi TIK merupakan bagian dari keterampilan abad 21 yang menjadi kebutuhan bagi guru dan siswa saat ini. Perkembangan era informasi yang sangat pesat melalui kemajuan teknologi mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam mengakses, menyerap, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi dengan baik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membekali para guru dengan keterampilan abad 21 yaitu Cara Berpikir dan Kompetensi TIK serta bagaimana mengintegrasikan keduanya dalam perangkat pembelajaran seperti Rencana Proses Pembelajaran (RPS) dan kegiatan pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan guru dengan peserta sebanyak 21 orang guru. Mitra kegiatan pengabdian ini yaitu Yayasan Pendidikan Daarul Hikmah Al-Madani Kota Tangerang yang mencakup dua sekolah yakni MI Darul Hikmah dan SMP Garuda. Hasil kegiatan menggambarkan bahwa para guru setuju cara berpikir dan Kompetensi TIK penting bagi siswa di masa sekarang. Selain itu, untuk menghadapi tantangan abad 21 saat ini, mengharuskan guru untuk meningkatkan professionalisme guru abad 21. Kegiatan pengabdian ini memfasilitasi guru mendapatkan pelatihan terkait bagaimana merumuskan dan mengintegrasikan indicator cara berfikir dan kompetensi TIK dalam perangkat pembelajaran. Dengan demikian diharapkan guru dapat merumuskan indikator cara berpikir dan Kompetensi TIK secara mandiri di kemudian hari dan mengetahui bagaimana mengintegrasikan dalam perangkat pembelajaran yang dapat membantu mereka untuk mendorong siswa dalam tantangan saat ini di abad ke-21.Thinking skills and ICT-Competences as the skills in 21st century become a necessity for teachers and students nowadays because the information age is currently developing rapidly through the advancement of technology. Today's society must have the ability to access, absorb, interpret, and evaluate information properly. This community service is conducted to equip the teachers with 21st-century skills; Thinking skills and ICT-Competences and how to integrate both of them in learning tools such as Rencana Proses Pembelajaran (RPS) and learning activities in the classroom. The method used in conducting the activity is a socialization and teachers’ training with 21 teachers participating. The partner of this PKM activity is Daarul Hikmah Al-Madani Education Foundation which includes the teachers from Garuda Junior High School and MI Darul Hikmah in Tangerang Municipality. The result of the activity illustrated that teachers agree that thinking skills and ICT Competence is important for students in the present and this community service facilitate the teachers to improve their professionalism to face 21st century challenges in education. In improving the professionalism of 21st-century teachers, several ways can be done, one of them is participating this socialization and training about formulating and incorporating thinking skills and ICT-Competences in teaching and learning. Teachers are expected that in comprehending how to formulate indicators of thinking skills and ICT Competence and how to integrate in learning tools can help them to encourage the student in the current challenges in 21st century.
THE ANALYSIS OF AFFECTIVE FACTORS ENHANCEMENT ON EFL TEACHING ACTIVITY Purnawati, Purnawati; Kurniawan, Andri; Shopia, Khilda
JIPIS Vol. 31 No. 1: April 2022
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v31i1.1818

Abstract

Learning English has its own challenge for Junior High school students in Indonesia. One of the ways to cope with the challenges is by enhancing students’ affective factors such as self-confidence, language ego, risk-taking willingness, and connecting with first language culture. However, researches on these types of affective factors are insufficient thus the researchers were interested to conduct research on the topic. The current study was implementing the narrative qualitative method, where EFL teaching activity was observed. It intended to analyze the teachers’ effort to develop EFL students’ affective variables. The EFL class observed the 9th grade of a private junior high school in West Java which was involving one EFL teacher and 29 students. The research shows that teachers did give favor the development of students’ affective variables as many as 32% from the lists observed. However, it is not sufficient, not programmed, and not systematical. The researchers suggest the educators systematically enhance students’ affective factors in the classroom setting. For further research, it is recommended to conduct research related to the effective factors with broader scopes and samples. Keywords: Affective Factors, Affective enhancement, EFL Students, Teacher Effort
HIGHER EDUCATION STUDENTS' PERCEPTION TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF SYNCHRONOUS AND ASYNCHRONOUS LEARNING MODES Shopia, Khilda; Hamid, Syifa Fadhilah; Purnawati, Purnawati; Isnaniah, Isnaniah
JIPIS Vol. 32 No. 1: April 2023
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v32i1.3694

Abstract

The perception of higher education students towards synchronous and asynchronous learning modes plays a vital role in determining the success of these pedagogical approaches. Students' preferences and attitudes towards these modes can impact their engagement, motivation, and overall learning outcomes. Thus, this research aimed to analyze the students’ perception on the modes of English learning activities employed a descriptive quantitative and qualitative approach. Students of all majors became the respondents and filled online questionnaire via Google form. There were 464 respondents filled in the questionnaire. The result showed that students were fully aware of the implementation, characteristics, and consequences of these two learning modes. Furthermore, students can shift and adapt with ease to the modes employed. Then, it can be concluded that students have adapted to the modes of learning and face no difficulty in the employment of synchronous and asynchronous classes.
ANALYZING ENGLISH TEACHERS’ INSTRUCTION AND MEDIA INVOLVEMENT OF BLENDED LANGUAGE LEARNING IN HIGHER EDUCATION Purnawati, Purnawati; Forsia, Lastry; Shopia, Khilda
Premise: Journal of English Education and Applied Linguistics Vol 12, No 1 (2023): Premise Journal: e-ISSN 2442-482x, p-ISSN 2089-3345
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/pj.v12i1.6869

Abstract

Previous researchers have widely investigated the analysis of teachers’ instruction as a micro-learning. These researches need to be continued by analyzing other teaching aspects such as the involvement of learning media and blended learning model. Therefore, this study aims to analyze the teachers’ instruction in Higher Education by using learning media in the context of the blended learning model. By employing a qualitative descriptive analysis approach, this research examined five samples of blended classes’ instruction, including two online synchronous learning, one offline synchronous learning, and two online asynchronous learning. These samples are observed, transcribed, and analyzed to highlight the specific instruction in the classes.Meanwhile, the employment of learning media was gathered using an interview with the teachers. The result of data analysis found that various teachers’ instruction can be implemented in synchronous and asynchronous classes of blended learning context to support students centered learning. Meanwhile, slide shows, Zoom, G-meet, and LMS are the media often used. Moreover, blended learning can support student-centered learning as well as offline learning. This finding contributes to the student-centered approach implementation, which aligns with the 21st-century learning model.
Facilitating the Development of a Topical and Functional Syllabus for Junior High School English Club : Memfasilitasi Pengembangan Silabus Topikal dan Fungsional untuk Klub Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama Isnaniah, Isnaniah; Hamid, Syifa Fadhilah; Shopia, Khilda
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i2.1680

Abstract

In late 2021, an Extracurricular English Club was established at SMP Garuda, Kota Tangerang, following mentoring and workshops conducted by the Community Service Team from the English Education Department of Universitas Islam Syekh-Yusuf. After operating for a year, the school identified several areas for improvement and evaluation regarding the implementation of the club's activities, particularly concerning the extracurricular coaches and the content delivered to students. This prompted the school to plan the development of a structured curriculum or guidebook for the English Club at SMP Garuda. To enhance the quality of the English Club's extracurricular activities, a community service program was initiated to assist in the development of the club's curriculum at SMP Garuda Kota Tangerang. Although the English Club is an extracurricular program, it is essential to establish a clear set of activities, such as a syllabus and relevant materials, to help students achieve the desired outcomes in improving their English language skills. Through this program, facilitators provided guidance in developing a syllabus-based curriculum focused on topical and functional content. This was accomplished by conducting a Needs Analysis and a Focus Group Discussion (FGD) with the coaches of the English Club at SMP Garuda Kota Tangerang.