Mushlih, Muhammad Alwan Habibi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INKLUSI KEUANGAN DAN LITERASI KEUANGAN DI DAERAH TERTINGGAL: Indonesia Mushlih, Muhammad Alwan Habibi; Sinurat, Donal Anry Jaya
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 3 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i3.3558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi literasi dan inklusi keuangan di dua kabupaten tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Belu dan Sumba Timur. Menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari 300 responden dengan data kualitatif dari wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap layanan keuangan formal mulai tersedia, tingkat literasi keuangan masyarakat masih tergolong rendah, yang berdampak pada minimnya pemanfaatan layanan keuangan secara bijak. Korelasi positif ditemukan antara tingkat literasi dan kepemilikan rekening bank (r = 0,62), yang mengindikasikan pentingnya edukasi keuangan berbasis lokal dan partisipatif. Hambatan utama yang diidentifikasi meliputi jarak geografis, keterbatasan infrastruktur digital, serta rendahnya kepercayaan terhadap lembaga keuangan formal. Penelitian ini merekomendasikan strategi yang terintegrasi mencakup edukasi kontekstual, penguatan infrastruktur, dan kolaborasi multipihak untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan
LITERASI KEUANGAN DAN STRATEGI PEMASARAN UMKM DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI LOKAL DI KOTA KUPANG Mushlih, Muhammad Alwan Habibi; Sinurat, Donal Anry Jaya
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 4 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i4.4317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan strategi pemasaran terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 390 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal (β = 0,327; sig. 0,000), demikian pula strategi pemasaran (β = 0,294; sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,482 mengindikasikan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 48,2% variasi pertumbuhan ekonomi lokal. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan yang baik mendukung pengelolaan usaha yang sehat dan alokasi anggaran pemasaran yang efektif, sedangkan strategi pemasaran yang tepat berkontribusi pada peningkatan penjualan serta perluasan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi literasi keuangan dan strategi pemasaran merupakan kunci bagi UMKM di Kota Kupang untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Inklusi Keuangan di Wilayah Pesisir: Studi Kasus pada Nelayan dan UMKM Pesisir di Kupang Mushlih, Muhammad Alwan Habibi; Sinurat, Donal Anry Jaya
JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) Vol. 8 No. 2 (2025): JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)
Publisher : Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inklusi keuangan pada masyarakat pesisir di Kota Kupang dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi akses, literasi, serta pemanfaatan layanan keuangan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 120 responden dari kalangan nelayan dan pelaku UMKM pesisir, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan responden, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga keuangan. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur tingkat literasi keuangan, tingkat akses, serta hambatan utama yang dihadapi. Sementara itu, analisis kualitatif dilakukan dengan teknik tematik, yang mengelompokkan narasi informan ke dalam tema hambatan, peluang, kepercayaan, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan masyarakat pesisir Kupang masih tergolong rendah, ditandai dengan dominasi penggunaan tabungan informal dibandingkan rekening bank formal. Hambatan utama adalah rendahnya literasi keuangan, minimnya akses infrastruktur perbankan, serta tingginya ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan formal. Namun demikian, terdapat peluang penguatan melalui pemanfaatan layanan digital banking dan program inklusi keuangan berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan inklusi keuangan di wilayah pesisir perlu mengintegrasikan aspek literasi, teknologi, serta pendekatan budaya lokal agar lebih efektif dan berkelanjutan
PENINGKATAN KETERAMPILAN ADVOKASI MAHASISWA DALAM MEMPERJUANGKAN PERUBAHAN SOSIAL Holivil, Ernestus; Pane, Betharia; Narang, Nur Hijriah Zubaedah; Arpin, Risal Mantofani; Kholikin, Rafi Akhsanul; Radja, Abdi Kurniawan; Mushlih, Muhammad Alwan Habibi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31293

Abstract

Abstrak: Pelatihan advokasi yang dilakukan kepada mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pelajar Sambi Rampas Congkar (IMPASCA) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam teknik-teknik advokasi yang efektif. Secara khusus, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi persuasif, kemampuan lobi, penyusunan strategi advokasi, serta pemanfaatan media sosial sebagai alat kampanye. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam merancang strategi advokasi serta terbatasnya pengetahuan tentang jalur yang dapat ditempuh untuk mempengaruhi kebijakan. Pengabdian ini dilakukan melalui workshop interaktif dan simulasi yang melibatkan 50 mahasiswa IMPASCA sebagai mitra. Pelatihan ini bertempat di halaman sekertariat organisasi IMPASCA. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan survei kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator, seperti pemahaman dasar tentang advokasi (26%), pengenalan teknik advokasi (16%), kemampuan lobi dan penggunaan media sosial (16%), serta penerapan dalam kehidupan mahasiswa (12%). Kepuasan peserta juga tercatat tinggi, dengan 66.6% peserta sangat setuju terhadap penerapan pelatihan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam advokasi dan memperkuat partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan.Abstract: The advocacy training conducted for students of the Ikatan Mahasiswa Pelajar Sambi Rampas Congkar (IMPASCA) aims to enhance their understanding and skills in effective advocacy techniques. Specifically, this training is designed to improve persuasive communication skills, lobbying abilities, the formulation of advocacy strategies, and the use of social media as a campaign tool. The main issue faced is the lack of understanding and skills in designing advocacy strategies, as well as limited knowledge of the pathways available to influence policy. This community service activity was carried out through interactive workshops and simulations involving 50 IMPASCA students as partners. The training took place at the IMPASCA organization’s secretariat courtyard. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, and participant satisfaction surveys. The evaluation results showed a significant increase across all indicators, such as basic understanding of advocacy (26%), introduction to advocacy techniques (16%), lobbying skills and social media use (16%), and application in student life (12%). Participant satisfaction was also recorded as high, with 66.6% of participants strongly agreeing with the training implementation. This training successfully improved the students’ advocacy capacity and strengthened their participation in decision-making.