Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBELAJARAN MUSIK REKORDER DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 8 DENPASAR Suwari, Ni Wayan Gayatri Wedha; Yulinis, Yulinis; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3161

Abstract

Program kegiatan Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian dari aktivitas pembelajaran. Pelaksanaan Asistensi Mengajar mempunyai beberapa tahapan sebelum terjun langsung ke lapangan yang dipilih. Penerapan Asistensi Mengajar dengan praktik pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya bidang Musik ansambel di SMP Negeri 8 Denpasar. Sekolah ini dijadikan mitra karena telah menjadi salah satu sekolah favorit di Denpasar yang sudah terakreditasi A. Pembelajaran musik rekorder selama ini hasilnya belum maksimal, masih sekedar teori, praktik kurang menjadi perhatian. Pembelajaran musik rekorder bertujuan menerapkan ilmu ke peserta didik agar peserta didik mengetahui dan menambah informasi yang akurat tentang musik untuk dapat mempresentasikan hasil belajar. Pembelajaran musik rekorder menggunakan metode drill dengan peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi. Proses tahapan pembelajaran musik rekorder di SMP Negeri 8 Denpasar menggunakan 4 tahapan yaitu: tahap persiapan, penyampaian, pelatihan, dan tahap penampilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran musik yang diberikan. Rumusan masalahnya adalah mengenai konsep pembelajaran musik rekorder dan tahapan pembelajaran, serta capaian hasil pembelajaran musik rekorder. Selain itu kontribusi pembelajaran musik rekorder terhadap siswa, guru, dan sekolah. Hasil pembelajaran rata-rata peserta didik sudah memahami materi bermain musik ansambel khususnya rekorder. Peserta didik sudah mengetahui cara memainkan rekorder dengan baik. Kontribusi siswa, guru, dan sekolah yaitu: berkontribusi dalam pembelajaran seni budaya di kelas VIII, membantu guru pamong membuat soal ulangan harian, memeriksa hasil ujian siswa, serta pembelajaran Seni Budaya dapat dikontribusikan pada kegiatan sekolah, seperti bermain musik di acara HUT sekolah, pesta kesenian sekolah, dan mengikuti perlombaan.
PEMBELAJARAN TARI KAKA NGKIONG MENGGUNAKAN METODE PRACTICE REHEARSAL PAIRS DI SANGGAR PARIPURNA BONA, GIANYAR BALI Handu, Karolus Triputra; Yulinis, Yulinis; Widiastuti, Ni Made Dian
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3229

Abstract

Penelitian pembelajaran dengan judul Pembelajaran Tari Kaka Ngkiong Menggunakan Metode Practice Rehearsal Pairs di Sanggar Paripurna Bona, Gianyar Bali terdapat fenomena yang menjadikan alasan dilaksanakanya kegiatan penelitian ini seperti pemilihan Sanggar Paripurna sebagai mitra karena ditinjau keberadaanya sudah dikenal masyarakat luas ats prestasi yang diraihnya dan pemilihan tari Kaka Ngkiong dijadikan materi pembelajaran karena pada Sanggar Paripurna belum pernah diajarkan tari Kaka Ngkiong ini, gerakan pada tarian Kaka Ngkiong ini mudah dan gampang diserap peserta didik tingkatan umur remaja. Dengan demikian berdasarkan fenomena yang terjadi dilapangan  dapat dirumuskan masalah berupa konsep pembelajaran, tahap pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. metode belajar practice Rehearsal Pairs (praktek berpasangan). metode sederhana yang dapat dipakai untuk mempraktekkan suatu keterampilan atau prosedur dengan teman belajar.Pada kegiatan asistensi ini menghasilkan capain pembelajaran yang maksimal. Dengan capaian maksimal didukung dengan konsep pembelajaran yang tepat. Dengan materinya Tari Kaka Ngkiong Sistem penilaiannya yang diambil keterampilan meliputi wiraga wirasa dan wirama. Proses tahap pembelajaran meliputi tahap persiapan, tahap penyampaian materi yang dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan, tahap Latihan yang menekankan penggunaan metode praktek berpasangan dan tahap penampilan pada pertemuan terakhir. Dari hasil proses penilaian tersebut dapat ditarik kesimpulannya semua peserta didik sudah dapat memahami semua materi mengenai tari Kaka Ngkiong yang diberikan. Selama mendapatkan pembelajaran ini peserta didik dapat memahami dan mampu mempraktekkan tarian Kaka Ngkiong.
PEMBELAJARAN TARI TORTOR SOMBA DENGAN METODE DRILL DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS X DI SMA NEGERI 2 ABIANSEMAL Miraningsih, Ni Kadek; Yulinis, Yulinis; Widiastuti, Ni Made Dian
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4518

Abstract

Tari Tortor Somba merupakan tarian yang memiliki arti penghormatan dan saling menghormati dengan strutur awal, isi, dan akhir. Kelebihan tari ini memiliki gerakan yang sederhana sehingga cocok diberikan kepada siswa di sekolah. Dalam pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Abiansemal sejauh ini materi tari belum sampai pada tari nusantara. Sehingga melalui asistensi mengajar penulis tertarik untuk mengangkat tari Tortor Somba ini sebagai materi pada pembelajaran tari nusantara. Pembelajaran ini menggunakan metode drill dengan mengambil siswa siswi kelas X-A berjumlah 36 orang dan X-I berjumlah 35 orang. Pembelajaran tari Tortor Somba ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan keutuhan tarian secara detail disertai komposisi, memberikan perubahan tingkah laku dan menumbuhkan rasa percaya diri. Hasil kegiatan pembelajaran tari Tortor Somba dengan metode drill yaitu 1). Konsep pembelajaran tari Tortor Somba dilakukan dengan berorientasi kepada siswa yang dilakukan sebanyak 12 pertemuan sesuai dengan silabus, 2). Tahapan pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan, 3). Capaian pembelajaran tari Tortor Somba dengan metode drill mendapatkan hasil memuaskan dibuktikan dengan hasil nilai peserta didik berdasarkan Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala kualitas mendapatkan nilai A dengan presentase 77,47%, mendapatkan nilai B dengan presentase 22,53%, dengan keberhasilan pembelajaran menggunakan metode drill mencapai atau melebihin KKM (65) 70%, 4). Kontribusi kegiatan asistensi mengajar dengan pembelajaran tari tortor somba bagi peserta didik mampu menarikan tari Tortor Somba, mitra mendapatkan pengenalan materi tari nusantara baru, guru memperoleh metode pembelajaran baru dan mahasiswa dapat terjun langsung di lapangan dengan cara mengajar dan menerapkan metode drill.
PENCIPTAAN TARI GALOMBANG CARANO DENGAN PENDEKATAN SILAT MINANGKABAU Yulinis, Yulinis; Mawan, I Gede; Dewi, Ni Made Liza Anggara
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membentuk seni yang kreatif memang tidak mudah, karena bentuk kerjanya adalah berbentuk kolektif. Pencipta seni harus mampu memadukan unsur-unsur yang terlibat dalam satu kesatuan yang utuh. Unsur-unsur yang terlibat ini juga manusia yang memiliki kreativitas dan pemaknaan sendiri. Maksudnya, dalam sebuah tari, seorang penari akan memiliki interpretasi sendiri, sehingga ketika bergerak, wujud yang hadir adalah wujud dari interpretasi penari tersebut. Kalau ini terjadi maka akan ada perbedaan maksud. Untuk itu seorang koreografer harus bisa menyatukan seluruh kemampuan unsur untuk menjadi sesuatu yang benar-benar mereka sepakati. Koreografer merupakan tonggak utama yang harus sensitif dan kreatif. Kemampuan sensitivitasnya bisa menangkap tema untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang baru (redefinition) secara sepenuhnya dan dengan kreativitasnya sanggup mereproduksi kembali tangkapan dengan baik, kaya, kena dan penuh elaborasi detil yang tepat. Untuk unsur yang lain seperti penari, pemusik dan unsur lainnya merupakan unsur yang akan menjalankan gagasan sang koreografer. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan terhadap unsur lain dalam menerapkan kreativitasnya sejauh tidak bertentangan dengan kreativitas koreografer. Galombang Carano membantu pengembangan konsep tradisi untuk kepentingan pertunjukan yang lebih modern dan kontemporer. Hal ini merupakan wujud dari perkembangan tari saat ini di Minangkabau Sumatera Barat. Begitu pula hendaknya karya-karya tari yang lain dengan memakai konsep seni tradisional setempat.
PEMBELAJARAN SENI RUPA MENDESAIN POSTER GLOBAL WARMING DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH PLASTIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 MENGWI Dewi, Gusti Ayu Padma; Yulinis, Yulinis; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5724

Abstract

Program asistensi mengajar ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik sekaligus meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya seni rupa. Melalui pembelajaran mendesain poster bertema global warming, siswa diajak memanfaatkan sampah plastik sebagai media kolase. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengadaptasi model pembelajaran Project Based Learning, di mana siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Mengwi diberikan kebebasan berkreasi dengan memanfaatkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) pada sampah plastik. Proses pembelajaran juga diimbangi dengan metode lain seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan pembuatan poster dilakukan secara berkelompok untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa karya poster yang dipajang di mading sekolah tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa, tetapi juga membuktikan bahwa pembelajaran mendesain poster dengan memanfaatkan sampah plastik berjalan efektif dan efisien. Dampak positif dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran siswa akan isu lingkungan melalui pemanfaatan limbah dan pengembangan kreativitas mereka dalam seni rupa.
Concept of Traditional Art Training Ulu Ambek in Pariaman, West Sumatra Yulinis
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v15i2.136-145

Abstract

The ulu ambek dance portrays a leader (datuk) in his steps, actions, and thoughts for the prosperity of his people. The silat-style movements in ulu ambek dance are performed by two individuals in different positions, one attacking and the other defending. However, they never make physical contact. Midway through the performance, they switch positions, with the defender taking turns to attack and the former attacker now defending. Ulu ambek dance in Pariaman is a manifestation of historical heritage to maintain its identity because it is related to the ethics and aesthetics of traditional Pariaman society. In the current condition, traditional ulu ambek art requires continuity and should be taught to the younger generation. Therefore, there needs to be a training concept that appeals to the younger generation. The training concept includes 1) Building Technical Skills, 2) Unleashing creativity, 3) Exploring Traditional Expression, 4) Strengthening Independence, and 5) Creating a Community. From these concepts, the progress made by the younger generation in building their confidence in traditional art, mainly traditional ulu ambek dance in Pariaman, is evident.
GANDRUNG ANYAR Fajarwati, Ni Nyoman Manik; Yulinis, Yulinis; Budiarsa, I Wayan
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 1 No 2 (2021): Terbitan Kedua Bulan Oktober tahun 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.914 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v1i2.862

Abstract

The creative of this dance work m tradicomes frosional cultural events, namely Gandrung dance in Banjar Bangun Urip, Batukandik Village, Nusa Penida District, Klungklung Regency, Bali. Gandrung Anyar is a dance work new creations created from development of the Gandrung dance movement pattems in Nusa Penida with an emphasis on an atmosphere of joy. The creation of this dance work uses the theory of imagination which means power to from a picture (image) and aesthetic theory which means beauty. The process of embodying the creative dance approach uses the method creation in the book Mencipta Lewat Tari by Y. Sumandiyo Hadi, translation from the book Creating Through Dance by Alma M. Hawkins with three stage, namely exploration, improvisation and formation. Exploration is a stage of thinking, imagining, and responding by doing creativ resource research, determines arable ideas and themes, conceptual design of arable, selection of dancer, seklection composers and accompaniment players and selection training sites. Improvisation is the stage of pouring the concept of work to dance actors and the probation period, strarting with nuasen. The last stage is the formation the stage of unifying and arranging movement patterns, arable structures, music and formation as a whole.This dance work is packaged in the form of creative dance with tolerance themes. Performed by five female dancers accompanied by gamelan Semara Pegulingan and uses fan properties. The realization of this dance work is expected to make every human being aware of the importance of tolerance who live in doing an activity together in order to get good results and give happines to evyone. Keywords: Gandrung Anyar, kreasi.
ANALISA GERAK TARI DALAM FILM SEKALA NISKALA Yoga, I Gusti Ngurah Krisna; Yulinis, Yulinis; Budiarsa, I Wayan
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 1 (2022): Terbitan Pertama Bulan Juni tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.635 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i1.1576

Abstract

Sekala Niskala tells the story of a twin brotherhood between Tantri and Tantra, who were born and live in a village in Bali. They have a relationship with the unseen and the full moon. Tantri, is a Tantric twin who has to be hospitalized due to a disease that is eating away at his brain abilities. This research was conducted to analyze the variety of dance movements in the film Sekala Niskala. From the above phenomena described, there are problems that exist in this writing, including: How did the creation of dance movements in the film Sekala Niskala originate? How is the analysis of dance movements in the film Sekala Niskala? The research method used is descriptive qualitative research method to solve this research problem. found in field observations, interviews, literature studies, documentation. The theoretical basis used in this study is the aesthetic theory in this study which is used to examine the elements, namely form, weight, and appearance related to the Analysis of Dance Motion in the Sekala Niskala Film which analyzes dance movements. Choreographers try to find inspiration for dances that are associated with nature, the environment, animals, plants, art, culture, and Balinese myths. Which in it like the movement of the chicken character, the butterfly character, the monkey character, the tonya character. Of the four character movements, there are several elements to analyze the movement, namely Material, Energy, Space and Time. Keywords: Dance Movement Analysis, Sekala Niskala.
PEMBELAJARAN MUSIK REKORDER DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 8 DENPASAR Suwari, Ni Wayan Gayatri Wedha; Yulinis, Yulinis; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3161

Abstract

Program kegiatan Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian dari aktivitas pembelajaran. Pelaksanaan Asistensi Mengajar mempunyai beberapa tahapan sebelum terjun langsung ke lapangan yang dipilih. Penerapan Asistensi Mengajar dengan praktik pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya bidang Musik ansambel di SMP Negeri 8 Denpasar. Sekolah ini dijadikan mitra karena telah menjadi salah satu sekolah favorit di Denpasar yang sudah terakreditasi A. Pembelajaran musik rekorder selama ini hasilnya belum maksimal, masih sekedar teori, praktik kurang menjadi perhatian. Pembelajaran musik rekorder bertujuan menerapkan ilmu ke peserta didik agar peserta didik mengetahui dan menambah informasi yang akurat tentang musik untuk dapat mempresentasikan hasil belajar. Pembelajaran musik rekorder menggunakan metode drill dengan peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi. Proses tahapan pembelajaran musik rekorder di SMP Negeri 8 Denpasar menggunakan 4 tahapan yaitu: tahap persiapan, penyampaian, pelatihan, dan tahap penampilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran musik yang diberikan. Rumusan masalahnya adalah mengenai konsep pembelajaran musik rekorder dan tahapan pembelajaran, serta capaian hasil pembelajaran musik rekorder. Selain itu kontribusi pembelajaran musik rekorder terhadap siswa, guru, dan sekolah. Hasil pembelajaran rata-rata peserta didik sudah memahami materi bermain musik ansambel khususnya rekorder. Peserta didik sudah mengetahui cara memainkan rekorder dengan baik. Kontribusi siswa, guru, dan sekolah yaitu: berkontribusi dalam pembelajaran seni budaya di kelas VIII, membantu guru pamong membuat soal ulangan harian, memeriksa hasil ujian siswa, serta pembelajaran Seni Budaya dapat dikontribusikan pada kegiatan sekolah, seperti bermain musik di acara HUT sekolah, pesta kesenian sekolah, dan mengikuti perlombaan.
PEMBELAJARAN TARI KAKA NGKIONG MENGGUNAKAN METODE PRACTICE REHEARSAL PAIRS DI SANGGAR PARIPURNA BONA, GIANYAR BALI Handu, Karolus Triputra; Yulinis, Yulinis; Widiastuti, Ni Made Dian
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3229

Abstract

Penelitian pembelajaran dengan judul Pembelajaran Tari Kaka Ngkiong Menggunakan Metode Practice Rehearsal Pairs di Sanggar Paripurna Bona, Gianyar Bali terdapat fenomena yang menjadikan alasan dilaksanakanya kegiatan penelitian ini seperti pemilihan Sanggar Paripurna sebagai mitra karena ditinjau keberadaanya sudah dikenal masyarakat luas ats prestasi yang diraihnya dan pemilihan tari Kaka Ngkiong dijadikan materi pembelajaran karena pada Sanggar Paripurna belum pernah diajarkan tari Kaka Ngkiong ini, gerakan pada tarian Kaka Ngkiong ini mudah dan gampang diserap peserta didik tingkatan umur remaja. Dengan demikian berdasarkan fenomena yang terjadi dilapangan  dapat dirumuskan masalah berupa konsep pembelajaran, tahap pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. metode belajar practice Rehearsal Pairs (praktek berpasangan). metode sederhana yang dapat dipakai untuk mempraktekkan suatu keterampilan atau prosedur dengan teman belajar.Pada kegiatan asistensi ini menghasilkan capain pembelajaran yang maksimal. Dengan capaian maksimal didukung dengan konsep pembelajaran yang tepat. Dengan materinya Tari Kaka Ngkiong Sistem penilaiannya yang diambil keterampilan meliputi wiraga wirasa dan wirama. Proses tahap pembelajaran meliputi tahap persiapan, tahap penyampaian materi yang dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan, tahap Latihan yang menekankan penggunaan metode praktek berpasangan dan tahap penampilan pada pertemuan terakhir. Dari hasil proses penilaian tersebut dapat ditarik kesimpulannya semua peserta didik sudah dapat memahami semua materi mengenai tari Kaka Ngkiong yang diberikan. Selama mendapatkan pembelajaran ini peserta didik dapat memahami dan mampu mempraktekkan tarian Kaka Ngkiong.