Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Kebersihan Perorangan Pada Siswa Kelas Iv Dan V Di Sekolah Dasar Nomor 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Kabupaten Badung Arviana, Ni Komang Sri; Martini, Ni Ketut; Sugianto, Made Agus
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3127

Abstract

Sekolah Dasar Nomor 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Kabupaten Badung merupakan sekolah yang berada di wilayah Puskesmas Abiansemal I merupakan salah satu potensi tempat penularan penyakit jika kebersihan diterapkan dengan tidak benar. Berdasarkan observasi awal, didapatkan dari 20 siswa, peneliti melihat 80% siswa tidak melakukan praktik kebersihan perorangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap kebersihan perorangan pada siswa kelas IV dan V di Sekolah Dasar Nomor 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan teknik cross sectional. Teknik sampling yang dipergunakan dalam peneltian ini adalah total sampling dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Nomor 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Kabupaten Badung. Hasil penelitian diperoleh, gambaran pengetahuan pada siswa kelas IV dan V rata-rata baik dengan nilai 64,6% dan tidak baik sebesar 33,4%, gambaran sikap pada siswa kelas IV dan V rata-rata baik dengan nilai 60,4% dan tidak baik 39,6%, serta gambaran kebersihan perorangan pada siswa kelas IV dan V rata-rata baik dengan nilai 56,3% dan tidak baik 43,7%. Kesimpulan pada penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kebersihan perorangan pada siswa kelas IV Dan V.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Purnama, Dewa Gede Dedy; Kurniati, Ni Made; Martini, Ni Ketut
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3146

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah area yang dinyatakan tidak boleh merokok atau kegiatan yang memproduksi, menjual, dan atau mempromosikan produk tembakau. Fasilitas pelayanan kesehatan termasuk tempat atau gedung tertutup sampai batas pagar terluar sehingga dilarang menyediakan tempat khusus untuk merokok. (PKRS) Tahun 2022, ditemukan pelanggaran KTR di balai bengong, parkir bawah, area kamar jenazah, selasar gedung C, ditemukan banyak puntung rokok, dan tercium bau asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya berdasarkan pada aspek input, process, dan output. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling sebanyak tujuh informan, meliputi Kepala Instalasi PKRS, Koordinator Edukasi, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Mutu, Koordinator Satpam, pedagang kantin, dan dua orang pengunjung rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam aspek input, telah memadai dan pengalokasian dana belum dapat dipastikan adanya anggaran. Dalam aspek process, pengawasan di lapangan belum maksimal dan masih terdapat pelanggaran KTR. Serta dalam aspek output, diketahui bahwa Perda KTR masih belum ditegakkan secara maksimal dan penerapan sanksi belum sesuai ketentuan pidana pada Perda yaitu Rp. 50.000.000 (lima puluh juta), dimana sanksi hanya berupa pembinaan dan teguran saja. Kesimpulan dari penelitian ini, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok, baik dari aspek input, process, dan output. Diharapkan Manajemen RSUD Wangaya dapat meningkatkan pengawasan KTR dan menegakan sanksi.
Pendekatan Komprehensif Bank Sampah sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Komalasari, Yeyen; Suryantari, Eka Putri; Martini, Ni Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.117 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1047

Abstract

ABSTRAKCara pandang masyarakat mengenai perubahan pengelolaan sampah melalui edukasi komprehensif perlu dilakukan secara berkelanjutan. Keberadaan bank sampah di tengah masyarakat saat ini memberikan manfaat yang luar biasa baik ditinjau dari dampak ekonomi, sosial maupun lingkungan. Lokasi Bank Sampah Artha Sedana Lestari berada di Depo Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, yaitu melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik. Manajemen pengelolaan bank sampah juga perlu diperbaiki. Hal yang tak kalah pentingnya adalah permasalahan sanitasi lingkungan dan individu yang bekerja di dalamnya. Beberapa solusi ditawarkan diantaranya: penyuluhan pengelolaan manajemen bank sampah melalui pengenalan MLM (Multi Level Marketing) dalam merekrut anggota, pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan bank sampah serta penyuluhan tentang sanitasi diri dan lingkungan. Keberadaan Bank Sampah Artha Sedana Lestari memberikan manfaat langsung yaitu lingkungan menjadi lebih bersih, menciptakan kemandirian warga secara ekonomi, menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.Kata kunci: bank sampah, edukasi komprehensif, sanitasi diri, sanitasi lingkungan,kesejahteraan warga ABSTRACT Change of perspective in community about the waste needs to be done through comprehensive education with sustainable action. The existence of a waste bank in the community now provides tremendous benefits both in terms of economic, social and environmental impacts. Location of Artha Sedana Lestari Waste Bank is in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar District. The problem is the lack of public awareness in managing household waste, which is to sort between organic and non-organic waste. Management of waste bank savings also needs to be improved. Equally important is the problem of environmental and individuals sanitation who work in it. Some solutions offered include: education management of waste bank through the introduction of MLM (Multi Level Marketing) in recruiting members of the waste bank, procurement of facilities and infrastructure needed by the waste bank as well as counseling on environmental and individuals sanitation. The existence of the Artha Sedana Lestari Waste Bank provides direct benefits such as environment becomes cleaner, creating economic independence of citizens, stimulate creativity and innovation from the community so as to improve the welfare of citizens.Keywords: waste bank, comprehensive education, self sanitation, environmental sanitation, community welfare