Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian daya cerna pati cookies kecambah sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench) dengan tersubstitusi tepung kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) Endah Wulandari; Zaida Zaida; Devi Ariska
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2022): Februari
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v4i1.395

Abstract

The high use of wheat flour today makes Indonesia dependent on wheat imports. One of the commodities that can replace wheat is sorghum (Sorghum bicolor [L.] Moench), this is confirmed by various studies. The purpose of this study was to determine the balance of sorghum flour and cowpea flour as raw materials for making cookies which have high starch digestibility characteristics. This study used a Randomized Block Design (RAK) method which consisted of six treatments and three replications. The treatments were the proportions of sorghum flour and cowpea flour of 90:10, 80:20, 70:30 and the proportions of sorghum sprouts flour and cowpea flour were 90:10, 80:20, 70:30. The results showed that cookies with sorghum sprouts flour and cowpea flour 90:10 were the best treatment with 23.35% starch digestibility. Keywords: Cookies, Sorghum, Starch Digestibility.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS TALAS SEMIR Asep Yusuf; Wahyu K Sugandi; Zaida Zaida
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.828 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i1.19-27

Abstract

Talas Sumedang (semir) merupakan salah satu komoditas pertanian hortikultura unggulan dan bahan pangan potensial di Kabupaten Sumedang. Namun, saat ini pemanfaatannya masih terbatas. Untuk menjadikannya sebagai bahan baku olahan pangan, maka talas harus dijadikan tepung terlebih dahulu, sehingga lebih tahan lama dan dapat dibuat menjadi aneka produk olahan pangan. Proses pengolahan talas menjadi tepung ada tahapan penting yang harus dilalui yaitu proses pengupasan. Proses pengupasana secara manual memerlukan waktu yang cukup lama serta membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Hal ini menjadi kendala apabila kapasitas produksi sudah besar serta berlanjutan (kontinyu). Dengan demikian dibutuhkan peran mekanisasi pertanian untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan dirancang bangun mesin pengupas talas.Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun mesin pengupas talas talas untuk proses pascapanen dan menjadikannya sebagai bahan pangan alternatif potensial. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan April - November 2016 bertempat di Bengkel Logam, Kayu dan Rotan, Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian UNPAD, Jatinangor.Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin bekerja dengan baik dengan kapasitas aktual 78,8 kg/jam, efisensi mesin 78,74%  dan hasil kupasan sudah merata pada semua pemukaan talas namun masih belum bersih karena proses pengupasan belum disertai penyiraman menggunakan air.
IMPLEMENTASI PERANGKAT OTOMASI PADA BROODER LISTRIK AYAM SENTUL DENGAN INFORMASI BERBASIS PUSH NOTIFICATIONS Ardiansah, Irfan; Anugrah, Eka; Setiawan, Iwan; Zaida, Zaida
JTIKA (Jurnal Teknik Informatika, Komputer dan Aplikasinya) Vol 5 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtika.v5i2.259

Abstract

Sentul is one of local chicken species in which developed in Ciamis, West Java. In order to develop optimally, Sentul Chicken requires appropriate temperature. In the starter period, Sentul Chicken needs a constant temperature between 32˚C – 35˚C, to keep that temperature’s requirement, a brooder is needed. Brooder is an artificial heating that has function to fulfill the temperature’s provision for the starter period of Sentul Chicken. The aim of this research are to design a control of brooder automatically to meet the needs of temperature and light for Sentul Chicken’s starter period, designing a monitoring system utilizing push notifications technology which can support the process of supervising the brooder performance in order to comply temperature’s condition and light for the starter period of Sentul Chicken, and able to provide enhancement of the Sentul chicken’s weight in starter period. This research is using engineering method. The outcome of this research has proved that the tool of brooder can work automatically to fulfill temperature’s requirement (approximately between 32˚C – 35˚C for starter period of Sentul Chicken. Monitoring system using push notifications can be established by pushbullet application that able to observe brooder execution in real time and running for whole 24 hours, and this automatic controller can offer positive impact for the escalation of Sentul Chicken’s weight.
Hubungan Antara Pengasuh Dan Lansia: Dinamika Kekuasaan Dan Kebutuhan Emosional Fokus Hanifa, Argyanti; Aprilia, Bella; Maharani, Diyaa Humaira Puan; Leyda, Leyda; Fitri, Nadra Sajidah; Fajriyah, Nur; Aulia, Sabina Najma Nur; Auliaunnisa, Triana; Zaida, Zaida
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antara pengasuh dan lansia di panti jompo dengan penekanan pada aspek kekuasaan dan kebutuhan emosional. Latar belakang penelitian inni muncul dari fenomena hubungan yang tidak seimbang antara pengasuh dan lansia yang seringkali diabaikan dalam pengasuhan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan data diperoleh melalui wawancara mendalamn dengan lansia dan pengasuh di Panti Werdha Harapan Ibu Gondoriyo. Analisis tematik dilakukan untuk menemukan pola hubungan, pengalaman pribadi lansia, dan ketimpangan dalam relasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemenuhan otonomi dan kebutuhan emosional lansia sangat dipengaruhi oleh cara pengasuh menjalankan perannya, baik secara verbal maupun emosional. Pada penelitian ini ditemukan bahwa hubungan yang didasari empati, kesabaran, dan komunikasi yang baik dapat meningkatkan rasa harga diri serta kenyamanan lansia, sementara relasi yang bersifat otoriter dapat menyebabkan tekanan psikologis. Sehingga penelitian ini menekankan penyingnya membangun hubungan pengasuhan yang saling menghargai dan saling terlibat antara pengasuh dengan lansia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mengembangkan praktik pengasuhan yang lebih etis dan seimbang di berbagai institusi perawatan lansia.