Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK KECAP MANIS BUBUK HASIL PENGERINGAN VAKUM Nurlita, Afifah Indah; Zaida, Zaida; Wandhani, Fatonah Isnaini; Nurhadi, Bambang
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.03.5

Abstract

ABSTRAKKecap manis merupakan produk yang memiliki kadar gula tidak kurang dari 30%, dimana suhu transisi gelasnya rendah berkisar 5-62 , sehingga dalam perkembangan produk untuk menjadi kecap manis bubuk sulit dikeringkan. Oleh karena itu, diperlukan bahan penyalut yang memiliki suhu transisi gelas yang tinggi dan mengurangi kelengketan seperti maltodekstrin. Kecap manis bubuk dalam proses pembuatannya menggunakan pengeringan vakum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kecap manis bubuk dengan variasi penambahan maltodekstrin menggunakan pengeringan vakum. Metode pengujian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif yang menjelaskan hubungan antara konsentrasi maltodekstrin dengan kadar air, laju higroskopitas, waktu larut, tingkat warna, powder recovery dan tingkat kesukaan. Percobaan terdiri dari empat perlakuan variasi konsentrasi maltodesktrin yaitu 30%, 40%, 50%, dan 60% berdasarkan total padatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecap manis bubuk berpotensi untuk dikembangkan, dimana penambahan konsentrasi maltodekstrin yang semakin banyak akan meningkatkan kadar air, waktu larut, tingkat kecerahan warna dan powder recovery dan menurunkan laju higroskopisitas. Hasil tingkat kesukaan kecap manis bubuk tanpa rehidrasi menghasilkan aroma dan rasa yang cukup disukai hingga disukai panelis. ABSTRACTSweet soy sauce is a product that has a total sugar content of not less than 30% and a low glass transition temperature (5-62℃). Consequently, the product development becoming sweet soy sauce powder is difficult to dry. For this reason, it needs coating materials, such as maltodextrin that have a high glass transition temperature and reducing stickiness capability. Sweet soy sauce powder in the manufacturing process uses vacuum drying. The purpose of this study was to determine the characteristics of sweet soy sauce powder with variations addition to maltodextrin concentration using vacuum drying. The experimental method is used along with descriptive analysis that explains the relationship between the concentration of maltodextrin and moisture content, hygroscopicity rate, dissolve time, color level, powder recovery, and hedonic score. The experiment consisted of four variations, namely the composition of 30%, 40%, 50%, and 60% based on total solids. The results showed that the soy sauce powder has the potential to be developed,  the addition of more maltodextrin concentrations will increase moisture content, dissolve time, color, and powder recovery, however, hygroscopicity rate will decrease. The hedonic test of sweet soy sauce powder without rehydration shows a significant difference in taste and scent score, while colors and texture scores provide non-significant difference, which is included in rather liked to like category.
Rekayasa Mesin Pencacah Jerami Padi Wahyu K. Sugandi; Zaida Zaida; Devi Maulida
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018): April, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.004 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i1.16921

Abstract

ABSTRACTDesigning of Rice Straw Chopper MachineAccording to observations conducted in the field, the potential of straw wastes in Ciparay, Bandung, West Java Indonesia reaches 10-12 tons / ha but its utilization has not been optimazed to this date. After harvested, the remaining unused straw is abandoned on the ground and is eventually burned. In the long run, this straw burning will be very disadvantageous to farmers, especially in terms of the environmental impacts on rice paddy including decreasing soil fertility, killing soil biota, damaging soil physical properties and wasting energy. One of alternatives to utilize rice straw able to provide added value by utilizing its waste as a material to make compost on the condition that the straw should br chopped into a size of 5-10 cm according to SNI standards. Therefore, a study on rice straw chopping technology based on the composting requirements is required. The goal of this study was to design a prototype of rice straw chopper with capacity of 200 kg/hour. The method used in this research was engineering method including requirement observation, design criteria, functional and structural design, figure design, technical analysis, prototyping of rice straw chopper, machine functional and performance test. The measurement results of rice straw characteristics showed that the average length, diameter, bulk density and moisture content of rice straw are 708 mm, 4 mm, 160.6 kg/m3 and 34.6% wet basis. This straw chopper engineering produced a prototype with a dimension of 1040 mm (length) x 1000 mm (height) x 465 mm (width) with a power source generator using 5.5 HP gasoline motor. The result of functional test of the straw chopper showed that the actual capacity of this straw chopper was 100.32 kg/hour.Keywords: compost, prototype, functionalABSTRAKPotensi limbah jerami yang ada di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung berdasarkan pengamatan di lapangan mencapai 10 – 12 ton/ha yang hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal. Setelah panen, sisa jerami yang tidak terpakai disimpan begitu saja di lahan yang pada akhirnya dibakar. Pembakaran jerami ini dalam jangka panjang akan sangat merugikan petani karena terutama berdampak negatif bagi lingkungan di lahan sawah yang meliputi penurunan kesuburan tanah, mematikan biota tanah, merusak sifat fisik tanah dan pemborosan energi. Salah satu cara pemanfaatan jerami padi yang dapat memberikan nilai tambah yaitu dengan memanfaatkan limbah jerami padi sebagai bahan untuk membuat kompos dengan syarat bahwa jerami tersebut sudah dalam keadaan tercacah dengan ukuran 5 – 10 cm sesuai standar SNI. Oleh sebab itu diperlukan suatu penelitian teknologi pencacahan jerami padi sesuai syarat pembuatan kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin protipe mesin pencacah jerami padi dengan kapasitas 200 kg/jam. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rekayasa (engineering) yang meliputi observasi kebutuhan, kriteria rancangan, rancangan fungsional, rancangan struktural, gambar desain, analisis teknik, pembuatan protipe mesin pencacah jerami padi, uji fungsional mesin dan uji kinerja mesin. Hasil pengkuran terhadap karakteristik jerami padi menunjukkan bahwa rata panjang, diameter, bulk density dan kadar air jerami padi masing-masing adalah 708 mm, 4 mm, 160 kg/m3 dan 34,6% basis basah. Hasil rekayasa mesin pencacah jerami mempunyai dimensi panjang 1040 mm, tinggi 1000 mm dan lebar 465 mm dengan sumber tenaga penggerak menggunkan motor bensin 5,5 HP. Hasil pengujian fungsional terhadap mesin pencacah jerami menunjukkan bahwa kapasitas aktual mesin penacacah jerami padi adalah 100,32 kg/jam, dengan panjang potongan < 5 cm.Kata Kunci : Kompos, Prototipe, Fungsional
Rancang Bangun Alat Pengendali Suhu dan Kelembaban Relatif pada Rumah Kaca dengan Informasi Berbasis Web Zaida Zaida; Irfan Ardiansah; Muhammad Ansyari Rizky
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.856 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.2

Abstract

Suhu dan kelembaban relatif (RH) adalah variabel penting dalam budidaya tanaman di rumah kaca, serta dapat dikendalikan melalui proses pendinginan evaporatif dengan menggunakan pompa fog cooling system, tetapi prosesnya masih dilakukan secara manual. Penelitian ini adalah merancang alat pengendali suhu dan RH secara otomatis, merancang sistem monitoring melalui website, dan dapat menurunkan suhu dan meningkatkan RH. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa. Hasil penelitian membuktikan bahwa alat pengendali suhu dan RH dapat menyalakan pompa fog cooling system secara otomatis. Website dapat menampilkan data monitoring. Jika intensitas cahaya matahari di luar rumah kaca (So) lebih besar dari 800 Wm-2, suhu dapat diturunkan di bawah 35 oC dan RH dapat dinaikkan di atas 60%. Jika So 400 Wm-2 – 800 Wm-2 dan lebih kecil dari 400 Wm-2, suhu tidak dapat diturunkan dibawah 30 oC, tetapi RH dapat dinaikkan di atas 60%.Kata kunci: Fog Cooling System, Monitoring, Pengendalian Iklim Mikro, Rumah Kaca, Website
ANALISIS PENGUBAHAN IKLIM MIKRO DI DALAM KANDANG DOMBA GARUT DENGAN METODE PENGENDALIAN PASIF ”STUDI KASUS DI UPTD-BPPTD MARGAWATI, KABUPATEN GARUT” Zaida -; Handarto -; Gilang Ginanjar Natari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domba Garut melepaskan kalor sensibel maupun kalor laten sebagai respon terhadap perubahan iklim di dalam kandang, terutama fluktuasi suhu bola kering. Karakteristik iklim mikro di dalam kandang pengendalian pasif yang fluktuatif, tidak selalu dapat mengubah iklim yang diharapkan sepanjang hari.Adanya keterbatasan sifat-sifat termofisika konstruksi kandang pengendalian pasif menghasilkan proses-proses fisik sejalan dengan fluktuasi iklim di luar kandang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengubahan iklim mikro di dalam kandang pengendalian pasif, dengan menggunakan metode deskriptif eksplanatori. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik iklim mikro di dalam kandang lebih konstan dibandingkan lingkungan luar, dengan intensitas suhu bola kering yang lebih tinggi. Kegagalan ventilasi yang terdiri dari pergerakan angin mati, angin turbulen, dan difusi uap air oleh radiasi matahari yang tidak optimal, menyebabkan pengendalian kelembaban di ruangan kandang bagian kiri tidak berjalan efektif.Proses fisik dari analisis perbandingan antara ruangan kandang bagian kanan maupun bagian kiri terhadap luar, didominasi oleh pemanasan humidifikasi. Domba Garut mengalami stres panas antara pukul 12.00 dan 14.30. Namun, pukul 13.00 sampai 13.30 menunjukkan iklim yang efektif untuk domba Garut, dimana kalor konveksi domba Garut adalah rendah antara 31% (450 W) dan 32% (481 W). Hasil penelitian secara keseluruhan menyimpulkan kandang pengendalian pasif menunjukkan kinerja yang baik dalam meredam cekaman iklim pada domba Garut dan efektif sebagai bangunan pengendali kalor, kelembaban, dan bau.Kata kunci : Fluktuasi Iklim, Kandang domba garut, Pengendali pasif, Pengubahan iklim mikro, Proses fisik
Analisis Teknik dan Uji Kinerja Mesin Pelubang Tanah untuk Resapan Air Wahyu Kristian Sugandi; Zaida Zaida; Asep Yusuf
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.164 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.3

Abstract

Lubang resapan merupakan salah satu cara untuk dapat menanggulangi permasalahan kualitas dan kuantitas air. Namun pembuatan lubang resapan masih menggunakan alat manual dan kurang efektif. Hal ini karena dilakukan oleh dua orang dengan laju pemboran hanya 1,6 cm/menit. Untuk menangani hal ini Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian UNPAD telah merancang bangun Mesin Pembuat Pelubang Tanah Untuk Resapan Air. Mesin yang telah dibuat belum memiliki spesifikasi teknis, sehingga perlu dilakukan analisis teknik dan uji kinerja untuk menetapkan spesifikasi teknis pada mesin tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desain dan dilanjutkan dengan percobaan secara empiris, yaitu melakukan desain, perhitungan dan pengukuran terhadap komponen struktural dan kinerja mesin yang meliputi kekuatan rangka, lendutan, laju pemboran, kebutuhan konsumsi bahan bakar, tingkat kebisingan dan tingkat getaran. Berdasarkan evaluasi kelayakan teknis dan kinerja mesin diperoleh bahwa kekuatan rangka untuk menopang beban maksimal adalah 6.048 N, lendutan pada rangka sebesar 0,038 mm, dengan laju pemboran 5,5 cm/menit, kebutuhan konsumsi bahan bakar 0,16 liter/jam, tingkat kebisingan 87,32 dB dan getaran mesin sebesar 46,38 mm/s. Hasil uji kinerja mesin menunjukkan mesin berfungsi dengan baik, namun getaran yang terjadi masih belum memenuhi standar uji mesin.Kata kunci : pelubang tanah, resapan air, lubang resapan
IDENTIFIKASI KAWASAN RESAPAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMEDANG Edy Suryadi; Zaida -; Muhammad Saukat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi dan penentuan wilayah resapan air tanah perlu ditetapkan untuk mengantisipasi terganggunya tata air tanah akibat terjadinya kerusakan hutan, alih fungsi lahan dan pengambilan air tanah di kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan. Dalam penetapan ini digunakan analisis matching berdasarkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG).Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Oktober  2006, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini berupa peta kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan yang menunjukkan tingkat dan luas resapan air tanah sebagai berikut : Daerah Resapan Utama  2.583,36 hektar, Daerah Resapan Tambahan  8.988,42 hektar dan Daerah Resapan Kurang Berarti  4.836,84 hektar. Kata kunci: Resapan air tanah
Karakteristik Fisik Dan Mekanik Beberapa Varietas Hanjeli Sebagai Dasar Mendesain Komponen Mesin Asep Yusuf; Wahyu Kristian Sugandi; Zaida Zaida
Agroteknika Vol 4 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i1.79

Abstract

Kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang terus naik. Pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia selama ini tergantung pada beras dan terigu, disamping bahan pangan lainnya seperti ubi kayu, jagung, dan sagu. Pengalihan fungsi lahan pertanian secara masal menjadi area pemukiman dan industri menghambat upaya peningkatan produksi beras. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan pangan alternatif, salah satunya yaitu hanjeli. Hanjeli memiliki kandungan karbohidrat,protein dan kalsium yang sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan pangan. Selain itu, hanjeli mudah dibudidayakan, di Jawa Barat, banyak ditemukan di daerah Garut, Ciamis, Sukabumi, Indramayu, dan Cirebon. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji karateristik fisik mekanik beberapa varietas hanjeli sebagai dasar dalam perancangan mesin penyosoh hanjeli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu melakukan pengamatan, pengukuran, serta perhitungan terhadap karateristik fisik hanjeli. Penelitian ini dilaksakan di Laboratorium Pascapanen, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Secara umum varietas hanjeli yang diuji karakteristik fisiknya yaitu variets pulut dan Batu. Sedangkan parameter yang diuji meliputi: kadar air, kebulatan, densitas kamba, sudut repos, kekerasan dan nisbah hanjeli. Hasil Pengujian menunjukan bahwa hanjeli varietas batu hitam memiliki densitas, tingkat kekerasan, dan sudut repos yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu variets pulut paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu varietas pulut.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAH GANYONG MULTI FINGSI [Design of Multifunctional Canna Machine] Asep Yusuf; Wahyu Kristian Sugandi; Zaida -; Ch.F. Godang Tua
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.936 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v5i2.61

Abstract

Food is a basic requirement for human beings. As the population increases, food demand will continue to increase. Food problems in Indonesia are inseparable from rice and flour, in addition to other foodstuffs such as cassava, corn, and sago (Colas, 1994). Efforts to increase rice production are not easy, since there is a massive diversion of agricultural land functions into residential and industrial areas. Indonesia has the potential of tubers as a source of carbohydrates as well as raw materials of local flour. One of the sources of local starch that can be used as flour is canna (Canna edulis Ker). The obstacles faced by smallholders/ small and medium industries (SMEs) who use canna flour that is in the post-harvest process to produce canna flour. Making starch/ canna flour generally still done traditionally, thus affecting the productivity and quality of flour produced. This study aims to design a multi-function canna processing machine to produce canna flour as food. The research method used is the engineering method, which is the activity of designing the build canna processing machine. Canna machine has been successfully made with two main functions namely: the solvent and slicer. The main components of the machine consist of: frame, solvent unit, slicer unit, transmission system, output outlet, wheel, and drive motor. Dimensions of the machine that is 90 cm long, 85 cm wide and 100 cm high. While the frame dimension is 80 cm long, 70 cm wide and 65 cm high. Functional test results show that all components work properly. Keywords: canna, canna machine, multifunctional, engine design ABSTRAK Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan pangan akan terus meningkat. Masalah pangan di Indonesia tidak terlepas dari beras dan terigu, disamping bahan pangan lainnya seperti ubi kayu, jagung, dan sagu (Colas, 1994). Upaya untuk meningkatkan produksi beras bukan hal mudah, karena banyak terjadi pengalihan fungsi lahan pertanian secara massal menjadi area pemukiman dan industri. Indonesia memiliki potensi umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat sekaligus bahan baku tepung lokal. Salah satu tanaman sumber pati lokal yang dapat dijadikan tepung adalah ganyong (Canna edulis Ker). Kendala yang dihadapi oleh petani atau Industri Kecil Menengah (IKM) yang memanfaatkan tepung ganyong adalah pada proses pasca panen untuk menghasilkan tepung ganyong. Pembuatan pati atau tepung ganyong umumnya masih dikerjakan secara tradisional, sehingga mempengaruhi produktivitas serta kualitas tepung yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun mesin pengolah ganyong multi fungsi sehingga dihasilkan tepung ganyong sebagai bahan pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa, yaitu kegiatan merancang bangun mesin pengolah ganyong. Mesin ganyong telah berhasil dibuat dengan dua fungsi utama, yaitu: pemarut dan pengiris. Komponen utama mesin terdiri dari: rangka, unit pemarut, unit pengiris, sistem transmisi, saluran pengeluaran hasil, roda, dan motor penggerak. Dimensi mesin yaitu panjang 90 cm, lebar 85 cm dan tinggi 100 cm. Sedangkan dimensi rangka, yaitu panjang 80 cm, lebar 70 cm dan tinggi 65 cm. Hasil uji fungsional menunjukkan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik. Kata kunci: ganyong, mesin ganyong, multi fungsi, rancang bangun mesin
RANCANG BANGUN MESIN PASCA PANEN HANJELI Asep Yusuf; Ahmad Thoriq; Zaida Zaida; Asri Widyasanti; Ganjar Dianugraha Alam
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.254 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i2.146

Abstract

Food needs will continuous to increase along with population growth rate continuous to rise, so is needed the alternative foodstuff to be developed, one of is job’s tears. Before job’s tears is processed there are many process are shelling, polishing of aleuron layer, separating of job’s tears from bran, and milling.Job’s tears utilization as food as still constrained in shelling the outer leather because the leather is very hard, so is neededthe design of job’s tears shelling machine for easy in shelling before polishing. The research was conducted in July - November 2018 on Repair Laboratory Metal Wood and Rattan, Faculty ofAgro-Industrial Technology, Padjadjaran University.Research use engineering methode by doing an design activity. The result is a job’s tears post-harvest machine including sheller unit, separator unit, and polisher unit with the main components are framework, transmission system, hopper, sheller cylinder and output. This machine can use for shelling of stones job’s tears with none shelled job’s tears <35%.
ANALISIS TEKNIK DAN UJI KINERJA REAKTOR KOMPOS PORTABLE (RK TEP-1401) Wahyu Kristian Sugandi; Zaida Zaida; Niar Suwiarti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.293 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.179

Abstract

Salah satu alat pengolah sampah organik menjadi kompos adalah tangki pengurai atau reaktor sampah. Saat ini Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Progam Studi Teknik Pertanian dan Biosistem telah mengembangkan alat reaktor kompos portable (RK TEP-1401) yang dapat mengolah sampah organik menjadi kompos. Namun, alat tersebut belum diketahui spesifikasinya. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kelayakan teknik yang meliputi analisis poros, analisis rangka, analisis bantalan, analisis las, analisis bantalan, dan uji kinerja alat reaktor kompos portable agar diketahui spesifikasi teknisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu melakukan pengamatan, pengukuran dan perhitungan analisis teknik. Analisis data dilakukan untuk memperoleh data kelayakan mesin dengan membandingkan data hasil perhitungan dan pengukuran aktual. Selain itu, analisis kinerja mesin (meliputi kerapatan kamba, kapasitas teoritis, kapasitas aktual, efisiensi mesin, tingkat getaran dan tingkat kebisingan) juga dilakukan pada penelitian ini. Bahan yang digunakan adalah bahan organik berupa sisa - sisa daun, ranting yang sudah mengering. Hasil perhitungan analisis teknis terhadap alat reaktor kompos portable adalah kapasitas teoritis 1.439,20 kg/jam, diameter poros 22 mm, umur nominal bantalan 2139 jam, panjang rantai yang dibutuhkan 0,703 m, lendutan pada rangka 4,03 x 10-8 mm, dan kekuatan las untuk menopang beban 198,88 N. Sedangkan hasil kinerja alat menunjukkan bahwa kerapatan kamba sampah organik 247,20 kg/m3, kapasitas aktual alat 921,6 kg/jam, efisiensi alat 64%, kebutuhan daya aktual 215,94 watt, tingkat kebisingan alat sebesar 62,63 dB, dan tingkat getaran reaktor 4,4 mm/s.