Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kebijakan Agribisnis Gula di Indonesia Afandi, Frendy Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.636

Abstract

Gula merupakan barang pokok dan bahan baku industri. Makin besar jumlah penduduk suatu negaramaka makin besar kebutuhannya terhadap gula. Begitu juga dengan keberadaan industri pangan, makin berkembang industri pangan di suatu negara maka kebutuhan pasokan gulanya juga akan makin besar. Kebutuhan terhadap gula menjadi faktor kritis dan strategis untuk dapat dipenuhi dengan baik. Metodologi analisis dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pakar, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan rapat koordinasi yang disajikan secara kualitatif. Desain riset yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan kajian literatur. Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari hulu sampai dengan hilir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga di pasar. Kebijakan agribisnis gula yang dilakukan mencakup kebijakan pada subsistem sarana dan prasarana, budidaya, pengolahan, pemasaran, dan jasa pendukung. Hal yang menjadi pertimbangan utama adalah titik temu kesejahteraan petani gula di tingkat produsen dan harga terjangkau di tingkat konsumen. Dua pendekatan umum yang dilakukan adalah terkait kelembagaan dan pengembangan usaha yang di dalamnya termasuk unsur pembiayaan. Kebijakan-kebijakan terkini yang dilakukan pemerintah antara lain kebijakan sistem pembelian tebu, neraca komoditas gula, pembentukan Sugar Co, swasembada gula nasional, korporasi pertanian untuk tebu, pemanfaatan lahan Perhutani untuk agroforestri tebu, dan rencana pembentukan badan pengelola dana perkebunan (BPDP) tebu. 
Sharing Knowledge Best Practice Analis Kebijakan Ekonomi Perkebunan di Indonesia Afandi, Frendy
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.56

Abstract

Analis kebijakan merupakan jabatan fungsional yang diharapkan dapat menjembatani antara hasil-hasil penelitian menjadi kebijakan berbasis bukti. Sehingga kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Siklus kebijakan terdiri dari agenda setting, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Untuk dapat melaksanakan analisis kebijakan ekonomi perkebunan dengan baik, maka diperlukan strategi dalam melakukan analisis/ kajian kebijakan, strategi advokasi kebijakan, dan optimalisasi peran analis kebijakan di instansi maupun nasional. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada analis kebijakan di seluruh Indonesia melalui media zoom. Sharing knowledge best practice analis kebijakan ekonomi perkebunan di Indonesia dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab kepada analis kebijakan seluruh Indonesia melalui platform zoom. Poin-poin utama materi yang disampaikan adalah penguasaan metode analisis, pemanfaatan media sosial dalam melakukan advokasi kebijakan, dan keterampilan penulisan publikasi artikel ataupun policy brief. Evaluasi terhadap materi yang disampaikan dilakukan melalui pemberian pertanyaan melalui platform e-quizz dan diberikan hadiah kepada juara 1-3. Hasil kegiatan ini menunjukkan sosialisasi inspirasi bagi pemenang Analis Kebijakan untuk Indonesia Award dapat menginspirasi analis kebijakan lainnya untuk dapat berdaya saing dan produktif dalam menghasilkan publikasi ataupun tulisan.
KEBIJAKAN AGRIBISNIS KELAPA YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN MENUJU EKONOMI HIJAU Afandi, Frendy
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0603.1019-1025

Abstract

Kelapa merupakan pohon kehidupan yang semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan. Penggunaan kelapa non-standar untuk bioavtur telah disetujui oleh badan penerbangan internasional (ICAO). Agribisnis kelapa hulu-hilir perlu segera didorong mengingat permintaan produk turunan kelapa semakin meningkat. Indonesia memiliki keunggulan komparatif kelapa karena Indonesia terletak di daerah tropis. Kondisi makro tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan perekonomiannya melalui hilirisasi sekaligus mensejahterakan pekebun kelapa. Konsep pertanian regeneratif dan pengarusutamaan gender dengan melibatkan peran perempuan dalam pengembangan kelapa genjah dapat menjadikan agribisnis kelapa lebih berkelanjutan. Kemitraan sinergis industri, pemerintah daerah, dan lembaga penelitian kelapa diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah kelapa. Kebijakan agribisnis kelapa yang inklusif dan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, serta kualitas produk kelapa yang dihasilkan melalui replanting dan penyediaan benih unggul. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui penguatan kelembagaan, akses pasar dan pembiayaan, serta diversifikasi usaha. Kebijakan ini juga berupaya meningkatkan daya saing industri kelapa melalui pengembangan industri hilir dan pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan yang menangani kelapa hulu-hilir.