Claim Missing Document
Check
Articles

FE Model of Low Grade Rubber for Modeling Housing’s Low-Cost Rubber Base Isolators Hidajat Sugihardjo; Tavio Tavio; Yudha Lesmana
Civil Engineering Journal Vol 4, No 1 (2018): January
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.593 KB) | DOI: 10.28991/cej-030966

Abstract

An accurate selection of strain energy function (SEF) plays a very important role for predicting the actual behavior of rubber material in the finite element analysis (FEA). The common method for selecting the SEF is by using the curve fitting procedure. However, the behavior of some typical rubbers, such as low grade rubbers (average hardness value of 47.2), cannot be predicted well by only using the curve fitting procedure. To accurately predict the actual behavior of such specifically nearly incompressible material, a series of FEA were carried out to simulate the actual behavior of four physical testing materials, namely the uniaxial, the planar shear, the equibiaxial, and the volumetric tests. This FEA is intended to examine the most suitable constitutive model in representing the rubber characteristics and behavior. From the comparisons, it can be concluded that the Ogden model provides a reasonably accurate prediction compared to the remaining investigated constitutive material models. Finally, the appropriate SEF, i.e. the Ogden model, was adopted for modeling a low-cost rubber base isolator (LCRBI) in the finite element analysis (FEA). The simple uniaxial compression test of the LCRBI is required for validating that the selected SEF works for predicting the actual behavior of LCRBI.
Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai Wildan Pramadistya Rifliansah; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88961

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton.
Modifikasi Desain Struktur Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) Serpong dengan Metode Beton Pracetak Menurut SNI 2847:2019 Nathanael Christopher Sutopo; Tavio Tavio; Candra Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.91197

Abstract

Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) di Tangerang Selatan merupakan sebuah gedung yang dibangun dengan metode beton cor di tempat atau cor in situ. Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) terdiri dari 39 lantai tower dan 1 lantai basement. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan modifikasi perencanaan Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) dengan menggunakan metode beton pracetak. Diharapkan dengan menggunakan metode beton pracetak, untuk menghasilkan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan efisien, serta memastikan kualitas struktur sesuai perencanaan awal. Perencanaan pada tugas akhir ini memiliki acuan dasar SNI 1947:2019 untuk perhitungan beton struktural, PCI Handbook 7th Edition sebagai acuan dasar perencanaan elemen beton pracetak, SNI 1726:2019 untuk perhitungan gempa, SNI 1727:2019 untuk pembebanan struktur, dan. Analisa struktur dari perencanaan akan menggunakan aplikasi bantu ETABS 18 dan spColumn. Sedangkan hasil perhitungan akan disajikan dalam gambar teknik. Elemen beton pracetak yang direncanakan adalah struktur pelat, balok, dan kolom. Serta sambungan dari Peikko Group Modix Rebar Coupler untuk sambungan balok, dan sambungan NMB Splice Sleeve untuk sambungan antar kolom.
Optimasi Desain Balok dan Kolom Gedung Twin Tower Makassar dengan Menggunakan Microsoft Excel VBA terhadap Sisi Kekuatan Lentur, Geser, dan Biaya Killian Casey Wisman; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94750

Abstract

Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan juga merupakan Ibu kota Sulawesi Selatan sehingga mendorong pemerintah untuk menghadirkan fasilitas untuk menunjang kegiatan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Karena lahan yang semakin sempit, dipilihlah bangunan secara vertikal yang dinilai lebih efektif dan efisien dengan kondisi eksisting yang ada. Twin Tower Makassar merupakan salah satu gedung tinggi dengan 36 lantai dan tinggi 170,95 m yang terletak di Makassar. Gedung ini dibangun di kawasan Center Point of Indonesia dan akan menjadi gedung pemerintahan Sulawesi Selatan. Menara ini akan menyatukan kantor-kantor pemerintahan Sulawesi Selatan dan juga menjadi bentuk sinergitas, solidaritas serta kolaborasi antara perangkat pemerintah sehingga diharapkan dapat membangun Sulawesi Selatan dengan efisien. Twin Tower juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa, serta fasilitas publik seperti mall, hotel, dan restoran. Pentingnya optimasi elemen struktur utama yaitu balok dan kolom adalah untuk mengurangi biaya pembangunan dan mengoptimalkan penggunaan bahan bangunan. Optimasi dilakukan dengan bantuan program sederhana dari Microsoft Excel yaitu Visual Basic Analysis (VBA). Pelaksanaan proses optimasi dilakukan dengan VBA karena proses optimasi dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan memasukan syarat serta rumus-rumus sesuai peraturan saja sehingga dapat memudahkan proses penentuan dimensi sampai ke kebutuhan tulangan dari elemen struktur gedung. Pada tugas akhir ini dilakukan optimasi untuk elemen struktur balok dan kolom gedung Twin Tower Makassar menggunakan Microsoft Excel Visual Basic Analysis (VBA). Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan bahwa balok dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 31% dan kolom dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 57%.
Kajian Perkuatan Struktur Rumah Sakit RKZ Surabaya Menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Sheets Muhammad Farhan Firmansyah; Tavio Tavio; Harun Al Rasyid
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.96166

Abstract

Kejadian gempa sering sekali terjadi di Indonesia karena posisi Indonesia yang menempati zona tektonik sangat aktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap desain struktur yang ada untuk mencegah terjadinya kerugian material dan korban jiwa. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kapasitas struktur terhadap SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 untuk mengetahui kebutuhan perkuatan struktur agar memenuhi standar bangunan terbaru. Perkuatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan pada bangunan beton bertulang. Salah satu metode perkuatan yang banyak digunakan dalam dua dekade terakhir ini adalah memberi selubung pada elemen struktur beton menggunakan material Fiber Reinforced Polymer (FRP). FRP adalah material yang memiliki kuat tarik yang tinggi, ringan, tidak cepat karat, dan mudah dalam pelaksanaannnya di lapangan. Dari segi kekuatan, FRP dapat meningkatkan kapasitas lentur dari elemen struktur. Jenis FRP yang sering digunakan dalam perkuatan struktur beton antara lain adalah Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). GFRP adalah serat polimer yang terbuat dari matriks plastik diperkuat oleh serat halus dari kaca. GFRP merupakan jenis FRP yang relatif lebih murah dibanding jenis FRP lainnya. Rumah Sakit RKZ Surabaya merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di Kota Surabaya dengan total lantai sebanyak 8. Pada tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kekuatan struktur menggunakan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 pada Rumah Sakit RKZ Surabaya. Dari hasil evaluasi respon gempa didapatkan struktur eksisting masih mampu ditambah sebanyak 2 lantai. Dengan penambahan 2 lantai, didapatkan 52 balok membutuhkan perkuatan lentur, 68 balok membutuhkan perkuatan geser, 13 kolom membutuhkan perkuatan aksial – lentur, dan 210 kolom membutuhkan perkuatan geser dari total sebanyak 400 kolom dan 400 balok.
Studi Komparasi Penggunaan Base Isolation Tipe Lead Rubber Bearing dan Friction Pendulum Bearing pada Bangunan Gedung Anutapura Medical Center Palu Suzzan, Amelynda Oktaviyana; Tavio, Tavio
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 22, No 4 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v22i4.21176

Abstract

Earthquake-resistant-building with seismic isolation system is the concept that separate upper building from the source of vibrations on subgrade. Because it's separated, the height of the building is limited to avoid rollout. AMC building is located in Palu City, an earthquake-prone area, so it’s necessary to plan isolation system to reduce the earthquake load and minimalize damage. This study used ETABS program to model structure with fixed-base, LRB and FPB. They are analyzed by pushover and nonlinear time history analyses. The results show that the performance level of fixed-base structure is LS while performance level of LRB and FPB types are IO. The LRB type structure increases the structure period by 129.6%, while the FPB type increases by 160.3% compared to the fixed-base type. The LRB type reduces the roof maximum-drift by 65.6%, while the FPB type reduces by 68.8% compared to the fixed-base roof maximum-drift.
PERFORMA NON-LINIER TIME HISTORY ANALISYS (NLTHA) STRUKTUR FIXED BASE RUMAH SEDERHANA DI DAERAH RAWAN GEMPA Harsono, Budwi; Wahyuni, Atik; Tavio, Tavio
E-Jurnal SPIRIT PRO PATRIA Vol 9 No 2: September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat / Narotama University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/spirit.v9i2.2397

Abstract

Indonesia adalah negara yang dilalui dua lempeng tektonik, dimana daerah lintasannya sering terjadi gempa bumi. Salah satu daerah yang dilalui lempeng tektonik yaitu pulau Jawa, dimana terdapat banyak bangunan tempat tinggal baik yang sederhana maupun rumah mewah. Rumah sederhana yang ada perlu di evaluasi kinerjanya terhadap gempa yang pernah terjadi. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui rumah sederhana tersebut masuk dalam level kinerja struktur bagaimana sesuai kinerja ATC 40. Menggunakan Program Bantu ETABS dan beban non-linier kasus gempa El Centro dan Peraturan SNI 1726 :2012. Hasil analisis dari rumah sederhana dengan balok sloof 15x30 cm, kolom 15x15 cm dan balok ring 15x25 cm dengan Non-Linier Time History Analisys (NLTHA) pada struktur fixed base menunjukan performa semua komponen struktur masih berada pada rentang A-IO, sehingga dapat dikatakan dalam pengaruh pembebanan gempa yang diberikan elemen-elemen struktur masih bersifat elastis.