Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Model Evaluasi William N Dunn Pada Program Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar Siahaan, Argendo; Warih, Wido Cepaka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kendala dan hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, serta memberikan saran dan rekomendasi terhadap kendala yang ada agar program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar semakin lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori evaluasi oleh William N. Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar telah berjalan dengan baik. Antusiasme peserta dan kualitas dan tingkat produksi dari kegiatan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan potensi narapidana. Namun, pelaksanaan program menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan ketersediaan fasilitas. Kolaborasi terhadap pihak luar dalam bidang pemasaran hasil karya warga binaan masih kurang maksimal sehingga daya serap produk hasil kemandirian oleh warga binaan kurang maksimal. Ketersediaan ruang dan fasilitas dalam melakukan kegiatan kemandirian masih memerlukan dukungan yang lebih besar agar kegiatan dapat menyerap partisipasi warga binaan dalam jumlah yang lebih banyak dan memaksimalkan hasil produksi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar fasilitas dan variasi pelatihan dapat ditingkatkan, serta melakukan upaya peningkatan dalam bidang pemasaran hasil karya warga binaan seperti melakukan kegiatan pameran produk karya warga binaan di lingkungan masyarakat agar produk kegiatan kemandirian dapat tersalurkan dan dikenali oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya serap terhadap produk karya warga binaan, meningkatkan semangat dan motivasi bagi warga binaan serta tercapainya tujuan dari program pembinaan kemandirian itu sendiri.
IMPLEMENTATION OF SOCIAL REHABILITATION PROGRAM POLICY FOR NARCOTICS INMATE (CASE STUDY PURWOKERTO CLASS IIB NARCOTICS PRISON) Warih, Wido Cepaka; Setiawan, Eka Fitri
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Social Politics and Governance (June)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v6i1.1619

Abstract

The aim of this research is to examine the implementation of policies regarding social rehabilitation activities for narcotics inmates in prison by taking the research focus at the Purwokerto Class IIB Narcotics Prison. Social rehabilitation is a process of integrated recovery activities, both physical, mental, and social, so that former narcotics addicts can return to carrying out social functions in community life. This study uses a qualitative research approach. The aim of descriptive qualitative research is to create systematic, factual, and accurate information about the facts and characteristics of a particular population or region. The focus of this research is to look at the implementation of social rehabilitation carried out in prisons. Data sources used include interviews, previous research literature, and literature studies. The research results show that the implementation of the social rehabilitation program for narcotics prisoners is effective in terms of the policy/program content dimension and the implementation context dimension. The implications of this research are to provide an overview of whether the social rehabilitation program for narcotics prisoners implemented in correctional institutions is effective or not from a policy perspective.
Analisis Konflik Kebijakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2019 S, Ariski; Warih, Wido Cepaka; Syugiarto, Syugiarto
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v6i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan aktor dan dinamika konflik kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, serta untuk mengetahui resolusi konflik dalam kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka atau studi literatur, dengan menggunakan rujukan utama yang berasal dari penelitian-penelitian terdahulu terkait konflik kebijakan yang dielaborasikan dengan permasalahan kenaikan BPJS Kesehatan yang terjadi pada tahun 2019. Dinamika konflik dilihat dengan menggunakan sekam solomon trap yang bertujuan untuk memberikan solusi terkait konflik kebijakan tersebut. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik kebijakan seringkali terjadi disebabkan oleh pemerintah yang selalu terjebak dalam Solomon trap. Pada kasus BPJS Kesehatan ini, Solusi yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu dengan menerapkan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 namun dengan skema kenaikan iuran secara berjenjang. Selain itu adanya skema kenaikan BPJS yang disesuaikan dengan golongan kelas sehingga memudahkan masyarakat kurang mampu yang memilih kelas 3
Model Outcome-Based Evaluation Pada Program Rehabilitasi Sosial Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang Zalukhu, Yeremia; Warih, Wido Cepaka
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program rehabilitasi sosial bagi narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang menggunakan model Outcome-Based Evaluation (OBE). Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya evaluasi berbasis hasil untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi sosial, mengingat tantangan dalam reintegrasi sosial narapidana pasca-pembebasan. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana evaluasi program rehabilitasi sosial menggunakan model OBE dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan narapidana, petugas pemasyarakatan, dan konselor adiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan sosial dan mental narapidana, meskipun terdapat beberapa kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya dan fasilitas. Kesimpulannya, penerapan model OBE memberikan gambaran yang jelas mengenai keberhasilan dan tantangan dalam program rehabilitasi sosial, dan disarankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta dukungan pasca-rehabilitasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
Organizational Change: Unveiling the Butterfly Effect Warih, Wido Cepaka
Journal of Correctional Management Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Management (JCM)
Publisher : Polteknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcm.v2i2.612

Abstract

Dalam dunia yang terus berubah, organisasi tidak hanya dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga untuk memahami dan mengelola dinamika yang melibatkan setiap langkahnya. Konsep perubahan dalam suatu organisasi tidak lagi dipandang sebagai fenomena statis, melainkan sebagai suatu ekosistem yang dinamis dan saling terkait. Konsep Efek Kupu-kupu menyoroti gagasan bahwa tindakan kecil dalam suatu sistem dapat memiliki dampak besar dan sulit diprediksi di masa depan. Sebuah keputusan yang diambil dalam organisasi, sekecil apapun itu, dapat memicu rangkaian peristiwa yang menghasilkan perubahan besar dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam konteks ini, paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Efek Kupu-kupu dapat menjadi kunci untuk memahami perubahan organisasi secara holistik. Melalui metode studi pustaka dari berbagai literatur, paper ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas perubahan organisasi dan hubungannya dengan Efek Kupu-kupu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teori kekacauan menawarkan pandangan baru dalam memahami perubahan organisasi, yang tidak hanya menyoroti pentingnya adaptasi dan fleksibilitas, tetapi juga mengakui bahwa perubahan seringkali tidak terduga dan tidak linear. Sementara itu, konsep Efek Kupu-kupu memberikan pemahaman tentang bagaimana perubahan kecil dalam suatu sistem dapat memicu perubahan besar dalam jangka panjang. Strategi Navigasi Efek Kupu-kupu muncul sebagai pendekatan proaktif dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan dalam dunia organisasi. Dengan memahami konsep Efek Kupu-kupu, organisasi dapat mengidentifikasi potensi perubahan dan merancang strategi yang lebih responsif, memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dan adaptif dalam lingkungan yang terus berubah.