Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERRHUBUNGAN DENGAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA TOROBULU KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2025 Anata A, Muh. Ilmi Fajri; Effendy, Devi Savitri; Hartoyo, Agnes Mersatika
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan rumah tangga merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada masyarakat pesisir yang masih menghadapi keterbatasan sarana sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga pada masyarakat pesisir di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Desa Torobulu sebanyak 1.570 KK, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, pendapatan, dan pendidikan terakhir, sedangkan variabel dependen adalah sanitasi lingkungan rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga, serta tidak terdapat hubungan antara pendapatan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga. Namun, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga pada masyarakat pesisir di Desa Torobulu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat pesisir.
Analysis of Dengue Fever Incident in Kendari Based on People, Place and Time Azim, La Ode Liaumin; Hartoyo, Agnes Mersatika; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Health Gate Vol 4, No 2 (2026): April, 2026
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg4211

Abstract

The number of dengue fever cases tends to increase every year, especially during the rainy season when the spread of this disease increases. This study was conducted to provide an overview of the endemicity and incidence of dengue fever based on human, place, and time variables in the working area of the Benu-Benua Community Health Center from April to June 2025. The study was conducted from May 20 to June 21, 2025. This study used a survey design with a descriptive observational approach. The approach used was exploratory descriptive, with the aim of systematically describing and explaining various facts and data from the investigation, so as to provide an accurate picture of the conditions in the field. The results of the study showed that the evaluation of the accuracy and completeness of surveillance at the Benu-Benua Community Health Center was accurate and complete. Dengue fever cases in weeks 14-24 appeared in weeks 15, 18, and 19 with a total of 1 case, while there were no dengue fever cases in the other weeks (0 cases). Dengue fever cases were found in the 10-14, 25-29, and 40-44 age groups, which had the same number of cases, namely 1 case. The male gender had the highest number of cases, while no DBD cases were found in females. The highest number of DBD cases was found in the Tipulu work area (2 cases), followed by Sodohoa (1 case), and no DBD cases were found in other work areas.