Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMATION OF FAMILY EDUCATORS AS AN EFFORT TO REDUCE HOUSEHOLD FOOD WASTE AMONG POSYANDU CADRE GROUPS IN NAMBO DISTRICT KENDARI CITY Nurmaladewi, Nurmaladewi; Jufri, Nurnashriana; Nirmala, Fifi; Rusliafa, Jusniar; Kohali, Rizki Eka Sakti Octaviani
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2516

Abstract

Food waste represents one of the most pressing global challenges, with significant implications for the environment, the economy, and social well-being. One of the key measures that communities can adopt to address household food waste is by transforming perceptions and practices surrounding food waste—viewing it not as waste to be discarded but as an alternative resource. The primary objective of this initiative is to enhance the role of Posyandu (integrated health post) cadres as family educators in providing community education. These educators are expected to explain the negative impacts of food waste on the environment and food security while offering practical guidance on sustainable practices, such as mindful shopping, proper food storage, and repurposing food leftovers into valuable products like eco-enzyme solutions. The training commenced with a pre-test to assess participants' baseline knowledge, involving 55 participants, including Posyandu cadres, representatives from public health centers (Puskesmas), sub-district officials, and the program team. The content delivered by the facilitators ranged from the selection of hygienic food ingredients to the practical steps for producing eco-enzymes from food waste. Practical modules were distributed to help participants easily implement the knowledge acquired during the sessions. Post-test results indicated a significant improvement in participants' understanding, coupled with high levels of enthusiasm during the discussion sessions. As a follow-up, program evaluations and additional training sessions will be conducted to ensure the sustainability of these efforts. This initiative is expected to support public health and environmental preservation through the prudent management of food and food waste.
Studi retropektif: Analisis faktor risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Abeli, Kota Kendari Azim, La Ode Liaumin; Akifah, Akifah; Kalza, Lade Albar; Yunawati, Irma; Rusliafa, Jusniar; Jufri, Nurnashriana; Liaran, Rastika Dwiyanti; Hartoyo, Agnes Mersatika; Saktiansyah, La Ode Ahmad; Kohali, Rizki Eka Sakti O.
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1284

Abstract

Pendahuluan: Pengantar: Stunting merupakan masalah kesehatan di dunia karena dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada anak. Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah kasus (21,6%), Kota Kendari (19,6%). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan jumlah sampel 78 responden yang terdiri dari 39 kasus dan 36 kontrol. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur stunting adalah timbangan injak dan microtoise. Data penelitian dianalisis menggunakan uji ods ratio dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pendidikan (p = 0,04; OR = 2,588; CI = 1,033 - 6,486), pendapatan (p = 0,022; OR = 2,912; CI = 1,150 - 7,372), tinggi badan ibu (p = 0,029; OR = 2,994; CI = 1,099 - 8,158), BBLR (p = 0,044; OR = 3. 438; CI = 0.987 - 11.969), ASI eksklusif (p = 0.012; OR = 3.234; CI = 1.273 - 8.218), imunisasi (p = 0.068; OR = 0.812; CI = 0.331 - 1.989), penyakit menular (p = 0.389; OR = 1.650; CI = 0.525 - 5.186). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa faktor risiko stunting di Puskesmas Abeli adalah pendidikan ibu, pendapatan, tinggi badan ibu, BBLR, dan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah imunisasi dan penyakit infeksi.
Stik Teri Nasi (Stolephorus commersonnii) Sebagai Camilan Tinggi Protein Dalam Mencegah Stunting Bagi Balita di Wilayah Pesisir Bungkutoko Nirmala, Fifi; Zainuddin, Asnia; Rusliafa, Jusniar
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.219

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Salah satu faktor penyebab utama stunting adalah rendahnya asupan protein hewani pada anak balita. Wilayah pesisir Bungkutoko di Kota Kendari memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, salah satunya ikan teri nasi (Stolephorus commersonnii) yang mengandung protein, kalsium, fosfor, dan omega-3 tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah ikan teri nasi menjadi stik camilan tinggi protein sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Metode kegiatan meliputi tahap edukasi, pelatihan, praktik langsung pembuatan stik teri nasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Edukasi diberikan melalui seminar dan leaflet gizi, sedangkan pelatihan dilakukan dengan demonstrasi langsung yang melibatkan ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kandungan gizi ikan teri nasi serta keterampilan dalam proses pengolahan menjadi stik. Produk yang dihasilkan memiliki cita rasa gurih, tekstur renyah, dan diterima dengan baik oleh anak-anak. Selain bermanfaat dalam pencegahan stunting, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal. Dengan demikian, pemanfaatan ikan teri nasi sebagai camilan tinggi protein merupakan inovasi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi masyarakat pesisir.