M.Pd. Dra. Made Sulastri .
Unknown Affiliation

Published : 139 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Berbantuan Media Permainan Teka-teki Silang Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng ., Pande Adi Putra; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikanperbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan modelpembelajaran Scramble berbantuan media permainan teka-teki silang dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 1 SangsitKecamatan Sawan, KabupatenBuleleng yang terdiridari 2 kelas. Sampelpenelitianiniyaitukelas VA yang berjumlah 20 orang dansiswakelas VB yang berjumlah 30 orang.Scramblesebagaisebuahpembelajaraninovatifmampumenciptakanpembelajaran yang menyenangkankepadasiswa. scrambleadalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka di temukan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scrambleberbantuan permainan teke-teki silang dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional yaitu sebagai berikut. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol yaitu modus (Mo) = 29,2, median (Md) = 29,3, mean (M) = 29,41dan standar deviasi (s) = 5,07.mean lebih besar dari median dan median lebih besar dari modus (M>Md>Mo) sehinggagrafik poligon data hasil belajar kelompok kontrol berupa kurva juling positif yang berarti sebagian besar skor cenderung rendah. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok kontrol adalah 29,41. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokkontrolcenderungrendah. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen yaitu modus (Mo) = 45,07, median (Md) = 41,3, mean (M) = 40,7, dan standar deviasi (s) = 5,49. Modus lebih besar dari median dan median lebih besar dari mean (Mo>Md>M) sehingga grafik poligon data hasil belajar kelompok eksperimen berupa kurva juling negatif yang berarti sebagian besar skor cenderung tinggi. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 41,3. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokeksperimencenderungtinggi. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, dapatsimpulankanbahwaterdapatperbedaan yang signifikanterhadaphasilbelajar Bahasa Indonesia antara kelompokyang dibelajarkandengan model Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangdan kelompokyang dibelajarkandengan model konvensional pada siswa kelas VA dan VB di SD Negeri 1 Sangsit.Hal ini dilihat dari hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompokyang dibelajarkandenganmodel pembelajaran Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangberada pada kategori sangattinggi dan hasil hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompok yang dibelajarkandenganmodel pembelajarankonvensionaltinggi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan guru yang bisa membelajarkan siswa agar siswa mengerti apa yang di ajarkannya. Keadaan ini memerlukan adanya perbaikan dan inovasi dalam pembelajaran, sebab dengan memakai media pendidikan siswa akan lebih mudah menerima pesan, siswa dapat menggunakan sebanyak mungkin indra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalah salah satu permainan bahasa, pada hakikatnya permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan. Dimana belajar ditekankan sambil bermain sehingga siswa mendapatkan suasana menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang bisadigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang.Tekatekisilangmerupakanpermainan yang bisamengasahotakkiridanotakkanan.Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanmedia permainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata. Scramble dipakaiuntukjenispermainananak-anak yang merupakanlatihanpengembangandanpeningkatanwawasanpemikirankosakata. Sesuaidengansifatjawabannyascramble terdiriatas3 macambentukyakni. 1. Scramble kata, yaknisebuahpermainanmenyusun kata-kata danhuruf-huruf yang telahdikacaukanletaknyasehinggamembentuksuatu kata tertentu yang bermaknamisalnya: alpjera = pelajar ktarsurt = struktur 2. Scramble KalimatYaknisebuahpermainanmenyusunkalimatdari kata-kata acak. Bentukkalimathendaknyalogis, bermakna, tepat, danbenarcontohnya: pergi – akan – saya –ke – Bandung = Sayaakanpergike Bandung 3. Scramble wacana, yaknisebuahpermainanmenyusunwacanalogis berdasarkankalimat-kalimatacak. Hasilsusunanwacanahendaknyalogis, bermakna. Perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Scramble dan metode pembelajaran ceramah pada siswa kelas V semester ganjil di SD Negeri 1 Sangsit. Dalampembelajaranbahasa Indonesia sangatdiperlukan guru yang bisamembelajarkansiswa agar siswamengertiapa yang di ajarkannya. Keadaaninimemerlukanadanyaperbaikandaninovasidalampembelajaran, sebabdenganmemakai media pendidikansiswaakanlebihmudahmenerimapesan, siswadapatmenggunakansebanyakmungkinindra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Dimanabelajarditekankansambilbermainsehinggasiswamendapatkansuasanabelajar yang menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang iasdigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang. Tekatekisilangmerupakanpermainan yang iasmengasahotakkiridanotakkanan. Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanpermainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata.DengandemikianmakaTerdapatperbedaan yang signifikan hasilbelajar Bahasa Indonesia antarakelompoksiswa yang mengikuti modelpembelajaran Scramble berbantuanpermainanteka-tekisilangdengankelompoksiswa yang mengikutipembelajaranmetodekonvensional. Kata Kunci : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat The research’s goal is to describe the difference significant between the result of students that studying Indonesian language by following Screamble lesson using game of riddle and students group by following the lesson using conventional’s method.The research’s kind is appearance experiment research. The subject of populations are all grade five students at SD Negeri 1 Sangsit, Sawan Distict, Buleleng Regency that consits of 2 clases. The research’s sample is VA class quantity 20 persons, and VB class quantity 30 persons. The Scramble as an innovative lessons which is capable to create pleasure lesson for students. The Scramble is one part of language games, so that language game is an activity to get special skill on pleasure way. Scramble is used to kind of children game which is practice of breeding and increasing of vocabulary. keyword : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain berupa nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep IPA siswa menggunakan tes uraian yang dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferansial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 11,28 dan ttabel sebesar 2,000, pada taraf signifikansi 5% dan db=59. Hal ini berarti thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model SSCS, Pemahaman Konsep IPA The purpose of this research was to know the difference of the concept undertanding in natural science between the group of student who was taught by using SSCS teaching model and the group of student who was taught by using the conventional teaching model in the fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district. This was a quasi experimental research with nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was fifth grade of elementary school in cluster one of Buleleng district which consisted of 11 classes. The sample was choosen by the use of cluster random sampling technique. The data of concept undertanding in natural science were collected by using essay test which was analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 11,28 and ttable was 2,000, on significance standard 5% and db=59. That meant that tcount is bigger than that of ttable. The result showed that there was difference of concept undertanding in natural science between group of students who were taught by using SSCS teaching model and group of students who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that SSCS teaching model influenced the concept undertanding in natural science of fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district, Buleleng regency in academic year 2013/2014.keyword : SSCS Model , the concept undertanding in natural science
PENGARUH MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KLS V SD DI GUGUS III KECAMATAN TAMPAKSIRING ., I Komang Wardika; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran examples non examples; 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tampaksiring yang berjumlah 5 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Sanding berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Pejeng Kaja berjumlah 27 orang. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uj-t independent). Hasil analisis menunjukan bahwa perbedaan rata-rata skor hasil belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu X ̅ = 21,11 >X ̅ =17,35. Dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung = 4,302 >ttabel(α=0,05) = 2,021. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar IPA, model pembelajaran examples non examples, model konvensional This research aimed to: (1) to described the science learning outcomes of students who take conventional model; (2) to described the science learning outcomes of students who take examples non examples model; (3) to determine the science learning outcomes differences between students who were thaught by used examples non examples model and conventional learning model in fifth grade elementary school students in cluster III Tampaksiring district Gianyar regency 2013/2014 school year. The research was a quasi-experiment. The population was fifth grade in cluster III Tampaksiring district consisted of 5 classes. The samples of this research were fifth grade in SDN 1 Sanding were 23 students and SDN 2 Pejeng Kaja were 27 students. The instrument of this researh is test instrument. Data were analyzed using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results showed that a description of the result of science learning in the experimental group scores tend to be high then of the students in control group (X ̅ = 21,11 >X ̅ = 17,35). There are differences science learning outcomes of students who learning with examples non examples model project based assessment and students who learnt with conventional learning model, with the value of tcount = 4,302 > ttab = 2.021. Based on the result, can be concluded that examples non examples model significant effect on student learning outcomes in science learning compared with conventional learning models. keyword : science learning outcomes, examples non examples models, conventional models
Pengaruh Model Pembelajaran Kuantum Dengan Teknik Peta Konsep terhadap Hasil Belajar PKn ., I Kadek Suartana; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Kuantum berbantuan Teknik Peta Konsep dengan siswa yang menggunakan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Sekolah Dasar gugus XV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD yang berjumlah 270 orang. Sampel penelitian diuji dengan menggunakan uji kesetaraan ANAVA A diperoleh yaitu siswa kelas V SD No. 3 Anturan yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Kalibukbuk yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kuantum dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (thitung > ttabel, thitung = 4,5 dan ttabel = 2,000).Kata Kunci : model pembelajaran kuantum,peta konsep dan hasil belajar This study aimed to determine differences in civic learning outcomes between students who learned with quantum learning model with the concept map technique aided by students using the conventional model of fifth grade students in academic year 2013/2014 in cluster XV Elementary School District of Buleleng . This research is a quasi-experimental study . The studyb population was all students in fifth grade elementary school, amounting to 270 people . Samples were tested by using ANOVA test of equality of A obtained by the fifth grade students of SD No. 3 Anturan which totaled 30 people as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 4 Kalibukbuk which amounted to 30 people as a control group learning outcomes data collected using essay objective . The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics , namely t-test . The results of this study indicate that there are differences in civic learning outcomes significantly between groups of students who take accelerated learning model learning with a group of students who take lessons with the conventional model (tcount>ttable, of tcount= 4,5 and ttable=2.000).keyword : Quantum learning model,the concept map technique and learning outcomes
Pengaruh Model Problem Bassed Learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Di Gugus Belantih, Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 ., I Wayan Eta Sukariyasa; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test onlycontrol group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus Belantih Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan jumlah siswanya 120 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda berjumlah 20 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 2,54 ; ttabel = 2,021). Siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learningberbantuan media gambar memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 13,65 berada pada kategoritinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 10,55 berada pada kategorisedang. Jadi model Problem Bassed Learning berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Problem Bassed Learning, Media Gambar, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between science students who followed the Problem Bassed Learning model aided picture media and the students who followed the conventional model learning. This research is a quasi experimental research with post test design only control group design. The populations on this research are all class of Elementary School Gugus V Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli which students amount 120 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 20 items. The data were analyses using a descriptive statistic and test. The result of this research shows that there is the difference result between science the studenst follow Problem Bassed Learning model aidpicture media and the students follow the conventional model learning(tarithmetic = 2,54 ; ttable = 2,021). Average score of the students who followProblem Bassed Learning model aidpicture media is 13,65 it is considered to be high category. Whereas the students who follow the conventional learning model is 10,55 it is considered to be intermediate category. In this research Problem Bassed Learning model aidpicture media is preponderate for the result of the science.keyword : Problem Bassed Learning, Picture Media, Learning Results.
PENGARUH MEDIA KARTU BERSERI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN ., Ni Made Suwaryantini; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri pada kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng, Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 164 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas II SDN 4 Kaliuntu yang berjumlah 31 orang dan kelas II SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data hasil belajar membaca permulaan dilakukan menggunakan metode tes dan instrumen berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan media kartu berseri pada siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dari hasil uji-t, diperoleh thitung sebesar 5,089 dan ttabel sebasar 1,672 (thitung > ttabel). Rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed, 16,50, lebih besar dari rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri, yaitu 13,14. Hal ini menunjukkan penggunaan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed berpengaruh terhadap hasil belajar membaca permulaan siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : kartu berseri, hasil belajar membaca permulaan, pembelajaran terpadu tipe webbed The aim of this research is to find out the difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This study is a quasi experiment. The population is 164 students in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. The samples are grade II of SDN 4 Kaliuntu, which is 31 students, and grade II of SDN 1 Kaliuntu which is 28 students. The collection of early reading stage learning result was done by test method and objective test instrument. The data collected analyzed using descriptive and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This case was attested from t-test resut, the thitung was 5,089 and ttabel was 1,672 (thitung > ttabel). The average of early reading stage learning result of students treated flash card media through webbed guided learning model is 16.50, which is bigger than the average of early reading stage learning result of students treated without flash card media, which is only 13.14. This means that the using of flash card affects the students’ early reading stage learning result of grade II Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014.keyword : flash card, early reading stage learning result, webbed guided learning model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD ., Gusti Ayu Ikka Pramesti; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3828

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran group investigation dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus VI Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 2 Panji Anom yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas V SD No. 4 Panji Anom yang berjumlah 22 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan melalui instrumen tes pemahaman konsep berupa tes esai yang berjumlah 10 butir soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung=3,11 dan ttabel=2,06. Hal ini berarti bahwa thitung>ttabel,dan rata-rata kelompok eksperimen adalah 30,68 dan kelompok kontrol adalah 27,74. Hal ini berarti rata-rata kelompok eksperimen> rata-rata kelompok kontrol. Ini berarti model pembelajaran group investigation berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa di Gugus VI Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : group investigation, pemahaman konsep IPA This research was a kind of quasi esperiment which aimed to know the significant difference of Natural Science Concept Understanding ini Grade V in Elementary schools Gugus VI of subdistrict Sukasada, Buleleng between a group of student which is taught by traditional menthod. The design of the study is Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. . The population of this research was all students in grade five of gugus VI subdistrict Sukasada. The sample in this study the students of grade V in SD No. 2 Panji Anom, 27 students and students of SD No. 4 Panji Anom, 22 students. The data collected by concept test instrument, which is answered in essay in numbers of ten. The data collected after the test analyzed by descriptive statistics analysis and inferential statistics (t-test). Based on the result of the analysis, taccount=3,11 and ttable=2,06. The result showed that taccount>ttable, the average of experimental group is 30,68 and the controlled group is 287,74. The meaning of this data is experimental > control. The conclusion is the implementation of group investigation teaching menthod affect the concept understanding of natural science in students in elementary schools gugus VI subdistrict Sukasada, Buleleng academic year 2013/2014. keyword : group investigation, concept understanding natural science
PENGARUH METODE SIMULASI BERBANTUAN CERITA BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS V SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SD GUGUS V KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Anak Agung Mas Peradnyani; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan kelompok siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran simulasi berbantuan cerita bergambar pada kelas eksperimen dengan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yang berjumlah 199 orang. Sampel diambil dengan simple random Sampling teknik pengundian sehingga diperoleh dua kelas dengan jumlah 43 siswa . Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan metode simulasi berbantuan cerita bergambar dengan kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 3,459 > ttabel 2,019 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang belajar menggunakan metode simulasi berbantuan cerita bergambar yaitu 37,44 berada pada kategori sangat tinggi sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 33,84 berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Simulasi, Cerita bergambar This research to determine to know the differences of in learning outcomes Citizenship Education student group that learned the method of simulation-aided by ilustrated story learning in experiment class with the group of students that learned in conventionally in the control class. This research is a quasi experimental research with the study design post-test only control group design. The population of this research was all students in the 5th grade force 5th elementary school SD in Sukasada district Buleleng regency, amounting to 199 people. Samples were taken with a simple random sampling is adraw tecnique to obtain two classes to get the number 43 of students. Learning outcomes data were collected by using test methods. Data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics, namely t-test.The results showed there were differences in the result study of Civics significant between groups of students that learned picture-aided simulation methods with a group of students that learned the conventional learning methods. This is demonstrated by 3,459 t count> t table 2.019 and supported by differences of average scores obtained by students who learn to use simulation-aided method illustrated stories that 37.44 is in a very high category, while the students who learn by using conventional learning models that are 33.84 is in the high category. keyword : Simulation, illustrated story
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER BERLANDASKAN TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Candra Dewi; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together berlandaskan Tri Kaya Parisudha dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 6 Dajan Peken dan SD No. 1 Dajan Peken berjumlah 86 orang. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together berlandaskan Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 6,06 > ttabel = 2,00 ; X ̅ 1 = 21,39 > X ̅ 2 = 15,67). Dengan demikian model pembelajaran Numbered Head Together berlandaskan Tri Kaya Parisudha berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V.Kata Kunci : numbered head together , tri kaya parisudha, hasil belajar This study aimed to find out the significant difference of students’ science learning achievement between a group of students who were taught by using Numbered Head Together learning strategy based on the Tri Kaya Parisudha and a group of students who were taught by using conventional learning strategy on the students of grade V at SD Dajan Peken in Tabanan district, in academic year 2013/2014. This study was a quasi experiment that used the design of non- equivalent post-test only control group design. The sample of this study was the students of grade V of SD No.6 Dajan Peken and SD No. 1 Dajan Peken by which the number of the students was 86. The data of science learning achievement was collected by using research instrument in form of multiple choice tests. The obtained data was analyzed by using data descriptive analysis and inferential statistics technique t-test. The result of this study shows that there are significant differences of science learning achievement between a group of students who were taught by using Numbered Head Together learning strategy based on the Tri Kaya Parisudha and a group of students who were taught by using conventional learning strategy. It is proved by the result of hypothesis test using t-test in which it acquired tcount is more than ttable (tcount = 6,06 > ttable = 2.00 ; X ̅ 1 = 21,39 > X ̅ 2 = 15,67). So, it could concluded that using Numbered Head Together learning strategy based on the Tri Kaya Parisudha gave a significant effect towards students’ science learning achievement of grade V.keyword : numbered head together, tri kaya parisudha, learning achievement
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP SD NO. 3 KALIUNTU KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Putu Anom Sunantha; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester II Sekolah Dasar no. 3 Kaliuntu tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkannya pendektan keterampilan proses. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar no. 3 Kaliuntu tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 21 orang yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Metode Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus persentase tingkat ketuntasan belajar, selanjutnya dikonversikan ke dalam tingkat hasil belajar IPA berdasarkan PAP skala 5.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, hasil belajar siswa mencapai 58,1% dengan kategori kurang dan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 79,5% dengan kategori cukup, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 21,4%. Oleh karena itu, penerapan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar no. 3 Kaliuntu tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Pendekatan keterampilan proses dan hasil belajar IPA This study aimed to increase the outcome of studying IPA on the fifth grade students in second semester of elementary school number 3 Kaliuntu in academic year 2013/2014 after skill approaching process was applied. The design of this study was classroom action research which conducted in two cycles. Each cycles consisted of two meeting.The subject of this study was 21 students of fifth grade students of elementary school number 3 Kaliuntu in academic year 2013/2014 which consisted of 9 male students and 12 female students. This study used test as a method to collect the data. The data that was found through test was analyzed by using formula of percentage passed level of the study, furthermore was converted into the outcome level of studying IPA based on PAP Scale 5.The result of the study showed that the outcome level of students’ learning was increased from the first cycle to the second cycle. In the first cycle, the level of students’ learning achieved 58,1 % categorized as low and in the second cycle the level of students’ learning attained 79,5 % categorized as sufficient. So that there was raising level of students’ learning from the first cycle to the second cycle. Hence, the application of skill approaching process can increase the outcome of studying IPA of fifth grade students of elementary school number 3 kaliuntu in academic year 2013/2014.keyword : Skill Approaching Process and Study Outcome
Co-Authors ., A.A. Gede Agung Wisnu ., Desak Putu Sri Lestari ., I Dewa Ayu Agung Paramitha ., I Komang Cahya Trianandika ., I Putu Putra Adnyana ., Ketut Purnamasari ., Ni Kadek Ayu Sintya Dewi ., Ni Komang Santi Nopiyanti Anak Agung Istri Virnayani ., Anak Agung Istri Virnayani Anak Agung Mas Peradnyani . Anis Cahyati ., Anis Cahyati Ari Wibowo Maha Putra . Ayu Made Indah Purnama Dewi . Ayyu Mawaddah ., Ayyu Mawaddah Binti Zughoiriyah ., Binti Zughoiriyah Desak Nyoman Rosita Dewi ., Desak Nyoman Rosita Dewi Desak Putu Parmiti Dewa Ayu Putu Rianthi Karina . Dewa Nyoman Sudana Didith Pramunditya Ambara Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed . Drs. Nyoman Wirya . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Dwi Ari Nitra Putri . Fitria Astuti . Fitria Rahmawati . Gusti Ayu Ikka Pramesti . Gusti Ayu Setyaning Ratna Dewi ., Gusti Ayu Setyaning Ratna Dewi Hanny Hafiar Helida . I Gede Ariyasa . I Gede Krisna Pratama . I Gede Margunayasa I Gusti Ayu Ngurah Indah Irmayanti . I Gusti Ngurah Japa I Kadek Nadiartana . I Kadek Suartana . I Ketut Bayu Dharma Putra ., I Ketut Bayu Dharma Putra I Ketut Gading I Komang Gede Sutawan . I Komang Sudarma I Komang Sumianto ., I Komang Sumianto I Komang Wardika . I Made Andri Suantara ., I Made Andri Suantara I Made Citra Wibawa I Made Dwi Freedo Budiartha ., I Made Dwi Freedo Budiartha I Made Wiraguna . I Putu Anom Sunantha . I Putu Eka Pratama Putra . I Wayan Eta Sukariyasa . I Wayan Wita Ignatius I Wayan Suwatra Kadek Agus Marthana Putra . Kadek Ayu Sasmita Dewi ., Kadek Ayu Sasmita Dewi Ketut Lestariani . Komang Adi Suryawan . Komang Ari Swastini . Komang Lia Agustini . Komang Nita Endrayani ., Komang Nita Endrayani Luh Ayu Tirtayani Luh Wini Ayu Wreti Kandayun ., Luh Wini Ayu Wreti Kandayun M. Rohmat Rozai ., M. Rohmat Rozai M.Erg. Dra. Ni Nengah Madri Antari . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. I Nyoman Arcana,SST. . Made Aditya Putra Jaya . Made Asri Andayani . Made Candra Dwi Putra ., Made Candra Dwi Putra Moch Arif Rahman . Mutiara Magta Ni Kadek Candra Dewi . Ni Kadek Candra Waisnawati ., Ni Kadek Candra Waisnawati Ni Kadek Dwi Mariyani . Ni Ketut Sri Wahyuni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini . Ni Komang Tirta Yoga Pramoda Wardani ., Ni Komang Tirta Yoga Pramoda Wardani Ni Komang Valentina ., Ni Komang Valentina Ni Luh Ayuningtias Damayanti . Ni Luh Desy Permini . Ni Luh Putu Anik Sugiantari ., Ni Luh Putu Anik Sugiantari Ni Luh Putu Ayu Juliarti ., Ni Luh Putu Ayu Juliarti Ni Luh Ratna Agustini . Ni Made Rosa Dwi Pramita ., Ni Made Rosa Dwi Pramita Ni Made Sri Jayantini . Ni Made Suwaryantini . Ni Nyoman Alit Pradnya Dewi . Ni Nyoman Ayu Sukreni . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Ratna . Ni Putu Bintari . Ni Putu Elza Citra Wulandari ., Ni Putu Elza Citra Wulandari Ni Putu Sri Nonik Andayani . Ni Putu Subiantari ., Ni Putu Subiantari Ni Wayan Rati Ni Wayan Wiwik Puspitayanti . Ni Wayan Yuni Sudiasih . Nikmatus Sholeha ., Nikmatus Sholeha Nina Astria ., Nina Astria Nur Shintya Isbayani ., Nur Shintya Isbayani Nyoman Dantes Pande Adi Putra . Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd . Putu Aryawan . Putu Ayu Oka Sulasmi . Putu Deni Lesmana ., Putu Deni Lesmana Putu Eka Darmayanti ., Putu Eka Darmayanti Putu Laksmi Widyaswari . Putu Lia Novi Arini ., Putu Lia Novi Arini Putu Rahayu Ujianti Rian Rosadi . Rina Noviandari . S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. S.Pd. Kadek Suranata . Sang Ayu Made Desiani ., Sang Ayu Made Desiani